
Bai Lie menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat pada Xiuhuan. “Salam senior, Aku Bai Lie, tetua murid pelataran dalam sangat senang berjumpa dengan Anda!” sapanya, tetapi dalam hatinya ia merasa menyesal telah mendatangi restoran ini, sehingga harus bertemu monster tampan dihadapannya itu.
“Tak perlu formal begitu, sebenarnya tujuanku kemari hanya ingin menitipkan seorang murid. Karena aku tak punya waktu untuk mendidiknya,” kata Xiuhuan mengungkapkan niatnya menjumpai salah satu tetua di Sekte Cahaya ini.
“Murid, ya! Bagaimana kalau kita menuju kediamanku saja, agar lebih enak diskusinya,” sahut Bai Lie—senang mendengarnya, karena ia yakin murid yang dididik oleh Xiuhuan pastilah hebat dan ia tak ingin tetua lain mengambil kesempatan emas ini.
Xiuhuan mengangguk dan memberikan seratus keping emas pada Bai Jie, sehingga murid luar itu tercengang melihatnya.
“T-terimakasih senior!” seru Bai Jie dengan mata berbinar-binar.
“Bagi-bagi dengan rekan-rekanmu di gerbang tadi,” sahut Xiuhuan mengikuti Bai Lie yang terbang menuju kediamannya.
Tak butuh waktu lama, mereka sudah memasuki pekarangan rumah sederhana dan lebih mirip dengan rumah untuk murid-murid luar Sekte Qingyun saja.
“Selamat datang senior di kediamanku yang sangat sederhana ini," kata Bai Lie malu-malu, karena tak ada barang mewah dirumahnya dan hanya ada ranjang kecil untuk satu orang serta tak ada dapur atau kamar. Hanya ruangan kosong saja, membuat Xiuhuan keheranan.
“Terimakasih!” sahut Xiuhuan dengan senyum ramahnya dan duduk bersila di lantai tanpa tikar itu.
“Eh, senior duduk di ranjang saja! Jangan duduk di situ—lantainya sangat kotor!” Bai Lie buru-buru mencegah Xiuhuan duduk di lantai.
Xiuhuan terkejut mendengarnya, pikirannya jadi melebar ke mana-mana.
“Kenapa tetua Lie yang memberikan hadiah bagus untukku, seharusnya aku yang memberikan hadiah untukmu karena telah menerima muridku belajar di Sekte Cahaya ini.” Xiuhuan salah persepsi dengan ucapan Bai Lie.
__ADS_1
“Hah?” Bai Lie kebingungan dengan ucapan Xiuhuan. “Maksud senior apa? Aku tak mengerti,” sahut Bai Lie.
“Tetua Lie memintaku ke ranjang, tentu aku sangat senang dengan tawaran itu. Apalagi menurutku tubuh tetua Lie sangat bagus dan cantik. Sebagai pria normal, akan sulit bagiku menolak tawaran itu," sahut Xiuhuan dengan senyum lebar.
Wajah Bai Lie memerah, ia tak menyangka Xiuhuan akan berpikiran seperti itu. “Ano ... senior, bukan itu maksudku. Sebenarnya aku tak ingin senior duduk di lantai berdebu itu, makanya aku meminta senior duduk di ranjang saja. Karena rumahku ini sangat sederhana hehehehe ....” Bai Lie tertawa masam, bahkan ia menyilang kan tangannya di dada, takut Xiuhuan menerkamnya.
“Eh, ternyata aku salah sangka, ya! Hahahaha ....” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh, “Ah, sayang sekali. Aku mengira tetua Bai Lie tertarik dengan ketampananku!” Xiuhuan dengan percaya diri memuji dirinya sendiri.
Bai Lie tak bisa berkata apa-apa lagi, ia bingung menghadapi situasi ini. Melawan Kultivator yang dapat mengalahkan Jiang Cheng bukan pilihan yang tepat. Untuk saat ini ia hanya bisa pasrah saja, kalau Xiuhuan akan menerkamnya.
Xiuhuan mengeluarkan lima Pill Surga tingkat tinggi dan Pedang Pusaka tingkat rendah, yang ia dapatkan dari Kultivator Clan Nie saat berada di Dimensi Heidong dulu.
“Ini adalah hadiah untukmu! Tolong jaga muridku nanti, ia bernama Xia Mei dan latih dia menjadi Kultivator hebat di masa depan. Untuk saat ini, ia baru Ranah Penempaan Tubuh Tahap Xuan Tingkat Delapan—seharusnya sih, dia hanya bisa menjadi murid luar, tetapi aku akan menyerahkan pada tetua Lie untuk pengawasannya.” Xiuhuan berkata dengan sungguh-sungguh, ia tidak tersenyum lagi seperti tadi.
Dengan tangan gemetar, Bai Lie menerima hadiah dari Xiuhuan itu. Kalau tetua lain mengetahui ini, mereka pasti akan berusaha mati-matian merebutnya. Di Dunia Bawah, hadiah yang diberikan Xiuhuan itu sudah seperti harta nasional saja.
