
“Apakah kita akan mengejarnya?”
Murid wanita Clan Xi yang merupakan anggota aliran hitam yang menyusup itu berbisik pada murid laki-laki disebelahnya. Mereka telah mengamati pertarungan Xiuhuan tadi, dan merasa Xiuhuan tidaklah kuat. Namun, Xiuhuan memiliki kecepatan yang tak akan ada tandingannya untuk kalangan Immortal Awal.
“Biarkan saja dia pergi, yang penting kita bisa memberikan informasi pada anggota yang berada di Clan Lou,” sahut murid pria.
“Apakah dia akan bertindak nanti, ya?—Dia kan, orangnya sedingin salju; sulit menebak pemikirannya. Bahkan kabarnya ia tak mau bergaul dengan sesama anggota yang lain,” kata si wanita.
“Kalau yang ini, ketua pasti menugaskan dia. Pemuda tadi cukup tampan dan memiliki harta berlimpah, hanya gadis secantik dia yang cocok menggodanya—masa dikirim si gendut Lou Kai, yang ada mereka malah bergelut,” sahut si pria sembari membubarkan diri dari kerumunan itu.
“Ah, kakak bisa saja,” kata si gadis dengan manja, sambil merangkul tangan si pria. Mereka tampak seperti sepasang kekasih.
Xiuhuan meninggalkan kota Xibei puluhan mil jauhnya. Dia tak ingin mendapat masalah lagi, sudah qi dalam Rongqi tinggal sedikit; malah ketemu masalah besar pula. Tentu saja ia tak ingin kejadian hampir berjumpa dengan malaikat pencabut nyawa terjadi lagi seperti saat ia dimakan oleh monster Ular Hijau Daun.
“Aku terlalu ketakutan dan berakhir di padang tandus ini,” gumam Xiuhuan memperhatikan sekelilingnya dan matanya tertuju pada gua bukit batu di depannya. “Aku akan berkultivasi di sana sajalah.” Dia memasuki gua.
Gua itu hanya selebar tiga tombak saja dan harus membungkuk untuk memasukinya. Namun, lumayan dijadikan sebagai tempat berteduh dari terik matahari; sedangkan hujan tak pernah turun di Benua Kun Lun Selatan.
Xiuhuan duduk bersila dan menyerap Pill Neraka yang dibelinya lumayan banyak saat di kota Nancheng sebelumnya. Dia juga berencana memakan sumberdaya tingkat tinggi yang dibelinya juga di Aula Kayu, Clan Lou.
***
Kabar kehilangan Xiuhuan tidak terlalu ditanggapi serius oleh Clan Lou, karena dibiodatanya Xiuhuan menulis dia anak yatim-piatu dan tidak memiliki keluarga lain. Bahkan sebenarnya ia dimasukkan dalam daftar pengawasan ketat oleh Clan Lou, karena banyak murid-murid Clan Lou yang berasal dari keluarga cabang yang tidak memiliki identitas jelas seperti yang dialami Xiuhuan.
__ADS_1
Clan Lou curiga anak-anak seperti Xiuhuan itu adalah anggota aliran hitam. Namun, mereka tidak menindaknya, karena tidak ada bukti kuat untuk menuduhnya. Karena biasanya, aliran hitam akan memberikan anggota mereka masih berusia sepuluh tahun ke bawah untuk dibesarkan oleh anggota Clan cabang yang miskin dengan bayaran ribuan keping emas.
Tentu anggota Clan cabang yang miskin akan tergiur dengan hadiah itu. Apalagi mereka cuma disuruh menganggap anak tersebut sebagai anak kandung mereka dan memasukkannya ke Sekte di kota terdekat.
***
Seorang gadis cantik yang dulunya sangat arogan di aula tetua Lou Zui sedang melamun memandangi batagor di mangkuknya. Sudah setahun berlalu, kejadian badai monster. Lou Mei masih teringat dengan senyum tampan Xiuhuan—entah kenapa, setelah kejadian di pos perbatasan itu, ia merasa sangat kehilangan pemuda tampan itu; padahal selama ini ia sangat jijik dengan laki-laki. Mungkin aksi heroik Xiuhuan melawan monster Level tinggilah penyebabnya.
“Senior Mei, kenapa tidak dihabiskan makannya?—Cobalah makan walaupun sedikit, tak bagus perut dibiarkan kosong!” seru Lou Nian yang tetap setia mengikuti Lou Mei ke mana-mana, walaupun Lou Mei mengatakan ia tak perlu lagi di “Ratukan”, yang keinginannya harus disediakan oleh para budak lelakinya itu, tetapi Lou Nian yang diam-diam menyukai Lou Mei tetap setia seperti dulu. Sehingga dia mendapat julukan anjing penjaga, padahal budak-budak yang lain tak ada yang mengikuti Lou Mei lagi.
