
Feng Jiao baru menyadari kalau diatas kepala Yu Qingyi ada monster Rubah kecil—padahal mereka sudah lama berbincang-bincang dalam ruangan administrasi Kediaman Clan Feng tersebut.
“Kamu sungguh hebat dapat menjinakkan Monster imut itu!” seru Feng Jiao—dengan senyum lebar menatap Yu Qingyi.
Yu Qingyi juga sudah lupa dengan keberadaan Xiao Huli sejak kabur dari makam berbentuk Piramida di wilayah Clan Sin, mungkin Xiao Huli dapat menyamarkan aura keberadaannya. “Ah, ini adalah monster peliharaan Xiuhuan gege, tetapi beberapa hari ini ia akrab denganku setelah keluar dari ....” Yu Qingyi tidak melanjutkan ucapannya, karena tidak ingin nanti Feng Jiao berubah menjadi serakah setelah mengetahui kalau mereka keluar dari Pulau Terapung yang terkenal memiliki harta dan monster berlimpah—sehingga banyak yang iri pada Clan Kong memiliki tempat misterius seperti itu.
“Oo, ternyata begitu!” sahut Feng Jiao tahu Yu Qingyi tidak ingin rahasianya terbongkar, makanya ia memilih tidak melanjutkan ucapannya. “Baiklah mari kita menuju arena gladiator, aku sudah tidak memiliki petarung lagi—karena semua budak yang kumiliki telah tewas saat bertarung dan hehehe ... aku memiliki Kristal Merah sebagai modal besar dalam taruhan nanti!” Feng Jiao tertawa terkekeh-kekeh.
Xiuhuan hanya tertawa masam dan berniat harus menaruh taruhan besar nanti, agar modal menyogok Feng Jiao balik kembali. Karena Satu Kristal Merah setara dengan tarif masuk satu Iblis ke Menara Iblis di kota Zhongjian.
Lokasi arena gladiator sengaja dibangun bersebelahan dengan Kediaman Clan Feng, karena Ketua Clan Feng lebih sering berada di arena gladiator daripada di Kediamannya, sehingga kalau ada tamu dari Clan lain—maka ia bisa dipanggil sesegera mungkin.
Feng Jiao memasuki arena gladiator dan mengambil tiket tantangan melawan peserta dari Ketua Clan Feng—yang merupakan Iblis budak yang telah memenangkan Sembilan pertarungan berturut-turut, kalau ia memenangkan satu pertarungan lagi, maka ia akan menghirup udara bebas atau menjadi Iblis merdeka.
Setelah mendaftarkan Xiuhuan, Feng Jiao dan ketiga istri Xiuhuan menuju tempat duduk VVIP yang bersebelahan dengan Ketua Clan Feng. Xiuhuan juga memasang 10.000 Kristal Kuning sebagai taruhannya dengan memakai nama Yu Fen, sedangkan Feng Jiao hanya memasang 100 Kristal Kuning pemberian dari Feng Ming tadi dan ia berencana mengajak salah satu penonton VVIP untuk taruhan Kristal Merah nanti.
“Saudari Jiao, kukira kamu tak berani muncul di sini lagi, bukankah jatah bulanan masih sepuluh hari lagi? Aku takut kamu hanya menonton tanpa memasang taruhan hehehe ....” Feng Huang—Ketua Clan Feng tertawa terkekeh-kekeh mengejek adik perempuannya itu.
__ADS_1
Feng Jiao menatap sinis pada Feng Huang, sehingga ia terkejut—kenapa tiba-tiba sorotan matanya sangat tenang, tidak seperti biasanya.
“Kalian yang telah merampok makam yang kami temukan!” seru Sin Chan menunjuk wajah Ketiga istri Xiuhuan. “Di mana suamimu itu, dia harus mati ditangan kami!" ancam Sin Chan dengan wajah memerah.
Sin San menarik tangan Sin Chan untuk duduk. “Tenangkan dirimu, kita bukan di wilayah Clan Sin dan mereka juga berteman dengan Saudari Jiao, sehingga kita tak bisa mengusik berandalan itu!” bisik Sin San.
“Tapi tuan muda San, mereka telah mencur—” Belum selesai ia bicara, tetapi Sin San melotot menatapnya agar tidak banyak bicara, karena bila tamu-tamu dari Clan lain tahu mereka diperdaya oleh Kultivator Ranah Demon God tingkat Sembilan, mau ditaruh di mana wajahnya nanti.
Feng Huang akhirnya mengerti dari mana ketenangan sikap adiknya itu muncul. Ternyata, ia telah mendapatkan batu giok yang sangat berharga.
