
Pangeran Qin Tianlong melirik adiknya yang malah meninggalkan ruang pertemuan, padahal akan diadakan rapat darurat sekarang dengan Xiuhuan. Dia merasa aneh, apakah ada hubungan rahasia diantara mereka.
Lou Xue menyadari Pangeran Qin Tianlong memandangi Qin Hao yang pergi meninggalkan kediaman Clan Yu dan ia menarik nafas dalam-dalam, kenapa Xiuhuan malah memantik permusuhan diantara kedua Pangeran itu.
“Tuan Xiuhuan selamat datang kembali!” sapa Yu Yue, putri bungsu Ketua Clan Yu.
“Wah, Nona ....” Xiuhuan menyalaminya.
“Yu Yue tuan Xiuhuan!” sahutnya senyum-senyum menatap Xiuhuan.
“Kultivasi-mu adalah Ranah Penempaan Tubuh Tahap Xuan Tingkat Delapan,” kata Xiuhuan memegang pipinya seolah-olah sedang memeriksa Kultivasi-nya. “Kamu serap Pill ini, aku jamin Nona Yue akan akan naik ke Ranah Tahap Xuan Tingkat Sembilan.”
“Na-naik dengan semudah itu!” sahut Yu Yue senang mendengarnya dan langsung memeluk Xiuhuan.
Para petinggi Clan Yu dan Clan lain geleng-geleng kepala melihat reaksi Xiuhuan saat dipeluk oleh Yu Yue, padahal ia sudah memiliki istri yang sangat cantik di sebelahnya.
“Segeralah ditelan Pill ini dan lakukan Kultivasi, karena Pill ini sangat berharga. Kamu tak akan menemukannya di seluruh Dunia Bawah ini," kata Xiuhuan menyerahkan satu Pill Surga padanya.
Semua yang ada di sana merasa iri tak mendapatkan Pill itu dari Xiuhuan, terutama Pangeran Qin Tianlong yang seharusnya lebih cocok menerimanya, tetapi Xiuhuan malah mengabaikannya.
Ketua Clan Yu sangat senang putrinya mendapat hadiah sangat berharga dari Xiuhuan dan juga menantunya Pangeran Qin Hao juga sepertinya mendapat perhatian juga darinya.
“Mari semua kita nikmati hidangan sederhana dari kami,” kata Ketua Clan Yu mengajak tamu-tamu penting itu ke ruang makan.
Xiuhuan duduk disebelah Pangeran Qin Tianlong dan Lou Xue. Dia yang sudah lama tak makan itu segera makan dengan lahap, tanpa mengikuti etika seperti yang lain.
Mereka menganggapnya wajar, mengingat Xiuhuan tak pernah meninggalkan Sekte Kuil Surgawi dan mungkin baru kali ini makan makanan enak.
Xiuhuan mendengar helaan nafas panjang dari Lou Xue, mungkin ia merasa malu memiliki suami seperti Xiuhuan, tetapi tidak ditegurnya.
“Bagaimana strategi kita melawan Raja Qin Song tuan Xiuhuan?” tanya Pangeran Qin Tianlong tampak ragu-ragu.
“Oh, itu. Pangeran Tianlong dan para kesatria Clan besar cukup merebut wilayah-wilayah terdekat dari sini," sahut Xiuhuan berhenti makan. “Aku dan Pangeran Qin Hao akan berangkat ke ibukota besok langsung menurunkan Raja Qin Song dari tampuk kekuasaannya.”
__ADS_1
Semua terkejut mendengarnya, itu seperti Xiuhuan meremehkan kekuatan Raja Qin Song.
Pangeran Qin Tianlong tersenyum masam, Xiuhuan memang mengalahkan Wan Sin, tetapi Wan Sin bukanlah orang terkuat dalam Kesatria Raja Qin Song. Memilih menyerang ibukota secara langsung adalah keputusan gegabah.
“Tuan Xiuhuan maaf ....” Pangeran Qin Tianlong ingin menyela ucapan Xiuhuan, tetapi ia langsung mengangkat sebelah tangannya.
“Kalian cukup bahas strategi mengambil alih kota-kota terdekat. Bukankah bagus kami mengalihkan perhatian kekuatan utama Raja Qin Song, sehingga kalian bisa dengan cepat merebut kota-kota itu.” Xiuhuan berdiri dari tempat duduknya. “Pangeran Qin Hao telah setuju dengan usulanku itu dan kalian lanjutkan saja rapat strateginya. Aku sudah ngantuk, karena tidak tidur beberapa hari terakhir.”
Xiuhuan tidak mengajak Lou Xue yang masih makan di sana. Lagi pula Xiuhuan sudah merasa Lou Xue memang tidak menyukainya dan itu tak bisa dipaksakan, lagi pula itu adalah haknya.
“Dia menghilang begitu saja?” Ketua Clan dari Clan besar terkejut melihat Xiuhuan menggunakan jurus Langkah Kilat.
“Hahaha ... itu adalah salah satu kehebatan tuan Xiuhuan!” Ketua Clan Yu tertawa terkekeh-kekeh, ia sangat senang Pangeran Qin Hao akan ikut bersama Xiuhuan dalam ekspedisi mengalahkan Raja Qin Song.
