
“Dari mana saja kalian Saudara He! Saudari Bing!” sapa Huo Xue saat melihat keduanya berjalan di Pelataran Luar dan hendak menuju Pelataran Dalam.
“Ha-ha-ha kami sedang menjalankan misi!” sahut He Qian tersenyum bahagia saat menatap Huo Xue dan kekecewaannya saat tidak mendapatkan manfaat di Pagoda Tujuh langsung menghilang saat menatap wajah cantiknya.
“Tapi kami melihat kejadian lucu tadi,” sahut Bing Yun dengan senyum lebar.
“Apa itu?” sahut Huo Xue tak sabar ingin mendengarnya.
He Qian dan Bing Yun tidak menceritakan kalau ada Kultivator Ranah Absolute God dengan kekuatan mengerikan sedang mencarinya. Keduanya tak ingin Huo Xue panik dan tidak bisa berkonsentrasi saat berkultivasi—sehingga ia gagal lagi menerobos ke Ranah Absolute God, padahal Dantian-nya sudah memiliki Qi yang sangat berlimpah.
“Ayo katakan! Kenapa kalian saling berpandangan? Cie! Cie! ” Huo Xue mengejek keduanya.
“Huh! Aku lebih baik mencintai Nona Xue saja daripada Mak Lampir ini!” sahut He Qian memalingkan wajah dari Bing Yun.
“Cih, aku juga lebih baik mencintai Pahlawan tadi!” sahut Bing Yun dengan kesal.
“Pahlawan?” Huo Xue keheranan.
“Lupakan saja!“ sahut Bing Yun dan berkata, “Tadi kami menemukan murid Pelataran Luar sedang bersujud di depan rumah bordil!”
“Apaaaa? Rumah bordil ha-ha-ha!” Huo Xue tertawa dan tak menyangka ada juga murid yang memiliki perilaku aneh begitu.
“Saat kami memergokinya, dia mengatakan kalau dia sedang berterimakasih pada Kultivator Ranah Absolute God yang masuk ke dalam rumah bordil itu dan ia dihadiahi Tombak yang bernama Tombak Long Kiang,” kata Bing Yun lagi. Namun, ekspresi wajah Huo Xue tampak terkejut—sehingga Bing Yun keheranan melihatnya. “Ada Saudari Xue?” Dia bertanya.
“Ah, tidak apa-apa! Sepertinya aku pernah melihat Tombak itu ha-ha-ha!” Huo Xue tertawa masam.
“Betulkah? Tapi jangan dekat-dekat dengan Kultivator itu, dia pasti Kultivator bejatt—karena persinggahannya saja adalah rumah bordil!” kata Bing Yun sembari berjalan ke arah Pelataran Dalam. “Aku duluan, ya!” Dia melambaikan tangan.
“Ya!” sahut Huo Xue sembari tersenyum menatap He Qian yang langsung gugup dan melambaikan tangan pada Huo Xue sembari mengikuti Bing Yun ke Pelataran Dalam.
Huo Xue segera ke asramanya dan ia kepikiran dengan pemilik Tombak Long yang memiliki nama yang sama dengan Tombak milik Xiuhuan dan Kultivator itu juga memiliki basis kultivasi Ranah Absolute God. Namun, yang jadi pertanyaan adalah bagaimana Xiuhuan mengetahui Dunia Biru, padahal seluruh rekan-rekan yang menjadi mata-mata telah melakukan serangan bunuh diri, sehingga tak ada lagi yang mengetahui Dunia Biru ini.
“Ah, mungkin saja Kultivator itu memiliki Tombak yang memiliki nama yang sama dengan milik Xiuhuan,” gumamnya lagi.
__ADS_1
...***...
Di tempat berbeda, Xiuhuan memasuki Sekte Tianyuan tanpa berhenti di gerbang masuk dan melintas di atas langit Sekte dan hal seperti ini sama saja dengan melakukan sebuah penyerangan.
“Anda sangat lancang sekali!” Tetua dari Pelataran Dalam langsung menghadang Artefak Kapal terbang mewah tersebut.
Dalam sekejap semua tetua, baik Pelataran Dalam maupun Pelataran Luar telah mengepung Artefak Kapal Terbang Xiuhuan.