“Apakah Saudari Jiao ingin taruhan?” tanya Sin San sembari mengeluarkan Satu Kristal Merah. “Bagaimana kalau jagoanmu menang, maka Saudari Jiao akan mendapatkan Kristal Merah ini dan apabila jagoanmu kalah, maka ... cukup serahkan dia padaku. Bagaimana?” Sin San menyeringai menatap Feng Jiao.
“Cih, seandainya aku yang menemukan buronan Clan Sin ini,” gumam Feng Huang mengutuk anak buahnya yang berjaga di perbatasan, kenapa mereka tidak membawakan Xiuhuan padanya. “Aku harus menghukum anak-anak nakal itu, karena lebih patuh pada Jiao‘er daripadaku sebagai pimpinan mereka!” Feng Huang mengutuk Feng Ming dan rekan-rekannya yang ada di perbatasan, sehingga mereka merasa bulu kuduknya merinding—seperti akan mendapatkan kesialan saja.
Sin San sudah mengetahui kalau Xiuhuan bukalah Kultivator Demon God tingkat Sembilan biasa, sehingga ia ragu untuk mengambil taruhan ini, walaupun awalnya ia sangat bersemangat. “Bolehkah kalau anggotaku yang akan melawan peserta andalan Nona Jiao itu?” Sin San bertanya pada Feng Huang yang sudah tahu hubungan adik kakak ini tidak akur.
Feng Huang berpikir sejenak, ia belum pernah melihat Sin San khawatir dengan musuh yang dihadapinya dan untuk yang satu ini sepertinya Sin San bertindak sangat hati-hati.
__ADS_1
“Baiklah, aku setuju saja—karena aku ingin berpihak padamu,” sahut Feng Huang sembari mengeluarkan Kristal Merah juga. “Bagaimana Saudari Jiao, aku boleh ikut taruhan, kan?” goda Feng Huang pada adiknya itu.
Feng Jiao mengepal tinjunya, ia hanya memiliki satu Kristal Merah saja. Namun, ia merasa mereka akan menjebaknya—karena ia tidak mengetahui siapa yang akan melawan Xiuhuan nanti.
“Aku akan ikut taruhan!” sela Kong Xia mengeluarkan Satu Kristal Merah yang akan menjadi biaya pendaftaran tiket masuk ke Menara Iblis nanti. “Aku akan mendukung suamiku!” katanya lagi.
Feng Huang tersenyum lebar dan tak menyangka Xiuhuan ini cukup unik. Padahal ia sudah memiliki pendukung Feng Jiao, sehingga seharusnya tak perlu bertarung untuk melewati wilayah Clan Feng. Namun, ia tetap memilih bertarung dan ikut taruhan atas namanya sendiri. “Apakah mereka merampok Clan Sin?” gumam Feng Huang melirik Sin San yang tetap tenang, sedangkan Sin Chan tampak melotot menatap ketiga istri Xiuhuan.
“Baiklah kita akan mulai taruhannya. Kamu setuju kan, tuan muda San?” Feng Huang menyakinkan Sin San sebelum memulai pertarungan di arena gladiator tersebut.
Sin San menarik nafas dalam-dalam dan mengangguk. “Sin Kong! Bunuh laki-laki itu!” kata Sin San pada anak buahnya yang merupakan Ranah Demon God tingkat Sembilan yang sudah mencapai tahap akhir menuju Ranah Raja Iblis, tetapi ia menunda kenaikan tingkat Kultivasi-nya karena ingin berkultivasi di Menara Iblis—sebab Ranah Raja Iblis tidak bisa memasuki tempat itu.
Sin Kon menangkupkan tinjunya dan berkata, “Baik tuan muda. Aku tidak akan mengecewakan kepercayaan yang tuan muda berikan hehehe ....” Seringai tipis terpancar dari wajahnya.
Feng Jiao terkejut Sin San mengirim Sin Kong yang sudah terkenal sebagai Kultivator Ranah Demon God tingkat Sembilan terkuat di Clan Sin. Tidak ada Kultivator selevelnya yang mampu mengimbangi kekuatannya dan Feng Long—Kultivator berbakat dari Clannya saja dikalahkan hanya dengan sepuluh gerakan saja.
Feng Huang tersenyum lebar menatap Feng Jiao yang tampak suram setelah mengetahui lawan dari jagoannya adalah Sin Kong. “Ayo tersenyumlah Saudari Jiao, bukankah kamu sangat bersemangat tadi?” ejek Feng Huang.
__ADS_1
Feng Jiao menatap lurus pada Xiuhuan yang berdiri di sudut arena gladiator, wajahnya cemberut dan tidak bisa diajak bicara lagi, sedangkan Ketiga istri Xiuhuan tetap tampak tenang, sehingga Sin San merasa mungkin Sin Kong akan kalah dalam pertarungan ini.