Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Duan Xia Menuntut Keadilan


__ADS_3

“Sudah kukatakan, kalian tidak layak menjadi lawanku!” Xiuhuan menatap tajam pada Jenderal Zhu Han dan Jenderal lainnya sembari menunjukkan tingkat Kultivasi-nya yang sesungguhnya, sehingga semua Jenderal tersebut bertekuk lutut memohon ampunan—karena mereka tak dapat lagi membaca di Ranah apa basis kultivasi Xiuhuan saat ini.


“Apakah dia Dewa Agung? Kenapa Raja bodoh itu mencari masalah dengannya?”


“Sial Kau Zhu Xuan! Kau malah menyeret kami ke jalan kematian!”


Para Jenderal mengutuk tindakan Raja Zhu Liang dan Jenderal Zhu Xuan.


Xiuhuan kemudian menatap Zhu Xuan yang tidak bisa lagi mengelak darinya. Kini, ia tidak memiliki mood yang baik dan segera menjentikkan jarinya, sehingga Jenderal Zhu Xuan hancur berkeping-keping.


“Ayo kita menuntut keadilan Nona Xia!” Xiuhuan mengajak Duan Xia yang masih tercengang apa yang sedang terjadi di halaman Kerajaan Zhu, karena ia tak menyangka seorang Kultivator biasanya mengalahkan kekuatan sebuah Kerajaan.


“Ya, tuan Xiuhuan!” sahut Duan Xia sembari mengajak kedua anaknya bergegas mengikuti Xiuhuan.


Para Jenderal tetap menundukkan wajah mereka dan tidak berani menatap Xiuhuan, mereka membiarkan Xiuhuan memasuki istana yang hanya ada Raja dan para penasihatnya.


Raja Zhu Liang dipaksa bertekuk lutut, begitu Xiuhuan memasuki istana—sehingga semua yang ada di sana terkejut melihatnya.


“Berani sekali Anda bersikap tidak hormat pada Yang Mulia Raja!”


Para penasihat Raja Zhu Liang yang sekubu dengan Jenderal Zhu Xuan membentak Xiuhuan, mereka belum mengetahui apa yang terjadi di luar istana. Namun, mereka menduga Para Jenderal telah kalah, tetapi mereka masih berusaha untuk membela Raja Zhu Liang, karena meyakini Xiuhuan tidak akan berani membunuhnya, sebab itu akan memantik kemarahan rakyat—Kerajaan Zhu.


Xiuhuan melambaikan tangan, sehingga para penasihat Raja itu langsung tewas seketika dan membuat penasihat lainnya ketakutan.


Tak ada yang berani bersuara lagi, mereka membiarkan Xiuhuan menghukum Raja Zhu Liang dan tidak peduli apa yang akan terjadi padanya.

__ADS_1


Wajah Raja Zhu Liang langsung pucat, tubuhnya gemetaran dan ia kesulitan untuk bernafas, sehingga menangis tersedu-sedu sambil memohon ampunan pada Xiuhuan.


“De-Dewa Agung, tolong maafkan aku!” seru Raja Zhu Liang terbata-bata. “Aku akan berbuat baik dan berjanji akan mensejahterakan rakyatku serta tidak akan memaksa Nona muda Zhi Yu menjadi Selirku!” katanya lagi yang menduga Xiuhuan marah padanya karena telah memaksa Zhi Yu menjadi Selirnya dan tidak menyadari kalau prajuritnya hampir menculik Putri Xiuhuan, makanya Xiuhuan sangat marah padanya.


Xiuhuan mendengus dingin, wajahnya sangat masam sekali. Karena suasana hatinya sangat kesal melihat sekumpulan sampah ini. Kalau saja ia tidak berjanji pada Pemimpin Paviliun Bulan untuk tidak membunuh Raja Zhu Liang, maka saat ini akan terjadi perubahan besar pada Kerajaan Zhu.


Di luar Istana, Ketua Sekte dan para tetua Sekte Langit Mendung tercengang melihat para Jenderal masih bertekuk lutut di halaman Istana, karena tidak berani bergerak sedikit pun tanpa perintah dari Xiuhuan, mereka takut bernasib sama dengan Jenderal Zhu Xuan yang telah hancur berkeping-keping.


“Apa yang terjadi di sini?” Ketua Sekte Langit Mendung bertanya pada muridnya yang mengamati pertarungan tidak seimbang antara Xiuhuan dengan para Jenderal Kerajaan Zhu.


