
“Sepertinya Aku harus membunuh kalian. Toh, dibiarkan juga percuma, karena kalian sudah memiliki aura pembunuh yang cukup pekat, berarti hati kalian sudah tak putih lagi,” kata Xiuhuan menanggapi serangan Xiao Yue—beberapa siluet ular beracun melesat dengan cepat ke arah Xiuhuan.
Palu Raksasa kembali muncul di tangan Xiuhuan, ia mengalirkan qi Roh Pedang Sidat Listrik, sehingga tubuh Xiuhuan mengeluarkan sengatan-sengatan listrik, begitu juga dengan palu ditangannya.
“Apakah dia pengguna elemen petir?” Lin Dong bertanya pada Wu He, murid yang mengajak mereka untuk merebut Pedang Penghancur Semesta dari Xiuhuan.
“Senior Wu Tianji hanya mengatakan Xiuhuan hanya memiliki elemen air saja. Mungkinkah selama ini ia menyembunyikannya seperti Nona Ketua,” sahut Wu He kini waspada, karena pengguna elemen petir biasanya memiliki pergerakan yang sangat cepat.
Elemen petir juga menjadi idaman para Kultivator, selain elemen Cahaya dan elemen Kegelapan.
Xiuhuan melempar puluhan pisau ke arah Siluet ular berbisa, sehingga siluet itu hancur sebelum mencapai Xiuhuan.
“Ke mana dia?” Xiao Yue terkejut dan sebelah alisnya terangkat. Dia panik, takut Xiuhuan lansung mengincarnya dan bernyanyi, “Air mata seorang gadis yang terluka oleh Pangeran yang menolaknya!”
Petikan senar Guqin Xue Hu makin kencang dan mengeluarkan Siluet ratusan Pedang yang menerjang ke depan.
“Kearah mana kau menyerang cantik!” goda Xiuhuan muncul dibelakang Xiao Yue.
Gadis dengan suara merdu itu menoleh kebelakang dan lansung berteriak, karena Palu raksasa muncul—hanya sejengkal saja akan mencium wajahnya.
“Ampun—”
Belum selesai Xiao Yue berbicara, Palu itu telah menghantamnya dan tubuh Xiao Yue hancur berkeping-keping seperti pecahnya balon berisi air.
“Saudari Yue!” teriak rekan-rekannya secara bersama-sama.
Kemarahan mereka memuncak, senyum yang semula menghiasi wajah mereka lansung hilang seperti hanyut terbawa arus.
Mereka mengeluarkan senjata terhebat masing-masing dan langsung menerjang ke arah Xiuhuan.
Booommmm!
__ADS_1
Kapak Xiao Yan menghancurkan lantai tempat Xiuhuan berdiri. Namun, Xiuhuan dengan cepat berpindah tempat, ia tak mau kalah lansung mengayunkan Kapaknya secara membabi buta.
Diantara mereka, hanya Duan Lin Tian saja yang memiliki kecepatan yang hampir mengimbangi Xiuhuan, dia memiliki elemen angin. Namun, ia hanya pengguna senjata jarak jauh dengan busur panah sebagai senjata utamanya.
“Kau pasti mati ditanganku!” gumam Duan Lin Tian melesat mengikuti pergerakan Xiuhuan.
Wu He dan yang lainnya akhirnya mengetahui pergerakan Xiuhuan, tinggal memperkirakan jarak antara Duan Lin Tian dengannya saja.
Zhou Cang memotong pergerakan Xiuhuan, di saat bersamaan Duan Lin Tian melepas anak panahnya.
Xiuhuan menyeringai menatap Zhong Cang yang akan menombakknya. Namun, Xiuhuan mundur kembali kearah Duan Lin Tian, dia mengindari dengan mudah anak panah itu, karena Xiuhuan jauh lebih cepat dari anak panah itu.
“Mau kabur ke mana kau kampret!” umpat Zhou Cang mengalirkan qi elemen api ke tombaknya yang tampak mengeluarkan kobaran api.
Namun, naasnya, sebelum tombak yang penuh dengan kobaran api itu melesat, anak panah Duan Lin Tian yang tak kasat mata, karena dibentuk dengan qi elemen angin—lebih dulu menancap di jantung Zhou Cang.
Matanya terbelalak, tombak ditangannya lansung terlepas. Dia memegangi dadanya, “Sa-sakit! Sakit sekali.” Zhou Cang mencabut anak panah itu dan mengeluarkan Pill penyembuhan tingkat tinggi dari cincin dimensi miliknya.
“Cang!”
“Cang!”
“Cang! Maafkan Aku!” seru Duan Lin Tian berhenti mengejar Xiuhuan, ia merasa sangat bersalah.
