
“Pikirkan baik-baik tetua! Apa kau ingin menghancurkan kota Guangxi ini, hanya membela pria yang menjual karyawannya ke pelacuran. Apakah ini sikap seorang tetua yang tak menyelidiki sebab musabab semua ini.” Xiuhuan meyakinkan Xiao Yan kembali, tapi dengan sedikit penekanan pada nada ucapannya.
“Apa maksudmu itu?” Xiao Yan tak mengerti dengan ucapan Xiuhuan yang berbelit-belit itu.
Tetap dengan mode siap bertarung Xiuhuan mulai berbicara. “Sebenarnya aku dan nyonya Liu tidaklah sepasang kekasih, aku rasa Tetua tahu itu, kan?” kata Xiuhuan dengan senyum tipis.
“Tentu saja. Siapapun itu pasti menebaknya begitu, mana ada sepasang kekasih ketakutan menatap kekasihnya!” sahut Xiao Yan.
“Hahaha ... kedua suami istri ini memperbudak Qianran pelayanan yang bekerja di restoran ini. Mereka membuat-buat hutang yang tak pernah ia pinjam dan membayarnya dengan gaji kecil. Puncaknya tadi, mereka memaksanya menjual diri ke rumah bordil Xiangshou, dengan alasan dibuat-buat juga. Untung saja aku yang sedang ingin bercinta, bertemu dengannya—”
“Apakah ini bualanmu lagi?” Xiao Yan belum percaya dengan ucapan Xiuhuan.
“Bisa tetua tanyakan padanya, ia menungguku di luar,” sahut Xiuhuan. Kemudian ia berkata lagi, “Padahal awalnya aku tak ingin melakukan ini, namun saat kami ke sini untuk membayar hutang-hutangnya. Eh, kedua suami istri ini malah mengancam nona Qianran, tentu saja aku sebagai seorang yang menjunjung keadilan mutlak dibuat geram. Dan ... ya, berakhir beginilah hehehe ....”
“Walaupun demikian, tindakanmu sudah keterlaluan pada mereka. Kau harus dibawa ke Aula hukum untuk ditindaklanjuti!” seru Xiao Yan maju menyerang Xiuhuan.
“Putaran Gelombang Air!” Xiuhuan membuat lingkaran air melindungi dirinya. “Lumpuhkan dia!” Perintah Xiuhuan pada kelima kloning manusia air.
“Boommmmm!”
Restoran Kaefci hancur berkeping-keping. Namun Xiuhuan baik-baik saja dalam benteng air yang dibuatnya. Karena tebalnya air yang mengelilingi Xiuhuan itu.
“Cih, betul dugaanku. Dia pasti Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit, padahal baru tadi pagi ia melawan muridku yang mengerahkan seluruh tenaga dalamnya.“ Xiao Yan mundur beberapa langkah karena kloning manusia air yang dibuat Xiuhuan muncul kembali, padahal tadi sudah ia hancurkan. “Apa aku kerahkan seluruh kekuatanku saja, tapi itu berbahaya! Bisa hancur kota Guangxi ini.” Xiao Yan dilema dalam menentukan metode menghadapi Xiuhuan.
“Padahal aku sudah sabar sejak tadi tetua. Aku tak melawanmu karena menghargaimu sebagai tetua di Sekte Pedang Taiyang. Namun kau tetap kukuh dengan pendirianmu yang menyimpang ini. Kau tak bisa membedakan mana kebenaran dan mana kejahatan, walaupun aku akui tindakanku dalam menegakkan keadilan mutlak justru sedikit melenceng!”
Xiuhuan sudah geram dengan Xiao Yan. Kini ia tak peduli lagi, kalau akan menjadi buruan Sekte Pedang Taiyang nantinya. Toh, ia cuma setahun di daratan utama ini. Selama setahun ini, ia bisa bersembunyi dan kabur dengan jurus Langkah Kilat jika ditemukan musuh.
__ADS_1
Xiuhuan menggunakan jurus terkuat dari kitab Seribu Dongeng. Pedang Roh Xiuhuan mengeluarkan air dalam jumlah besar yang lansung melesat ke langit dalam bentuk partikel-partikel kecil.
Langit kota Guangxi itu tiba-tiba menjadi gelap akibat ditutupi awan tebal. Kilatan-kilatan petir mulai menyambar dalam awan itu. Kini petir itu tinggal menunggu Pedang Xiuhuan saja menentukan ke mana arah sambarannya.
Xiuhuan tersenyum lebar. “Apakah kau sanggup melawanku tetua? Sekarang sama saja kau melawan tida orang. Eh, bukan ... tujuh orang, karena kloning manusia air ada lima,” ejek Xiuhuan.
Xiao Yan tak gentar sedikitpun dengan ancaman Xiuhuan. Ia lansung melayang di udara, supaya Xiuhuan tak sanggup menjangkaunya.
“Apa kau bodoh, ya. Walaupun kau melayang begitu, bagaimana caramu menghindari ini!” Ancam Xiuhuan lagi mengarahkan pedangnya ke arah Xiao Yan.
