Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Lou Xue


__ADS_3

Lou Xue atau Huo Xue keluar dari ruang Pagoda Surgawi Klan Huo di Kota Hougang—wilayah timur Dunia Biru. “Sial! Aku gagal lagi menerobos ke Ranah Absolute God!” gerutu Huo Xue sembari mengerutkan keningnya, sehingga murid-murid Clan Huo lainnya langsung menjaga jarak darinya, karena ia memiliki temperamen tinggi dan tidak segan-segan membekukan murid-murid lain yang menghalangi jalannya.


Tetua Kedua yang merupakan satu-satunya tetua wanita di Klan Huo menghela nafas panjang menatap Huo Xue yang beberapa bulan yang lalu mendatangi Klan Huo dan mengaku sebagai keturunan Clan Huo yang kabur ke Benua Resifel, ia mengatakan ingin bergabung dengan Clan Huo untuk menjadi kuat serta mengaku Clan Huo di Benua Resifel telah dilenyapkan oleh seseorang yang sangat ia benci sekali.


Para tetua awalnya tidak menerimanya, tetapi Ketua Clan tertarik melihat bakatnya yang sangat luar biasa setelah Huo Xue menunjukkan bahwa ia memiliki elemen Es, Angin dan Air, sementara elemen Kayu, Gravitasi dan Hukum Ruang sengaja ia sembunyikan—karena kini ia tidak mempercayai siapapun lagi, termasuk Clan Huo ini dan berniat untuk memanfaatkannya saja meningkatkan basis Kultivasi-nya.


Ketua Clan Huo kemudian menunjuk tetua Kedua menjadi pembimbingnya, tetapi setelah berjalannya waktu tetua kedua menyadari wanita cantik dan pendiam ini memiliki iblis hati yang sulit dihilangkan, sehingga mengganggu proses Kultivasi-nya.


...***...


“Xue‘er! Kenapa kamu tidak mengatakan bahwa kamu telah keluar dari Pagoda Surgawi?” Lelaki tampan yang merupakan tuan muda Clan Huo langsung menghampirinya setelah mendapatkan informasi dari kaki tangannya yang mengatakan Huo Xue telah gagal lagi menerobos Kultivasi.


Huo Ming—tuan muda Clan Huo ini adalah satu-satunya murid Clan Huo yang berani berbicara dengannya, karena Huo Xue tidak mungkin menghajarnya juga, sebab ia adalah Putra Ketua Clan Huo—makanya ia harus sabar menghadapi Pemuda yang sangat tergila-gila padanya tersebut.


“Tuan muda Ming, Aku sedang tidak mood berbicara dengan Anda! Tolong biarkan aku sendiri!” gerutu Huo Xue memalingkan wajahnya dari Huo Ming.


Huo Ming tersenyum lebar, karena telah sebulan ia berpisah dari wanita cantik sedingin es ini, ia bahkan membuang semua selir-selirnya setelah mengetahui kalau Huo Xue membenci Pria yang memiliki banyak wanita. Namun, tetap saja Huo Xue menolaknya, tetapi sebagai Pejantan tangguh—dirinya tak akan menyerah begitu saja hingga Huo Xue bertekuk lutut padanya.


“Ah, sangat disayangkan kamu gagal lagi memasuki Ranah Absolute God,” kata Huo Ming berpura-pura bersimpati padanya. “Aku tahu kamu ingin balas dendam secepatnya, bagaimana kalau kita melakukan Kultivasi ganda dan jangan khawatir saat aku mencapai Ranah Absolute God juga, aku akan membantumu membunuh Pria bernama Xiuhuan itu!” Ini adalah untuk Kelima kalinya ia mengajak Huo Xue melakukan Kultivasi ganda, tetapi selalu mendapatkan penolakan darinya.

__ADS_1


Huo Xue menghela nafas dalam-dalam dan berkata, “Sudah berapa kali kukatakan tuan muda Ming, bahwa aku telah menikah dan memiliki dua anak, sehingga Kultivasi ganda tidak akan meningkatkan Kultivasi-ku!”


Huo Xue sangat risih Huo Ming terus menempel padanya, tetapi Huo Ming selalu tidak yakin bahwa ia telah menikah—karena ia terlihat sangat cantik hanya itu alasan konyol Huo Ming.


“Ya, itu terserah kamu saja Xue‘er! Tapi ingat, semakin lama kamu naik ke Ranah Absolute God, maka kesempatan untuk balas dendam akan semakin kecil!” sahut Huo Ming mencoba mempengaruhinya.


