Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Pengikut Baru Kelompok Judgment


__ADS_3

Long Fei, yang merupakan ketua Sekte Gunung Pedang, bersama yang lainnya menjumpai Xiuhuan setelah melihat pertarungannya dengan anggota Paviliun Shadow itu telah berakhir.


Tak lupa ia juga memerintahkan pihaknya untuk mengangkat semua mayat-mayat yang bergelimpangan di halaman Sekte kecil itu.


“Ketua Xiuhuan ... Kau tak apa!” sapa Qin Tan mendarat di depannya, Xiuhuan yang melihat Qin Tan terbang dengan sayap berwarna-warni dengan mengeluarkan mawar merah di setiap kepakan sayapnya.


“Tan‘er ... Kau—” Xiuhuan memberikan jempol padanya.


Sontak saja Mei Yin yang berdiri di sebelah Xiuhuan, lansung cemberut. Karena saat ia melakukan teknik penggabungan dengan Roh Pedangnya, Xiuhuan malah mengejeknya. Berbeda dengan perlakuannya terhadap Qin Tan.


“Ketua ....”


Qin Tan berlari kecil menghampiri Xiuhuan, mukanya memerah seperti tomat. Qin Tan juga memainkan kedua ujung jempol tangannya.


“Tan‘er ... Adikku, kenapa kau terjerumus pada ketua mesum itu!” gerutu Qin Sin.


“Hahaha ... beginilah kutukan menjadi good looking!” Xiuhuan tertawa melihat anggotanya iri melihatnya.


“Senior ... kami—”


Lin Yun datang menghampiri Xiuhuan, namun Xiuhuan melambaikan tangannya, sehingga Lin Yun tak melanjutkan ucapannya.


“Kau kuampuni, berterimakasihlah pada Lin Jingmi. Kalau bukan karena ia mau menjadi mata-mata untukku, mungkin saja kalian tak akan melihat matahari besok!” seru Xiuhuan.


Lin Yun lansung bertekuk lutut, diikuti oleh Pendekar Pedang Clan Lin lainnya.


“Hahaha ... kalian jangan bertekuk lutut begitu, apalah Aku ini, tak pantas dihormati berlebihan begitu,” ucap Xiuhuan merendah diri.


“Saya rasa, Lin Yun cocok menjadi Ketua Clan selanjutnya!” seru Lon Fei memberikan masukan, karena Lin Dong telah tewas, secara otomatis mereka kini mengalami kekosongan kepemimpinan.

__ADS_1


“Aku, Lin Xia setuju Sesepuh Lin Yun menjadi Ketua Clan!” ucapnya, ia merupakan salah satu Sesepuh di Clan Lin dan tetua juga di Sekte Gunung Pedang.


“Saya juga!” seru Sesepuh lainnya.


“Kami Pendekar Pedang Clan Lin setia pada Ketua Yun!” para Pendekar Pedang Clan Lin semuanya bertekuk lutut padanya.


Lin Yun kaget, ia dipercayai sebagai Ketua berikutnya, ia kemudian melirik Xiuhuan yang diam saja memperhatikan musyawarah mereka itu.


“Aku rasa Sesepuh Lin Yun cocok menjadi Ketua Clan selanjutnya, karena itu adalah hasil mufakat kalian juga,” katanya, karena ia tahu maksud dari Lin Yun melihatnya adalah untuk memberikan masukan.


“Baiklah, karena semua telah setuju, saya akan memegang amanah untuk kemajuan Clan Lin selanjutnya," kata Lin Yun, ia kemudian berjalan menghampiri Long Fei. “Pertama-tama kami seluruh Clan Lin meminta maaf pada Sekte Gunung Pedang, karena telah melakukan pengkhianat terhadap kota Yangtze ini. Sebagai kompensasi atas kerugian yang kami lakukan, maka Clan Lin akan menyerahkan 2/3 harta milik Clan Lin pada Sekte Gunung Pedang. Dan selanjutnya akan setia pada senior Xiuhuan!”


“Hahaha berarti kalian mau bergabung dengan Kelompok Judgment, ya? Ingat, kalian akan menjadi musuh Paviliun Shadow, lho!” Xiuhuan meyakinkan kembali resiko bergabung dengan organisasi tandingannya melawan Paviliun Shadow yang dibentuknya itu.


“Kami siap menerima perintah Ketua!” seru Pendekar Pedang Clan Lin bertekuk lutut kembali.


“Kami dari Clan Sin juga bergabung!” mereka ikut bertekuk lutut.


"Kami Sekte Gunung Pedang siap menerima arahan dari Ketua Xiuhuan!” seru Long Fei ikut bergabung.


Sekarang semua kekuatan di Kota kecil, Yangtze ini telah memberikan sumpah setia pada Xiuhuan dan Clan Lin.


