
Zhi Yu menangkupkan tinju sembari berkata, “Terimakasih atas pertolongan Sekte Qingyun pada kami, kalau kalian tidak datang menolong kami, maka kami mungkin akan mati ditangan Geng Kapak tadi.”
“Geng Kapak?” Xiuhuan terkesan mendengar nama para perampok tersebut. “Kami juga sangat senang berhasil menyelamatkan Nona muda dari Paviliun Bulan,” sahut Xiuhuan dengan senyum cerah—seperti dia saja yang telah menyelamatkan Zhi Yu dan ia kemudian memperhatikan Bai Yuejing yang memancar Aura permusuhan, padahal Xiuhuan merasa mereka belum pernah bertemu. Namun, ia berpikir mungkin di saat perjalanan pertamanya ke Dunia Bawah ini, ia pernah menyakiti Pemuda yang diam saja sejak tadi tersebut.
“Namaku Zhi Yu Diaken Xiuhuan dan beliau adalah Bai Yuejing, Pendekar di Paviliun Bulan kami,” kata Zhi Yu dengan senyum manis—karena ia merasa Xiuhuan dan murid-murid Sekte Qingyun adalah orang yang baik.
Xiuhuan mengangguk pelan dan mengeluarkan Dua Pil penyembuhan tingkat tinggi.
“Obati luka kalian!” Xiuhuan menyerahkan Pil tersebut pada Zhi Yu sembari menyentuh pundaknya. “Anggap saja sebagai hadiah pertemanan antara Sekte Qingyun dan Paviliun Bulan.”
Xiuhuan tersenyum lebar—sembari melirik Bai Yuejing yang semakin risih melihat kelakuan Xiuhuan yang sebenarnya sengaja menyentuh pundak Zhi Yu—untuk memastikan apakah Bai Yuejing tidak suka padanya gara-gara ia akrab dengan wanita cantik ini atau dendam masa lalu.
Namun, melihat reaksi Bai Yuejing saat ini, Xiuhuan memastikan kalau Pendekar Paviliun Bulan itu sebenarnya mencintai Zhi Yu secara diam-diam.
“Bukankah ini terlalu mahal Diaken Xiuhuan?” Zhi Yu terkejut Xiuhuan memberikan barang mahal ini karena di Dunia Bawah—Pill penyembuhan sangat mahal harganya, berbeda dengan Benua Atas, karena di sumberdaya di Dunia Bawah cukup langka.
“Jangan dibahas lagi, cepat gunakan Pil itu untuk menyembuhkan lukamu!” sela Xiuhuan dengan santai sembari menyeduh tehnya, sedangkan Lou Er kembali bermain bersama Nie Rou dan ketiga murid luar lainnya ikut duduk bersama Xiuhuan.
Zhi Yu memberikan satu Pil penyembuhan pada Bai Yuejing dan keduanya kemudian menyerap Pil tersebut dengan duduk bersila.
Tiga batang dupa kemudian, keduanya membuka mata dan seluruh luka-luka yang ada ditubuh mereka telah menghilang, sehingga Bai Yuejing terkejut dengan keampuhan Pil yang diberikan oleh Xiuhuan, karena berbeda dengan Pil penyembuhan yang dijual oleh Paviliun Bulan—yang membutuhkan waktu beberapa hari untuk menyembuhkan luka seperti yang ia alami.
Zhi Yu dan Bai Yuejing kemudian menangkupkan tinju. “Terimakasih Diaken Xiuhuan!”
“Sudahlah jangan dipikirkan!” sahut Xiuhuan dengan senyum lebar dan berkata, “Apakah Nona Muda sudah memiliki kekasih?”
Bai Yuejing langsung mengerutkan keningnya, ia tak menyangka Xiuhuan langsung melakukan pergerakan cepat untuk merebut Nona Zhi-nya.
__ADS_1
Zhi Yu menundukkan wajahnya yang memerah, karena terkejut mendengar pertanyaan Xiuhuan. “Aku hanya Manusia fana dan tidak layak menjadi kekasih Diaken Xiuhuan yang telah menjadi Immortal,” sahut Zhi Yu malu-malu, karena ia telah melihat bagaimana Xiuhuan membunuh Lu Hui—hanya dengan mengepal tangannya saja.
“Ehemmmm!” Xiuhuan berdehem, karena Zhi Yu langsung salah sangka. “Aku hanya bertanya saja Nona Zhi, karena kedua muridku ini masih lajang dan kupikir keduanya sangat tampan hehehe ....” Xiuhuan tertawa pelan sembari menatap kedua muridnya yang tersipu malu.
Bai Yuejing sudah tak tahan lagi mendengar ocehan Xiuhuan. “Bukankah Diaken Xiuhuan suami dari Nona Bai Xinqi!”
Dia sengaja mengatakannya, untuk memberitahu Zhi Yu secara tersirat—bahwa Pria tampan dihadapannya itu adalah predator yang suka mengoleksi wanita.
Xiuhuan terkejut mendengarnya dan ia menyadari marga Bai Yuejing sama dengan marga istrinya.
“Eh, mungkinkah kamu sepupu dari istriku?” Xiuhuan menatap Bai Yuejing dengan senyum cerah, sehingga membuatnya makin ingin merobek-robek wajah Xiuhuan yang sangat hebat dalam berakting tersebut.
Zhi Yu juga teringat dengan kejadian belasan sepuluh tahun yang lalu, di mana kabar yang beredar mengatakan ada Kultivator dari Dunia Atas yang membawa mantan Ratu dan Tujuh Selir bersamanya.