Lou Mei menatap Lou Nian sekilas dan memakan batagornya, walaupun ia tetap melamun memikirkan Xiuhuan juga, entah kenapa firasatnya mengatakan, Xiuhuan masih hidup.
***
“Ah, sudah setahun berlalu, tetapi tak ada kemajuan di kota ini. Betul-betul tidak kompeten mengurus kota, berbeda dengan istri-istriku yang ada di kota Hua, yang menjelma menjadi kota terbesar di Pulau Niao.” Xiuhuan bergumam sambil menuju penjaga gerbang.
Xiuhuan beberapa kali mengunjungi kota Hua dengan artefak Teleportasi. Tentu saja sebagai suami yang baik, ia harus menyetor nafkah batin ke sana. Kalau masalah materi, istri-istrinya tidak membutuhkan itu, karena mereka yang mengelola Sekte Teratai Biru, satu-satunya Sekte yang ada di Pulau Niao.
Penjaga gerbang memeriksa Plakat milik Xiuhuan dan melihat data yang ada padanya.
“Anda dinyatakan hilang dalam badai monster tahun lalu. Kenapa bisa kembali lagi setahun kemudian?” tanya Penjaga gerbang itu.
Xiuhuan tersenyum masam, ia tidak memikirkan alasannya sebelum memasuki kota Nancheng. Dia jadi bingung, apa yang harus dikatakan.
__ADS_1
“Aku terluka berat waktu itu dan ditemukan oleh seorang Kultivator. Dia membawaku ke kota Xibei dan meninggalkanku di rumah tabib. Saat Aku kembali pulih, aku tak memiliki uang untuk membayar biaya pengobatan, sehingga terpaksa bekerja selama setahun dengannya.” Xiuhuan berkilah, ia yakin Penjaga gerbang itu pasti percaya, di sudut bibirnya juga terpancar senyum kemenangan.
Penjaga gerbang itu berbisik dengan rekannya, mereka sesekali melirik Xiuhuan dari ujung kaki hingga ujung kepala. Kemudian salah satu dari mereka mengangguk dan mendekati Xiuhuan.
“Anda akan kami tahan. Cobalah cari alasan yang paling bagus nanti di hadapan para tetua. Untuk saat ini Anda berhak untuk diam dan dilarang membantah.”
Xiuhuan mencerna ucapan Penjaga gerbang itu beberapa saat, karena ucapannya sangat ambigu. Namun, ia lansung terkejut dan berkata, “Eh!” saja.
“Hadeh, seharusnya Aku disambut dengan suka cita, karena selamat dari badai monster. Kenapa malah jadi seperti pelaku kriminal,” gerutu Xiuhuan berjalan dengan tangan dirantai, begitu juga dengan kakinya.
Murid-murid Clan Lou bertanya-tanya siapa pemuda tampan yang digiring oleh Penjaga gerbang itu, terutama di kalangan ciwi-ciwi yang sangat menyayangkan orang setampan Xiuhuan malah jadi badboy. Mungkin Xiuhuan harus menjadi “CEO dan Ketua Gangster” untuk memulihkan nama baiknya. Karena rata-rata ciwi-ciwi remaja labil sangat mengidolakan sosok laki-laki begitu.
Sosok wanita yang dijuluki Bidadari Salju menatap Xiuhuan dari jendela kaca lantai tiga kafe sturbak. Dia sedang menikmati Kopi Gayo yang ditambahkan sedikit batu es—dengan menjentikkan jarinya, karena ia memiliki Elemen Es, Air, Angin dan kayu.
“Baru kali ini aku melihat senior Lou Xue memperhatikan seseorang sangat lama. Apakah dia penasaran dengan pemuda tampan itu?”
“Jangan-jangan dia jatuh cinta pada pandangan pertama.”
“Hei, jangan keras-keras, tetapi kalau diperhatikan; murid itu memang sangat tampan juga.”
Sekelompok murid yang duduk tak jauh dari Lou Xue, sedang berbisik-bisik membicarakannya. Namun, Lou Xue tak menanggapinya—matanya tetap fokus memperhatikan Xiuhuan.
Lou Rong menggerutu dalam hati, ia cemburu dengan tindakan Lou Xue itu. Padahal ia tak kalah tampan, kaya, anak salah satu tetua dan peringkat dua dalam peringkat murid terkuat Clan Lou. Namun, Lou Xue tak pernah meliriknya, walaupun ia telah mengejarnya sepanjang waktu. Dia selalu membayar setiap makanan yang Lou Xue inginkan, begitu juga saat memasuki toko pakaian, ia selalu tampil sebagai manajer keuangan Lou Xue, tetapi saat ini sorot mata Lou Xue tak berkedip sedikitpun memandangi Xiuhuan.
__ADS_1
...~Bersambung~...