Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Kejutan


__ADS_3

Xiuhuan melewati Xiao Liu tanpa bicara sepatah katapun, membuat Xiao Liu bingung. Ia memperhatikan Xiuhuan yang berjalan tergesa-gesa menaiki tangga menuju lantai atas.


"Kenapa lagi dia itu," guman Xiao Liu menuju meja makan, ia mau sarapan pagi sebelum berangkat ke Sekte Pedang Surgawi menghadiri undangan penerimaan murid baru Sekte tersebut.


Sesampainya di kamar, Xiuhuan melepas perbannya. Ternyata ia sudah sembuh, namun ia tetap berpura-pura sakit, supaya Jia Li membebaskannya. Karena Xiuhuan sudah tak tahan lagi dihajar terus di atas ranjang oleh Hakim wanita terkuat di Kerajaan Han itu.


"Ternyata ada untungnya juga ditangkap Jia Li, walaupun menyisakan trauma psikologis sih ... hehehe aku mendapatkan 1000 keping emas dari si tua bangka Tang Yin. Aku tak perlu menyogok hakim Jia Li lagi, karena ia sudah setuju tak akan menyelidiki kasus di kota Han."


Xiuhuan tertawa bangga, karena tak pusing lagi memikirkan uang. Karena, ketika Jia Li terus-terusan melahap Xiuhuan. Pendekar Pedang tampan itu memohon hadiah dari olahraga malam mereka. Tanpa basa-basi Jia Li yang sudah dipuncak kenikmatan itu lansung mengiyakan permintaan Xiuhuan.


Nasib Xiuhuan ini, kalau diibaratkan dengan pepatah abad kekosongan. Sudah jatuh, eh dapat durian runtuh ... kira-kira begitulah pepatahnya.


Xiuhuan kemudian pergi mandi untuk bersiap-siap pergi ke Sekte Pedang Surgawi, menghadiri undangan Sekte tersebut.


"I've been reading books of old, The legends and the myths, Achilles and his gold ...tudutudududu ...." Xiuhuan bernyanyi di dalam kamar mandi.


Xiao Liu yang sudah selesai sarapan pagi, dibuat kebingungan. Ternyata Xiuhuan tadi hanya berpura-pura sakit saja. Tetua mesum itu malah asyik bernyanyi di dalam kamar mandi.


"Tetua keenam ... buruan kita akan pergi! Matahari sudah tinggi!" teriak Xiao Liu di depan kamar mandinya.


Xiuhuan yang sedang asyik bernyanyi lansung kaget. "Ah, tunggu ... Liu'er, sebentar lagi," jawabnya tergesa-gesa mandi.


Tak lama kemudian Xiuhuan keluar dengan wajah yang tak masam lagi, seperti tadi sewaktu ia kembali ke penginapan. Xiao Liu mendekatinya, ia memandangi wajah Xiuhuan dari dekat. Saking dekatnya, tak sampai sejengkal.


"Liu'er ... kau kenapa, apa kau ingin menciumku ..." ucap Xiuhuan bingung, ada apa dengan gadis cantik didepannya itu. "Kalau kau yang minta, aku kasih saja deh ...." Xiuhuan kemudian memonyongkan bibirnya ingin mencium Xiao Liu.


"Prakkkkkk!" Sebuah tamparan mengenai bibir Xiuhuan.

__ADS_1


"Auuuuuuuu ... aduh kau kenapa lagi Liu'er?" Xiuhuan memegangi bibirnya yang dower akibat tamparan keras dari Xiao Liu.


"Kemana saja kau tadi malam? Apa kau Assasin yang membunuh Jiu Yuan?"


Xiao Liu memberikan pertanyaan padanya, Xiuhuan tampak kebingungan menjawabnya. Dia berpikir sejenak mencari alasan.


"Tentu saja aku ... aku mencekiknya dengan belut ini!" Xiuhuan mengeluarkan Roh Pedang Belut yang berada pada Pendekar Pedang tahap 50 saja.


"Cih, membual saja ..." sahut Xiao Liu. "Jadi, bukan dia yang membunuh Jiu Yuan. Tak mungkin juga, Pendekar Pedang tahap 50 sanggup melumpuhkan Pendekar Pedang level tinggi," guman Xiao Liu. Kini, ia merasa pusing memikirkan benang kejadian selama ini. Entah kenapa, Xiao Liu merasa tiap-tiap kejadian aneh terjadi. Mereka selalu berada dekat tempat kejadian perkara.


"Woi ... ayo pergi!"


Xiuhuan mengganggu lamunan Xiao Liu. Dia menatap wajah Xiuhuan, tak ada terpancar wajah pembunuh dari tampangnya.