Ketua Sekte Tianyuan juga keluar dari pengasingannya, karena tidak pernah terjadi hal seperti ini—sepanjang ia memimpin.
Xiuhuan tersenyum menatap mereka semua dan berkata, “Aku datang hanya untuk berbisnis dan apakah seperti ini sambutan kalian pada Pahlawan Xiuhuan penegak keadilan ini?”
Xiuhuan tak mau kalah dan berkata, “Kubah Tsunami!” Dan tiba-tiba seluruh Sekte Tianyuan bergetar hebat, dari ujung jari Xiuhuan muncul rembesan air.
Sekumpulan murid wanita sedang minum kelapa muda dan memperhatikan pengepungan tetua Sekte Tianyuan mereka pada Artefak Kapal terbang. Namun, tiba-tiba air kelapa mudanya malah melawan gravitasi dan melayang ke udara, sehingga terjadi kepanikan di seluruh Sekte Tianyuan—karena seluruh benda cair telah melayang ke udara.
Hanya dalam beberapa tarikan nafas saja, Perisai Air yang sangat mengerikan—seperti tsunami. Namun, air itu melayang di udara dan tidak jatuh ke bawah.
Tidak sampai di situ, Xiuhuan juga memunculkan Pedang yang terbuat dari elemen emas yang jumlahnya ribuan dan mengarah pada para tetua Sekte Tianyuan.
Kepala Sekte Tianyuan mengerutkan keningnya dan meminta para tetua untuk tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan, karena ada puluhan ribu murid Sekte Tianyuan di sini dan mereka akan menjadi korban—bila mereka melawan Xiuhuan.
“Apakah sebenarnya tujuan tuan muda ke Sekte Tianyuan kami ini? Apakah ada murid-murid Sekte kami yang menyinggung Anda?” Ketua Sekte Tianyuan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.
Xiuhuan tersenyum lebar dan berkata, “Bukankah sejak awal aku sudah mengatakan bahwa Pahlawan ini ingin melakukan kerjasama dengan Sekte Tianyuan dan aku akan memberikan hadiah besar bila kalian setuju menerima tawaranku!”
Xiuhuan lantas mengeluarkan Sepuluh Monster Kera Putih Level Tian dan yakin mereka pasti akan tergiur, karena selama petualangannya di Dunia Biru ini, ia belum pernah bertemu Monster Level Tian dan hanya Level Xuan saja yang tertinggi.
“Itu?”
Ketua Sekte dan pada tetua langsung tergiur melihat Monster Kera Putih tersebut.
“Bagaimana Ketua? Ini adalah hadiah untuk Sekte Tianyuan kalau kalian setuju bekerjasama denganku,” kata Xiuhuan lagi sembari menyimpan Monster Kera Putih tersebut, sehingga para tetua mengerutkan kening mereka—karena Xiuhuan hanya pamer saja.
__ADS_1
Ketua Sekte Tianyuan berpikir sejenak dan ia belum pernah mendengar seluk-beluk Xiuhuan. Namun, ia mendengar kabar beberapa waktu yang lalu ada Kultivator aneh yang mengalahkan Pangeran Yun Fei dari Benua Tengah dan menghancurkan Pagoda Tujuh, sehingga tidak akan ada acara sepuluh tahunan yang ia adakan dengan untuk merebut 100 tiket memasuki tempat itu.
“Apa kerjasama yang tuan muda tawarkan?” tanya Ketua Sekte Tianyuan—penasaran.
“Aku sangat menjunjung tinggi keadilan, tidak seperti kalian atau pihak Kerajaan,” sahut Xiuhuan sehingga para tetua mengerutkan kening mendengarnya. “Aku baru saja menghancurkan rumah bordil dan menyelamatkan wanita penghibur yang merupakan korban perdagangan manusia. Nah, aku telah memberikan mereka modal usaha untuk memulai hidup baru, jadi tugas kalian adalah menjamin keamanan mereka agar tidak ada yang mengganggu. Bagaimana? Mudahkan dan mereka akan menyetor upeti juga untuk Sekte Tianyuan.”
Kepala Sekte Tianyuan merasa syarat itu sederhana sekali. “Baiklah, aku setuju!” sahutnya tanpa berdiskusi lebih dulu dengan para tetua.
