Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Kota Nanbei


__ADS_3

“Apa kalian mau berpartisipasi dalam kompetisi Pulau terapung?” tanya penjaga gerbang masuk kota Nanbei.


“Kompetisi apa itu tuan, sepertinya menarik. Kami ini pelancong yang ingin mampir ke kota ini,” sahut Xiuhuan—penasaran, apakah ada sesuatu yang menarik dalam Pulau terapung itu.


Penjaga itu memperhatikan Kultivasi Xiuhuan, ia merasa Kultivasi-nya terlalu standar—sedangkan Yu Fen masih masuk hitunganlah, karena ia sudah di Ranah Demon God tingkat Satu. Kalau Yu Qingyi malah tidak layak untuk mengikuti kompetisi Pulau terapung itu, karena hanya akan membuatnya terbunuh saja di sana.


“Kompetisi Pulau terapung adalah Kompetisi di mana Pulau terapung akan muncul sekali dalam seribu tahun untuk melatih kepemimpinan anak-anak Ketua Clan Kong memimpin pasukan dalam pertarungan hidup mati di sana,” kata Penjaga itu. “Selain tuan muda atau Nona muda yang kalian pilih sebagai tim kalian adalah lawan dan boleh dibunuh, sekalipun itu tuan muda atau Nona muda lainnya—tidak hanya itu ada juga monster dan jebakan Sihir. Kalau beruntung kalian bisa mendapatkan artefak ilahi.”


“Menarik sekali!” sahut Xiuhuan tertarik mengikutinya.


“Kalau kalian tertarik, silahkan saja menuju halaman kediaman Clan Kong, karena hari ini adalah pendaftaran terakhir,” kata Penjaga gerbang masuk kota Nanbei itu.


Xiuhuan menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat pada Penjaga gerbang kota Nanbei dan segera bergegas menuju Kediaman Clan Kong.


“Kita sungguh beruntung datang tepat waktu, kalau kita berlama-lama di kota Lan Hu, maka kesempatan bagus ini akan terlewatkan,” kata Xiuhuan dengan senyum lebar.


“Tapi sepertinya di sana itu sangat berbahaya Xiuhuan gege. Mungkin Qingyi akan menjadi beban tuan muda!” sahut Yu Qingyi—merasa sedih, tingkat Kultivasi-nya paling rendah.


Xiuhuan membelai rambutnya dan berkata, “Selama babang tampan ini berdiri tegak! Tak akan ada yang bisa menyakitimu hehehe ....” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh, sedangkan Yu Qingyi tersipu malu karena diperlakukan sangat baik oleh Xiuhuan.


Tak berselang lama, mereka akhirnya sampai di halaman Kediaman Clan Kong yang sangat ramai dikunjungi oleh para Kultivator. Ada sepuluh tuan muda dan empat Nona muda Clan Kong yang sedang merekrut Kultivator untuk menjadi anggota tim mereka.


Xiuhuan merasa antriannya terlalu panjang, itu akan memakan waktu yang lama dan ia malas bila mengikuti antrian begitu. Kemudian matanya tertuju pada satu Nona muda yang antriannya kosong.


“Sepertinya dia sudah selesai merekrut anggota. Aku akan bertanya, apakah masih bisa mendaftar ke timnya,” gumam Xiuhuan melangkah ke sana.


Sementara itu Nona muda Kong Xia merasa putus asa karena tak ada yang mau bergabung bersamanya. Dia adalah putri haram Ketua Clan Kong yang kebetulan saat sedang mabuk memperkosa Pelayannya dan saat ia lahir Ketua Clan Kong langsung membunuh Pelayan itu serta membiarkan Kong Xia dirawat oleh Pelayan tua lainnya hingga tumbuh dewasa.

__ADS_1


Kong Xia cuma Ranah Demon God tingkat Dua saja, karena tak mendapatkan sumberdaya untuk berkultivasi. Untung saja Pelayan tua yang merawatnya—sangat menyayanginya dan membantu Kong Xia membeli sumberdaya untuk berkultivasi.


Seminggu yang lalu ia dipanggil oleh Ketua Clan Kong dan mengatakan ia akan ikut dalam Kompetisi Pulau Terapung, padahal selama 300 tahun ini—ia tak pernah di sapa dan dianggap sebagai anak, kini tiba-tiba ia harus membentuk tim melawan Tuan muda dan Nona muda yang telah mencapai Ranah Raja Iblis, ini sama saja untuk menyuruhnya mati di Pulau Terapung itu.


Kong Xia terkejut Iblis tampan dan dua Iblis cantik mendekati mejanya. Dia tersenyum lebar menyambut kedatangan mereka, akhirnya ada juga yang mau mendaftar padanya.


“Apakah masih boleh mendaftar?” tanya Xiuhuan sembari memerhatikan tingkat Kultivasi Kong Xia yang berbeda sangat jauh dengan Tuan muda dan Nona muda lainnya, sehingga ia ragu untuk mendaftar.


“Si-siapa nama Anda tuan!” sahut Kong Xia segera bertanya, ia tak ingin melepaskan ketiga Iblis itu. Dia harus memiliki tim saat memasuki Pulau Terapung.


“Aku Xiuhuan, dia Yu Qingyi dan Yu Fen,” sahut Xiuhuan dan Kong Xia langsung menulis nama mereka. “Apakah Nona muda sudah memiliki anggota yang banyak seperti mereka!” Xiuhuan menunjuk antrian disebelahnya.