Xiuhuan merasa terharu, padahal awalnya ia hanya iseng-iseng pada muridnya, Dou Yi untuk melemparkannya sejauh mungkin dengan Jurus Pembelah Dimensi miliknya.


Namun, kini ia malah mendapatkan sekutu baru, dalam melawan Paviliun Shadow yang berniat merusak perisai yang melindungi Pulau Niao dari daratan utama selama 10.000 tahun lebih itu.


“Aku Xiuhuan, salah satu Ketua Kelompok Judgment, sangat berterimakasih pada kalian dan menerima kalian sebagai bagian dari keluarga baru kami,” ia sangat terharu dan tak terasa air matanya mengalir membasahi pipinya. “Kedepannya kita akan menghadapi tantangan besar, pertama-tama kita benahi dulu kota ini menjadi lebih baik. Menyantuni kaum miskin dan mengembangkan kota ini menjadi lebih baik kedepannya. Juga kalian harus melatih murid-murid kalian dengan baik, jangan dibeda-bedakan baik itu dari golongan kaya atau miskin. Mereka harus didukung untuk menjadi generasi penerus kita selanjutnya.”


Xiuhuan memberikan pidato pertamanya sebagai salah satu dari tiga Ketua Kelompok Judgment. Karena dengan kekalahan Paviliun Shadow di kota Yangtze ini, pasti akan menggemparkan Paviliun Shadow, tak menutup kemungkinan, mereka akan melakukan aksi balasan atau teror lebih banyak lagi kedepannya.

__ADS_1


“Siap Ketua Xiuhuan!” sahut mereka serentak masih dalam posisi bertekuk lutut padanya.


“Baiklah, kami akan meninggalkan kota Yangtze ini malam ini juga, untuk menghindari mata-mata dari pihak lain, besok Hakim Jia Li akan datang ke kota ini, ia akan memvonis Lin Dong dan Paviliun Shadow, sebagai dalang kekacauan yang terjadi di kota ini. Jadi, kalian tak perlu khawatir, beliau adalah pihak kita, sekaligus salah satu Ketua Kelompok Judgment juga,” kata Xiuhuan menutup pidatonya.


Xiuhuan dan Duan Mu beserta anggota yang dibawanya dari ibukota, Tianwu itu kemudian pergi meninggalkan kota Yangtze.


“Sampai jumpa lagi kedepannya!” seru Xiuhuan melambaikan tangan pergi.


Lin Jingmi memasang wajah sedih, Xiuhuan tak mengatakan kata perpisahan padanya. Padahal ia sudah sangat merasa akrab dengan Pendekar Pedang tampan itu.


Lin Yun menyadari apa yang dirasakan oleh Lin Jingmi dan melirik Lin Xia.


“Kau kejar mereka, jika kau ingin melihat dunia lebih luas, lagi pula Ketua Lin Yun akan menutup rumah bordil Gerbang Surga itu, karena dari dulu ia sangat menentang pembangunan tempat hiburan malam itu!” seru Lin Xia.


“Aku boleh pergi ...” sahutnya senang, sambil melirik ayahnya yang berdiri dekat Lin Yun juga.


“Pergilah, Nak! Ayah yakin, kau akan berkembang menjadi Pendekar Pedang hebat jika bersama mereka!” seru Ayahnya.


Lin Jingmi memeluk ayahnya dan kemudian berlari mengejar rombongan Xiuhuan yang telah berada di gerbang luar kota Yangtze.


“Ketua Xiuhuan ... tunggu Aku!” teriak Lin Jingmi melesat dengan cepat menggunakan tehnik Penggabungan dengan Roh Pedang Rubah putih miliknya.


Mei Yin melihat saingan baru telah muncul, ia dongkol sekali. Karena Lin Jingmi memiliki paras yang cantik, apalagi ia bekerja di rumah bordil, tentu saja pandai merayu pria, itulah yang ada dipikiran Mei Yin saat melihat Lin Jingmi mendekat.


“Eh, kau mau kemana?” tanya Xiuhuan heran, karena sekarang permasalahan di Clan Lin telah selesai.


“Aku akan menemani perjalanan Ketua, kemanapun kau pergi!” katanya sambil merangkul tangan Xiuhuan dan Semongkonya yang boing-boing itu menempel di tangan Xiuhuan, sehingga hidung Xiuhuan lansung mimisan. “Kau tak apa Ketua?” tanya Lin Jingmi lagi makin mempererat pegangannya.


“Hei lepaskan!” teriak Qin Tan yang cemburu menarik tangan Lin Jingmi. “Ih, kenapa tuhan tak adil. Kok punyaku datarrrrr!” teriaknya cemburu dan merangkul Xiuhuan.

__ADS_1


Yang lain lansung tertawa terkekeh-kekeh melihatnya, mereka merasa lucu bercampur iri, karena Xiuhuan dikerumuni gadis-gadis cantik.


Bersambung ...


__ADS_2