
“Ayo, tampan! Apa yang kau tunggu,” rayu Xue Hu melihat Xiuhuan masih terbengong-bengong menatapnya. “Katanya sudah beristri, apakah rubahmu tak semenarik tubuhku,” katanya lagi dengan suara manja, yang membuat iman Xiuhuan runtuh.
“Aaaaaa!” Xiuhuan berteriak sembari merobek pakaiannya, sehingga tubuh six-pack kelihatan membuat Xue Hu menutup matanya. “Terkaman kucing garong!” Xiuhuan melompat ke ranjang Xue Hu.
Xiuhuan menyeringai, ternyata Xue Hu bukanlah istri yang setia, dia malah tergoda dengan ketampanan Xiuhuan.
Palu Raksasa muncul di tangan Xiuhuan, yang siap melumatkan Xue Hu.
Mata Xue Hu melirik Xiuhuan dari sela-sela jarinya, karena ia menutup matanya, malu melihat tubuh Xiuhuan yang begitu menggoda imannya itu. Namun, alangkah terkejutnya Xue Hu; ternyata ia diperdaya oleh Xiuhuan.
“Kau menipuku siluman belut sialan!” pekik Xue Hu. Namun, Xiuhuan menyeringai menatapnya, tak ada rasa bersalah dalam diri Xiuhuan sama sekali.
“Kau salah siluman cantik, aku ini manusia yang sangat kau benci. Aku akan memberikanmu kematian kedua—yang tak akan terlupakan olehmu, walaupun kau berinkarnasi puluhan kali,” ejek Xiuhuan.
Booommmmm!
Palu Raksasa milik Xiuhuan menghancurkan ranjang milik Xue Hu. Namun, Xiuhuan mengekerutkan keningnya; tak ada Xue Hu di bekas hantamannya, bahkan noda darah juga tak ada. “Apa yang terjadi?—Di mana ular putih itu?” Xiuhuan panik, karena siluman itu menguasai hukum ruang yang memungkinkannya berpindah-pindah semaunya di lantai tiga Paviliun makam itu.
“Beraninya manusia sampah sepertimu menipuku.” Xue Hu begitu marah, ia telah berubah ke wujud ular putih raksasa. Dia kemudian menyemburkan racun mematikan. “Aku akan menyiksamu dan membunuh semua manusia yang memasuki makam ini.” Xue Hu lansung melilit tubuh Xiuhuan.
Xiuhuan menelan Pill penangkal racun, tetapi tak cukup lincah untuk berpindah tempat, karena Xue Hu merusak rotasi hukum ruang di lantai tiga, sehingga Xiuhuan tetap di posisinya.
“Apa yang terjadi?” Xiuhuan kebingungan, badannya sudah terlilit siluman ular putih. Ribuan jarum es melayang di udara. “Aku akan mengunci meredianmu, sehingga kamu menjadi manusia biasa dan aku akan menyiksamu, sampai-sampai kau merasa ingin bunuh diri saja,” ancam Xue Hu.
__ADS_1
Xiuhuan tak mengerti apa yang dimaksud oleh Xue Hu, karena di Benua Kun Lun atau Daratan utama tak mengenal istilah Meridian. Namun, Xiuhuan tetap ketakutan, itu mungkin merusak Rongqinya, tetapi istilahnya saja yang beda.
***
Gelombang air dari telaga tetap membuat murid-murid berbagai Clan yang memasuki lantai tiga kebingungan. Padahal suami Xue Hu telah berhenti membuat gempa bumi di Paviliun makam, tetapi akibat Xue Hu merusak hukum ruang di lantai tiga; gelombang air itupun tetap terjadi.
Cao Yao bahkan sudah berjalan sangat jauh menyelusuri pinggir telaga, tetapi ia tak menemukan apapun.
“Aneh sekali lantai tiga ini, tak ada monster seperti lantai dua atau hujan meteor di lantai satu,” gumam Cao Yao kebingungan.
Lao Xue memutuskan menyelam ke dalam telaga, karena ia merasa ada yang ganjil dengan gelombang air itu. Mungkin saja jawabannya ada dibawah sana.
Dia tak mengajak siapapun, karena ia mengincar harta milik Xue Hu juga. Ketika di lantai satu, ia melihat perhiasan yang dikenakan oleh lukisan Xue Hu sangat indah, sehingga ia sangat menginginkannya.
Sama seperti Xiuhuan, ia terseret pusaran air dalam telaga itu dan ia muncul di ruangan dengan lantai sebening air.