Pangeran Qin Tianlong tersenyum masam, ia merasa Xiuhuan sudah tidak menghargainya sebagai pimpinan pemberontakan ini.
Lou Xue berhenti makan dan ia sudah merasa kenyang. Lagi pula ia tak memiliki kepentingan apapun tentang rapat yang diadakan oleh Pangeran Qin Tianlong dan para petinggi Clan.
Lou Xue tidak berkata apa-apa pergi begitu saja, ia mengerutkan keningnya saat harus menaiki tangga ke lantai atas Kediaman Clan Yu itu, karena ia tak bisa menunjukkan tingkat Kultivasi-nya.
“Pangeran! Anda jangan coba-coba menyentuh Nona Xue, nanti Anda akan berakhir tragis,” bisiknya, ia heran dengan Pangeran Qin Tianlong yang tak tahu kalau Xiuhuan tak suka ia dekat-dekat dengan Lou Xue.
“Ah, kamu berpikiran aneh-aneh, mana mungkin tuan Xiuhuan melakukan itu!" sahut Pangeran Qin Tianlong.
“Harusnya Pangeran sudah menyadarinya saat ia lebih memilih berteman dengan Pangeran Huo daripada Anda,” sahut Jenderal Qin Bing lagi.
Pangeran Qin Tianlong merasa itu ada benarnya, tetapi melihat Lou Xue tampak kesulitan mendaki tangga, membuatnya tetap ingin membantunya.
“Pelayan!” seru Jenderal Qin Bing. “Tolong bantu papah Nona Xue ke kamarnya.”
Pangeran Qin Tianlong yang sudah berdiri kembali duduk lagi setelah mendengar ucapan Qin Bing pada Pelayan wanita Clan Yu.
“Baik jenderal!” sahut Wanita itu segera menyusul Lou Xue.
__ADS_1
***
Xiuhuan menghilangkan Perisai angin yang melindungi Xia Mei dan dia masih berkultivasi, kekuatannya sudah meningkat pesat.
Xiuhuan membuka jendela dan menatap pemandangan kota Yu Lan. Dia mengeluarkan teh hijau dari cincin dimensi miliknya dan mengingat-ingat kejadian di Dunia Siluman.
“Kalau saja waktu itu aku mendapatkan banyak Inti Siluman, mungkin untuk mencapai Ranah Absolute God hanyalah seperti membalikkan telapak tangan saja, gumam Xiuhuan.
“Hati-hati Nona Xue!” seru suara wanita diluar kamar, sehingga Xiuhuan terkejut. Dia lupa kalau Lou Xue saat ini seperti manusia biasa dan segera melompat ke tempat ranjang untuk berpura-pura tidur, biar kelihatan seperti sedang kelelahan.
Lou Xue membuka pintu kamar yang tidak dikunci.
“Terimakasih bibi,” ucap Lou Xue sembari memberikan satu Keping emas untuknya.
Wanita itu sangat senang, “Ya, Nona Xue. Kalau perlu bantuan lagi, panggil saja Aku,” sahut wanita itu.
Lou Xue hanya tersenyum dan menutup pintu kamar. Wajahnya penuh dengan keringat dan langsung berbaring di sebelah Xiuhuan dengan nafas tersengal-sengal.
“Eh, istriku ... ah, aku lupa menjemputmu. Habis sih, lelah sekali,” kata Xiuhuan memejamkan matanya lagi. Namun, Lou Xue diam saja sembari menyeka keringatnya dengan handuk kecil. “Untung saja kepribadiannya masih seperti dulu. Kalau seperti Huo Meigui, mungkin sudah perang dunia ketiga,” gumam Xiuhuan.
Serea keluar dari Rongqi Xiuhuan dan berbaring diantara mereka.
“Kampret ini tidak tidur, dia tadi minum teh di jendela, begitu mendengar suaramu; ia langsung berpura-pura tidur!” Serea mengadu pada Lou Xue.
Lou Xue tersenyum, ia merasa sangat tenang bila bersama Serea. Karena aura yang dipancarkan olehnya membuat suasana hatinya menjadi damai dan melupakan kekesalannya pada Xiuhuan
“Hei, dasar istri durhaka! Jangan menjadi tukang adu domba, nanti aku melarangmu tinggal dalam Rongqiku,” keluh Xiuhuan berjalan kembali ke arah jendela dan mengeluarkan teh hijau yang ia seduh tadi.
Serea tertawa terkekeh-kekeh dan melihat Xia Mei sedang berkultivasi.
“Apakah ia korban rayuanmu juga?" Serea memegang pundak Xia Mei. “Kultivasi Transformasi tubuh, ya!” Cahaya putih memasuki tubuh Xia Mei.
“Berhasil!” teriak Xia Mei sambil mengepal tinjunya ke atas. “Akhirnya naik tingkat Kultivasi juga." Xia Mei menangis bahagia.
__ADS_1
“Selamat Mei‘er!” Xiuhuan bertepuk tangan, sedangkan Serea langsung kembali ke Rongqi Xiuhuan. Dia mempercepat proses Kultivasi Xia Mei tadi dengan elemen Cahayanya.
Xiuhuan mengirim pesan suara pada Serea yang mengatakan, bahwa Xia Mei bukanlah istrinya. Namun, ia bertindak sebagai pelayan dan murid sementaranya.