
Xiuhuan mengerutkan keningnya, malam sudah larut, tetapi Dong Jie masih asyik minum arak—sedangkan Dong Han dan Hu Dong sudah lama kembali ke kamar mereka. Pengunjung restoran juga sudah sepi, hanya ada beberapa Pengunjung yang menikmati arak saja lagi.
“Nona Jie, Anda sudah terlalu mabuk! lebih baik Nona Jie kembali ke kamar untuk istirahat," kata Xiuhuan—sudah bosan menemaninya. Apalagi Dong Jie sudah mulai berkata aneh-aneh dan berbicara kotor juga.
“Hah? Kau siapa tampan, maukah kau tidur denganku malam ini?" sahut Dong Jie menatap wajah Xiuhuan samar-samar terlihat mirip dengan mantan kekasihnya yang sudah lama tewas saat menjalankan misi.
Melihat Dong Jie yang sudah terlalu mabuk, Xiuhuan memutuskan memapahnya kembali ke kamar Dong Jie. Namun, saat ditanya di mana kamarnya, ia malah tak tahu di mana—sehingga Xiuhuan dibuat pusing dan memutuskan membawa Dong Jie ke kamarnya saja.
***
Keesokan harinya, Dong Jie bangun dengan kepala sedikit pusing. Dia mengingat kalau ia minum arak terlalu banyak tadi malam dan mengingat Xiuhuan memapahnya masuk kamar ....
“Tunggu! Di mana lelaki bejat itu?” Dong Jie melihat sekelilingnya, ternyata ia tidak tidur di kamarnya. Namun, “ini mungkin kamar Xiuhuan, tetapi ia malah kabur setelah ... apakah ia berbuat buruk padaku?" Dong Jie menjambak rambutnya, ia mencoba mengingat-ingat kejadian tadi malam. Namun, tak ada memori tentang saat Xiuhuan membawanya masuk ke kamar ini.
“Xiuhuannnnnnnnnn!” teriak Dong Jie yakin Xiuhuan mungkin telah melakukan hal mesum padanya, makanya laki-laki tampan itu menghilang sebelum ia bangun.
Di tempat lain, Xiuhuan bersama Yu Qingyi dan Yu Fen mengunjungi kediaman lama Clan Yu yang sudah rata dengan tanah. Kedua gadis Clan Yu itu ingin memberikan penghormatan terakhir pada keluarga Yu-nya yang telah gugur saat bertarung melawan Clan Liang.
Yu Qingyi meneteskan air matanya saat menemukan cincin nikah ibunya disekitar puing-puing bangunan itu. Dia masih teringat saat ibunya tewas didepan matanya.
Xiuhuan terkejut, tiba-tiba ia merasakan keberadaan sepuluh Kultivator Ranah Dark Star Tingkat Sembilan bersama dua Ranah Demon God tingkat Empat sedang bersembunyi di sela-sela puing bangunan.
__ADS_1
“Kenapa kalian bersembunyi di situ? Cepat keluar!” seru Xiuhuan, sehingga Yu Qingyi dan Yu Fen merasa keheranan. Dengan siapa Xiuhuan berbicara.
Para Kultivator yang bersembunyi dibalik puing bangunan itu segera keluar dan Yu Fen terkejut melihat Kultivator yang sangat familiar muncul dengan seringai tipis diwajahnya.
“Hahaha ... Aku tak menyangka, ternyata tuan yang membeli Yu Qingyi sangat hebat bisa mengetahui keberadaan kami. Padahal kami sudah menekan aura kami, agar tidak disadari oleh siapapun.” Liang Ya tertawa terkekeh-kekeh.
Yu Fen mendengus dingin dan berkata,“Sudah kukatakan sebelumnya, aku tak akan mau menjadi Selir dari Iblis yang membunuh keluarga Yu-ku!” cibir Yu Fen sembari meludah ke hadapannya.
Liang Ya sangat murka melihat kelakuan Yu Fen itu, walaupun ia tak terkena air ludahnya, tetapi itu adalah penghinaan baginya. “Hei, wanita murahan! Aku sudah dengan baik hati ingin menjadikanmu sebagai selirku, tetapi inikah balasan yang kau berikan?” Liang Ya memicingkan matanya. “Lihat keponakanmu itu, dia dijadikan sebagai budak dan tak akan bisa menjadi Iblis normal lagi dan selamanya akan menjadi makhluk rendahan begitu, apa kau ingin menjadi sepertinya?" ancam Liang Ya dengan mengeluarkan Aura pembunuh yang tipis, karena ia mungkin jarang membunuh Iblis lain.
Yu Fen ketakutan dan mundur kebelakang Xiuhuan, karena ia tahu Xiuhuan sangatlah kuat dan ini adalah kesempatan untuk balas dendam dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki oleh Xiuhuan tentunya.
