Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Memasuki Dimensi Heidong


__ADS_3

“Baiklah, semua masalah telah terselesaikan. Aku akan kembali ke Kediaman Clan Ling dan aku akan menghubungi Sekte Qingyun untuk melakukan pertemuan dengan para Sesepuh serta para Ketua Klan untuk merumuskan fakta perdamaian,” kata Xiuhuan langsung menghilang dengan merobek Dimensi.


Du Jingtiang mengerutkan keningnya, karena malu harus berhadapan dengan para Sesepuh yang ia khianati dengan berpihak pada musuh. Padahal seharusnya Xiuhuan hadir sebagai penengah dalam situasi ini, eh ia malah menghilang meninggalkan masalah buat mereka.


“Cih, dasar tidak bertanggungjawab!” gerutu Du Jingtiang, begitu juga dengan Ling Wentian—karena ini bukanlah levelnya untuk melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan para Sesepuh. Seharusnya ayahnya—Ling Fei yang menggantikan posisinya.


Xiuhuan langsung muncul di halaman Kediaman Clan Ling. Dia sedang buru-buru untuk memasuki Dimensi Heidong yang sebentar lagi tidak bisa dibuka lagi, karena Altar Teleportasi ke sana hanya terbuka Sepuluh tahun sekali dan menghabiskan waktu Sebulan di Benua Resifel—sedangkan di sana sama dengan Satu tahun.


Xiuhuan langsung menuju aula utama untuk bertemu dengan Ling Fei, dan ia juga mengirim pesan ke Sekte Qingyun tentang kejadian di Benua Resifel ini, sehingga ia tidak mengetahui kejadian besar yang terjadi di sana—Xiuhuan juga sudah tak sabar untuk melawan Naga yang mendiami Dimensi Heidong itu, karena Naga tersebut akan mengambil putrinya saat berusia 16 tahun nanti dan Huo Er saat ini berusia Sepuluh tahun, tinggal enam tahun lagi ia akan diambil oleh Naga tersebut, makanya Xiuhuan mengambil langkah melawan lebih dulu—kalau ia kalah, maka ia telah meminta Serea untuk kembali ke Dimensi Siluman meminta bantuan pada Ratu Kerajaan Artik untuk menolong mereka.


Namun, bila langkah terakhir itu terjadi, maka Serea akan menjadi Putri Mahkota di sana dan tak bisa kembali lagi ke Pulau Niao berkumpul bersama-sama istri-istri Xiuhuan lainnya, karena sebelumnya Serea kabur bersama Xiuhuan akibat dijodohkan dengan Pangeran dari Benua Tengah, Dimensi Siluman tersebut.


Xiuhuan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada mertuanya—Ling Fei.


“Apa kamu telah membunuh para Sesepuh itu?” tanya Ling Fei yang sudah tahu ia akan segera menuju Dimensi Heidong, karena hal ini sudah mereka diskusikan saat Xiuhuan kembali ke sini kemarin.


“Hahaha ... aku tidak membunuh mereka, tetapi memaksa mereka untuk setuju melakukan perdamaian dengan Benua Kun Lun,” sahut Xiuhuan sembari tertawa pelan—bangga dengan pencapaiannya itu.


Ling Fei bernafas lega, karena Xiuhuan tidak melenyapkan para Sesepuh. Padahal ia telah menyangka Xiuhuan akan melakukan hal gila lagi, tetapi ternyata ia masih bisa berpikir jernih—tidak angkuh meski telah menjadi manusia terkuat.


“Baiklah, ikuti aku!” seru Ling Fei—menuntun Xiuhuan menuju Altar Teleportasi menuju Dimensi Heidong. “Ingat, jangan terlalu memaksakan diri, masih ada enam tahun lagi untuk meningkatkan kekuatanmu!” Ling Fei menasehati Xiuhuan. “Dan satu lagi, kamu hanya memiliki waktu seminggu saja di sana atau setara tiga bulan di sana, karena seharusnya Altar teleportasi ini dibuka tiga minggu yang lalu. Namun, saat itu kamu sedang pergi ke Clan Du.”

__ADS_1


“Akan aku ingat nasehat ayah mertua dan waktu tiga bulan di sana kurasa sudah cukup,” sahut Xiuhuan yang berpikir ini adalah pertarungan hidup mati—karena tidak ada cara lain lagi untuk meningkatkan kekuatannya, ia sudah menjadi Ranah Absolute God setelah berkultivasi di Benua Dayan selama Sembilan tahun.


Ling Fei langsung mengaktifkan altar teleportasi yang tahun ini hanya dimasuki oleh Xiuhuan saja, karena Ling Fei tidak ingin anggota Clan Ling terdampak dalam pertarungan Xiuhuan melawan Naga itu bila ikut bersamanya memasuki Dimensi Heidong.


Xiuhuan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada Ling Fei dan melangkahkan kaki memasuki Altar teleportasi—kemudian dalam sekejap saja ia telah menghilang dari pandangan Ling Fei.


Ling Fei menghela nafas panjang dan berharap Xiuhuan bisa mengalahkan Naga yang ada di Dimensi Heidong itu, karena ia tak ingin Ling Yue menjadi janda—apalagi putrinya itu sepertinya sangat mencintai Xiuhuan saat mereka berkomunikasi melalui Artefak bip-bip dan Xiuhuan juga berjanji akan membawa Ling Yue berkunjung ke Kediaman Klan Ling saat Benua Resifel dan Benua Kun Lun damai nantinya.


