Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Babang Tampan Kapan Muncul?


__ADS_3

Gu Yue berbisik ke telinga Gu Ruyan, tampak wajah Gu Ruyan terkejut mendengar ucapan Gu Yue itu. Namun ia tetap ragu, akan tetapi Gu Yue tetap memaksanya untuk melakukan rencananya itu.


Keduanya lansung menghampiri Xiuhuan, yang sedang membunuh siapa saja yang bertarung di jalur pelarian bagi penduduk kota Yannan yang ia buat.


Melihat dua gadis cantik mendekatinya, Xiuhuan berhenti bertarung dan menunggu kedua gadis cantik itu mendekatinya.


“Tuan Xiuhuan!” sapa Gu Yue dengan pose ala-ala girl band K-Pop, kedua telapak tangannya ia taruh di dagunya dan sedikit memiringkan kepalanya.


Tindakan Gu Yue ini diikuti juga oleh Gu Ruyan, walaupun dengan senyum dipaksakan.


Xiuhuan menelan air liurnya, baru kali ini ia melihat pose imut begitu. Namun ia tersadar, kalau wanita sudah melakukan sesuatu yang abnormal, pasti ada maunya.


“Kenapa kalian begitu, lansung saja. Apa kita cari kamar sekarang, main tiga juga boleh,” kata Xiuhuan menebak-nebak tujuan kedua wanita cantik itu.


“Kan, ia langsung berpikir mesum,” bisik Gu Ruyan.


Padahal Gu Yue mengatakan dapat membujuk Xiuhuan tanpa melakukan hal mesum. Karena ia adalah ahlinya-ahli menggoda pria tanpa harus berbuat mesum.


Hal ini sudah ia lakukan pada Gu Xing, anak Ketua Clan Gu yang telah memiliki sembilan istri. Ia dengan mudah memanfaatkan sumberdaya milik Gu Xing hanya dengan rayuan mautnya.


“Tenang saja saudari Ruyan. Lihatlah baik-baik cara kerja pemain profesional itu,” sahut Gu Yue mendekati Xiuhuan. Ia meraba-raba dada bidang Xiuhuan, kemudian berkata, “Tuan Xiuhuan ... Pendekar Pedang terkuat dan terganteng, tolong bantu kami. Tuan muda Yao dalam bahaya.”


“Emm ... kan, ada maunya,” keluh Xiuhuan.

__ADS_1


“Ayolah tuan Xiuhuan, para reader telah mengantuk katanya menunggu aksimu. Masa alur cerita yang awalnya adalah komedi garing, tiba-tiba menjadi serius. Kan, plin-plan namanya itu,” sahut Gu Yue menatap Xiuhuan dengan memasang wajah imut menggemaskan membuat Xiuhuan ingin menggigitnya saja.


Xiuhuan membuang wajah ke arah lain, hatinya luluh melihat keimutan yang menggemaskan itu. Ia menatap kota Yannan yang telah hancur berkeping-keping itu dan menghela nafas dalam-dalam.


“Biksu tong pernah berkata, ‘Manusia itu memiliki beberapa fase perubahan dalam hidupnya.’ Dulu Aku adalah orang pendiam dan pemalas yang memiliki 999 istri. Namun akhir-akhir ini aku memiliki sifat humoris, tak tahu apakah itu lucu atau tidak. Tapi anggap saja lucu—”


“Woi keintinya saja. Tuan muda Yao akan mati, kau itu tokoh utama dalam novel ini, malah tak berbuat apa-apa,” sela Gu Ruyan yang merasa Xiuhuan terlalu bertele-tele, mirip dengan author yang tidak konsisten membuat alur cerita, yang berubah-ubah sesuai dengan mood-nya saja.


Xiuhuan tersenyum masam, kenapa ia disalahkan. Padahal ini gara-gara Bang Regar yang sok-sokan meniru arc Wano dalam anime wanpis. Di mana tokoh-tokoh lain yang ikut dalam arc Yannan akan ditonjolkan juga. Namun ternyata para reader tak menyukainya.


“Baiklah ... asal kalian tahu kebanyakan tokoh utama itu datang di akhir-akhir, agar ia disambut bak pahlawan oleh mereka yang menderita akibat kekacauan yang terjadi,” sahut Xiuhuan segera menggunakan mode Super Saiyan, rambutnya melawan gravitasi. Sengatan-sengatan listrik muncul di seluruh tubuhnya.


“Wau keren!”


“Woi! kenapa masih ada anak kecil masih di kota ini,” ucap Xiuhuan kaget melihatnya. Padahal ia merasa semua penduduk telah mengungsi.


