Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Tungku Dewa Matahari


__ADS_3

Xiuhuan menjelajahi cincin dimensi miliknya dengan menggunakan mata batin, mencari sesuatu yang dapat digunakan sebagai senjata. Karena Lou Yi melarangnya menunjukkan kekuatan Roh Pedang pada Kultivator di Benua Kun Lun ini.


“Apa aku menggunakan bukit emas ini saja sebagai pertahanan? Ah, nanti mereka malah rebutan kepingan emasku ini. Aku sekarang telah menjadi tukang punggung keluarga yang menghidupi banyak istri dan anak,” gumam Xiuhuan tak jadi menggunakan tumpukan emas itu, hingga matanya tertuju pada tungku yang ia tak tahu kegunaannya.


Booommmmm!


Ledakan keras dengan suara memekakkan telinga akibat tombak api dan tungku yang dikeluarkan oleh Xiuhuan dari cincin dimensi miliknya berbenturan.


“Apa dia bodoh!”


“Dia mungkin anak orang kaya manja!”


“Tungku Dewa Matahari yang telah lama hilang digunakan olehnya untuk menangkis tombak itu.”


“Kalau Raja Obat melihatnya, mungkin ia akan direbus hidup-hidup!”


“Kenapa tungku Dewa Matahari milik Ranah Chaos Ancient God Lou Yun ada ditangannya.”


“Apa mungkin ia keturunannya juga—bukankah Nona Yi datang bersamanya!”


Xiuhuan mendengar obrolan dari para tetua Sekte Bei Guan tentang tungku jelek ditangannya itu.


“Sepertinya Aku telah membawa masalah besar, padahal Nona Yi telah memperingatkan aku tadi,” gumam Xiuhuan berusaha mencari jalan keluar.

__ADS_1


Sebuah bola lampu pijar muncul di pikiran Xiuhuan, sebuah angka-angka rumit dan rumus-rumus matematika serta fisika juga muncul.


“Hehehe ... X²+Y² adalah serahkan tungku ini pada Lou Yi, semua perkara beres.” Xiuhuan menyeringai menatap Lou Yi.


“Pasti Xiuhuan membuat kekacauan, nih,” gumam Lou Yi cemas. Padahal seharusnya kedatangannya ini penuh dengan kegembiraan—tapi, malah berubah kacau.


“Bukankah itu milik Ranah Chaos Ancient God Lou Yun. Serahkan itu anak muda ... atau kau akan menanggung akibatnya,” kata Kultivator berwajah sepuh yang datang bersama Pemuda tampan yang menyerang Xiuhuan dengan tombaknya tadi.


“Kita ke sini untuk melamar Lou Er, ayah!” seru Pemuda itu bingung, kenapa ayahnya yang merupakan Ranah Chaos Ancient God itu begitu menginginkan tungku jelek di tangan Xiuhuan.


Generasi baru setelah ayah Lou Yi banyak yang tidak tahu dengan kehebatan Lou Yun di masa lalu, walaupun ada yang mengenalinya. Mereka cuma mengingat Lou Yun memiliki Pedang pusaka tingkat tinggi, Pedang Penghancur Semesta saja, tanpa mengetahui kalau Lou Yun juga mendapatkan gelar Raja Obat.


“Itu adalah tungku Dewa Matahari, salah satu pusaka tingkat tinggi yang telah lama hilang. Raja obat di Paviliun Qingyun pasti berlomba-lomba menginginkan tungku itu. Jadi, lupakan saja Lou Er—rebut tungku itu dari tangan Pemuda itu!” seru Ji Xiao yang berasal dari Clan Ji itu.


Menyadari ada yang tidak beres, terutama tua bangka yang meminta tungku miliknya, Xiuhuan lansung memberikan tungku itu pada Lou Yi, karena Xiuhuan tak ingin berhadapan dengan tua bangka yang tampak memiliki kekuatan yang sangat besar.


“Maaf, ya. Tungku ini bukanlah milikku, tetapi ini milik Nona Yi. Kemarin aku meminjamnya untuk merebus jagung—jadi sekarang aku kembalikan,” kata Xiuhuan dengan senyum mengejek.


“Hah! Dia menggunakan tungku Dewa Matahari hanya untuk merebus jagung. Apa Nona Yi juga tidak tahu itu adalah Pusaka tingkat tinggi?”


Tetua Sekte Bei Guan kembali terkejut mendengarnya. Ternyata tungku itu selama ini ada ditangan Lou Yi, tetapi ia tak tahu kalau itu benda yang dicari-cari oleh para Dewa Obat.


