Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Aku Adalah Bos


__ADS_3

“Tetua Qian! Ikutlah denganku. Kita akan ke balaikota, menemui Pamanku. Sedangkan kalian istirahat saja,” kata Gu Yao saat mereka sampai di depan penginapan.


“Apa tak apa tuan muda Yao pergi berdua saja?” tanya Gu Xu khawatir Gu Yao nanti diserang oleh Pendekar Pedang suruhan Gu Lin.


“Tak perlu khawatir, kami hanya meminta izin pada Paman agar diperbolehkan bertemu dengan Xiuhuan. Setelah itu kami akan kembali ke penginapan lagi,” sahut Gu Yao. Ia kemudian melirik Gu Ruyan yang masih murung sejak tadi. “Yan‘er kamu tak perlu berpikir aneh-aneh, kami tak mungkin tega menyuruhmu melakukan itu. Aku akan mencari cara lain, agar ia mau bergabung dengan kita,” kata Gu Yao menghibur Gu Ruyan.


Gu Ruyan tak merespon apapun, membuat Gu Xu merasa bersalah, karena melontarkan kata-kata tadi. Kemudian Gu Yao menyuruhnya istrihat ke dalam penginapan. Sedangkan Gu Yao dan Gu Qian langsung bergegas ke balaikota Kunming.


***


Gu Ruyan lansung menghempaskan tubuhnya di ranjang empuk, penginapan kelas atas kota Kunming itu. Ia masih kepikiran dengan ucapan Gu Xu tadi.


Sejak kecil Gu Ruyan telah diadopsi oleh keluarga Gu Yao. Sehingga ada rasa hutang budi, dibenaknya saat ini. Apalagi saat Gu Lin melakukan pembersihan terhadap keluarga Gu Yao dan pendukungnya. Gu Ruyan tak bisa melakukan apa-apa, ia merasa malah menjadi beban Gu Yao saja.


Saat Gu Yao akan kabur dari kejaran Pendekar Pedang suruhan Gu Lin, ia sebenarnya bisa membawa kabur ibunya. Namun di saat-saat genting itu, ibu Gu Yao malah memerintahkannya membawa Gu Ruyan saja. Sehingga kini ibu Gu Yao harus menderita sebagai selir pembunuh suaminya sendiri.


***


Di dalam balaikota Kunming.


“Apaaaa? Kau ingin bertemu Xiuhuan dan berusaha merekrutnya?” Chen Liu terkejut mendengar permintaan Gu Yao pada ayahnya.


“Dia itu orang berbahaya Yao. Aku tahu kamu ingin segera membebaskan ibumu dan menuntut balas pada Gu Lin. Tapi kalau hanya mengandalkan Xiuhuan dan ratusan pengikut setiamu, kurasa itu belum cukup mengahadapi Gu Lin yang memiliki ribuan Pendekar Pedang dan tetua dari sekte Bambu Kuning.”


Walikota Kunming terkejut dengan permintaan keponakannya itu, yang ingin bertemu Xiuhuan di penjara bawah tanah dan ingin bernegosiasi dengannya.


“Kalian tak perlu membujukku lagi, aku sudah kukuh dengan pendirianku. Sudah sepuluh tahun berakhir sejak kejadian itu. Mau sampai kapan ibu menderita di sana?” sahut Gu Yao lagi.


Walikota Kunming menghela nafas dalam-dalam. “Aku memang tak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan ibumu. Tapi sebagai bantuan kecil dariku, aku akan membolehkanmu keluar masuk penjara bawah tanah. Lakukanlah yang terbaik untuk meluluhkan hati Xiuhuan, agar ia mau bergabung dengan kalian.” Ia akhirnya terpaksa menuruti keinginan Gu Yao.

__ADS_1


“Terimakasih Paman!” sahut Gu Yao senang. “Tetua Qian, kita akan ke penjara bawah tanah sekarang juga.” Gu Yao lansung berdiri.


“Tunggu!” seru Chen Liu mengehentikan langkah Gu Yao. “Kalian jangan mengunjunginya dulu. Biarkan ia merasa terkekang beberapa hari di sana, supaya kalian memiliki nilai jual saat bernegosiasi.”


“Betul juga itu tuan muda. Kalau kita langsung ke sana sekarang, dia pasti mengira kita sangat membutuhkannya. Kemudian ia akan mengajukan syarat yang sulit kita terima,” sela Gu Qian.


Gu Yao mengikuti usulan dari Chen Liu itu, untuk mengunjunginya beberapa hari ke depan saja. Ia kemudian pergi ke Paviliun Shilin untuk membeli beberapa Pil Neraka. Karena menurut Chen Liu, Xiuhuan merampoknya karena menginginkan Pil Neraka milik mereka.


***


Tengah malam, lonceng berbunyi keras dan tak lama berselang, pintu sel penjara bawah tanah lansung terbuka.


