
Xiuhuan telah mengamati cara bertarung boneka humanoid itu, ia selalu muncul di bagian belakang lawannya.
Xiuhuan memegang Palu Tur Penghancur Semesta dengan kedua tangannya, ia menggunakan kuda-kuda seperti pemain bisbol yang siap memukul bola.
“Kena kau!”
Xiuhuan menebak kemunculan boneka humanoid, ia lansung mengayunkan Palu berukuran besar itu, hingga boneka humanoid langsung terpental berguling-guling di lantai.
“Benar-benar hebat!” Xiuhuan kagum dengan kekuatan boneka humanoid itu, sudah dipukul dengan keras, tetapi tidak rusak juga. “Seandainya ada cara menjinakkannya,” gumamnya lagi lansung melesat dengan jurus Langkah Kilat.
“Apakah anak itu jenius baru dari Clan Lou?” Cao Yao menatap Lou Rong yang berwajah masam menatap Xiuhuan. “Dia sepertinya lebih hebat darimu,” sindirnya lagi.
“Entahlah, dia saja ikut karena titipan salah satu tetua,” sahut Lou Rong yang memang belum mengetahui identitas Xiuhuan lebih dalam, yang ia tahu Xiuhuan adalah murid baru dari Clan cabang saja.
“Apakah aku telah tertinggal jauh dengan jenius dari Clan lain, bahkan dengan anak baru itu; aku sulit bersaing dengannya,” gumam Lou Rong yang selama ini selalu bersikap sombong di Clan. Namun, kini ia merasa menjadi yang terlemah jika tak menggunakan Pedang Meteor.
Wu Tianji mengeluarkan artefak pencari senjata pusaka tingkat tinggi dan artefak itu bereaksi pada Lou Rong dan Xiuhuan.
“Ternyata informasi itu benar, senjata pusaka nomor satu dan tujuh—ada di dua murid Clan Lou.” Wu Tianji menyimpan kembali artefak itu, takutnya kelihatan oleh mereka. “Kenapa Wu He lama sekali mengumpulkan anggota lain. Kalau tidak salah ada 15 murid dari berbagai Clan yang datang ke makam ini adalah sama sepertiku, anggota aliran hitam yang menyusup juga,” gumam Wu Tianji yang awalnya akan membereskan Xiuhuan dan Lou Rong seorang diri. Namun, setelah melihat kekuatan keduanya, dia menjadi ragu—belum lagi nanti mereka akan menggunakan senjata pusaka tingkat tinggi saat terdesak.
Xiuhuan sudah muncul di hadapan boneka humanoid yang lansung menghilang dari pandangan Xiuhuan, sehingga ia memukul lantai hingga hancur berkeping-keping. Namun, beberapa tarikan nafas, lantai itu kembali ke bentuk semula.
“Gila cepat sekali kampret itu!” Cao Yao takjub melihat kecepatan bergerak Xiuhuan, sehingga boneka humanoid beberapa kali salah muncul, karena Xiuhuan sudah berpindah tempat.
“Hei, apakah jenius terhebat seperti kita hanya menonton saja?” Cao Yao berkata lagi, mulutnya tak mau diam, sehingga membuat Lou Rong kesal.
“Lebih baik kita ke lantai enam. Percuma kita di sini, karena melawan boneka humanoid itu tak bisa menggunakan elemen yang kita miliki. Mungkin di lantai enam, kita menemukan lawan yang sepadan,” ajak Lou Rong lansung melesat menuju pintu menuju lantai enam.
__ADS_1
“Bagus, aku akan meninggalkan tanda di sini, agar Wu He lansung mengeroyok Xiuhuan saat mereka tiba di lantai lima ini dan Aku akan membereskan Lou Rong di lantai enam,” gumam Wu Tianji meninggalkan kode dari darahnya dinding lantai lima yang hanya bisa dipahami oleh anggota aliran hitam saja.
“Kampret! mereka pergi ke lantai enam tanpa menungguku,” gerutu Xiuhuan terus berpindah-pindah seperti main petak umpet dengan boneka humanoid. Dia masih membutuhkan waktu agak lama untuk menghabiskan kesadaran milik boneka humanoid.
Booommmmm!
Xiuhuan mematahkan tangan boneka humanoid saat boneka humanoid itu akan menebas punggungnya. Pola serangannya masih sama, tetapi hukum ruang yang digunakannya saja yang sangat merepotkan Xiuhuan.
