Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Pahlawan Selalu Datang Terlambat


__ADS_3

"Tetua kedua ... Kau tak apa?" Dou Yi menghampiri Xiao Liu yang duduk lesu dengan bertumpu pada Pedangnya yang ditancapkan ke tanah.


"Tak apa Yi'er ... aku baik-baik saja, namun kapasitas Rongqiku tinggal 40% lagi. Butuh banyak sumberdaya untuk memulihkannya."


"Oo, itu ... Aku melihat tetua keenam memiliki banyak sumberdaya di dalam kereta," sahut Dou Yi mengingat-ingat ada beberapa kantong berisi sumberdaya tingkat tinggi yang dimiliki Xiuhuan.


Sewaktu di kota Tianwu, Xiuhuan membeli Sumberdaya kualitas tinggi dari Sekte Pedang Surgawi melalui perantara Feng Yunji, yang merupakan salah satu tetua di sana.


"Betulkah! hehehe ... kau harus membaginya untukku Xiuhuan!" seru Xiao Liu tersenyum, karena Xiuhuan malah kabur meninggalkan mereka. Saatnya Xiao Liu yang akan meminta kompensasi atas melindungi muridnya Dou Yi.


***


Beberapa saat sebelumnya, Dewei kabur menuju arah kota Tianwu, karena Ho merasa mereka tak akan sanggup mengalahkan Xiao Liu. Untuk itu ia meminta Dewei kabur, karena hanya dia yang berada jauh dari Xiao Liu.


Dengan melakukan penggabungan dengan Roh Pedang Cerberus atau serigala berkepala tiga. Dewei melesat dengan kecepatan tinggi supaya tak terkejar oleh Xiao Liu nantinya.


Xiuhuan yang juga akan memasuki desa melihat sosok aneh keluar dari desa. "Apakah itu adalah musuh?" Xiuhuan bertanya-tanya dalam hati, namun tiba-tiba ledakan besar terjadi di dalam desa kecil itu.


"Ah, gawat ... Xiao Liu dan Dou Yi masih di sana!"


Xiuhuan lansung memanggil Roh Pedang Sidat Listrik dan melompat dari kereta kuda mengejar Dewei menggunakan Langkah kilat. Xiuhuan lansung melesat dan menghadang Dewei.


"Mau kabur kemana kau anjing kecil!" Xiuhuan meledek Roh Pedang yang dimiliki oleh Dewei, Cerberus.


"Serigala bodoh!" seru Dewei kesal melihat Pendekar Pedang tahap 50 yang menghadang jalannya itu. "Kalau kau tak ingin mati! Menyingkir sana!" Ia mengancam Xiuhuan.


"Kau mau mengintimidasi-ku ya, hahahaha!" Xiuhuan tertawa lantang sambil menaikkan level Pendekar Pedangnya ke Pendekar Pedang tahap 100.


"Apaaaaaaaa! Jadi selama ini kau berpura-pura lemah untuk mengelabuhi Paviliun Shadow?" Dewei sudah tak berkutik lagi, ia duduk lesu di tanah.

__ADS_1


"Sesalkan lah, segala perbuatannmu selama ini ... di kehidupan selanjutnya, jadilah orang baik."


Xiuhuan mendekati Dewei setelah mengucapkan kata-kata mutiara itu. Air mata Dewei bercucuran, ia tak menyangka pekerjaan pertamanya sebagai anggota Paviliun Shadow malah berakhir begini.


Seketika itu juga, Dewei lansung teringat dengan senyum Zhang Yan, wanita cantik yang akan menjadi calon istrinya itu.


"Maafkan aku Zhang--"


"Krakkkk!" Leher Dewei ditebas oleh Xiuhuan tanpa menunggu Dewei menyelesaikan kata-katanya.


"Selamat tinggal sobat! Tak ada ampunan bagi orang yang ingin mencelakai orang yang kusayangi!" seru Xiuhuan membawa kepala Dewei menuju desa, ia ingin pamer pada Xiuhuan, karena telah berhasil membunuh salah satu musuh itu.


***


"Itu tetua keenam!" seru Dou Yi melihat Xiuhuan datang menenteng kepala Dewei.


"Hahahaha Pahlawan selalu datang terlambat! Maafkan aku ya, tadi ada maling yang membawa kereta kuda ini."


"Kenapa kau bunuh dia! Dia itu calon suaminya Zhang Yan tahu!" seru Xiao Liu.