“Jangan panggil aku anak kecil Paman. Aku adalah Sifa, aku bisa membunuhmu dengan sepeda terbangku atau menggunakan mode Hanoman,” kata anak kecil itu marah.


Namun, tiba-tiba seorang pria paruh baya memukul kepalanya, sehingga anak kecil itu meringis kesakitan sembari memegang kepalanya.


“Cih, kau itu salah server. Dia itu tokoh utama dalam novel ini, ayo kita pergi saja.” Pria paruh baya itu menggendong anak kecil itu. “Semoga saja author membuatnya mati saat di chapter terakhir nanti. Karena author novel ini adalah om-om jones yang berpikiran labil, tak konsisten dengan alur yang ia buat,” kata pria paruh baya itu lagi sembari melesat pergi keluar kota Yannan.


“Hemm, aku anggap saja ada angin duduk, sehingga aku tak mendengar yang mereka katakan.” Xiuhuan menghela nafas dalam-dalam, karena diejek oleh ayah dan anak itu. “Baiklah ayo kita tunjukkan kekuatan Pahlawan yang dapat menggersangkan Surga dan mendinginkan Neraka,” katanya lagi.

__ADS_1


Xiuhuan menggunakan jurus “Ribuan Pisau Air” dari kitab sederhana yang ia ambil dari Aula kitab di Sekte Pedang Taiyang dulu.


“Hebat dari mananya, itu jurus dasar! Et dah!” gerutu Gu Ruyan, yang telah menantikan gebrakan hebat dari Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit itu.


“Dimata kalian ini adalah jurus dasar. Namun ditangan seorang Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit, ini adalah jurus hebat, lihatlah!” seru Xiuhuan.


Ribuan Pisau air segera melesat ke segala penjuru dan tak tahu apa yang terjadi setelahnya. Karena mereka jauh dari Kediaman Ketua Clan Gu.


“Hebat dari mananya, tak ada yang terjadi pun?” keluh Gu Ruyan sembari melakukan tehnik Penggabungan dengan Roh Pedangnya, sepasang sayap muncul di punggungnya dan segera melesat ke arah Kediaman Ketua Clan Gu, ia mengkhawatirkan nasib Gu Yao saat ini. Karena kembang api kuning telah muncul di langit. “Yao gege, aku datang ... Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit yang kamu katakan hebat itu, ternyata pembual saja,” gumam Gu Ruyan sembari menitikkan air mata.


“Babang tampan! Tak usah dimasukkan ke dalam hati ya, kata-katanya. Dia hanya terlalu khawatir saja dengan rekan-rekannya,” kata Gu Yue yang melihat Xiuhuan tersenyum masam dengan keluhan Gu Ruyan.


Padahal saat ini, Ribuan Pisau air miliknya telah merenggut nyawa Pendekar Pedang Clan Gu di tempat lain. Hanya beberapa saja yang berhasil menangkis Pisau air itu.


“Tak apa, mendingan kita menyusulnya saja. Padahal ia tak tahu, bahwa author telah membuat kekuatan Plot Armor pada Jurus sederhana itu,” sahut Xiuhuan melesat cepat.


Gu Yue terkejut melihatnya, Xiuhuan tiba-tiba telah hilang dari pandangannya. Ia mencoba mengejarnya dengan terbang dengan kecepatan tinggi. Namun ia hanya melihat kilatan-kilatan listrik jauh di depannya. Bahkan telah melewati Gu Ruyan yang terbang lebih dulu.


“Ce-cepatnya!” Gu Yue takjub melihat kecepatan Xiuhuan itu. Ia akhirnya yakin, Xiuhuan adalah Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit. Namun ia tak suka pamer kekuatan saja, sehingga ia tampak biasa-biasa saja, bahkan sisi mesumnya yang malah kelihatan menonjol. “Apa mungkin ia adalah superhero The Flash? Tapi ‘kan, ini bukan Hollywood, di sini harus melakukan ritual kontrak dengan Roh Pedang lebih dahulu baru bisa menjadi kuat.”


Gu Yue makin takjub dengan Xiuhuan, bahkan terlintas dalam pikiran jahatnya untuk memanfaatkan Xiuhuan untuk meningkatkan kekuatannya. Namun setelah berpikir sejenak, ia malah ragu. Karena Xiuhuan pasti meminta bayaran ranjang sebagai upahnya, ia tak mau melakukan itu. Karena ia sangat mencintai Chu Fat Kai, Pemuda tampan tetangganya di desa.


...⚔️Bersambung⚔️...

__ADS_1


__ADS_2