...***...


Xiuhuan menghirup udara segar di Dimensi Heidong yang kini sudah ditumbuhi oleh pepohonan. Sepuluh tahun yang lalu tempat ini telah menjadi kubangan api yang disemburkan oleh Siluman Phoenix Nirwana yang melakukan tehnik Reinkarnasi yang menyebabkan jiwanya terlahir kembali menjadi Putri Huo Meigui dan Xiuhuan.


Xiuhuan memandangi sekelilingnya dan mengingat kalau Naga tersebut tinggal di tempat yang bernama Lembah Kematian oleh para Kultivator Clan Ling.


“Hmm, kenapa tidak terlihat, ya? Apakah Dimensi Heidong berbentuk bulat juga atau datar, segitiga mungkin memiliki bentuk tak beraturan,” gumam Xiuhuan tidak melihat penomena alam yang biasa terjadi di Lembah Kematian.


Xiuhuan menggunakan jurus seribu bayangan dan Seribu Kloning Manusia air pun muncul. Dia memerintahkan mereka menyebar ke segala penjuru untuk mencari Lembah Kematian, sedangkan ia sendiri langsung duduk bersila untuk mengisi kembali qi yang telah terkuras selama berkelana di Benua Resifel dan telah melawan beberapa Siluman di Dimensi berbeda.


Xiuhuan menelan Pill Neraka yang berfungi untuk meningkatkan jumlah qi dalam Rongqinya, tetapi ia belum mengetahui cara mengumpulkan qi untuk elemen Kegelapan miliknya selain menyerap Demon qi dari Nie Rou yang dirasuki oleh Demon qi saat menjelajahi makam kuno, begitu juga dengan elemen emas yang ia peroleh dari Pertapa Agung yang berasal dari Bumi Melayu tersebut.


“Sepertinya aku harus mengurangi menggunakan dua elemen ini, karena di masa depan bisa saja muncul musuh yang lebih mengerikan dari Naga-Naga sialan ini atau muncul Kultivator hebat yang mengacau di Daratan utama atau Pulau Niao,” pikir Xiuhuan—merasa lebih baik menggunakan unsur air saja untuk menghadapi lawan yang lemah.

__ADS_1


Sembari berkultivasi, Xiuhuan kemudian mengirim kesadarannya memasuki Pagoda Tujuh Musim untuk melihat keadaan Tiga istrinya yang berasal dari Rasa Iblis tersebut, ia juga rindu pada putrinya—Yu Yi, tak lupa ia membawa beberapa makanan ringan yang dibelinya di Kota Qingyang—yang kini dipimpin oleh sahabatnya Du Louxia.


...***...


Di dalam Pagoda Musim Semi, Yu Yi dan Rubah kecil—Xiao Huli sedang asyik bermain gulat dan tiba-tiba lingkaran Sihir muncul di hadapan mereka, sehingga keduanya langsung menoleh kearah lingkaran Sihir tersebut.


Yu Yi tersenyum lebar, ia sudah tahu hanya ayahnya saja yang bisa membuat hal unik begitu dan ia langsung mendekati lingkaran Sihir tersebut bersama Xiao Huli yang melompat ke bahunya.


Sosok tertampan di alam semesta muncul dengan senyum hangat menatap Yu Yi yang langsung melompat ke pangkuan Xiuhuan, begitu juga Xiao Huli yang bertengger di kepala Xiuhuan.


“Wah, makin besar dan cantik saja Putri ayah ini,” kata Xiuhuan sembari mencium pipinya.


Yu Fen, Yu Qingxi, Kong Xia dan 125 wanita yang telah diselamatkan oleh Xiuhuan dari perbudakan Siluman Kera Emas langsung menoleh kearah Xiuhuan. Mereka semua sedang berkultivasi sebelumnya, tetapi begitu mendengar suara Xiuhuan—mereka langsung berhenti dan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.


“Bagaimana kabar kalian? Apakah betah tinggal di sini atau ingin tinggal di Benua Resifel lagi. Kebetulan aku memiliki sahabat yang baru diangkat menjadi Pemimpin Kota Qingyang, dan dia mau menjadikan kalian sebagai pegawainya,” sapa Xiuhuan pada 125 wanita cantik yang tersipu malu disapa olehnya itu, sehingga Xiuhuan keheranan.


Yu Fen mendekati Xiuhuan dan berkata, “Jangan berkata begitu—bukankah mereka sudah menjadi penghuni Pagoda Tujuh Musim yang berarti tugas gege untuk membentuk generasi baru untuk meramaikan Dunia Baru ini hehehe ....” Yu Fan tertawa menggoda suaminya itu.


Xiuhuan juga tertawa masam dan berkata, “Yah, itu tergantung mereka. Aku tidak boleh memaksakan kehendak hehehe ....” Dia mengeluarkan makanan ringan yang dibawanya dari Kota Qingyang tersebut serta mengeluarkan Pill untuk menunjang Kultivasi mereka.


...***...

__ADS_1


...Maaf bosque, bulan ini kacau sekali updatenya 😁😁😁...


__ADS_2