“Ada Kultivator yang sangat kuat datang untuk menuntut keadilan, katanya—Ketua Sekte!” sahut murid tersebut. “Bahkan ia mengatakan tidak ada Kultivator di Dunia Bawah yang bisa membuatnya berkeringat saat bertarung melawannya!” Wajah murid tersebut tampak pucat, karena ia tidak menyangka ada Kultivator yang mampu membunuh Immortal—yang terlihat menggunakan kekuatan kecil saja.


Ketua Sekte mengerutkan keningnya dan bingung mengambil keputusan, karena para Jenderal saja ketakutan—apalagi Sekte-nya cuma memiliki beberapa Immortal saja.


“Apa yang akan kita lakukan, Ketua Sekte?” Salah satu tetua bertanya.


“Ketua Sekte!” sapa Bai Yuejing sembari menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat padanya.


“Oh, Saudara Bai. Ada apa Paviliun Bulan datang kemari?” Ketua Sekte Langit Mendung penasaran, karena Paviliun Bulan biasanya menjauhi urusan politik atau konflik, karena mereka selalu mengambil sikap netral.


Bai Yuejing tersenyum masam dan menceritakan bahwa Paviliun Bulanlah yang mengundang Xiuhuan, serta asal mula konflik antara Xiuhuan dan Raja Zhu Liang terjadi.


Mendengar cerita dari Bai Yuejing, Ketua Sekte Langit Mendung hanya bisa mengutuk kebodohan Raja Zhu Liang dan memutuskan menemani Bai Yuejing menghadap pada Xiuhuan, serta memohon agar tidak melenyapkan Kerajaan Zhu.


...***...

__ADS_1


Suasana di dalam istana menjadi hening saat Xiuhuan tidak berbicara lagi, sehingga Raja Zhu Liang detak jantungnya hampir berhenti, karena Xiuhuan belum mengatakan apakah dia dimaafkan atau akan dihukum mati.


“Nona Xia!” seru Xiuhuan.


“Ya, tuan!” sahut Duan Xia.


“Sekarang semua tergantung dirimu! Apakah Nona Xia ingin Raja bodoh ini mati atau ... terserah Andalah pokoknya, tegakkan saja keadilan! Siapapun yang pernah menyakitimu dan anak-anakmu tak akan ada yang bisa lolos!” kata Xiuhuan lagi sembari duduk di singgasana Raja.


Beberapa menteri terkejut mendengarnya, karena mereka terlibat dalam fitnah terhadap Hakim Duan Fang, bahkan ada satu menteri yang ikut dalam meniduri Duan Xia.


“Tuan Xiuhuan!”


Tiba-tiba Bai Yuejing dan Ketua Sekte Langit Mendung memasuki istana. Keduanya langsung menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada Xiuhuan, sehingga menteri yang ketakutan akan dibongkar kedoknya oleh Duan Xia merasa senang, karena ia yakin Xiuhuan pasti takut pada tekanan Paviliun Bulan yang mengundangnya datang ke Kerajaan Zhu ini.


“Ada apa?” sahut Xiuhuan acuh tak acuh, sehingga Bai Yuejing mengerutkan keningnya, karena menduga suasana hati Xiuhuan sangat kesal saat ini.


“Aku diutus oleh Pemimpin Paviliun Bulan dan mengingatkan Anda atas kesepakatan kalian!” sahut Bai Yuejing sembari menundukkan wajahnya, takut Xiuhuan marah padanya.


Xiuhuan diam saja dan menatap Duan Xia, kemudian berkata, “Katakan saja Nona Xia. Selama aku ada di sini, keadilan akan ditegakkan!”


Duan Xia menganggukkan kepala dan menunjuk petinggi Kerajaan yang terlibat dalam kasus kriminalisasi suaminya, sehingga nama-nama yang disebutkan oleh Duan Xia—langsung dilenyapkan oleh Xiuhuan.


Bai Yuejing hanya bisa menghela nafas dalam-dalam, karena tidak berani menentang keputusan Xiuhuan, sedangkan Kepala Sekte Langit Mendung terkejut mendengar kalau para petinggi Kerajaan terlibat dalam kriminalisasi terhadap Hakim Duan Fang dan melecehkan istrinya.


Dalam kasus kriminalisasi terhadap Hakim Duan Fang, Raja Zhu Liang hanya menyetujui usulan Jenderal Zhu Xuan dan penasihatnya saja, sehingga ia tidak dibunuh oleh Xiuhuan.

__ADS_1


“Sekarang di mana Hakim Duan Fang?” Xiuhuan bertanya pada Raja Zhu Liang sembari menatap pejabat Kerajaan lainnya—yang tampak mengerutkan kening mendengar pertanyaan dari Xiuhuan.


__ADS_2