Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Pahlawan Kesiangan Muncul Juga


__ADS_3

Duan Mu muncul di aula timur, ia melihat istri-istri Ketua Kelompok Judgment telah dikepung oleh tetua dan murid-murid Sekte Pedang Naga Surgawi.


“Hei, siapa yang datang itu?”


“Bukankah dia Duan Mu, si petarung yang sering muncul di arena tarung bebas Paviliun Weifeng.”


“Ternyata dia bergabung dengan Kelompok Judgment, pantaslah dia tidak pernah terlihat lagi di Paviliun Weifeng.”


Para Tetua Sekte Pedang Surgawi membicarakan Duan Mu, kini perhatian mereka beralih padanya.


“Biarkan aku latih tanding dengannya!” seru tetua ketiga Sekte Pedang Surgawi, yang merupakan Pendekar Pedang tahap 96, jauh diatas Duan Mu levelnya.


“Hahaha ... itu bukan latih tanding namanya, tetapi memberi pelajaran,” celoteh tetua yang lain.


Duan Mu berkeringat dingin, tetapi ia tidak mau mundur. Karena sudah berjanji pada Xiuhuan untuk menjaga kota Hua, walaupun berakhir mengecewakan dan rekan-rekannya hampir semua telah tewas, kecuali yang Pendekar Pedang wanita dan istri Xiuhuan.


Tetua ketiga Sekte Pedang Surgawi itu lansung menyerang Duan Mu, tetapi langkahnya terhenti. Tiba-tiba langit bergemuruh, sebuah lubang hitam muncul di atas kota Hua.


Semua terkejut melihatnya, istri-istri Xiuhuan lansung berharap ia muncul dari lubang hitam itu. Begitu juga dengan Duan Mu, sedangkan para tetua dan murid-murid Sekte Pedang Surgawi kebingungan, apa sebenarnya lubang hitam itu.


“Ada yang memaksa masuk dari luar perisai? Siapa itu?” gumam Houlang, karena hanya Pendekar Pedang sangat kuat yang mampu melakukan itu, membuat Houlang keringat dingin. Dia yang merupakan Pendekar Pedang terkuat di Paviliun Shadow dan mungkin di Pulau Niao saja tak sanggup merobek perisa itu. “Apakah dia, Xiuhuan yang mereka maksud?” tebaknya lagi.


Langit kota Hua lansung berawan gelap disertai kilatan-kilatan petir menyambar didalamnya. Semuanya takut melihat penomena itu, apalagi mereka belum tahu apa sebenarnya yang muncul itu.


“Kenapa tidak menggunakan artefak Teleportasi saja Nona Yi, ini mirip saat pertama kali aku ke daratan utama,” keluh Xiuhuan yang jatuh dari langit.


Lou Yi memaksa merobek perisai yang melindungi Pulau Niao, agar perisai itu berkurang kekuatannya dan saat Xiuhuan menggunakan artefak Teleportasi nanti, tidak terjadi kendala. Namun, mereka harus jatuh dari langit, untung saja Immortal Lou Yi memiliki artefak kapal terbang, sehingga istri dan anak-anak tiri Xiuhuan tidak jatuh ke bawah, kecuali Xiuhuan yang memang dibiarkan oleh Lou Yi jatuh sendiri.


“Bukankah kamu merindukan kejadian seperti ini. Yang lebih penting, kamu harus segera menolong orang yang dibawah sana, mereka sedang terkepung,” sahut Lou Yi.


Di situlah Xiuhuan menggunakan jurus Badai Petir dan penomena yang tidak pernah muncul di kota Hua, membuat orang-orang yang ada dibawah tercengang melihatnya.


“Cih, kampret nih, Bang Regar—Selalu saja aku dibuat menjadi Pahlawan kesiangan,” keluh Xiuhuan yang menukik cepat ke bawah.


Boommm!


Xiuhuan menghantam tanah hingga hancur berkeping-keping.


