
“Xia Mei! Apa yang kau lakukan? Kau itu tunangan Pangeran Qin Tianlong!” seru Xia Yunfei, terkejut putrinya itu malah mengajukan diri sebagai Pelayan istri Xiuhuan.
Xiuhuan melihat gadis cantik yang kira-kira berumur tujuh belasan tahun itu tersenyum manis menatapnya. Walaupun tidak secantik Lou Xue, tetapi kecantikannya sudah pasti akan menjadi rebutan para tuan muda tampan di Kerajaan Qin ini.
“Aku cuma ingin menjadi Pelayan Nona ini dan berharap tuan Xiuhuan memberikanku sedikit petunjuk tentang teknik Kultivasiku,” sahut Xia Mei.
Lou Xue tetap memejamkan matanya dan tidak bereaksi apapun, sehingga Xiuhuan bingung mengambil keputusan.
“Sebenarnya betul yang dikatakan oleh Ketua Xia Yunfei,” kata Xiuhuan. “Takutnya nanti menimbulkan kecemburuan dari Pangeran Qin Tianlong, apalagi aku sudah memiliki 53 istri. Takutnya nanti terlalu dekat denganmu, aku malah jatuh cinta hahahaha ....” Xiuhuan tersenyum lebar.
Jenderal Qin Bing maupun Xia Yunfei geleng-geleng kepala mendengarnya, mereka berpikir apakah Xiuhuan benar-benar murid Sekte Kuil Surgawi atau cuma Kultivator yang mereka sewa.
“Li-Lima puluh tiga istri?” Xia Mei terkejut, karena para bangsawan saja palingan sampai belasan saja selir mereka dan tak sampai puluhan begitu. Namun, ia merasa itu wajar—mengingat Xiuhuan sangat tampan dan sangat kuat. Wanita manapun pasti tergila-gila dengannya, termasuk bidadari di hadapannya itu.
“Sudah tak perlu dibahas lagi, kalau ada kendala dalam Kultivasimu katakan saja, tetapi aku bukan Kultivator yang memilih Transformasi tubuh sebagai jalan Kultivasiku, sehingga aku tak akan memberikan banyak masukan nanti,” kata Xiuhuan mencairkan suasana.
Xia Yunfei sangat senang mendengar ucapan Xiuhuan. Karena Jenderal Qin Bing jauh-jauh datang ke tempat terpencil ini sebenarnya hanya untuk mengamankan Xia Mei agar tidak diculik oleh Wan Sin seperti yang terjadi pada Nona muda di Clan yang telah dihancurkan oleh mereka.
“Nona Mei, sebenarnya Pangeran Qin Tianlong itu sangat tampan. Mungkin ketampanannya tak jauh beda dengan tuan Xiuhuan, sehingga kau tak perlu khawatir dia jelek atau lain-lainnya,” sela Jenderal Qin Bing tahu Xia Mei sebenarnya jatuh cinta pada Xiuhuan.
Xia Mei memain-mainkan jarinya dengan wajah memerah dan berkata, “Pangeran Qin Tianlong hanya menjadikan aku sebagai selir ketiga dan itu akan membatasiku mengejar kekuatan, sedangkan tuan Xiuhuan tinggal di Sekte Kuil Surgawi—dia pasti akan mengajariku dan membuatku menjadi Kultivator kuat.”
Xia Yunfei batuk-batuk mendengar ucapannya, ia tak menyangka putrinya akan berpikir sejauh itu, begitu juga dengan Jenderal Qin Bing.
__ADS_1
“Begini saja," sela Xiuhuan. “Bagaimana kalau ia menjadi Pelayan Lou Xue, istriku untuk sementara. Karena kita akan bertemu dengan Pangeran Qin Tianlong juga nanti. Kalau Pangeran itu memang tampan, kau yakin Nona Mei akan berubah pikiran juga dan menyetujui pernikahan mereka.”
“Aku setuju!” sahut Jenderal Qin Bing buru-buru menjawab. Dia sebenarnya takut Xia Mei benar-benar menolak pernikahan dengan Pangeran Qin Tianlong dan ia akan mendapat hukuman dari sang Pangeran karena membiarkan tunangannya diambil orang.
“Boleh juga,” kata Xia Yunfei. “Mei‘er, saat sampai di sana nanti. Cobalah untuk luangkan waktu bersama Pangeran dan hanya kau jalan Clan Xia kita untuk bangkit kembali.”
Xia Mei hanya mengangguk senang menjadi Pelayan Lou Xue dan bisa bersama Xiuhuan. Dari awal ia memang menentang pertunangan itu, karena ia ingin menjadi Kultivator hebat, tetapi ayahnya memaksanya.
