
Xiuhuan dan Jia Li memasuki kediaman Jendral Qian Shing, beberapa pasukan Kerajaan berjaga di kediaman yang cukup megah itu, letaknya tak terlalu jauh dari markas pasukan Kerajaan Han.
"Hormat Hakim!" seru Pendekar Pedang tahap 65 yang berjaga di pintu masuk kediaman Jendral Qian Shing.
"Di mana Jendral Qian Shing?" tanya Jia Li dengan suara datar saja, namun mengintimidasi bagi yang mendengarnya.
"Beliau ada di dalam Hakim," jawab Pendekar Pedang itu yang merupakan pasukan Kerajaan.
"Oo, ayo masuk!" seru Jia Li dan Xiuhuan beserta Pengawal Jia Li mengikutinya dari belakang.
Sosok Jia Li yang sudah terkenal akan ketegasannya, membuat pasukan kerajaan yang berjaga lansung memberi hormat saat melihatnya. Tak berselang lama mereka sampai di ruang tamu Jendral Qian Shing. Tampak juga gadis belia yang kira-kira berusia 16 tahun duduk di kursi sebelah Jendral Qian Shing yang dikelilingi oleh selir-selirnya yang sangat cantik membuat para pria iri saja.
"Ada tiba-tiba kau menerobos kemari Jia Li?" ucap Qian Shing sambil mengayunkan tangannya, pertanda untuk selir-selirnya meninggalkan mereka.
Para Selir cantik itu lansung bergegas pergi dan beberapa memasang pakaian dulu, karena telah dilepas oleh Jendral Qian Shing tadi. Gadis 16 tahun yang duduk di kursi tadi juga ikut bergegas pergi.
"Hei, kau gadis kecil!" seru Jia Li dan gadis itu menoleh kebelakang. "Kau disini saja ... kami kemari karena ada kaitannya denganmu juga."
Wajah Qian Shing lansung masam mendengar ucapan Jia Li, padahal tadi ia sudah berusaha bersikap sopan dengan memaksakan tersenyum, walaupun senyumannya tetap memancarkan wajah seram.
"Urusan apa kau Jia Li dengan wanita-wanitaku?"
"Hehehe ... kau tak usah tegang begitulah Jen-de-ral!" sahut Jia Li yang lansung duduk di kursi berhadapan dengan Qian Shing.
"Ini wilayahku! Jangan sampai kau mencari musuh yang tak diperlukan Jia Li!" seru Qian Shing mencoba menggertak Jia Li.
"Kayak tak kenal aku saja kau Jendral! Apa kau memang mempunyai salah, sehingga kau tegang begitu," sahut Jia Li dengan senyum tipis terpancar dari ekspresi datarnya.
"Sialan Jia Li ini, ia pasti sudah mengetahui keberadaan Dou Yi, padahal tinggal sebentar lagi ia genap 16 tahun dan hanya butuh waktu dua level lagi ia bisa menggunakan jurus Pembelah dimensi itu," guman Qian Shing. Ia berpikir keras untuk tetap mencari cara mempertahankan Dou Yi, nama gadis yang akan di jemput oleh Xiuhuan.
__ADS_1
"Kenapa kau diam saja Jendral atau kupanggil Qian Shing saja supaya kelihatan akrab!" seru Xiuhuan membuyarkan lamunan Qian Shing.
"Sial! ini pasti ulah kakek tua bangka itu. Apa mereka gagal membunuhnya? tapi tak mungkin juga ia dengan mudah mengadu pada Jia Li, atau ..." mata Qian Shing tertuju pada Xiuhuan, yang memakai sebuah jubah Sekte yang tidak familiar di matanya. "Pasti kakek tua bangka itu mengadu pada Pemuda ini," guman Qian Shing lagi.
"Jadi ... kasus apa yang kau tangani?"
Qian Shing bertanya pada Jia Li, ia berusaha tetap tampak tenang. Karena, jika ia gugup, maka Jia Li akan makin terobsesi dengan kasus ini.
"Adik kecil ... sini duduk disebelah kakak!" seru Jia Li pada Dou Yi.
Dou Yi melirik Qian Shing yang memelototinya, namun karena dipanggil oleh Jia Li. Dengan terpaksa ia bergegas duduk di sebelah Jia Li.
"Apa kau menjadi anjing sekte diluaran sana dan menentang Pangeran? Asal kau tahu ya, Dou Yi cuma dititipkan oleh Pangeran padaku dan besok akan diambilnya kembali."
Sekali lagi Qian Shing mencoba mengintimidasi Jia Li. Qian Shing mencoba mendompleng nama Pangeran untuk menekannya.
"Apa!" Qian Shing kaget, tak mengira Jia Li tertarik dengan pria. Mengingat sifatnya yang dingin dan hanya mementingkan keadilan yang digaung-gaungkannya selama ini.