Xiuhuan tersenyum, “Tak perlu sejauh itu. Yang penting dia bisa belajar dengan tenang saja, walaupun hanya murid luar; aku sudah sangat bersyukur, yang penting tetua Lie mengawasinya,” kata Xiuhuan tak ingin Bai Lie malah melanggar aturan Sekte Cahaya.
“Tidak masalah senior, aku belum memiliki murid langsung. Maka, aku akan melatihnya secara pribadi dan tinggal bersamanya di sini,” sahut Bai Lie lagi.
Xiuhuan tak membantah lagi ucapannya, karena tawaran itu sangat bagus. Jadi, ia bisa pergi meninggalkan Dunia Bawah dengan tenang, karena telah menepati janjinya pada Xia Mei untuk memasukkannya ke Sekte besar.
“Kalau begitu aku boleh istirahat sebentar di sini untuk memulihkan diri. Karena, aku terlalu banyak menggunakan tenaga dalam tadi saat bertarung melawan Jiang Meng,” kata Xiuhuan lagi.
__ADS_1
“B-baik senior!” sahut Bai Lie terkejut mendengarnya. Kalau kabar ini tersebar maka akan ada rumor aneh-aneh tentang dirinya, sehingga ia langsung pergi dari kediamannya—saat Xiuhuan memejamkan matanya sambil duduk bersila di atas ranjangnya. “Aku akan memeriksa Kultivasi para murid-muridku saja dan kembali saat malam nanti. Semoga saja ia telah selesai berkultivasi dan pergi meninggalkan kediamanku,” gumam Bai Lie cemas ada yang mengetahui Xiuhuan berada dalam kediamannya.
***
Menjelang sore, Kapal-kapal terbang Clan Yu dan Jenderal yang mendukung Pangeran Qin Tianlong telah tiba di halaman Istana Kerajaan Qin.
Mereka terkejut saat suasana ibukota sudah kondusif, padahal baru saja Xiuhuan membuat kekacauan dan mereka juga tak menyangka seluruh Kesatria dan Clan besar langsung mendukung Pangeran Qin Hao menjadi Raja.
“Mayat Kultivator Ranah Absolute God?” Lou Xue terkejut—Xiuhuan mampu mengalahkan Kultivator sekuat itu. “Rahasia apa sebenarnya yang kau sembunyikan?" gumam Lou Xue menghela nafas panjang.
“Nona Xue!” seru Xia Mei. “Kenapa kamu terkejut melihat mayat Kultivator ini?” tanyanya penasaran.
“Mayat itu adalah Kultivator yang kekuatannya sudah berada di puncak Kultivasi, tetapi Xiuhuan gege mampu mengalahkannya. Bukankah itu tak masuk akal? Kecuali ia memiliki harta pusaka tingkat tinggi,” sahut Lou Xue teringat Xiuhuan memiliki Pedang Penghancur Semesta.
Raja Qin Hao langsung menyambut kedatangan Pangeran Qin Tianlong dan petinggi Clan-Clan besar.
“Selamat datang di istana Star Soul-ku ini Kakak Ketiga, para Jenderal dan seluruh petinggi Clan-Clan yang telah membantu perjuangan untuk menaklukkan Raja Qin Song!”
Raja Qin Hao tersenyum lebar dan ia dikawal oleh Ketua Clan-Clan besar yang mendukung Raja Qin Song sebelumnya dan mereka baru diangkat olehnya, setelah Ketua Clan yang lama dieksekusi mati.
Pangeran Qin Tianlong tersenyum getir dan menangkupkan tinjunya. “Selamat adik Hao, telah menjadi Raja kami yang baru. Semoga kejayaan untuk Kerajaan Qin di masa depan.”
“Ah, Kakak Ketiga terlalu memujiku, di masa depan aku akan membutuhkan nasehat darimu,” sahut Raja Qin Hao dengan seringai tipis diwajahnya. Dia kemudian berjalan menghampiri Lou Xue dan menangkupkan tinjunya. “Nona Xue, aku Raja Qin Hao akan memberikan hadiah untuk tuan Xiuhuan. Namun, ia sedang mencari Sekte yang bisa dimasuki oleh Nona Xia Mei, sehingga tidak singgah di istanaku ini.” Qin Hao kembali tersenyum yang membuat Lou Xue merasa aneh.
__ADS_1
Permaisuri dan tujuh selir dari Raja Qin Song datang menghampiri mereka, membuat Pangeran Qin Tianlong merasa heran. Ada apa sebenarnya maksud adiknya itu.
Lou Xue diam saja dan melirik ketujuh wanita cantik dibelakang Qin Hao. Dia menghela nafas dalam-dalam, dan curiga Xiuhuan sebenarnya sudah bersekongkol dengan Pangeran Qin Hao, makanya ia sangat bersemangat untuk menghancurkan Raj Qin Song.