“Nona Xue ... adakah yang bisa kubantu?” tanya Xia Mei.
Lou Xue membuka matanya dan menatap Xia Mei yang tersenyum hangat. “Bawa aku ke kamar mandi,” katanya—tetap tanpa ekspresi.
Xia Mei memegang tangannya dan membawa Lou Xue ke belakang Kediaman Clan Xia. Kini tinggal Xiuhuan dan para petinggi Clan Xia beserta Jenderal Qin Bing saja di sana.
“Ayo kita nikmati hidangannya dan Nona-Nona silahkan lanjutkan tariannya," kata Xiuhuan seolah-olah seperti dia saja tuan rumahnya.
“Apa kerajaan kita ini memiliki Putri mahkota?" Xiuhuan bertanya pada Jenderal Qin Bing yang duduk disebelahnya.
Jenderal Qin Bing tersendat, terkejut dengan pertanyaan Xiuhuan.
“Mungkin maksud tuan Xiuhuan adalah tuan Putri. Karena Putra Mahkota telah diwariskan pada Pangeran Pertama yang menjadi Raja saat ini, Raja Qin Song.” Qin Bing memberikan penjelasan. “Putri Qin Xi menikah dengan Putra Mahkota dari Kerajaan Sin,” lanjutnya lagi.
“Yah, sayang sekali,” sahut Xiuhuan membuat mereka heran mendengar ucapan Xiuhuan. Namun, mereka tak berani bertanya mengapa ia menyayangkan tuan Putri menikah dengan Putra Mahkota dari Kerajaan Sin tersebut.
__ADS_1
Setelah menikmati jamuan makan di kediaman Clan Xia itu, Jenderal Qin Bing langsung berangkat membawa Xiuhuan menuju ke Clan Yu.
“Mei‘er tolong jangan persulit tuan Xiuhuan maupun nona Xue nanti. Ingat kau adalah tunangan Pangeran Qin Tianlong,” kata Xia Yunfei melepas kepergian putrinya itu.
“Tenang saja ayah, aku hanya menjadi Pelayan Nona Xue saja,” sahut Xia Mei senang lepas dari pengawasan ayahnya dan kini bersama Kultivator kuat dan tampan.
Xiuhuan tidak menggendong Lou Xue lagi, karena ada Xia Mei yang menemaninya. Dia malah asyik mengobrol dengan Jenderal Qin Bing.
Kapal terbang berukuran besar membawa mereka dan diikuti ratusan Kapal terbang lainnya yang mengangkut 4500 Kesatria, 500 Kesatria gugur saat pertarungan tadi.
“Berapa lama kita sampai ke Clan Yu Jenderal Bing?” tanya Xiuhuan sambil menyeduh teh ditangannya.
“Kita akan sampai menjelang sore nanti tuan Xiuhuan,” sahut Jenderal Qin Bing.
“Aku heran, bagaimana bisa Kultivator tadi menjadi Immortal. Apakah ada metode khusus yang Jenderal ketahui? Maklum aku lahir dan tumbuh di Sekte Kuil Surgawi—jadi kurang memahami perkembangan dunia luar.” Xiuhuan berbohong.
Wajah Jenderal Qin Bing tampak keheranan, karena ia baru kali ini mendengar istilah Immortal.
“Aku juga tidak tahu tuan Xiuhuan. Aku curiga Immortal itu bukan dari Kerajaan Qin, mungkin mereka berasal dari organisasi pembunuh bayaran. Sepak terjang mereka memang sangat misterius dan tak ada Kerajaan yang mengetahui di mana markas organisasi mereka, begitu juga siapa pemimpinnya.”
Xiuhuan akhirnya mengerti. Itu seperti Paviliun Shadow yang ada di Pulau Niao dulu. Di mana sepak terjang mereka sangat terorganisir dan pengikutnya sendiri dari kalangan Sekte besar dan pejabat pemerintahan. Namun, itu tak penting, yang diinginkan oleh Xiuhuan adalah bagaimana mereka bisa begitu cepat mencapai Immortal dan apakah ada teknik khusus untuk mempercepat tingkatan Kultivasi.
“Sepertinya aku harus menyelidikinya sendiri,” gumam Xiuhuan menengadah menatap awan tipis di langit. “Seandainya Lou Xue tak ikut, maka aku akan menjelajahi Dunia Bawah ini.” Dia tersenyum menatap Lou Xue yang juga menyeduh teh bersama Xia Mei.
__ADS_1
...***...
...~Jangan lupa 👍 Bosque~...