
Xiuhuan dan tetua keenam akhirnya sampai di Kediaman tetua keenam dan keduanya langsung masuk ke dalam, sehingga tetua Kelima yang ingin berjumpa langsung mengerutkan keningnya, karena ia kalah selangkah dari manusia yang berasal dari Dunia lain tersebut.
“Cih, apakah benar ia tidak akan menyentuh Nona Lian?” gumam tetua kelima sangat khawatir melihat kedekatan mereka, karena Xiuhuan tampak senyum-senyum saat bercanda dengan tetua keenam yang memasang ekspresi wajah masam.
“Apa yang akan kita lakukan?” Tetua keenam bertanya setelah sampai di dalam kediamannya.
“Masakkan aku makanan yang enak!” sahut Xiuhuan sembari rebahan di ranjang milik tetua keenam. “Ah, wangi sekali ranjang ini, bikin ingin segera tidur saja!” candanya lagi.
Tetua keenam menghela nafas dalam-dalam agar tidak marah. Dia langsung menuju dapur dan mulai memasak sup Monster Rusa Tanduk Seratus.
Xiuhuan yang berbaring di ranjang milik tetua keenam merasakan fluktuasi energi spritual yang sangat besar mendekati Sekte Pedang Awan. Dia hanya tersenyum dan dari jari tangannya keluar air yang langsung mengalir ke atas kediaman tetua keenam dan segera menuju langit.
Tetua Kelima tidak bisa memperhatikan mereka terus, karena ia harus memimpin para murid-murid untuk bersiap menghadapi serangan Sekte Iblis Merah—kalau Array Pelindung Sekte mereka jebol.
“Sial! Aku tidak di sini terus, padahal Sekte sedang diserang oleh musuh!” gerutu tetua keenam di dapurnya, karena ia sedang memasak saat ini dan Xiuhuan tidak mengatakan apa-apa, ia malah bermain-main air di jari tangannya.
...***...
“Ho-ho-ho, inikah Sekte Pedang Awan itu?” kata Gu Yun, tetua Pelataran Dalam Sekte Iblis Merah dengan senyum lebar.
“Jangan bersantai-santai lagi, langsung serang saja!” seru Wei Tianlong pada tetua Pelataran Luar untuk segera menjebol Array Pelindung Sekte Pedang Awan.
“Biarkan Aku saja yang melakukannya!” Tetua Pelataran Luar bertubuh besar dengan Kapak besar sebagai senjatanya langsung maju ke depan dan ia sangat yakin dengan kekuatannya pasti mampu menjebol Array pelindung tersebut.
Di balik Array pelindung Sekte Pedang Awan, Ketua Mo sedang memimpin Lima tetua bersama, kecuali tetua keenam yang ditugaskan melayani Xiuhuan. Dia sangat tegang dan wajahnya pucat saat melihat pihak musuh memiliki ratusan Kultivator Absolute God dan berbanding terbalik dengan mereka yang hanya memiliki Tujuh dan Satu cadangan dari Clan Huo yang kesetiaannya belum terjamin, karena bisa saja ia berpihak pada musuh saat mengetahui Sekte Pedang Awan tidak memiliki harapan lagi.
“Kenapa pihak yang menolong kita itu tidak datang lagi? Apakah mereka hanya memancing agar Sekte Iblis Merah melakukan serangan skala besar saja pada Sekte kita?” Tetua Pertama bertanya pada Ketua Sekte.
“Mungkin saja begitu!” sahut Ketua Sekte yang merasa mereka akan tamat hari ini dan tetua dari Sekte Iblis Merah mulai menebas Array pelindung sekte Pedang Awan. “Eh, tidak terjadi apa-apa?” Ketua sekte terkejut melihatnya, padahal musuh melakukan serangan yang sangat mengerikan.
__ADS_1
“Bagaimana bisa?” Tetua Pelataran Luar Sekte Iblis tersebut kebingungan, karena goresan saja tidak tertinggal di Array pelindung itu.
“Kenapa kalian terkejut? Serang bersama-sama bila satu orang tidak bisa!” kata Gu Yun memberikan perintah.
500 Kultivator Absolute God yang merupakan tetua Pelataran Luar Sekte Iblis segera melancarkan serangan bersama-sama ke Array pelindung sekte Pedang Awan, sehingga terjadi gemuruh disertai gempa bumi mengguncang Sekte.
Xiuhuan mengirim lebih banyak air untuk melapisi Array pelindung tersebut dengan Perisai Kubah Tsunami miliknya, sehingga Array Pelindung tersebut tidak akan tergores—sekuat apapun mereka menyerang.
Setengah batang dupa pun berlalu, kediaman tetua keenam bergetar hebat, sehingga Xiuhuan tidak bisa tidur siang dan tetua keenam datang dari dapur membawa Sup Rusa bertanduk seratus.
Xiuhuan bergegas ke meja makan dan langsung melahapnya walaupun masih panas. Namun, ia langsung mengerutkan keningnya—karena sup tersebut terasa hambar dan menduga tetua keenam tidak bisa memasak.
“Ah, maaf tuan Xiuhuan! Sebenarnya ini pertama kalinya aku memasak sup Rusa bertanduk seratus ha-ha-ha!” Dia tertawa masam, karena takut Xiuhuan akan marah padanya.
Xiuhuan tidak berkata apa-apa, dia segera membawa Sup tersebut ke dapur dan menambah bumbu-bumbu lainnya ke dalam Sup, sehingga tetua keenam yang mengikutinya dari belakang langsung tercengang.
“Apakah tuan Xiuhuan adalah Koki?” Tetua Keenam penasaran.