Istri-istri Xiuhuan menatap dengan cemas kearah lubang yang berada di depan mereka itu. Di sana ada sosok pria tergeletak, punggungnya cukup familiar, tetapi mereka ragu untuk mendekat. Sekarang sedang perang, bisa saja itu adalah musuh, jadi mereka harus berhati-hati.


“Aduh, pinggangku patah,” gerutu Xiuhuan mencoba berdiri. “Apa aku tidak diharapkan lagi,” katanya sembari melempar senyum lebar pada Istri-istrinya.

__ADS_1


“Babang Tampan!”


“Xiuhuan gege!”


“Abang sayang!”


Mereka berlomba memeluk Xiuhuan tanpa peduli ancaman tetua dan murid-murid Sekte Pedang Surgawi. Bahkan Duan Mu ikut mendekat ke arah Xiuhuan.


“Maafkan aku Ketua Xiuhuan—Semua rekan-rekan kita telah—”


Duan Mu tak sanggup melanjutkan perkataannya, air matanya mengalir membasahi pipinya. Dia merasa sangat bersalah.


“Begitu, ya ....”


Xiuhuan ikut sedih, ia kemudian menjentikkan jarinya dan Petir-petir menyambar ke kota Hua, tak tanggung-tanggung ia menggunakan qi sebanyak satu samudera kecil. Setiap hantaman petir itu memusnahkan musuh yang masih hidup.


Tetua dan murid-murid Sekte Pedang Surgawi bahkan tak sempat untuk berteriak kesakitan, karena mereka telah musnah tak tersisa. Begitu juga menimpa Houlang.


Jendral Qian Shing mencoba menahannya dengan membuat kubah tanah, tetapi tetap juga kubah tanah itu hancur berkeping-keping dan menewaskannya.


“Di mana murid-muridku?” Xiuhuan tak melihat keberadaan mereka. “Apakah mereka ditangkap oleh Paviliun Shadow?” tanyanya lagi.


Kapal terbang milik Lou Yi mendarat di antara puing-puing bangunan Sekte Teratai Biru. Istri-istri Xiuhuan dari daratan utama lansung bergegas turun bersama anak-anak tirinya.


“Ayah! Kenapa kau pergi tidak mengajakku terbang tadi,” kata Su Lian berlari menghampirinya.


Istri-istri Xiuhuan kebingungan melihat anak kecil berusia tiga tahun memanggil Xiuhuan ayah. Padahal ia belum sampai setahun meninggalkan Pulau Niao.


Xiuhuan menyadari mereka pasti bingung, “Dia anak tiriku, hehehe ... aku menikah lagi di daratan utama.” Xiuhuan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, sembari menggendong Su Lian.


“Jangan bilang mereka semua adalah istrimu juga!” sela Feng Yunji yang tidak masuk dalam lingkaran istri Xiuhuan. Bahkan, Feng Yunji kebingungan dengan selera Xiuhuan, karena diantara mereka ada yang tampak berusia empat puluhan tahun dan memiliki anak berusia belasan tahun.


“Aku bukan menikah karena enak-enaknya saja, tetapi juga membantu mereka. Tidak perlu diceritakan masa lalu mereka, cukup aku dan mereka saja yang tahu. Kecuali mereka sendiri yang akan mengatakannya pada kalian dengan sukarela,” sahut Xiuhuan.


“Sudah saudari Yunji, gabung bersama kita saja. Buat apa kamu masih memikirkan lelaki yang telah tiada dan juga tidak mencintaimu itu.” Zhang Yan mengajak Feng Yunji bergabung dengan mereka.


Feng Yunji tersipu malu, ia tidak menjawabnya. Lalu tiba-tiba Lianhua memeluk Duan Mu yang kaget dibuatnya. Pendekar Pedang pendiam itu menatap Xiuhuan, ia merasa aneh—kenapa istri Xiuhuan malah memeluknya.


“Apakah bibi Hua menyukai brondong ini?” Xiuhuan meyakinkannya.


Lianhua mengangguk, wajahnya memerah. Sedangkan Duan Mu salah tingkah, ia tak tahu harus berbuat apa.

