Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Jangan Anggap Remeh Diriku!


__ADS_3

Xi Fang dan geng-nya mengepung Xiuhuan di depan Paviliun Xi. Mereka benar-benar tidak melepaskan Xiuhuan, walaupun tahu ia murid Clan Lou—sungguh bernyali besar. Mungkin jiwa muda mereka tak mau dianggap lemah, walaupun kenyataannya murid-murid Clan Lou jauh lebih unggul dari murid Clan Xi.


“Hei, kalian sudah membuat kesabaranku hilang. Padahal Aku menahan diri agar tidak berkonflik dengan kalian. Namun, sepertinya kalian menganggap remeh diriku, ya?” Xiuhuan mengelus tombak dari cincin dimensi miliknya.


Xiuhuan mengalirkan qi pada tombak itu, dan dengan cepat menghilang dari pandangan Xi Feng, beserta sepuluh rekannya.


“Perhatikan baik-baik! Dia pasti berusaha kabur!”


“Betul, dia memiliki jurus meringankan tubuh yang sangat cepat!”


Murid-murid Clan Xi mewaspadai kemunculan Xiuhuan, karena sebelumnya ia sempat menendang perut Xi Feng sebelum kabur dari keroyokan mereka.


“Apa yang terjadi?”


Murid-murid Clan Xi berkeluaran dari Paviliun Xi, begitu juga dengan Xi Yi, Xi Ran dan Xi Han—Mereka penasaran dengan keributan itu.


“Ada murid Clan Lou, yang menantang Clan kita!” sahut Xi Feng memprovokasi massa, agar ikut mengeroyok Xiuhuan.


Xi Yi terkejut mendengarnya, “Itu pasti tuan muda Xiuhuan. Tak mungkin ia bertindak begitu!” seru Xi Yi.


“Bisa saja ia berpura-pura baik padamu, padahal aslinya dia bermuka dua,” sela Xi Han, senang Xiuhuan dikeroyok oleh rekan-rekannya.


Xi Ran hanya diam saja, ia tak berani mengeluarkan kata-kata. Karena telah merasakan aura pembunuh yang diberikan Xiuhuan, cukup mengerikan. Itu adalah aura pembunuh yang telah membunuh ribuan nyawa, makanya ia tak yakin rekan-rekannya berhasil menghadang Xiuhuan.


“Tuan muda Xiuhuan,” gumam Xi Yi cemas.


Kilatan-kilatan listrik masih berputar-putar menghindari tinju amukan gorila yang mengancurkan taman di depan Paviliun Xi.


Xi Fang dan geng-nya tidak memikirkan mereka akan dihukum, karena telah menghancurkan taman; yang biayanya mungkin dua bulan jatah akomodasi mereka.“ Xiuhuan harus kalah!”—Itulah yang ada dalam pikiran mereka saat ini.


Xiuhuan menusuk kaki Xi Feng, hingga ia menjerit kesakitan.


“Bagaimana bocah nakal!” Xiuhuan menyeringai. “Inilah akibat berani bermain api dengan Dewa Lautan ini,” bisik Xiuhuan mengejeknya.


Wajah Xi Feng memerah, di tangannya muncul bola api dan menonjok wajah Xiuhuan. Namun, Xiuhuan lansung menghilang dari pandangannya dan bola api itu mengenai murid lain yang menonton acara tarung bebas itu.


“Aaaaaa mama Aku terbakar!” Murid itu berguling-guling memadamkan api yang membakar jubahnya.

__ADS_1


“Murid Elemen Air, tolong padamkan api itu!” teriak murid-murid lain, khawatir murid yang terbakar itu tidak bisa diselamatkan.


Xiuhuan muncul di sebelah mereka dan mengeluarkan air laut yang ia simpan dalam cincin dimensi miliknya.


Mereka semua terkejut, tiba-tiba air asin menenggelamkan mereka. Walaupun tidak mencelakai mereka, tetapi itu sungguh memalukan. Mereka seperti diolok-olok oleh Xiuhuan, sehingga Xi Fang makin geram.


“Tinju Amukan Gorila; Bola Angin!”


Xi Luhui, murid nomor satu Clan Xi datang menyusul dan lansung menyerang Xiuhuan, saat melihat Xi Fang terluka.


“Senior Luhui telah tiba!”


“Murid Clan Lou itu pasti akan kalah!”


Murid-murid Clan Xi bersemangat saat melihat kedatangannya. Sedangkan Xiuhuan terpental menabrak dinding Paviliun Xi.


“Hebat juga tinju monyet itu, bisa mengimbangi kecepatanku,” gumam Xiuhuan menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya. “Aku mendengar dia murid terkuat di Clan Xi. Mungkin aku akan mencoba meladeninya—melihat sejauh mana kekuatanku, sebelum aku menantang murid terkuat di Clan Lou.”


Xiuhuan berjalan perlahan, sehingga murid-murid Clan Xi menjauh memberikan ruang kosong di tengah.


Dia menyeret tombaknya, yang bilah tombak itu dibiarkan mencium marmer jalanan depan Paviliun Xi itu.


“Hajar dia senior Luhui!”


“Jangan biarkan murid Clan lain menginjak-injak harga diri Clan Xi!”