Kong Xia tersenyum masam, kalau ia memberitahu bahwa hanya mereka anggota timnya—pasti mereka akan keluar dari timnya ini.


Kong Xia sedikit berdehem dan berkata, “Aku sudah memiliki 50 Kultivator Ranah Raja Iblis, 100 Ranah Demon God tingkat Sembilan dan 1000 berbagai Ranah dibawahnya. Kalian kuterima karena beruntung saja—nona muda ini lagi baik hati hahahaha ....” Kong Xia tertawa dipaksakan, sehingga Xiuhuan merasa ada yang aneh.


“Iya ....” Xiuhuan pasrah ditarik oleh budaknya itu, sedangkan Kong Xia bernafas lega—Xiuhuan tidak bertanya lagi.


Kong Xia segera meninggalkan halaman kediaman Klan Kong itu, karena merasa tak akan ada lagi yang mendaftar pada tim bentukannya.


“Apakah kau sudah pasrah anak haram?” ejek Kong Xue—Putri bungsu Ketua Clan Kong, tetapi dengan sumberdaya berlimpah yang diberikan Clan Kong, ia langsung melewati tingkat Kultivasi Kong Xia walaupun ia jauh lebih muda darinya.


Kong Xia diam saja dan terus berjalan menjauhi Kong Xue. Dia sudah biasa diejek bahkan menjadi samsak tinju oleh saudara-saudaranya.


“Hei, anak haram! Lebih baik kau bersujud di kaki ayah dan memohon agar tidak dikirim ke Pulau Terapung!” seru Kong Xue. “Tempat seperti itu tidak layak diinjak oleh anak yang tidak diakui sepertimu, itu sama saja menodai leluhur Clan Kong yang membuat Pulau terapung itu untuk mengembangkan bakat generasi penerusnya!” Kong Xue ingin sekali membunuh anak haram itu, tetapi ayahnya selalu melarangnya dan kakak-kakaknya yang lain melakukan itu.


Kong Xia memasuki kamarnya dan tak terasa air matanya langsung mengucur deras. Entah apa salahnya, sehingga harus menanggung penderitaan ini. Dia ingin kabur dari Clan Kong, tetapi ia tidak tahu harus berlabuh ke mana? Sehingga ia urung melakukannya.

__ADS_1



***


“Aku merasa Nina muda tadi seperti menderita sekali. Apakah ia sebenarnya budak seperti Qingyi, ya?” Yu Qingyi teringat dengan Kong Xia saat mereka menikmati makan siang di restoran termewah di kota Nanbei.


Xiuhuan mengingat-ingat kembali wajah Kong Xia dan membandingkannya dengan tuan muda serta Nona muda lainnya. Dia merasa ucapan Yu Qingyi ada benarnya, apalagi wajahnya sedikit berbeda atau nyaris tidak mirip dengan mereka.


“Ah, mana mungkin Nona muda adalah budak, mungkin sudah sikapnya seperti itu,” sahut Xiuhuan—teringat dengan sikap Lou Xue yang sangat dingin seperti balok es. “Sudah cepat habisi makanannya, buat apa memikirkan Nona muda itu. Toh, besok kita akan satu tim dengannya—maka, kita akan tahu nanti bagaimana sifatnya setelah memasuki Pulau Terapung,” kata Xiuhuan lagi.


“Baik!” sahut Yu Qingyi.


Setelah selesai makan, Xiuhuan memutuskan untuk mencari Penginapan karena ingin memanfaatkan waktu untuk berkultivasi, sedangkan Yu Fen pergi menemui teman lamanya di kota Nanbei ini.


Yu Qingyi memutuskan ikut dengan Xiuhuan ke Penginapan dan akan berkultivasi juga.


***


“Tuan muda!” sapa Yu Qingyi dari atas ranjang tempat tidur.


Xiuhuan yang ingin duduk bersila menoleh kearahnya, dan dia langsung menelan ludah. “Apakah kamu kepanasan Qingyi‘er? Aku bisa bisa menyirammu dengan elemen air!” sahut Xiuhuan berusaha bersikap tenang, walaupun belut tampan sedang bergejolak di bawah sana.


Yu Qingyi memain-mainkan kedua jempol jari tangannya dan berkata pelan, “Tuan muda sudah lama tidak membelai Qingyi. Apakah tuan muda sudah bosan ... kyeaaaaaaa! Apa yang kupikirkan!” kata Yu Qingyi gugup setelah menyadari ia telah menggoda Xiuhuan. Dia langsung menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya yang aduhai itu.


Xiuhuan memberikan jempol oke pada Yu Qingyi, ia tak menyangka akan diberikan kode nuklir. “Ini adalah kesempatan langka, mari kita selesaikan sayang ....” Xiuhuan melompat ke atas ranjang dan menerkam Yu Qingyi dengan ganas.


Tamu penginapan yang tidur dikamar sebelah mereka terpaksa menutup telinga, karena mendengar deru nafas yang tersengal-sengal oleh sesuatu yang membuatnya berfantasi liar. Kota Nanbei sore itu tiba-tiba diguyur hujan dan kedua Iblis yang sedang hangat itu terus memberikan sentuhan hangat—hingga Yu Fen menggedor-gedor pintu saat menjelang malam, menghentikan pergulatan mereka yang masih setengah laga itu.

__ADS_1


__ADS_2