“Duan Lin Tian!—Awas!” teriak Wu He. “Dia diatasmu!”
“Apaaaa?” Duan Lin Tian pasrah menatap teman-temannya dengan berurai air mata. “Wu He, Aku—” Bahkan kata-kata terakhir tak sempat keluar dari mulutnya, ia lansung bernasib sama dengan Xiao Yue.
Xiuhuan melesat ke arah murid wanita dengan Pedang mirip katana di tangannya, tetapi sebelum itu, ia juga melempar lima puluh Pisau terbang yang dikontrol dengan benang air dari Roh Pedang Sidat Listrik.
Sepuluh pisau terbang itu melesat ke kening, tangan, kaki dan dada Zhou Cang yang lansung tersungkur ke lantai. Sedangkan yang lainnya berusaha menangkis Pisau terbang itu.
__ADS_1
Murid wanita itu lansung menangis lebih dulu, saat melihat kedatangan Xiuhuan. Hanfu putih miliknya tampak basah, membuat Xiuhuan tertawa cekikikan dan berhenti bergerak.
“Hei, Nona cantik, ada apa denganmu?” Xiuhuan bertanya sambil menutup hidungnya. Mungkin sebelum menuju Paviliun makam ini, ia makan jengkol mentah saat sarapan pagi.
Dia melepas Pedangnya dan bertekuk lutut pada Xiuhuan.
“Senior tolong maafkan aku. Kami hanya diperintahkan oleh Wu Tianji untuk merebut Pedang Penghancur Semesta darimu,” kata murid wanita itu.
Xiuhuan terkejut dan kenapa bisa Pedang Penghancur Semesta diketahui oleh Wu Tianji. Padahal hanya Lou Xue atau keluarga Lou Yi saja yang mengetahuinya.
Xiuhuan mengeluarkan sepuluh Kloning Manusia Air untuk menghadapi Wu He dan yang lainnya. Sedangkan Xiuhuan lansung menarik rambut merah gadis itu dengan paksa, sehingga gadis itu menjerit kesakitan.
“Kenapa Wu Tianji mengetahui Pedang Penghancur Semesta ada padaku. Jawabanmu akan menentukan apakah kau akan mati atau hidup,” ancam Xiuhuan sambil mengencangkan cengkeraman tangannya.
“Jangan beritahu saudari Jiang Meng!” teriak Wu He berusaha mendekati mereka, tetapi berapa kali pun ia mengancurkan Kloning Manusia Air, makhluk aneh itu pasti akan beregenerasi kembali.
Jiang Meng menatap Xiuhuan dan Wu He, dia dilema membuat keputusan. Namun, ia sudah melihat apa yang menimpa Xiao Yue tadi. lelaki tampan dihadapannya itu tak memiliki belas kasih sedikitpun.
“Kakak He, maaf. Aku masih ingin hidup dan menjadi manusia biasa saja,” sahutnya.
Xiuhuan melihat kata-kata yang keluar dari mulut Jiang Meng cukup tulus. Lagi pula diantara mereka, hanya Jiang Meng yang memiliki aura pembunuh paling lemah. Namun, ia tak mau luluh begitu saja, sebelum ia menemukan fakta yang ia inginkan.
“Ah, lama sekali. Sudah mati saja sana!” gertak Xiuhuan mengangkat Palu Tur Penghancur Semesta tinggi-tinggi.
“Tu-tunggu! Aku akan mengatakannya senior!” sela Jiang Meng memegang erat-erat tangan kanan Xiuhuan yang mengangkat Palu raksasa itu.
“Tiga, Dua, Satu—”
“Ada Artefak khusus yang dapat mengetahui keberadaan senjata pusaka tingkat tinggi, walaupun senjata Pusaka-Pusaka itu disimpan dalam cincin dimensi, tetap saja jejaknya terlacak oleh artefak itu,” kata Jiang Meng buru-buru saat Xiuhuan mulai berhitung mundur.
“Oo, menarik sekali. Ada artefak seperti itu, ya.” Xiuhuan puas mendengar jawabannya. “Ah, sial!—Wu Tianji pergi dengan Lou Rong ke lantai enam. Dia bisa membunuh anak sombong itu, walau demikian ia tetap murid Clan Lou.”
__ADS_1
Xiuhuan melepas cengkeraman tangannya dari rambut murid Clan Jiang itu. Tampangnya sangat menyedihkan untuk dilihat, sudah kencing di hanfu-nya, rambut acak-acakan dan air matanya melunturkan bedak tebal yang menghiasi wajahnya.
...~Bersambung~...