Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Kita Bersaudara


__ADS_3

Kong Men sangat marah diejek oleh Kultivator yang tingkat Kultivasi-nya lebih rendah darinya itu. Dia ingin sekali mencincang-cincang tubuh Xiuhuan.


Dia kembali menghilang dan muncul dihadapan Xiuhuan tetapi Xiuhuan sudah tidak berada di sana, karena Xiuhuan sudah terbiasa melawan Kultivator yang memiliki elemen Kegelapan, sehingga intuisi-nya selalu tepat saat menebak pergerakan Kong Men.


“Cih, Iblis sialan itu menjengkelkan sekali!” gerutu Kong Men. “Kalau mau gelut ayo sini! Jangan main petak umpet kampret!” Kong Meng sangat murka dipermainkan oleh Xiuhuan.


“Oh, bukannya kau yang selalu hilang timbul seperti dia yang memberikan sedikit harapan, tetapi nyatanya cuma pemberi harapan palsu!” sahut Xiuhuan sembari menatap kearah Kong Jie.


Kong Jie mengerutkan keningnya dan berkata, “Hei, jangan sindir aku, kita saja baru bertemu!” Kong Jie merasa heran dengan tingkahnya itu.


Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh mendengarnya, karena ia memang sengaja memprovokasi Kong Men agar tidak kabur nantinya seperti beberapa Kultivator Iblis lainnya—yang selalu memanfaatkan Hukum Ruang apabila terdesak.


Di puncak bukit tempat Yu Fen dan Yu Qingyi berdiri, keduanya memilih bersembunyi dibalik rerumputan—mereka berkamuflase agar tidak terlihat oleh salah satu anggota tim Kong Guan yang menghampiri mereka.


“Hmm, perasaan tadi ada dua Iblis cantik lemah di sini, ke mana mereka kabur, ya?” Iblis anggota tim Kong Guan itu terheran-heran. Padahal ia ingin menawan mereka untuk dijadikan sandera agar kelompok tim Kong Youyou menyerah.


Dia kemudian menuju Kong Men untuk membantunya melawan Xiuhuan yang sedang melesat dengan kecepatan tinggi kearah Kong Men.


“Akhirnya kau berani juga duel langsung melawanku!” seru Kong Men dengan seringai tipis diwajahnya.


Api hitam muncul dari tangan Kong Men yang membentuk Siluet tapak tangan raksasa dan beradu dengan tebasan pedang jurus Putaran Gelombang Air dari Pedang Penghancur Semesta milik Xiuhuan.


Sebelum berbenturan dengan telapak tangan Kong Men itu, Xiuhuan mengeluarkan Boneka Humanoid yang menyerap api hitam itu, sehingga kekuatannya nyaris hanya setara dengan Ranah Demon God tingkat Delapan, sehingga Xiuhuan unggul satu tingkat darinya.


Kong Men mengerutkan keningnya, ia tak menyangka ada Artefak tingkat tinggi yang mampu melakukan hal begitu, sehingga ia langsung panik. Namun, untuk kabur sudah terlambat, sehingga ia hanya bisa bertaruh harapan pada serangan telapak tangannya itu.


Boommm!


Tubuh Kong Men terbelah dua oleh tebasan Pedang Penghancur Semesta, sehingga Kong Guan terkejut melihatnya, ia tak menyangka Kultivator Ranah Demon God tingkat Sembilan mampu mengalahkan Ranah Raja Iblis.

__ADS_1


Anggota timnya yang melihat itu menjadi ketakutan, nyali mereka langsung ciut.


“Jangan takut, Kong Men pantas mati, karena ia selalu meremehkan lawannya! Bunuh dia dengan kekuatan terbaik kalian!” Kong Guan memotivasi anggotanya—yang takut mendekati Xiuhuan.


“Kau melihat ke mana saudara Guan!” seru Kong Youyou menebas leher Kong Guan. Namun, ia berhasil menghindar dan menyerang balik.


Kong Guan jauh lebih kuat dari Kong Men, sehingga Xiuhuan merasa bersyukur ia langsung memilih melawan Kong Youyou daripada dirinya.


Kong Jie makin bersemangat karena Kloning Manusia Air membantu merepotkan pergerakan Kultivator anggota tim Kong Guan itu, sehingga ia dan kedua temannya itu dengan mudah mengatasi perlawanan mereka.


Kong Guan mendengus dingin, saat melihat anak buahnya ternyata kesulitan melawan saudarinya yang satu lagi. Belum lagi Kong Youyou cukup memberikan perlawanan sengit, karena ia adalah Kultivator terkuat diantara semua Saudari perempuannya.


“Saudara Guan!” seru Kong Youyou. “Lebih baik kau cara musuh yang lain saja, karena aku tak berminat menumpahkan darah saudaraku. Bagaimana?” Kong Youyou sudah tak tertarik bertarung lagi, setelah sering mendapatkan ceramah dari Xiuhuan—tentang pentingnya saling menyayangi diantara bersaudara itu, sehingga hati kecilnya sedikit terbuka.


