
Keesokan paginya Xiuhuan bangun saat matahari pagi menyengat kulitnya. Wanita penghibur yang ia sewa ternyata sudah pergi lebih dahulu. Untung saja Xiuhuan lansung memberikannya tips Poin lumayan banyak, agar dapat ia pergunakan membiayai kebutuhannya dan anak-anaknya.
“Matahari sudah mulai meninggi, ah, sial! Apakah aku akan ketinggalan masuk ke makam itu,” gerutu Xiuhuan lansung mengenakan pakaiannya dan melompat melalui jendela.
Xiuhuan tidak melapor lagi pada waria pemilik rumah bordil, karena tadi malam ia sudah membayar biaya inapnya.
Dengan jurus Langkah Kilat, Xiuhuan melesat cepat mengikuti petunjuk dari wanita penghibur yang ia sewa. Saat sampai di bibir makam, ternyata sudah ada ratusan murid berbagai Sekte berkumpul di sana.
Xiuhuan bingung, kenapa mereka malah berkumpul di sana dan belum memasuki makam.
Murid Sekte kecil berkumpul agak jauh dari gerbang masuk makam. Sedangkan untuk murid Sekte besar berdiri di dekat gerbang masuk makam. Sebagian dari murid Sekte besar itu tampak begitu sombong.
“Murid Sekte Bambu Kuning datang!”
“Berikan jalan! Mereka adalah Sekte nomor dua terkuat di Kerajaan Yuan!”
Murid-murid Sekte kecil memberikan jalan pada mereka agar berjalan mulus ke depan makam. Sekte Bambu Kuning sendiri mengirim Lima murid terbaik mereka, empat Pendekar Pedang laki-laki dan seorang Pendekar Pedang wanita yang tampak anggun dengan mengenakan penutup wajah, mengingatkan Xiuhuan pada Gu Ruyan yang berpenampilan seperti itu saat menyamar masuk ke kota Yannan.
“Di mana Xu Que? Murid terkuat Sekte Bambu Kuning dan peringkat ke 26 pada kompetisi antar Sekte terakhir itu.”
Murid-murid Sekte kecil itu menjadi heboh, saat tidak melihat keberadaannya. Namun, tiba-tiba sebuah cahaya putih seperti laser muncul dan terdengar dentuman keras.
“Ah, aku lupa menginjak rem,” kata Pendekar Pedang pria tampan berjubah Sekte Bambu Kuning. “Apakah Nona Wei Fang Yin belum datang, atau kalian menungguku,” katanya lagi sembari memperhatikan sekitarnya dan belum melihat murid Sekte Tianshi di sekitar makam.
“Xu Que telah muncul!”
“Dia keren sekali!”
“Tolong perkosa aku Que gege, agar dapat memperbaiki keturunanku!”
__ADS_1
Para murid perempuan dari Sekte kecil dan menengah heboh dengan kedatangannya. Sedangkan murid-murid pria tampak tidak suka atau iri dengan kepopulerannya itu. Termasuk Xiuhuan yang merasa para murid perempuan itu terlalu berlebihan memujanya.
“Dasar Pendekar Pedang tukang pamer! Kalian itu yang terlemah diantara Sekte besar yang hadir di sini, tetapi kedatangan kalian pula yang paling berisik.” Li Liang mencibir Xu Que.
Li Liang sendiri adalah peringkat 24 dalam kompetisi antar Sekte terakhir, ia merupakan murid terkuat dari Sekte Pedang Liuxing. Sekte terkuat di Kerajaan Yuan.
“Hohoho ... Li Liang! Tahun ini aku akan mengalahkanmu dengan jurus baru yang telah aku dalami selama empat tahun ini. Lihat saja, kamu hanya pecundang di mataku. Incaranku adalah Nona Wei Fang Yin, peringkat ke 10 dan juga putri Kaisar, Kekaisaran Wei itu.” Xu Que lansung senyum-senyum sendiri membayangkan murid Sekte Tianshi yang akan membuka gerbang makam Immortal tersebut.
“Aku juga setuju, kalau dia ini pembual ulung. Yang cocok menghadapi nona Wei Fang Yin hanyalah Aku calon juara Kompetisi antar Sekte nanti,” sela Xiuhuan.
Sontak saja Xu Que dan Li Liang terkejut, mereka tidak menyadari kapan Xiuhuan berada di sebelah mereka.
“Kenapa kau terpesona begitu melihatku? Aku ini lelaki normal yang sudah pernah menikah 999 kali,” ejek Xiuhuan. “Hadeh ... tampang doang yang ganteng, tapi memiliki kelainan,” cibirnya lagi.
“Huuuuuu!”
Fans fanatik Xu Que dari kalangan Pendekar Pedang wanita menyoraki Xiuhuan. Mereka tidak terima idola mereka dipermalukan begitu.