“Bagus!” Xiuhuan mengeluarkan Sepuluh Monster Kera Putih Level Tian dan menghilangkan Kubah Tsunami.
“Nona-nona cantik! Mulai sekarang kalian berada dibawah perlindungan Sekte Tianyuan dan bila mereka melanggar perjanjian sehingga kalian menderita lagi, maka Pahlawan Xiuhuan ini akan menghancurkan Sekte Tianyuan ini hingga porak-poranda,” kata Xiuhuan di depan para tetua dan Ketua Sekte Tianyuan yang mengerutkan kening mendengar ucapannya yang asal ceplas-ceplos saja.
Para wanita penghibur tersebut langsung disambut oleh tetua wanita dan akan mengirim mereka besok ke tempat yang ingin mereka tuju.
“Anda akan ke mana tuan muda?” tanya Ketua Sekte Tianyuan, sangat penasaran dengan identitasnya dan bila ia bisa menggaet Xiuhuan menjadi salah satu tetua di Sektenya maka itu akan menjadi keuntungan besar bagi mereka, karena Xiuhuan memiliki kekuatan yang sangat hebat.
Xiuhuan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat dan berkata, “Aku ingin menuju Clan Huo dan menghancurkan Sekte itu, karena mereka telah menfitnah istriku dan memasang bounty yang sangat murah padanya. Padahal seharusnya Bounty-nya itu adalah Satu Milyar keping emas.” Xiuhuan merasa Clan Huo tidak pantas disebut Clan besar.
“Oh, Hati-hatilah tuan muda!” sahut Ketua Sekte Tianyuan menggeleng kepala, karena tidak menyangka Xiuhuan sebenarnya sudah beristri dan istrinya adalah buronan yang semua sekte mencoba mengincar hadiah besar itu. Namun, kini setelah melihat kekuatan Xiuhuan, maka ia akan menarik semua murid yang telah mencoba mencari Huo Xue untuk tidak melanjutkan misi tersebut, karena itu sangat berbahaya bagi mereka bila diketahui oleh Xiuhuan.
Dalam sekejap Artefak Kapal terbang Xiuhuan telah menghilang dari pandangan mereka, sehingga para murid langsung bernafas lega—karena mengira akan terjadi pertumpahan darah di Sekte Tianyuan.
“Apakah kita perlu mengirim bala bantuan untuknya dalam menaklukkan Clan Huo, Ketua Sekte?” Tetua Pertama Sekte Tianyuan bertanya, karena mereka telah setuju bekerjasama dengan Xiuhuan.
“Itu tidak perlu!” sahut Ketua Sekte Tianyuan sembari mengelus-elus jenggot putihnya. “Dia itu pasti sangat kuat dan aku takut diantara kita tidak ada yang mampu mengalahkannya. Bukankah Anda sudah melihat dia tidak takut walaupun sudah kita kepung?” katanya lagi.
Tetua Pertama menganggukkan kepala dan ia juga berpikir bahwa kekuatan yang ditunjukkan oleh Xiuhuan baru beberapa saja dan dia belum menunjukkan kekuatan yang sebenarnya.
...***...
Murid Pelataran Luar yang diberikan hadiah Tombak Long Kiang telah kembali ke Sekte Daun Keladi. Karena penasaran, Huo Xue mendatanginya dan bertanya bagaimana rupa Kultivator tersebut.
Murid itu mengatakan bahwa Kultivator itu sangat tampan, bahkan jauh lebih tampan dari murid Pelataran Dalam—He Qian. Kalau diperbandingkan, dia lebih cocok menikahi Huo Xue yang merupakan wanita paling cantik di Pelataran Luar, kata murid tersebut, sehingga Huo Xue yakin bahwa Kultivator itu adalah Xiuhuan.
__ADS_1
“Apa yang harus kulakukan?” gumam Huo Xue, karena ia tak kunjung juga naik ke Ranah Absolute God, sementara Xiuhuan pasti akan memaksanya kembali ke Benua Kun Lun apapun caranya, karena walaupun ia seperti bang Toyib, tetapi demi anak ia selalu siap bertarung mati-matian, seperti yang ia lakukan demi menyelamatkan Ling Er—Xiuhuan rela melawan Naga Petir dari Dimensi Heidong.