
“Aku merasa ada yang bertarung di balik bukit itu,” gumam Xiuhuan saat akan mendekati pohon beringin, yang berarti keberadaan mereka akan diketahui oleh tim lain. “Aku memeriksa siapa yang bertarung itu, mana tahu aku dapat keberuntungan hehehe ....” Seringai tipis terpancar dari wajahnya.
Xiao Huli bertengger di kepala Xiuhuan, mencengkram erat rambutnya sehingga ketampanan Xiuhuan berkurang satu persen dari biasanya.
“Itu adalah pertarungan antara tuan muda kelima melawan nona muda pertama Clan Kong,” gumam Xiuhuan bersembunyi dibalik pepohonan. “Hmm, aku bertaruh Xiao Huli, Nona muda itu akan kalah beberapa gerakan lagi,” bisik Xiuhuan dan Xiao Huli malah mengacak-acak rambutnya.
Xiuhuan memperhatikan apa yang membuat mereka bertarung terlalu dini begini, padahal baru tiga bulan berada di Pulau Terapung—seharusnya semua pihak akan menahan diri untuk memulai serangan pertama, karena akan dimanfaatkan pihak lain untuk menekan mereka.
Semua anggota tim Nona muda pertama itu telah tewas, sedangkan pihak tuan muda Kelima masih tersisa sepuluh Kultivator Ranah Raja Iblis—kalau melawan mereka secara langsung, Xiuhuan ragu apakah bisa menang; lebih baik ia mengikuti prinsip lamanya, kalau tak yakin mendingan kabur.
“Tunggu itu?”
Xiuhuan melihat Jamur tujuh warna di kepala monster Rusa Level Tian, yang kemungkinan besar—sebelumnya Nona muda pertama bersama timnya mati-matian mengalahkan monster Rusa Level Tian itu dan seperti tokoh-tokoh jahat dalam dunia dongeng, tuan muda Kelima datang untuk mengambilnya secara paksa.
“Hmm, di mana-mana orang baik mudah diperdaya, makanya lebih baik menjadi diantara dua sekat itu saja; baik bila dirasa perlu dan jahat bila menguntungkan,” gumam Xiuhuan memutuskan akan menyelinap mencuri Jamur tujuh warna itu, karena bila dijual di Paviliun Qingyun, mungkin harganya diatas seratus juta Keping Emas—karena Jamur tujuh warna merupakan racun terkuat dan bahan yang sangat bagus membuat penangkal racun apa saja.
Xiuhuan mau mengendap-endap ke arah mayat monster Rusa Level Tian itu, tetapi tiba-tiba Xiao Huli meloncat dari atas kepala Xiuhuan dan berlari sangat cepat menuju mayat monster Rusa.
“Hei, bahaya Xiao Huli!” gerutu Xiuhuan—takut mereka mengetahuinya. “Ah, gawat nih, dia malah terang-terangan mengambil Jamur tujuh warna.” Xiuhuan geleng-geleng kepala, karena semua anggota tim tuan muda Kelima menatap heran pada Xiao Huli.
Tuan muda Kelima berhenti menyerang Nona muda pertama yang sudah cedera parah. Dia menatap murka pada Xiao Huli yang cuma monster Level Huang dimatanya, ia tak tahu Xiao Huli adalah makhluk mitologi yang sangat kuat.
“Bunuh monster sialan itu, jangan sampai ia memakan Jamur tujuh warna itu!” teriak tuan muda Kelima panik karena Jamur tujuh warna sudah berada di mulut Xiao Huli.
“Nyau-nyau!” Xiao Huli seolah-olah mengatakan tangkap aku kalau bisa.
__ADS_1
Xiuhuan merasa harus turun tangan, kalau tidak Xiao Huli akan menjadi sate bakar oleh mereka. Dia kemudian mengeluarkan Seribu Kloning Manusia Air menyerang tim tuan muda Kelima.
Xiao Huli berjalan berlenggak lenggok menghampiri Xiuhuan, tanpa takut ada yang menyerangnya.
“Hadeh, cepat ke sini! Kita harus kabur segera!” keluh Xiuhuan melihat reaksi santai Xiao Huli itu. “Kalau begini terus di masa depan, kau akan membuat masalah besar pada babang tampan ini!” katanya lagi dan Xiao Huli menyerahkan Jamur tujuh warna pada Xiuhuan.
Xiao Huli seperti mengatakan pesan kalau ia ingin membantu Xiuhuan, walaupun caranya melakukannya sangat berbahaya.
“Bagus cantik, kau melakukannya dengan baik!" Xiuhuan mengelus kepala rubah kecil itu dan kabur dari sana.
Tuan muda Kelima sangat murka saat melihat ternyata rubah kecil itu adalah monster peliharaan Iblis lain. Dan saat ia menoleh kebelakang lagi, Nona muda pertama sudah kabur. “Ah, sialan! Kita gagal mendapatkan Jamur tujuh warna itu, cepat kejar Iblis itu!”