Xu Que melepas aura pembunuh pada Xiuhuan, yang dibalas dengan senyuman olehnya.
“Hehehe ... apakah kamu adalah murid tetua yang menjadi kaki tangan Ketua Clan Gu dari kota Yannan yang telah mati itu?” Xiuhuan meremehkan Xu Que dengan senyum menyeringai.
Xu Que terkejut mendengarnya, karena menurut gurunya Ketua Clan Gu yang berada dibawah perlindungannya telah tewas oleh Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit. Dan tidak diketahui dari mana Pendekar Pedang itu berasal, yang jelas ia hanya menggunakan jurusnya beberapa tarikan nafas saja dan kemudian berhenti menyerang.
Makanya gurunya memutuskan menuju kota Yannan mencari keberadaan Pendekar Pedang itu, tetapi saat ia sampai di kota Yannan, keberadaan Pendekar Pedang itu telah lenyap. Kemudian gurunya mengatakan mungkin Pendekar Pedang itu berasal dari Sekte Pedang Taiyang, karena saat gurunya meninggalkan kota Yannan, ia bertemu dengan murid Sekte tersebut yang dengan mudah mematahkan aura pembunuh yang dikirim oleh gurunya.
Xu Que memperhatikan jubah yang Xiuhuan kenakan. “Tidak salah lagi! Dia adalah murid Sekte Pedang Taiyang yang guru maksud!” seru Xu Que.
Keempat rekannya lansung mengeluarkan Pedang Roh masing-masing dan mengepung Xiuhuan. Membuat para murid-murid di depan makam itu terkejut melihatnya.
__ADS_1
Mereka merasa kasihan pada Xiuhuan yang harus berhadapan dengan murid Sekte besar, dan mereka menyalahkan itu karena sikap sombong Xiuhuan yang tidak sadar diri, bahwa dirinya hanyalah kucing Oren di mata Pendekar Pedang Sekte besar.
Li Liang juga terkejut dengan reaksi murid-murid Sekte Bambu Kuning itu. Namun, ia juga menyadari Xiuhuan adalah Pendekar Pedang kuat, karena ia tidak menyadari kemunculan Xiuhuan tepat di sebelahnya tadi.
Jika Xiuhuan adalah Assassin yang diperintahkan untuk membunuhnya. Maka, ia telah tewas sejak tadi.
Li Liang kemudian mundur beberapa langkah menjauhi mereka, ia tidak ingin terlibat dengan perseteruan mereka.
“Kenapa mereka mengepung Pendekar Pedang dari Sekte antah-berantah itu?” tanya rekan satu sektenya.
“Aku juga tidak tahu nona Liu. Namun, dia itu sepertinya Pendekar Pedang kuat. Lihatlah mereka mengepungnya bersama-sama. Padahal Xu Que adalah peringkat 26, tampak jelas dari wajahnya ia ragu-ragu menghadapi Pendekar Pedang itu,” sahut Li Liang.
“Betul juga, tetapi kenapa mereka mengepungnya. Namun, di lain sisi mereka juga ketakutan?” Ia bingung dengan tindakan murid Sekte Bambu Kuning itu.
“Tadi aku mendengar, dia mengungkit kejadian di kota Yannan yang menggemparkan Kerajaan Yuan beberapa hari yang lalu,” sahut Li Liang lagi.
“Jangan-jangan dia terlibat dalam kejadian itu dan berada di pihak Gu Yao yang kini menjadi pemimpin baru Clan Gu. Karena yang kutahu Clan Gu yang lama itu adalah dibawah perlindungan salah satu tetua Sekte Bambu Kuning. Sepertinya ini adalah konflik yang menarik. Akan banyak darah berceceran sebentar lagi,” katanya sembari menggigit bibir bawahnya.
“Sikapmu tidak pernah berubah nona Liu. Kamu malah senang melihat orang saling membunuh, bukannya mendamaikan seperti yang diajarkan oleh tetua,” sahut Li Liang geleng-geleng kepala mendengarnya.
Xiuhuan tersenyum, ia dikepung oleh murid Sekte Bambu Kuning. Ia kemudian berpikir, walaupun tidak bisa melawan gurunya, muridnya pun jadi.
...⚔️Bersambung⚔️...
***
(Jangan lupa Laik Bosque, setelah selesai membaca & sehat selalu)
***
__ADS_1
Saya juga mau promosi Novel Baru yang terinspirasi dari komik Korea, “Tower‘s of God”. Namun, cerita novelku ini berbeda walaupun sama-sama memiliki seratus lantai dengan tiap lantai memiliki dunia masing-masing dan harus menghadapi bos lantai untuk naik ke lantai berikutnya. Ceritanya gabungan genre Fantasi barat dan Virtual Game.
Kalau tertarik, saya akan tulis di komentar nama lapaknya, karena bukan terbit di sini.