Lou Yi tahu maksud Xiuhuan, ia juga tak tahu kalau tungku Dewa Matahari ada di cincin dimensi milik kakeknya itu. Karena ia tidak mendapatkan informasi mengenai itu, kecuali tentang Pedang Penghancur Semesta.

__ADS_1


“Maaf sesepuh Ji Xiao—Tungku ini adalah milik keluarga Lou, tak mungkin aku memberikannya pada kalian. Karena keluarga Lou kami ataupun di Clan Lou banyak Alkemis hebat; sungguh bodoh kami menyerahkan Pusaka tingkat tinggi ini.”


Lou Yi pasang badan melindungi Xiuhuan dan tungku Dewa Matahari yang kini ia simpan di cincin dimensi miliknya.


“Bagaimana kita bernegosiasi saja.” Ji Xiao berusaha membujuk Lou Yi. “Aku akan memberikan kota Beicheng pada keluarga Lou kalian. Kota itu jauh lebih maju dari Kota Zhongshan ini, mungkin pendapatan kotor kalian dari upeti saja adalah 100.000.000 keping emas, belum lagi aset milik keluarga Ji berupa satu Sekte, Dua Penginapan 500 Lantai, Dua tempat hiburan malam dan perkebunan Ginseng Surga seluas seribu hektar,” tawar Ji Xiao.


Xiuhuan menelan ludah mendengarnya, kalau tahu begitu. Mendingan ia serahkan saja tungku jelek itu pada tua bangka didepannya. Namun, nasi sudah menjadi basi, Lou Yi secara sah telah menjadi pemilik tungku Dewa Matahari itu.


“100.000.000 keping emasku hilang, seandainya ... ah, sudahlah tidak rejeki,” gumam Xiuhuan.


“Apakah ucapanku kurang jelas sesepuh Ji Xiao? Kami pergi dulu, Aku sudah rindu dengan orangtuaku—sudah 10.000 tahun aku meninggalkan tempat ini.” Lou Yi berjalan meninggalkan Jia Xiao yang kecewa mendengar ucapannya.


“Sombong sekali Lou Yi itu,” keluh Ji Mu sembari menatap ayahnya yang tampak menahan amarah. “Bagaimana ayah? Apakah kita melanjutkan melamar Lou Er menjadi istriku?” tanya Ji Mu kebingungan, apalagi ia sangat mencintai Lou Er, walaupun sebenarnya ia seumuran dengan Lou Yi. Namun, Lou Yi dulu sudah menyukai Pemuda lain.


“Kita lanjutkan saja proses lamarannya dan aku akan mencoba bernegosiasi dengan Lou Yan agar ia mau menjual tungku Dewa Matahari itu untuk kita,” sahut Ji Xiao mengikuti langkah Lou Yi memasuki Paviliun.


Lou Yan telah memperhatikan keributan yang terjadi di halaman Paviliun, tetapi ia tidak bertindak. Karena melihat Ji Xiao tidak menyerang putrinya. Makanya Kultivator Ranah Chaos Ancient God itu membiarkan saja keributan kecil itu. Apalagi Ji Mu dan Lou Er saling menyukai, walaupun mereka hanya berkomunikasi menggunakannya token bip-bip saja tanpa pernah bertemu, kecuali saling mengirim lukisan diri masing-masing. Namun, itu sudah cukup untuk mengikat cinta Lou Er dan Ji Mu, sehingga berencana meningkatkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan.


Token bip-bip adalah sejenis alat pengantar suara atau bahasa manusia Planet Bumi, dinamakan dengan telepon—yang diciptakan oleh seorang Ranah Absolute God 5000 tahun lalu. Cara kerjanya cukup sederhana, di mana seseorang yang memakai token bip-bip itu hanya perlu membeli Kristal dari hewan siluman burung hantu.


Kristal ini sangat langka, karena sulit menangkap atau membunuh burung hantu itu. Karena ia hanya berkeliaran saat malam hari saja. Makanya tak semua orang memiliki Token bip-bip itu. Adapun cara menggunakannya; memasang kristal burung hantu pada token dan mengalirkan sedikit qi pada token bip-bip itu, kemudian membayangkan siapa yang menerimanya.


Lou Er sangat senang melihat kedatangan Lou Yi, apalagi saat kakaknya itu pergi meninggalkan Benua Kun Lun, ia masih berusia sepuluh tahun. Lou Er sampai demam berminggu-minggu, karena merindukan Lou Yi.

__ADS_1


...~Bersambung~...


__ADS_2