“Baik tuan muda!” sahut Kultivator yang ditunjuk oleh tuan muda Ketiga—melesat dengan cepat mengejar Xiuhuan, sedangkan sisanya mengumpulkan mayat monster dan mengambil cincin dimensi milik anggota tim Nona muda pertama yang telah tewas.
***
“Aku menderita luka dalam dan sepertinya butuh waktu yang sangat lama untuk menyembuhkannya.” Nona muda pertama sangat kecewa bercampur sedih. “Aku harus mencari tempat bersembunyi, Kong Pheni pasti akan mencariku—ia tak akan membiarkan aku hidup, karena aku akan membalaskan dendam ini di masa depan!” Nona muda pertama mengepal tinjunya.
Nona muda pertama memasuki gua kecil dan ia merasa ini adalah tempat yang aman. Kemudian ia membersihkan lukanya—serta melepas pakaiannya yang compang-camping, rusak saat pertarungan tadi.
Nona muda pertama mengolesi lukanya dengan ramuan herbal, karena di Benua Dayan—Pill penyembuhan adalah barang langka yang sulit ditemukan.
“Aaaaaaakh!” Nona muda pertama menjerit kesakitan saat ramuan herbal itu menyentuh kulitnya. Dia menggigit gagang Pedangnya agar suaranya tak terdengar keluar gua.
Xiuhuan yang melihat pemandangan itu hanya bisa melongo saja, sembari menyeka mimisan yang keluar dari hidungnya—untungnya saat ini ia berada dalam Perisai air sehingga Nona muda pertama tak menyadari keberadaannya.
__ADS_1
“Hmm, aku merasa ada mata yang mengawasiku sejak tadi?” Nona muda pertama menjentikkan jarinya dan artefak matahari muncul di tangannya.
Artefak matahari adalah lentera yang menggunakan Kristal putih sebagai bahannya dan menghasilkan cahaya terang yang berfungsi seperti lampu pada umumnya.
Nona muda pertama keheranan saat melihat ada gumpalan air dipinggiran dinding gua, itu sangat aneh dan ia mencoba menyentuhnya tetapi ia merasa ada energi spiritual yang sangat kuat memaksanya untuk menarik kembali telapak tangannya.
“Ini bukan air yang alami, ini seperti Perisai. Apakah ada Kultivator yang bersembunyi di dalam atau monster yang sedang berhibernasi (tidur panjang)?” gumam Nona muda pertama. “Aku yakin dugaan pertama tak mungkin, karena ia pasti keluar menyerangku—mengingat aku telah terluka parah, yang berarti didalam sana adalah monster yang sedang berhibernasi.”
Nona muda pertama menyeringai tipis, ia ingin menghancurkan Perisai ini dan membunuh monster yang bersembunyi didalam. Dia menduga mungkin monster itu setidaknya Level Xuan, karena sudah memiliki energi spiritual sekuat ini.
Xiuhuan mengerutkan keningnya, ia tahu Nona muda pertama pasti penasaran siapa yang berada didalam Perisai-nya itu.
“Apa aku menyapanya saja, ya?” gumam Xiuhuan. “Kalau ia melawanku, dia pasti kalah karena telah terluka berat. Hmm, aku lihat dulu, apakah ia mampu menghancurkan Perisai ini.”
Nona muda pertama kembali meletakkan tangannya pada Perisai air dihadapannya. Dia mempelajari pola Perisai itu, karena ia juga ahli dalam teknik penyegelan.
Dia membuat pola-pola aneh menggunakan darahnya, sehingga Xiuhuan makin penasaran dan saat pola itu selesai digambar oleh Nona muda pertama—ia melakukan gerakan seperti merobek dimensi pada Perisai air—sehingga Perisai air itu terbelah dua.
Xiuhuan membungkukkan badannya sembari menangkupkan tinjunya dan berkata, “Salam Nona muda!” Dengan senyum ramah agar dia tak marah.
“Kyeaaaaaa!” Nona muda mundur beberapa langkah, karena terkejut ada Kultivator Iblis tampan di dalam perisai air. “Sialan! Kau telah mengintipku sejak tadi, kan?” Wajahnya memerah membayangkannya.
Xiuhuan tersenyum masam sembari menggaruk-garuk kepalanya. “Ah, mana mungkin aku melihat tubuh indah Nona muda itu, aku tak selancang itu, kok!” Xiuhuan berkilah. “Kalau Nona muda mau—aku memiliki Pill penyembuhan, karena luka di perut Nona muda itu terlalu parah, kalau dibiarkan begitu pasti akan membusuk!” katanya lagi—padahal ia mengatakan tak mengintipnya.
Nona muda pertama mengerutkan keningnya, ia sangat marah. Namun, saat mendengar Xiuhuan mengatakan memiliki Pill Penyembuhan, ia berusaha menenangkan diri.
__ADS_1
“Apakah benar kau memiliki Pill Penyembuhan?” Nona muda pertama bertanya untuk memperjelas ucapan Xiuhuan itu.