Tangan dan Pedang milik Boneka humanoid yang tergeletak di lantai segera tersambung kembali, tak ada darah yang keluar seperti siluman ular putih, Xue Hu.
...E few moments later...
Waktu yang ditunggu-tunggu Xiuhuan akhirnya datang, boneka humanoid itu berhenti bergerak dan ia lansung menghantam Palu Tur Penghancur Semesta ke tubuh boneka humanoid, tetapi tak ada inti kehidupan di sana.
“Eh, kok tak ada?—Bagaimana boneka humanoid ini bisa bergerak tadi?” Xiuhuan kebingungan, ia kemudian melepas sedikit qi miliknya dan boneka humanoid kembali beregenerasi. Namun, Xiuhuan kembali menghantamnya dengan Palu raksasa di tangannya itu, hingga boneka humanoid hancur berkeping-keping.
“Aku simpan saja kepingan tubuh boneka humanoid ini. Mana tahu suatu saat berguna,” gumam Xiuhuan menyimpannya ke dalam cincin dimensi.
Mungkin akan cocok digunakan saat bertemu musuh yang kuat suatu hari nanti. Karena ia akan menyerap elemen milik musuh dan tak akan mati, sampai mereka mengetahui kelemahannya.
Saat Xiuhuan akan menuju pintu menuju lantai enam, tiba-tiba Wu He muncul sambil bertepuk tangan.
“Wah-wah ... ternyata ada yang lebih dulu dari kita ke lantai enam ini.”
“Bagaimana ini saudara He, tidak mungkin kan, kita datang dengan tangan kosong,” kata Duan Lin Tian dari Clan Duan.
“Padahal Aku yang cantik ini ingin perhiasan milik wanita di lukisan, tetapi lantai tiga malah kosong melompong.” Wanita cantik dengan hanfu transparan yang memperlihatkan lekuk tubuhnya berkata dengan suara lembut, dia juga memegang Guqin ditangannya. (Guqin alat musik tradisional China, seperti kecapi)
__ADS_1
“Saudari Xiao Yue, bisakah kau berdiri di belakang kami saja. Kau membuat kami tidak konsentrasi saja; kenapa tak pakai karung beras saja biar pikiran kami tak melayang ke mana-mana,” sindir Lin Dong dari Clan menarik tangan Xiao Yue kebelakang.
“Hei, sekarang zaman kesetaraan gender kakak Dong!” seru Xiao Yue tak suka dengan perlakuannya.
“Betul dengan ucapan kakak Dong, kalau saudari Yue adalah orang luar, mungkin Aku akan memperkosamu lebih dulu,” sela Xiao Yan yang merupakan rekan satu Clan-nya itu.
Xiao Yue cemberut mendengar cibiran dari rekan-rekannya sesama aliran hitam itu. Dia langsung melayang setinggi tiga tombak dengan posisi seperti duduk dan memetik senar Guqin.
“Rembulan di malam sunyi!” Xiao Yue bernyanyi, tetapi dari setiap petikan senar Guqin itu mengeluarkan cahaya emas berbentuk bulan sabit yang mengarah pada Xiuhuan.
Xiuhuan mengekerutkan keningnya, ia menduga mereka ingin merampoknya dan yang ia tak habis pikir adalah mereka kumpulan dari berbagai Clan—kenapa bisa kompak begitu.
“Yah, kalau saudari Yue sudah bernyanyi, kita tak perlu lagi meminta cincin dimensi miliknya dengan baik-baik,” kata Xiao Yan mengeluarkan Kapak Raksasa yang cocok dengan tubuhnya yang tinggi besar, bahkan Xiuhuan saja cuma sebahunya.
Boommmmm!
Booommmm!
Booommmm!
Cahaya emas berbentuk bulan sabit meledak begitu mengenai lantai, untung saja Xiuhuan sudah berpindah tempat dengan jurus Langkah Kilat.
“Apakah tak ada lagi jalan damai?—Kenapa sesama murid aliran putih harus saling membunuh.” Xiuhuan berkata dengan tatapan tajam, ia merasakan aura pembunuh yang begitu pekat dari mereka.
Xiuhuan menduga mereka adalah komplotan pencuri yang yang sudah lama beraksi, walaupun mereka berbeda-beda Clan.
“Babang tampan!—Kau keren sekali. Namun, aku tetap ingin kau mati diperlukanku hehehe ....”
__ADS_1
Xiao Yue menggoda Xiuhuan dan menyanyikan lagu lain, yang kini mengeluarkan siluet ular-ular beracun.
...~Bersambung~...