***
Saat sampai di sumber suara Xiuhuan, Lou Xue terkejut, si tampan mesum itu telah dililit oleh ular putih dan yang membuat wajah Lou Xue memerah adalah Xiuhuan tak mengenakan pakaian apapun.
“Senior tulung, aku akan dimakan!” teriak Xiuhuan begitu melihat Lou Xue.
Ekor Xue Hu lansung menghempaskan Lou Xue, tetapi ia lansung melayang di udara. Namun lansung turun seperti buah kelapa yang jatuh dari pohon. Hukum gravitasi di ruangan itu tiba-tiba meningkat.
__ADS_1
Xue Hu ini adalah Kultivator yang sangat kuat waktu hidupnya. Kematiannya saja harus dikepung oleh seratus Sage dan ribuan Penyihir di negeri yang bernama Nuwu Zhi Di.
Secara normalnya, salinan jiwa itu hanya memiliki kekuatan 10% saja dari wujud lamanya. Namun, kekuatan yang dimiliki oleh Xue Hu adalah kekuatan tingkat dewa, yang sangat diidam-idamkan oleh semua Kultivator, yaitu bisa memanipulasi hukum ruang dan hukum gravitasi, belum lagi kemampuan bawaannya yang ber-elemen es, tentu saja mudah baginya mengalahkan kekuatan dua manusia yang di negeri asalnya hanya kemampuan siluman tingkat rendah.
Jarum es yang seharusnya untuk mengunci meredian milik Xiuhuan, kini ia arahkan pada Lou Xue.
“Ah, gawat!—Sepertinya aku harus menggunakan Pedang Yu Xian,” gumam Xiuhuan dan Pedang pusaka tingkat menengah itu melayang di udara. “Siluman cantik, kau telah membuat marah dewa ketampanan ini, rasakan lah murka dariku,” ancam Xiuhuan dengan mimik wajah yang membuat Xue Hu dongkol, bahkan Lou Xue yang merupakan rekan satu Clan-nya saja ikutan jijik melihatnya.
Dia menggunakan jurus Teknik Peri; Air Mata Kehidupan, di mana peri-peri kecil yang menyelimuti Pedang Yu Xian lansung berubah menjadi tujuh peri dewasa yang memegang busur panah.
Ketujuh peri itu membentuk lingkaran dan lansung menembakkan anak panah yang berubah menjadi air bah menghantam Xue Hu.
Xue Hu tertawa terkekeh-kekeh, “Apa manusia tak memiliki sihir lain?—Atau kau saja yang lemah, sepertinya gadis cantik di sana yang lebih kuat. Jurusmu ini hanya untuk mandi saja, mungkin kamu berubah profesi saja sebagai pemanggil hujan,” ejek Xue Hu sembari menjentikkan jarinya.
Air bah dari jurus Teknik Peri; Air Mata Kehidupan, lansung membeku; bahkan peri-peri itu juga ikut membeku.
“Cih, merepotkan!” gumam Xiuhuan, jurusnya malah ditahan dengan mudah, padahal ia sudah sombong duluan, belum lagi lilitan Xue Hu membuat tulang-tulangnya retak.
“Teknik hutan rimba!” seru Lou Xue, di mana ruangan tempat mereka bertarung dipenuhi tanaman merambat dan lansung mengarah ke Xue Hu. “Mudah-mudahan dia melepaskan Xiuhuan dari lilitannya dan kami bisa melawannya bersama,” gumam Lou Xue.
“Aduh mainan apa lagi ini,” ejek Xue Hu memunculkan es berbentuk bulan sabit seukuran celurit, tetapi dalam jumlah yang sangat banyak dan es berbentuk bulan sabit itu memotong semua tanaman merambat yang mendekatinya.
Xiuhuan kagum dengan jurus yang dimiliki oleh Lou Xue itu, tetapi ia sudah merasa tersiksa dan memutuskan menggunakan Pedang Penghancur Semesta, yang merupakan senjata pusaka urutan pertama dalam sepuluh senjata pusaka tingkat tinggi, atau senjata pusaka paling diincar oleh semua Kultivator, bahkan Pedang ini yang membuat perang besar 100.000 tahun lalu, antara aliansi aliran putih melawan aliansi aliran hitam.
__ADS_1
Xue Hu lansung melepas lilitannya, begitu Pedang Penghancur Semesta keluar dari cincin dimensi milik Xiuhuan. Dia merasa kulitnya terluka oleh goresan Pedang itu. Lou Xue bahkan membelalakkan matanya saat melihat Pedang Penghancur Semesta, itu adalah ekspresi yang tak pernah dilakukan oleh bidadari salju itu.
...~Bersambung~...