"Apaaaaaaaa! Astaga ... kasian Zhang Yan, malah menjanda gara-gara aku," sahut Xiuhuan meletakkan kepala Dewei ke tanah.


"Bodoh dia masih perawan! Menikah saja belum!" sahut Xiao Liu lagi.


"Hahaha iya, ya ...." Xiuhuan tertawa, padahal ia dan Zhang Yan sudah pernah tidur semalam.


Untuk ketiga kalinya Xiuhuan membunuh kekasih orang lain, sebelumnya juga ia pernah membunuh pria idaman Feng Yunji dan kekasih Hakim Jia Li dan kini, calon suami Zhang Yan.


Entah apa yang terjadi, jika kedua orang itu tahu kalau Xiuhuan yang membunuh kekasihnya. Sedangkan Feng Yunji sudah mengetahui Xiuhuan membunuh kekasihnya dan mereka bertarung hingga Feng Yunji hampir tewas di tangan Xiuhuan, untung saja kejadian konyol mengurungkan niat Xiuhuan membunuhnya.

__ADS_1


"Jadi, siapa mereka ini?" Xiuhuan penasaran dengan ketiga Pendekar Pedang yang berani menyerang Xiao Liu.


"Mereka dari Paviliun Shadow, sebagai gurunya kau telah gagal menjaganya! Mulai saat ini dia menjadi muridku saja!" seru Xiao Liu.


"Oh, mana bisa! Tadi aku cuma ketiduran saja, jadi tak tahu akan ada yang berani mencuri kereta kuda ini." Xiuhuan mengelak, ia tak ingin Xiao Liu mengambil Dou Yi sebagai muridnya. Karena Dou Yi adalah murid yang sangat spesial, dia sanggup nanti membelah dimensi jika di latih dengan baik kedepannya.


"Kalau begitu ... kau harus memberi kompensasi atas penyelamatan muridmu ini!" seru Xiao Liu dengan senyum mengejek.


"Tak masalah ... berapa maumu?" Xiuhuan dengan santainya menerima permintaan Xiao Liu.


"Aneh, kok tiba-tiba ia tak khawatir. Padahal selama ini ia tak memiliki uang? Apa ia berhasil membujuk hakim Jia Li tanpa harus menyogoknya?" guman Xiao Liu penasaran.


"Baiklah ... aku minta setengah sumberdaya milikmu yang berada dalam kereta!" seru Xiao Liu, sambil melangkah menuju kereta kuda.


"Tu-tu-tu-tunggu ... jangan itulah, bagaimana kalau kepingan emas saja." Xiuhuan berusaha menahan Xiao Liu.


"Tak bisa! Kapasitas Rongqiku sudah habis 60% saat pertarungan tadi." Xiao Liu tak terbujuk rayuan Xiuhuan.


"Yah ...." Dengan lesu Xiuhuan terpaksa menuruti permintaan Xiao Liu.


Tak berselang lama, penduduk yang selamat dari bentrokan Xiao Liu dengan anggota Paviliun Shadow, memasuki desa kembali. Mereka menangis histeris melihat bekas-bekas puing rumah mereka.


"Tuan Pendekar ...." Salah seorang pria sepuh berusaha berkomunikasi dengan Xiuhuan.


Xiuhuan menoleh kearah pria sepuh itu. "Aku paham maksud kalian." Xiuhuan mendekati pria sepuh itu. "Ini untuk membangun kembali desa ini, jadi ... tolong rahasiakan identitas kami, ya."


Xiuhuan menyogok pria sepuh itu dengan puluhan keping emas di dalam kantung kecil pemberiannya. Sudah lebih dari cukup untuk membangun kembali desa itu.


Pria sepuh itu dengan senyum menerima kantung itu dan kembali ke kerumunan penduduk desa untuk mendiskusikan tentang saran dari Xiuhuan. Semua penduduk setuju, daripada Xiuhuan nanti berubah pikiran, malah membunuh mereka. Karena Xiuhuan tadi, dengan santai membunuh Dewei yang sudah tak berdaya.

__ADS_1


"Baiklah semuanya, kami harus meninggalkan desa ini segera. Karena mungkin pihak Kerajaan atau Sekte Pedang Naga Surgawi akan segera kemari. Nanti kalian serahkan saja ketiga mayat itu dan bilang mereka dibunuh oleh Kelompok Judgment!" seru Xiuhuan dan mereka segera meninggalkan desa itu dengan kereta kuda.


Bersambung 🗡️🗡️🗡️


__ADS_2