Lansung saja, sebuah sambaran Petir mengarah pada Xiao Yan. Namun dengan sigap ia melesat menghindarinya.
“Apaaaa?” Xiao Yan terkejut melihat Xiuhuan tiba-tiba muncul di hadapannya. Ternyata Xiuhuan meminta kloning manusia air melemparkan dirinya ke udara.
“Mati saja kau tetua kampret!” teriak Xiuhuan sembari menebas Pedangnya.
“Trang-trang-trang!” Pedang mereka beradu.
Untung saja Xiao Yan mampu menahannya, saat Xiuhuan jatuh ke bawah lagi. Xiao Yan tak bisa langsung menyerangnya, karena ia harus menghindari sambaran Petir yang diarahkan Xiuhuan padanya.
“Cih, merepotkan sekali!” gerutu Xiao Yan mengindari sambaran petir itu.
Xiao Yan tak bisa menggunakan serangan besar, karena ia masih memikirkan penduduk sekitar restoran Kaefci.
Begitu juga dengan Xiuhuan, walaupun di langit telah muncul kilatan-kilatan petir, namun yang menyambar hanya satu-satu saja, agar tak melenceng ke tempat lain, jika digunakan dalam sambaran beruntun tiada henti, seperti saat menghancurkan ratusan Meteor yang dibuat oleh Su Rong saat di arena Sekte.
“Bagaiman tetua? Hebat kan, jurusku ini.” Xiuhuan memuji dirinya sendiri. “Seharusnya kau dukung aku agar dapat menaikkan pamor Sekte Pedang Taiyang di kompetisi antar Sekte nanti. Eh, ini ... kau ingin aku dihukum! Tetua macam apa kau ini. Padahal, anak buah Su Rong saja memperkosa dan membunuh rekan Qingyi murid Tetua Dong Shuliang, tapi kau tutup mata. Giliran murid lain, kau buru-buru menegakkan keadilan omong kosong!” ejek Xiuhuan lagi.
__ADS_1
Kuping Xiao Yan panas mendengar ocehan Xiuhuan yang tak mau diam sejak tadi.
“Tebasan seribu Phoenix!” seru Xiao Yan.
Siluet Phoenix raksasa muncul di langit menutupi kota Guangxi. Ternyata Xiao Yan mengalirkan seluruh qi dalam Rongqinya.
“Buset! Dia marah sekali ternyata,” gumam Xiuhuan melihat siluet Phoenix raksasa itu.
Bila menghantam kota Guangxi, sudah dipastikan ribuan penduduk tak bersalah akan meregang nyawa. Palingan beberapa Pendekar Pedang yang mampu membuat pertahanan kuat saja yang selamat dari serangan besar ini.
“Apa-apaan dia ini! Dia ingin membunuh semua orang, hanya untuk mengalahkanku saja!” gerutu Xiuhuan.
Xiuhuan menghilangkan jurus terkuatnya, begitu juga dengan kloning manusia air. Kini Xiuhuan menancapkan pedangnya ke tanah. Ia ingin mencoba jurus lain dalam kitab Seribu Dongeng.
“Et, dah! qi yang kukumpulkan 10.000 tahun ini hanya dalam sehari saja sudah terkuras banyak. Kalau aku tinggal di Pulau Niao ini, butuh ratusan tahun untuk memulihkannya lagi,” gumam Xiuhuan.
Seandainya kejadian ini di Pulau Niao, Xiuhuan akan membunuh Xiao Yan sekarang juga, walaupun harus mengorbankan penduduk kota. Untung saja ia di daratan utama yang bisa berkultivasi dengan cepat, berkat bantuan Pil dari Alchemist Paviliun Shilin.
Saat pedang Rohnya telah menancapkan di tanah, Xiuhuan kemudian merapalkan jurus. “Kubah Tsunami!” seru Xiuhuan.
Tiba-tiba semua tempat bergetar hebat di seluruh kota Guangxi. Tetua Dong Shuliang yang sedang menyeduh teh hijau, dibuat kebingungan. Karena air tehnya lansung melayang ke udara.
Begitu juga dengan Qianran yang akan memasuki gerbang Sekte Pedang Taiyang untuk meminta bantuan pada Tetua Dong Shuliang dibuat kebingungan merasakan tanah bergetar. Air di parit dekat gerbang masuk Sekte Pedang Taiyang itu melayang ke udara.
Seluruh penduduk kota Guangxi juga merasakan penomena aneh ini. Yang mana suara gemuruh diiringi dengan semua air melayang ke udara. Baik itu air bersih, kotor, kencing, arak dan semacamnya berkumpul diatas kota Guangxi.
Para penduduk mulai bertanya-tanya, apakah sedang terjadi pertarungan dua tetua di dalam Sekte Pedang Taiyang, karena sebelumnya mereka juga melihat banyak Siluet Phoenix raksasa melayang di udara yang mereka ketahui itu adalah jurus terkuat tetua pertama. Sedangkan lawannya tak ada yang tahu siapa, kecuali orang-orang yang ada disekitar restoran Kaefci saja.
__ADS_1
...⚔️Bersambung ⚔️...