Xiuhuan yang duduk bersila sembari memejamkan mata. Segera berdiri dan memperhatikan, kemana para tahanan itu pergi.


“Apakah sudah tengah malam di atas sana. Cih, sungguh nasib sial. Malam atau siang saja sulit membedakannya di sini,” gerutu Xiuhuan ikut berjalan mengikuti para tahanan lain menuju ruang makan.


“Hei, bocah tampan! Kau sudah memutuskan bergabung dengan geng yang mana?”


Xiuhuan menoleh ke belakang. “Tua bangka! Aku adalah bos baru di sini! Mulai saat ini kau telah turun jabatan?” sahut Xiuhuan dengan senyum menyeringai.


“Kurang ajar! Berani sekali kau bersikap tak sopan pada Ketua Wang Pan!”


Pengawal Wang Pan lansung mengeluarkan Pedang Rohnya dan bersiap menebas Xiuhuan yang tampak tenang, tidak terusik dengan ancaman mereka.


“Tahan! Belum waktunya kita bergerak. Biarkan geng lain yang mengajarinya tata krama pada yang tua,” sela Wang Pan dengan senyum tipis. Ia juga tampak tenang dan pergi melewati Xiuhuan.


“Sepertinya kakek itu bukan pelaku kriminal biasa. Dia tampak tenang dan penuh perhitungan. Tidak seperti Pria besar di depan selku tadi,” guman Xiuhuan ikut berjalan menuju ruang makan.


Para tahanan memasuki ruangan besar, sebelum masuk mereka diberikan satu piring berisi satu buah roti kering, satu gelas air putih dan bubur yang entah terbuat dari apa. Bentuknya saja sudah mirip dengan kotoran hewan.

__ADS_1


“Dasar Clan Chen sialan. Mereka telah melanggar HAM. Ini sih, makanan babi, tak layak dimakan oleh manusia tertampan di jagat pernovelan ini,” gerutu Xiuhuan lansung memakan roti kering itu.


Semua mata para tahanan lansung tertuju pada Xiuhuan yang memakan roti kering miliknya.


“Hei, kalian tak pernah melihat pria setampan aku, kah?” tanya Xiuhuan sembari berjalan menuju sebuah bangku dari batu yang telah diasah.


Para tahanan makin kaget saat Xiuhuan menduduki bangku itu. Yang ternyata milik ketua Geng Tengkorak, pria besar yang sel-nya berada di depan Sel tempat Xiuhuan di tahan.


“Hei, bro! Orang baru,” bisik seorang tahanan pada Xiuhuan. “Mungkin saat di atas sana, kau adalah Pendekar Pedang kuat. Namun, dibawah sini, ada aturan tak tertulis. Kalau anak baru harus menjadi anak buah salah satu dari empat bos penguasa penjara bawah tanah ini. Kalau kau sok jagoan, rasakan saja akibatnya,” kata pria itu lagi mengingatkan Xiuhuan.


Xiuhuan tersenyum lebar. “Ini milik singgasana siapa?” tanya Xiuhuan tak takut sedikitpun, ia tetap dengan senyum nyentriknya yang membuat orang ingin menampol wajahnya.


“I-ini milik Gang Tengkorak, ayo menjauh dari sana, sebelum ia datang kemari,” kata pria itu lagi mengingatkan Xiuhuan.


“Waktu di atas, kau itu pelaku kriminal atau dikriminalisasi? Kok mentalmu lemah sekali,” ejek Xiuhuan.


Pria itu merasa dongkol, sudah diingatkan agar tidak terkena masalah. Eh, Xiuhuan malah mengejeknya.


“Terserah kau saja! Aku cuma mengingatkanmu saja, kalau mau bergabung dengan salah satu geng, bergabunglah dengan geng kami sebelum terlambat. Bos kami sangat baik dan memberlakukan tahanan lain seperti keluarga. Dia yang di sana!”


Pria itu menunjuk pada Pendekar Pedang wanita dengan tato ular punggungnya.


“Seksi sekali bosmu itu? Baru kali ini aku melihat pakaian yang punggungnya terlihat,” kata Xiuhuan dengan senyum lebar.


Pria itu buru-buru meninggalkan Xiuhuan, karena ia mengucapkan kata-kata terlarang di penjara bawah tanah itu.


Tiba-tiba Xiuhuan melihat ribuan wanita cantik tanpa busana mengelilinginya. Untuk beberapa tarikan nafas ia terkena ilusi itu. Untung saja Xiuhuan sudah beberapa kali menghadapi jurus seperti ini. Apalagi anakbuahnya, Mei Yin juga memiliki jurus pesona ini.


Saat ilusi wanita-wanita cantik itu menghilang, tiba-tiba Xiuhuan telah melihat Ketua Geng Tengkorak telah berada di depannya yang siap menebas leher Xiuhuan.

__ADS_1


...⚔️Bersambung⚔️...


__ADS_2