Huo Xue diam saja dan langsung masuk ke kamarnya dan seperti biasa Huo Ming akan berdiri di luar pintu menunggunya keluar, karena takut Huo Xue didekati oleh murid laki-laki lainnya.


...***...


“Aku mendengar murid balok esmu itu telah meninggalkan Pagoda Surgawi,” kata tetua Pertama saat berada di Kediaman Ketua Clan Huo karena saat ini semua tetua sedang dikumpulkan untuk melakukan evaluasi tahunan kinerja mereka.


Tetua Kedua menatap tetua Pertama yang juga guru dari Huo Ming tersebut dan berkata, “Seperti biasa, selalu gagal!” Tetua Kedua tidak terlalu berminat menjawabnya, karena ujung-ujungnya tetua Pertama meminta agar dirinya meminta Huo Xue agar mau melakukan Kultivasi ganda dengan Huo Ming.


“Oh, dia gagal lagi!” sela tetua Ketiga. “Bagaimana tetua Kedua menyuruhnya untuk menjalankan misi saja lebih dulu dan terlalu terpaku berkultivasi di Pagoda Surgawi, mana tahu saat berada di luar sana—ia tiba-tiba mendapatkan pencerahan!” Tetua Ketiga memberikan masukan dan tetua Pertama setuju dengan masukannya itu, karena ini adalah kesempatan menduetkan Huo Ming dengan Huo Xue.


“Iya! iya! Akan kusuruh dia nanti menjalankan misi!” sahut Huo Xue sembari duduk di kursinya.


Tetua Pertama mengedipkan mata pada tetua Ketiga karena telah membantu rencananya untuk semakin membuat Huo Ming dekat dengan Huo Xue.

__ADS_1


“Jangan lupa traktir aku arak nanti!” bisik tetua Ketiga.


“Tenang saja, nanti malam kita akan berpesta!” sahut tetua Pertama dengan senyum lebar.


...***...


Huo Xue tahu, Huo Ming pasti akan menunggunya di depan pintu kamar, sehingga ia memutuskan berkultivasi lagi di kamarnya. Namun, selalu yang muncul di benaknya adalah wajah sedih Lou Jingmi dan Lou Er saat mereka berpisah—kemudian wajah Xiuhuan yang tersenyum lebar juga akan muncul, sehingga ia ingin sekali menghancurkan wajah yang telah menghancurkan keluarganya itu.


“sial! Lagi-lagi aku gagal!” gerutu Huo Xue setelah berlalu waktu satu batang dupa dan ia merebahkan tubuhnya di ranjang.


“Saudari Xue, Anda diminta datang ke Kediaman tetua Kedua!” Suara murid wanita terdengar dari luar pintu kamarnya.


Huo Xue tidak menjawabnya, tetapi ia langsung membuka pintu dan berjalan keluar asrama wanita Clan Huo tersebut yang langsung diikuti oleh Huo Ming, satu-satunya murid laki-laki yang berani memasuki asrama wanita tanpa takut akan mendapatkan hukuman dari Aula Hukum yang berpura-pura tidak pernah melihat kesalahannya.


Huo Xue berpikir, mungkin tetua Kedua akan menasehatinya lagi untuk melupakan masa lalunya agar bisa menghilangkan Iblis hati yang membuatnya kesulitan untuk menerobos kultivasi ke Ranah Absolute God.


“Tetua!” Huo Xue menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada Tetua Kedua yang tersenyum hangat menyambutnya—karena ia sudah menganggap Huo Xue seperti putrinya sendiri.


“Kamu sudah beberapa bulan di sini dan belum pernah memberikan kontribusi pada Clan, sehingga aku memutuskan kamu harus mengerjakan misi setiap kali keluar dari Pagoda Surgawi,” kata Tetua Kedua sembari tersenyum. “Nah, pilih saja misi apa yang menurutmu cocok di Aula Misi!” katanya lagi.

__ADS_1


Huo Xue menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat dan berkata, “Baiklah tetua!” Dia langsung melesat ke Aula Misi.


Huo Ming menangkupkan tinju juga pada tetua Kedua dengan senyum cerah, karena ia akan berduaan dengan Huo Xue meninggalkan Clan Huo, sehingga ia berharap hubungan mereka akan makin dekat nantinya.


__ADS_2