"Perkenalkan ini kekasihku Xiuhuan, yang merupakan tetua di Sekte kecil. Kemarin ia menghadiri undangan Sekte Pedang Surgawi. Sekarang aku akan membawa anak ini dan tak akan mengusut lebih jauh, ini untuk menutup muka kalian supaya tak malu. Satu lagi ingatkan pada Pangeran yang kau maksud, jangan meremehkan aku."
"Hahaha, aku kagum padamu yang tak takut pada Pangeran. Silahkan bawa saja dia, namun aku tak menjamin kau akan tenang nanti!" seru Qian Shing pada Jia Li yang tersenyum tipis.
"Ayo dik, kita pergi dari sini! Kau telah bebas dari neraka ini," ucap Jia Li menarik tangan mungil gadis kurus itu. Ia tampak tertekan tinggal di kediaman Qian Shing selama ini.
Dou Yi memegang erat tangan Jia Li, tak terasa air matanya mengalir. Ia tak mengira akan lepas dari genggaman Qian Shing, padahal Qian Shing sudah menyiapkan gaun pengantin untuk menjadikannya sebagai koleksi selir berikutnya.
"Apa kita akan bertindak!" Seorang Assasin muncul disamping Qian Shing.
"Jangan ... laporkan pada mereka, untuk saat ini kita tak boleh membuat kegaduhan dulu. Karena ada dia dibelakang Jia Li.
__ADS_1
"Maksud tuan, Hakim sepuh itu?" tanya Assasin itu penasaran.
"Jaga ucapanmu! Dia memiliki kuping yang besar, nanti ia mengobrak-abrik tempat ini. Kau laporkan saja pada mereka, cuma mereka yang berani berhadapan dengannya."
Assassin itu mengangguk setuju dan pamit undur diri, sedangkan Qian Shing lansung melempar gelas ditangannya hingga pecah berkeping-keping. Ia tak menyangka keberadaan Dou Yi akan diketahui oleh hakim wanita yang menyebalkan itu.
Sesampainya diluar kediaman Jendral Qian Shing, Jia Li merasa lega dapat menekan Pendekar Pedang tahap 100 itu. Padahal jika Qian Shing melawan, Jia Li tak akan sanggup menghadapinya.
"Sekarang mau kau apakan gadis ini?" Jia Li menatap Xiuhuan yang berjalan di sebelahnya. Karena misinya cuma sebatas membebaskan gadis itu.
"Dik, aku akan memberikan kamu uang, nanti kamu pergi ke kampung halaman ibumu. Itulah yang ayahmu katakan padaku, katanya tak usah mencarinya lagi," ucap Xiuhuan pada Dou Yi, ia kemudian memberikan kantong kecil berisi puluhan keping emas didalamnya.
Sontak Jia Li kaget melihat Xiuhuan memberikan Dou Yi satu kantong emas, ia tak menyangka Xiuhuan memiliki banyak uang. Karena selama ini Jia Li hanya fokus pada kenikmatan duniawinya saja.
"Aku tak boleh kesana senior, mereka pasti akan mencariku. Aku akan ikut senior Hakim saja," ucap Dou Yi membuat mereka kaget.
"Aku tak bisa menjagamu nanti dik, sebab ibukota ini dalam genggaman kelompok mereka." Jia Li menolak permintaan Dou Yi.
Matanya berkaca-kaca, ia kemudian melirik Xiuhuan, karena tadi ia mendengar Xiuhuan adalah kekasih Hakim Jia Li. "Senior ..." ia memegang tangan Xiuhuan.
"Astaga ... kenapa wajah seperti ini muncul lagi," guman Xiuhuan melihat wajah Dou Yi yang berkaca-kaca menatapnya. Kejadian seperti ini juga terjadi pada dua muridnya dulu.
"Ya sudah, aku akan menjadi penampungan anak lagi nih!" seru Xiuhuan mengiyakan permintaan Dou Yi. Ia kemudian mengambil kembali kantung emas dari tangan Dou Yi, membuat kaget gadis itu. Padahal sudah diberikan tadi, kini malah diambil kembali. Ia kemudian berpikir Xiuhuan adalah orang yang pelit, namun ia tetap senang karena sudah ada yang akan menjaganya dari cengkeraman Jendral Qian Shing.
"Baiklah kita berpisah disini, kalau terjadi sesuatu nanti. Kalian kabur saja ke tempatku," ucap Jia Li.
Xiuhuan dan Dou Yi mengangguk setuju, mereka kemudian menuju pinggiran kota Tianwu, menuju penginapan yang disewa oleh Xiuhuan. Xiuhuan juga berpesan pada Dou Yi agar merahasiakan semua yang terjadi tadi, karena Sekte Teratai Biru yang akan menjadi rumah barunya, tak mengetahui apa yang dilakukan oleh Xiuhuan, termasuk nanti pada Xiao Liu, teman sekamar Xiuhuan.
Bersambung 🗡️⚔️🗡️
__ADS_1