"Ah, aku terlalu banyak berpikir!" guman Xiao Liu mengikuti Xiuhuan dari belakang.


Xiuhuan tersenyum tipis, ia tahu sebenarnya apa yang sedang dipikirkan oleh Xiao Liu. Namun Xiuhuan tak ingin gadis cantik itu mengetahui kekuatannya yang sebenarnya. Karena Xiuhuan tak ingin orang sekitarnya kena bahaya nanti, sebab dari dokumen yang di perlihatkan oleh Tang Yin, sebentar lagi akan ada kekacauan besar di kerajaan Han ini.


"Pagi ... Yan'er!" sapa Xiuhuan dengan senyum hangat darinya.


Zhang Yan yang melongo tak menjawab salam darinya, hingga akhirnya ketika Xiuhuan sudah jauh barulah ia sadar. Namun sudah terlambat untuk membalas salamnya.


"Xiuhuanku ..." ucap Zhang Yan sambil menggigit bibirnya, ia ingin sekali melakukan olahraga lagi dengan Xiuhuan. Namun, apalah daya, Pendekar Pedang tampan itu tak akan mau jika cuma gratis, harus ada timbal balik yang menguntungkan baginya. Zhang Yan jadi menyesal, tidak mengambil keuntungan saat ia mempertemukan Xiuhuan dengan kakak iparnya tadi malam.


Dengan wajah ceria Xiuhuan berjalan dengan santai di jalanan kota Tianwu. Tampak banyak Pendekar Pedang, Pasukan Kerajaan yang melakukan patroli, akibat dari serangan Assasin terhadap bendaharawan Jiu Yuan dan pengawalnya.


Pihak Kerajaan Han dan Sekte Pedang Surgawi selaku Sekte terkuat yang berada di Ibukota tak ingin kecolongan lagi. Mereka tak ingin kejadian serupa terjadi.

__ADS_1


Saat akan memasuki gerbang Sekte Pedang Surgawi, Xiuhuan meminta Xiao Liu masuk lebih dulu. Xiuhuan pergi sarapan ke sebuah warteg dekat gerbang Sekte, karena ia belum sarapan pagi.


Xiao Liu setuju dengan usulan Xiuhuan, lagi pula sekarang ia sudah memasuki gerbang Sekte, jadi ia tak merasa khawatir lagi jika ada yang ingin menggodanya.


"Bukde ... nasi pakai tempe orek, teri Medan dan sayur asem!" Xiuhuan memesan makanannya. Dengan sigap Bukde itu langsung membuat pesanan Xiuhuan.


Xiuhuan melahap makanan itu. Setelah selesai sarapan pagi. Xiuhuan langsung memasuki gerbang Sekte Pedang Surgawi. Setelah bertanya pada murid Sekte Pedang Surgawi yang berjaga di gerbang dimana lokasi acaranya.


Xiuhuan kemudian pergi menuju sebuah Arena tempat acara penerimaan murid baru Sekte Pedang Surgawi dilakukan.


Banyak bangunan tinggi dan megah dalam lingkungan Sekte tersebut. Maklumlah, Sekte nomor satu di Kerajaan Han, dapat subsidi lagi, dari pihak kerajaan. Xiuhuan sangat takjub melihatnya. Sangat jauh berbeda dengan Sekte Teratai Biru, tempatnya tinggal.


Xiuhuan terus berjalan hingga memasuki arena tersebut, ia bingung mencari Xiao Liu. Karena ada begitu banyak tamu undangan dan calon murid-murid yang akan mendaftar.


Sedang asyik mencari Xiao Liu, tiba-tiba saja Xiuhuan merasakan aura membunuh yang begitu kuat.


Xiuhuan melirik ke arah sumber aura tersebut. Ternyata seorang Pendekar Pedang tahap 93 sedang melayang di udara.


"Tebasan Naga Api Melahap Gunung!"


Pendekar Pedang itu langsung menyerang Xiuhuan. Sebuah Naga raksasa yang dibalut api tampak dari bayangan Roh Pedang milik Pendekar Pedang itu.


"Putaran Gelombang Air!" teriak Xiuhuan sembari menancapkan pedangnya ke tanah.


Dari Pedang Xiuhuan mengeluarkan gelombang air yang mengelilingi tubuhnya. Xiuhuan juga menaikkan level Pendekar Pedangnya, pada Pendekar Pedang tahap 100. Namun, tak ada yang menyadarinya, karena tubuhnya telah ditutupi oleh gelombang air besar.


"Boommmmm duarrrrrrrrrrr!"

__ADS_1


Asap tebal muncul dari tempat pertarungan mereka, karena unsur air dan api bertemu. Sehingga para penonton tak ada yang mengetahui apa yang terjadi di dalam situ.


⚔️Bersambung ...


__ADS_2