Kong Guan berhenti menyerang Kong Youyou, ia menyadari kalau pertarungan ini terus dilanjutkan, maka kekalahan tetap berpihak padanya. Apalagi cuma tersisa Lima Kultivator lagi anggota timnya.


“Ah, sayang sekali! Selalu saja berakhir seperti ini,” keluh Xiuhuan sembari memerintahkan Kloning Manusia Air mengumpulkan cincin dimensi anggota tim Kong Guan yang telah tewas.


Yu Fen melayang disebelah Xiuhuan sembari menghunus pedang dan ia bertingkah seolah-olah ingin mengejar anggota tim Kong Guan yang kabur.


Xiuhuan mengerutkan keningnya saat melihat Pedang ditangan Yu Fen itu masih mengkilap dan tak ada noda sedikitpun.


“Ah, sial! Mereka malah kabur, mungkin takut dibunuh oleh Ratu ini!” kata Yu Fen dengan nada sombong, sedangkan Yu Qingyi yang datang menyusul tersenyum-senyum melihat tingkah bibinya itu.


Xiuhuan menyeringai, ia ada ide gila untuk mengerjai Yu Fen—dengan memerintahkan salah satu Kloning Manusia Air menyerangnya.


“Aaaaaaaa! Tulungngngngng!” teriak Yu Fen saat melihat Kloning Manusia Air bergerak dengan cepat kerahnya, ia langsung memeluk punggung Xiuhuan dari belakang—sehingga Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh.


Yu Fen menyadari ini pasti ulah Xiuhuan, sehingga ia langsung menempeleng tuan Yu Qingyi itu, sehingga Xiuhuan meringis kesakitan—sambil memegang kepalanya.

__ADS_1


“Hei, bibi Fen! Apa-apaan ini?” Xiuhuan menggerutu.


“Kau ingin mencelakaiku, kan?” Yu Fen cemberut sembari menggembungkan pipinya.


Xiuhuan hanya tertawa terkekeh-kekeh dan Kong Jie datang menghampirinya. “Terimakasih tuan Xiuhuan telah membantu kami dan kalau boleh, kami ingin bergabung dengan tim kalian—karena cuma kami bertiga lagi yang tersisa, takutnya kami terkepung oleh saudaraku yang lainnya,” kata Kong Jie berniat bergabung dengan Xiuhuan setelah berdiskusi dengan Kong Yi dan Kong Nie tadi setelah Kong Guan kabur.


Xiuhuan menatap Kong Xia, karena ialah yang memiliki tim ini, walaupun Kong Xia menyerahkan kepemimpinan padanya. Namun, ia merasa Kong Xia lebih berhak memberikan keputusan, sebab kompetisi Pulau Terapung ini diadakan untuk menyeleksi siapa yang terkuat diantara anak-anak Ketua Clan Kong.


Kong Xia menyadari Xiuhuan menyerahkan keputusan itu padanya, sehingga ia menghampiri Kong Jie sembari menangkupkan tinjunya dan berkata, “Selamat bergabung saudari Jie di tim Kong Xia yang lemah ini.”


Kong Xia tetap bersikap rendah hati, walaupun sering dijadikan samsak tinju oleh Kong Jie dahulu.


Kong Jie merasa bersalah, ia teringat akan kejadian masa lalu saat ia sering merundung saudari beda ibu dengannya itu. Karena Kong Xia lahir dari Pelayan Kediaman Clan Kong yang secara tidak sengaja diperkosa oleh Ketua Clan Kong saat keadaan mabuk, sehingga Kong Xia sering dipanggil dengan sebutan anak haram.


Kong Jie bertekuk lutut dihadapan Kong Xia sembari berkata, “Saudari Xia! Maafkan tingkah lakuku selama ini yang selalu berbuat jahat padamu hiks ... hiks ... hiks ...." Kong Jie menangis tersedu-sedu.


Kong Xia mengangkat pundaknya dan memeluk Kong Jie. “Jangan dipikirkan masa lalu itu, mulai sekarang kita akan saling menjaga dan menyayangi,” katanya sembari menarik tangan Kong Youyou yang diam saja seolah-olah tak peduli melihat adegan mengharukan—yang membuat Xiuhuan meneteskan air matanya.


“Aku sangat sedih, aku juga akan menjaga kalian!" sahut Xiuhuan memeluk Kong Youyou dari belakang.


“Hei, sialan! Jangan sentuh-sentuh aku!” teriak Kong Youyou, sedangkan Kong Jie langsung menampar wajahnya, sehingga tertinggal stempel lima jari di pipi Xiuhuan.


“Cih, mengganggu saja!” keluh Kong Jie, karena ini adalah momen langka diantara anak-anak Ketua Clan Kong saling berbicara dari hati ke hati. Eh, Xiuhuan malah merusuh.


...***...


Junior Xiuhuan dari Indonesia yang bernama Dukun Zul, memenangkan kontes menulis cerita fantasi lokal 😁😁😁Juara Tiga Bosque


__ADS_1


__ADS_2