Setelah matang, Xiuhuan langsung melahapnya panas-panas, sehingga tetua keenam mengerutkan keningnya—karena ia juga ingin memakan beberapa potong daging dari Monster Rusa bertanduk seratus yang susah payah ia buru tersebut.
“Kalau mau ambil! Jangan malu-malu pada tuanmu!” canda Xiuhuan setelah merasa kenyang dan hanya meninggalkan beberapa potong daging saja.
Tetua keenam langsung mengutuknya di dalam hati dan melahap habis sisa sup tersebut.
“Baiklah, saat melakukan olahraga!” seru Xiuhuan, sehingga tetua keenam berkeringat dingin mendengarnya. Dia sangat gugup sekali, tetapi ia kebingungan saat melihat Xiuhuan malah melesat ke arah Ketua Sekte.
“Apakah pikiranku sudah rusak olehnya, ya?” gumam tetua keenam dan segera mengikuti Xiuhuan.
“Tuan Xiuhuan!” sapa tetua kelima menatap Xiuhuan yang mengeluarkan keringat membasahi wajahnya, begitu juga dengan tetua keenam, sehingga ia langsung berpikiran negatif bahwa keduanya telah melangkah jauh.
__ADS_1
“Jangan berpikiran aneh-aneh! Apa semua tetua di Sekte Pedang Awan ini tak bisa berpikiran positif, ya?” sahut Xiuhuan sehingga tetua keenam dan tetua kelima menundukkan kepala. Kemudian Xiuhuan menatap Ketua Sekte. “Berapa banyak musuh kita?” tanya Xiuhuan berbasa-basi, padahal ia sudah memperkirakan jumlah mereka.
“Sekitar 30.000 dan ada 502 Kultivator Ranah Absolute God!” sahut Ketua Sekte dengan senyum masam menatap Xiuhuan.
“Kenapa tanggung sekali? Seharusnya mereka datang dengan kekuatan penuh!” sahut Xiuhuan dengan ekspresi wajah datar, sehingga para tetua Sekte Pedang Awan terkejut mendengarnya.
Xiuhuan kemudian mengepal tangannya dan berkata, “Hasta La Vista, baby!” Yang dalam bahasa Spanyol artinya selamat tinggal sayang.
30.000 murid-murid Sekte Iblis Merah langsung hancur berkeping-keping, sehingga para tetua Sekte Iblis Merah termasuk Gu Yun dan Wei Tianlong terkejut melihat murid-murid mereka telah musnah begitu saja.
Xiuhuan kemudian berkata, “Kalian kembalilah dan datang dengan kekuatan penuh! Jangan bertarung dengan kekuatan setengah-setengah, itu adalah langkah bunuh diri!” Xiuhuan malah menasihati para tetua Sekte Iblis Merah.
“Apa yang harus kita lakukan, senior Gu?” Salah satu Tetua Pelataran Luar bertanya dengan ekspresi wajah ketakutan, karena tak menyangka ada Kultivator yang bisa membunuh musuh hanya dengan kata-kata aneh saja. Dia menduga itu adalah rapalan Sihir.
“Semua mundur!” sahut Gu Yun—yang juga ketakutan melihat kekuatan aneh yang digunakan oleh Xiuhuan tersebut.
Ketua Sekte dan para tetua langsung menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada Xiuhuan, karena mereka tidak menyangka Xiuhuan sebenarnya sangat kuat sekali, sedangkan tetua kelima makin yakin Xiuhuan berasal dari Dunia lain. Namun, ia makin khawatir tetua keenam akan jatuh cinta pada Xiuhuan, sehingga ia tidak memiliki kesempatan lagi untuk mendapatkannya.
“Ha-ha-ha ini pasti akibat Sup buatan tetua keenam, sehingga aku merasa bertambah kuat!” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh, sedangkan mereka tidak ada yang percaya dengan bualannya tersebut, karena semua orang telah mengetahui kalau tetua keenam hanya cantik saja, tetapi sebenarnya tidak bisa memasak.
“Apa yang akan kita lakukan selanjutnya, senior Xiuhuan!” Ketua Sekte Pedang Awan kini bersikap sopan padanya, karena ia merasa Xiuhuan jauh lebih kuat dari mereka—sehingga sudah sewajarnya ia dipanggil senior.
“Ya, kalian bisa beraktivitas dengan normal kembali dan aku akan mengikuti para tetua Sekte Iblis Merah itu,” sahut Xiuhuan dengan senyum cerah.
“Apaaaa? Tapi itu sangat berbahaya!” sahut tetua keenam tampak khawatir.
“Tenang saja,” sahut Xiuhuan. “Tapi aku harus kembali ke Clan Huo, istri dan anak-anakku sedang menunggu di sana. Lagi pula tetua kelima merasa akan tersaingi bila aku berlama-lama di sini ha-ha-ha!”
Tetua keenam tersenyum masam dan sulit ditebak apakah ia tersenyum masam karena ditinggal oleh Xiuhuan atau karena ia disandingkan dengan tetua kelima.
__ADS_1
“Kami akan ikut membantu senior melawan mereka ... eh, kok hilang amjing!” umpat tetua kelima yang sudah bersikap sopan padanya. Namun, ia tiba-tiba menghilang saat gilirannya yang berbicara.
Tetua Keenam segera kembali ke kediamannya, sedangkan Ketua sekte segera meminta para murid untuk mengumpulkan cincin dimensi dari murid-murid Sekte Iblis Merah, sedangkan tetua kelima membiarkan tetua keenam untuk menyendiri lebih dulu dan tidak berani mendekatinya.