“Apakah mereka saat ini menjadi Pendekar hebat?” Zhi Yu sangat penasaran, karena setahunya Kultivator yang tinggal di sana akan menjadi Pendekar kuat—seperti Xiuhuan dan murid-murid Sekte Qingyun ini.
“Ah, Ratu Bai Xinqi dan Selir Jie Louqing memilih menjadi Manusia biasa, tetapi berkat diriku mereka telah menjadi Manusia Abadi dan Selir lainnya telah menjadi Immortal,” sahut Xiuhuan dengan ekspresi wajah datar, tetapi Zhi Yu dan Bai Yuejing hampir muntah darah mendengarnya.
“A-abadi?” Zhi Yu sangat penasaran dengan kata-kata itu. “Bisakah Diaken Xiuhuan memberikan aku ramuan yang bisa membuatku awet muda itu? Tenang saja, aku akan membayar berapapun biayanya?” katanya lagi.
Bai Yuejing mengutuk kenapa dirinya tidak memiliki banyak kepingan emas, karena ia juga ingin abadi seperti Manusia di Dunia Atas.
Xiuhuan tersenyum masam, karena topik pembicaraan ini telah melenceng jauh—padahal awalnya ia hanya ingin bercanda saja.
“Nona Zhi pasti tidak akan mau dengan imbalan yang kuminta, karena ramuan abadi itu adalah rahasia yang hanya diriku saja yang mengetahuinya dan tidak akan Nona Zhi temui di Dunia Atas!” sahut Xiuhuan, karena ramuan abadi yang ia maksud sebenarnya adalah Mata Air Keabadian dari Dimensi Siluman.
Zhi Yu masih penasaran, walaupun ia melihat Xiuhuan enggan untuk memberikan Ramuan abadi tersebut. “Tolonglah Diaken Xiuhuan, aku bukanlah Kultivator—sehingga tidak memiliki umur panjang dan aku sangat membutuhkan ramuan abadi itu!” Zhi Yu memasang ekspresi wajah memelas, sehingga Xiuhuan langsung luluh melihatnya.
__ADS_1
“Bukannya aku tak mau memberikannya pada Nona Zhi, tetapi untuk menjadi manusia abadi—maka Nona Zhi harus melakukan Kultivasi Ganda denganku!” Xiuhuan berbohong padanya.
“Kultivasi ganda?” Zhi Yu terkejut mendengarnya, “Ternyata begitu hahaha ....” Dia tertawa masam, karena tak menyangka ternyata untuk menjadi abadi ia harus merelakan kesuciannya.
Bai Yuejing sangat senang melihat kekecewaan yang terpancar di ekspresi wajah Zhi Yu tersebut, yang berarti dia tidak menyukai Xiuhuan.
Tak lama kemudian, mereka akhirnya memasuki wilayah Kerajaan Zhu—karena setelah meninggalkan markas Geng Kapak, Xiuhuan langsung menggunakan kecepatan penuh pada Artefak Kapal Terbangnya.
Zhi Yu memandu arah menuju ibu kota Kerajaan Zhu, sehingga Xiuhuan tidak perlu lagi membuka Peta untuk mencari jalan menuju Kota Zhong.
Para penduduk ibu kota langsung menengadah menatap langit, terkejut melihat kehadiran Kapal Terbang mewah melintasi Kota Zhong dan Kapal Terbang tersebut mendarat di halaman Paviliun Bulan.
...***...
Seorang Prajurit tergesa-gesa menuju Istana Kerajaan dan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada Raja Zhu Liang yang sedang menikmati teh ditemani Selir mudanya yang sangat cantik.
“Kenapa kamu tampak panik begitu?” Raja Zhu Liang menatap tajam pada Prajurit tersebut, karena mengganggu waktu istirahatnya.
“Lapor Yang Mulia!” sahut Prajurit tersebut. “Ada Artefak Kapal Mewah yang melintasi langit Kota Zhong dan Kapal mewah itu menuju Paviliun Bulan, kami juga melihat Nona Zhi Yu berada di atas Kapal Mewah tersebut!”
“Lacur sialan itu akhirnya menampakkan batang hidungnya juga!” umpat Raja Zhu Liang, karena saat ia ingin melamar Zhi Yu beberapa hari yang lalu, Putri satu-satunya pemilik Paviliun Bulan tersebut malah pergi ke Kerajaan Qin—yang kini menjelma menjadi Kerajaan terkuat di Dunia Bawah, karena Raja baru mereka berhasil menerobos ke Ranah Chaos Ancient God, sehingga menjadikannya sebagai Kultivator terkuat di Dunia Bawah. “Apa kamu tahu siapa pemilik artefak kapal mewah itu?” selidik Raja Zhu Liang penasaran.
Kalau Artefak Kapal mewah itu milik Kerajaan Qin, maka ia tidak akan bisa berbuat apa-apa pada Paviliun Bulan, karena Kerajaannya tak mungkin menyinggung mereka, kalau itu milik Kerajaan lain, maka ia berencana mengambilnya.
“Kami sedang menyelidikinya Yang Mulia!” sahut Prajurit tersebut.
Raja Zhu Liang melambaikan tangannya. “Cepat selidiki dan aku mau dalam tiga batang dupa sudah ada hasilnya!” perintahnya.
__ADS_1
Prajurit tersebut langsung menyetujui perintah Raja Zhu Liang dan segera meninggalkan istana, sedangkan di halaman Paviliun Bulan—Pemilik Paviliun Bulan langsung menyambut kedatangan Xiuhuan seperti menyambut Raja saja, karena ia memerintahkan bawahannya membentangkan karpet merah.