“Liang Ya!" seru Yu Fen setelah ia berlindung di belakang Xiuhuan. “Kau itu hanyalah sampah yang berlindung di ketiak ayahmu. Kalau tak ada ayahmu yang melindungimu—sudah dari dulu aku membunuhmu dengan tanganku sendiri!" Yu Fen memprovokasi Lian Ya.
“Bibi Fen, berhenti memprovokasinya!" bisik Yu Qingyi. “Nanti Xiuhuan gege memarahi kita,” katanya lagi.
Yu Fen akhirnya menyadari kesalahannya, apalagi Xiuhuan diam saja mendengarkan ocehannya itu dan tidak menunjukkan reaksi apapun.
Liang Ya yang murka sudah tak tahan lagi. “Tangkap kedua gadis itu!" seru Liang Ya. “Aku ingin melihat sejauh mana kekuatan mereka melawan sembilan Ranah Dark Star sekaligus!”
Liang Ya cukup percaya diri anak buahnya mampu mengalahkan Yu Fen dan pria disebelahnya yang juga Ranah Dark Star Tingkat Sembilan itu, sementara Yu Qingyi hanya Dark Star Tingkat Lima saja—tentu saja kalau dikeroyok mereka pasti akan kalah.
__ADS_1
Yu Fen segera mengeluarkan Pedangnya, begitu juga dengan Yu Qingyi, tetapi mereka langsung tercengang saat kesembilan Ranah Dark Star Tingkat Sembilan itu berhenti melangkah dan memegang dada mereka. Tak lama kemudian seteguk darah keluar dari mulut mereka dan berteriak kesakitan—kemudian mereka jatuh tersungkur dengan mata terbelalak.
“Mereka mati? Siapa yang melakukan itu?”
Lian Ya dan Yu Fen terkejut melihatnya, sementara Yu Qingyi tersenyum. Dia sudah tahu itu pasti perbuatan tuannya—hanya dia yang mampu melakukan hal mustahil seperti itu.
“Tuan muda, kita harus mundur dan melaporkan kejadian ini pada Ketua Clan, agar ia menggerakkan Kultivator dari Sekte Tengkorak melawan Kultivator yang melindungi mereka. Aku yakin ada Kultivator kuat yang diam-diam melindungi mereka,” bisik anak buah Liang Ya.
“Benar juga, tak mungkin Ranah Dark Star Tingkat Sembilan membunuh mereka semua dengan mudah begitu,” gumam Liang Ya memutuskan kabur.
Liang Ya dan kedua Ranah Demon God tingkat Empat segera terbang meninggalkan puing-puing Kediaman Clan Yu, tetapi Xiuhuan mencengkram tangannya, sehingga Liang Ya merasa jantungnya hampir pecah dan terjatuh dari udara—menimpa puing bangunan Clan Yu.
“Tuan muda!” seru Kedua Ranah Demon God tingkat Empat menghampiri Liang Ya.
“Hahahaha ... siapa yang menyuruh kalian pergi? Seharusnya tamu harus berpamitan lebih dulu pada tuan rumah. Jangan datang dan pergi seenaknya saja seperti maling.” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh mengejek Liang Ya yang meringis kesakitan karena jantungnya seperti ditusuk-tusuk jarum. “Tindakan apa yang akan kita lakukan pada maling ini Qingyi‘er?” Xiuhuan bertanya—yang sebenarnya hanya mengejek Liang Ya saja.
Dengan senyum lebar Yu Qingyi berkata, “Mati!” Hanya satu kata itu saja jawaban dari Yu Qingyi, tetapi jawaban itu membuat Liang Ya menangis dan memohon ampunan, serta berjanji akan membayar Xiuhuan dengan 1000 Kristal Kuning yang ia miliki.
“Hanya 1000 Kristal Kuning? Hahahaha ....” Yu Qingyi tertawa terkekeh-kekeh, itu tak bisa dibandingkan dengan Kristal Kuning yang ada di cincin dimensi miliknya—yang jumlahnya satu gundukan besar. “Seharusnya kamu memberikan seluruh harta Clan Liang, itupun aku ragu tuan muda menerimanya,” ejek Yu Qingyi.
Liang Ya merasa sudah tak ada harapan lagi dan memerintahkan kedua anak buahnya—Kultivator Ranah Demon God tingkat Empat untuk membunuh Xiuhuan. Namun, mereka baru melangkah; tiba-tiba Xiuhuan sudah berada di hadapan mereka dan menebas leher kedua Kultivator Ranah Demon God tingkat Empat itu dengan Pedang Penghancur Semesta.
__ADS_1
“Qinyi‘er dan Fen‘er! Aku serahkan tuan muda Clan Liang itu pada kalian!” seru Xiuhuan sembari mengambil cincin dimensi milik anak buah Liang Ya itu.
Yu Qingyi dan Yu Fen menyeringai menatap Liang Ya, mereka tak berencana langsung membunuhnya. Bahkan Yu Fen menawarkan kontrak budak padanya, tetapi Liang Ya menolak keras dan memilih mati daripada menjadi budak.