“Tunjukan padanya, bahwa Clan Xi bukanlah semut yang takut diinjak oleh Gajah. Kita juga bisa menggigit mereka hingga tewas mengenaskan!”


Xi Luhui mengekerutkan keningnya, ia jadi bingung. Apakah bertanya baik-baik pada Xiuhuan, mengapa ia berbuat onar di Clan Xi?—Di lain sisi, ia merasa Xiuhuan sudah keterlaluan, karena membuat Xi Fang terluka begitu.


“Hei, gadis manis! Bagaimana kalau kita buat taruhan. Kau akan menciumku didepan semua murid-murid Clan Xi, apabila aku memenangkan pertarungan ini!”


Xiuhuan sengaja membuat taruhan, agar ia tidak dikeroyok. Kalau sempat dikeroyok, ia tak akan bisa mengkontrol kekuatannya dan tak sengaja membunuh mereka nantinya.


“Cih, dasar pria mesum!” sahut Xi Luhui kecus, ia menjadi marah, ditangan kanannya muncul bola api; sedangkan tangan kirinya bola angin.


Xi Luhui sangat membenci pria mesum, sudah tak terhitung jumlahnya; pria mesum yang babak-belur ditangannya. Tak peduli dia itu anak tetua atau saudagar kaya, semua berakhir di ruang perawatan.

__ADS_1


Dengan amarah yang memuncak, ia melepaskan tinjauan amukan gorila bertubi-tubi pada Xiuhuan.


Para Murid Clan Xi berhamburan menjauhi area pertarungan itu, termasuk Xi Yi, Xi Ran dan Xi Han.


“Apakah kita akan membantu Xi Luhui, kakak?”


“Kita lihat dulu kekuatan pemuda itu, kalau dia bisa mengalahkan Xi Luhui—berarti dia bukan tandingan kita.”


Dua anggota aliran hitam yang menyusup menjadi murid Clan Xi itu ikut menonton pertarungan Xi Luhui dengan Xiuhuan.


Xiuhuan menggunakan jurus Langkah Kilat menghindari bola-bola Api dan bola-bola angin yang tak kasat mata. Namun, Xiuhuan tetap bisa menghindar, karena ia bisa merasakan kedatangan bola-bola angin itu. Pengalaman bertarung Xiuhuan yang sudah tak terhitung jumlahnya itulah, yang membuatnya dengan mudah menghindari bola-bola angin itu.


Xiuhuan makin mendekat ke arah Xi Luhui, sedangkan Xi Luhui juga berjalan maju ke depan.


“Kenapa tuan muda Xiuhuan mendekatinya?—Sudah jelas, senior Luhui ahli pertarungan jarak dekat.” Xi Yi mencemaskan Xiuhuan.


Selain memiliki Elemen Api dan Elemen Angin yang dikombinasikan dengan tinju amukan gorila. Lu Hui juga ahli beladiri, terutama kungfu dan Wushu.


Xiuhuan menghujam tombaknya ke arah leher Xi Luhui, tetapi tangannya menepis tombak itu dan meninju wajah Xiuhuan yang lansung menghilang dari pandangannya.


Xiuhuan memaksimalkan potensi jurus Langkah Kilat, karena ia bukan petarung tangan kosong. Bahkan Xiuhuan menggunakan tombak itu asal-asalan saja, karena ia ahli menggunakan Pedang. Namun, ia tertolong oleh kecepatan jurus Langkah Kilat.


Xi Luhui telah menghancurkan halaman Paviliun Xi dengan dua tinjunya itu. Sedangkan tombak Xiuhuan tidak bisa mendarat di tubuh Xi Luhui. Karena ia sangat amatir sekali menggunakan tombak itu.


Xi Luhui makin maju ke depan, walaupun tak ada satupun tinjunya yang bersarang ke tubuh Xiuhuan. Namun, itu sudah membuat murid-murid Clan Xi bersorak-sorai, karena mengira masalah waktu saja, Xiuhuan akan tersungkur.


Xiuhuan menoleh ke sebelah, ia melihat Xi Yi sangat cemas menatap kearahnya, sedangkan Xi Han tersenyum lebar dan Xi Ran diam seribu bahasa.


“Bahaya!—Kalau aku sampai kalah, Xi Yi nanti dibully lagi oleh teman-temannya,” gumam Xiuhuan memunculkan sepuluh Pedang melayang di udara.


“Dia ternyata menyembunyikan kekuatannya!”


Murid-murid Clan Xi mulai khawatir, karena Xiuhuan tersenyum mengejek menatap Xi Luhui. Sedangkan Xi Luhui sendiri tetap tenang dan tak terpengaruh oleh ejekan Xiuhuan.


“Tusukan Tombak Kaisar Langit!” teriak Xiuhuan agar terdengar menyeramkan. Padahal ia cuma melapisi tombak itu dengan sedikit listrik.


“Perisai Angin!” seru Xi Luhui mengira tombak berlapis listrik itu mengandung energi besar, tetapi nyatanya langsung terpental saat menabrak perisai angin. “Cih, Aku tertipu,” gumam Xi Luhui melihat Xiuhuan mendekat bersiap menebasnya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


__ADS_2