__ADS_1


“Bibi Hua masih lajang, ia ikut ke Pulau Niao, karena aku menikahi keponakannya, Mei-Mei. Nah, ia memintaku dicarikan suami—kebetulan sekali kamu juga masih lajang. Kalian akan menikah dan menjadi tetua Sekte Teratai Biru. Kita akan membangun ulang Sekte ini menjadi Sekte terkuat di Pulau Niao.”


Lou Yi geleng-geleng kepala, ia tak menyangka ternyata istri Xiuhuan sangat banyak. Mulai yang muda, bahenol, gemuk, agak tua, hitam, putih, cantik, semua lengkap jenis-jenisnya.


“Aku akan kembali. Kuharap kamu cepat mengatasi masalah di Pulau Niao ini dan kita segera ke Benua Kun Lun,” kata Lou Yi tiba-tiba lansung menghilang dari pandangan mereka.


“Xiuhuan gege akan pergi lagi?” Xiao Liu seakan tak percaya apa yang ia dengar. Padahal Xiuhuan baru juga kembali, masa harus pergi lagi.


“Karena itu adalah janji yang aku buat dengannya, apabila mau membantuku masuk ke Pulau Niao ini. Namun, tak perlu khawatir, aku akan kembali setiap akhir pekan. Karena beliau memberikan aku artefak Teleportasi. Jadi, masalah jatah bisa kita bicarakan saat itu.” Xiuhuan tersenyum lebar.


***


Setelah kejadian yang menimpa kota Hua, Xiuhuan menggunakan artefak Teleportasi menuju kota Yangtze menjemput murid-muridnya dan kembali dengan jurus Pembelah dimensi Dou Yi.


Penduduk yang mengungsi juga telah kembali, dan Xiuhuan melakukan pembangunan ulang kota Hua yang lebih modern. Lebih mirip dengan ibukota Kekaisaran Wei yang membuat Xiuhuan terpana saat melihatnya.


Xiuhuan tak perlu khawatir masalah dana, karena dalam cincin dimensi miliknya ada gundukan emas peninggalan Immortal Lou Yun.


Xiuhuan membawa Gu Ruyan, Mei-Mei, Qingyi dan Liu Ruyan menutup seluruh Sekte yang ada di Pulau Niao. Tak ada yang berani melawan, karena keempat wanita cantik yang dibawa Xiuhuan adalah Pendekar Pedang tahap 100, sedangkan Xiuhuan sendiri sengaja menurunkan kultivasinya ke level Pendekar Pedang tahap 50, untuk memancing apakah ada yang melawan. Namun, ternyata semua menurut, mungkin mereka telah mendengar kabar yang terjadi di kota Hua. Di mana Paviliun Shadow telah dimusnahkan.


Xiuhuan juga membubarkan Kerajaan Han dan menggantikannya dengan Kerajaan Han Baru, yang dipimpin oleh Ratu Huanran yang masih memiliki garis keturunan dari keluarga Raja Han sebelumnya.


Dengan demikian, Pulau Hua atau Kerajaan Han menjadi aman kembali. Apalagi cuma ada satu Sekte saja lagi yang ada di Pulau Niao, sehingga mudah mengontrol Pulau itu.


...~Season satu berakhir~...


***


**


*


Selanjutnya akan memasuki season dua. Saya akan mencoba menyuguhkan cerita yang berbeda dari season satu ini. Xiuhuan akan menuju Benua Kun Lun.


Nanti saya akan lebih memusatkan sudut pandang Xiuhuan saja, karena menggunakan sudut pandang lain, seperti di season satu banyak yang tidak suka.😁


Season dua juga akan ada Aliran Hitam, hewan siluman dan komplik lainnya, karena motto novel ini, di mana ada Xiuhuan, di situ ada kekacauan.😁Bukan lagi Xiuhuan pahlawan kesiangan.


Season dua Senin-Jumat, update dua chapter. Sedangkan Sabtu-Minggu tiga Chapter.


Satu lagi, season dua tetap lanjut di sini, ya, bukan buat judul baru. Terimakasih ....

__ADS_1


__ADS_2