
Sekte Gunung Pedang kini menutup rapat gerbang masuk, setiap tamu yang datang diperiksa dengan ketat. Para murid-murid dilarang meninggalkan Sekte.
Malam ini Xiuhuan bergegas ke rumah bordil Gerbang Surga. Karena sudah janjian dengan Lin Xiao, penjaga gerbang desa Matahari Terbit yang ditemuinya sebelumnya.
Dari luar tampak rumah bordil tiga lantai itu sangat ramai dikunjungi pria hidung belang dan penjudi. Lantai bawah adalah restoran dan penjualan arak. Lantai kedua area perjudian. Sedangkan lantai atas adalah tempat para pria hidung belang menghamburkan uang mereka dengan wanita penghibur yang cukup cantik-cantik.
Xiuhuan berdiri di gerbang masuk rumah bordil Gerbang Surga itu, menunggu kedatangan Lin Xiao yang katanya mau memperkenalkan Xiuhuan dengan Ratu malam, yang menurut gosipnya adalah wanita tercantik di kota Yangtze.
Ratu malam sangat selektif dalam memilih pelanggan, dia hanya mau yang berwajah tampan. Belum lagi tarifnya yang sangat mahal, sehingga ia jarang mendapatkan pelanggan. Kebanyakan pelanggannya adalah tuan muda dari clan-clan besar dan beberapa Pendekar Pedang yang kebetulan lewat kota Yangtze.
Ratu malam ini juga memberikan bonus spesial bagi siapa saja yang mampu menaklukkan dirinya. Tak tanggung-tanggung, bayaran gratis dan layanan gratis untuk setiap akhir pekan selama satu tahun penuh.
Tak berselang lama, Ling Xiao datang bersama Pendekar Pedang tahap 40, sama levelnya dengan dirinya. Mereka langsung menghampiri Xiuhuan.
"Sudah lama menunggu, kah saudara Xiuhuan!" sapa Ling Xiao sembari menepuk pundaknya.
"Lumayanlah hingga aku mendengar tentang gosip Ratu malam ini. Kenapa dia hanya mau yang tampan saja, bukan dengan yang banyak uangnya?" Xiuhuan sangat penasaran dengan Ratu malam itu.
"Ouhh kau sudah tak sabar rupanya! Yang penting kau punya uang tidak? Karena butuh uang banyak untuk sekali tidur dengannya!"
"Apakah segini cukup untuk menaklukkannya?" Sekantung emas diperlihatkan oleh Xiuhuan. Membuat mata mereka terbelalak melihatnya.
Ling Xiao mengedipkan mata pada rekannya. Kemudian rekannya itu masuk duluan ke dalam rumah bordil Gerbang Surga.
"Mari kita menikmati makanan khas kota Yangtze ini dulu, masalah Ratu malam biarkan rekan saya yang mengatur semuanya!" Lin Xiao memasuki lantai bawah rumah bordil Gerbang Surga bersama Xiuhuan.
Di dalamnya cukup banyak Pendekar Pedang, bahkan ada yang berada pada Pendekar Pedang tahap 90 sekitar lima orang, Pendekar Pedang tahap 85 ada 10 orang dan Pendekar Pedang tahap 80 berjumlah 20 orang.
__ADS_1
Mereka sedang asyik minum arak ditemani beberapa wanita penghibur. Xiuhuan memperhatikan segala penjuru, ternyata sebagian besar pengunjung adalah Pendekar Pedang dari Clan Lin.
"Kekuatan tempur yang cukup kuat, jika mereka semua bergabung melawanku. Bisa saja aku kalah, walaupun aku Pendekar Pedang tahap 100," guman Xiuhuan berpura-pura ceria dengan memesan segelas teh hangat saja.
Ling Xiao melihat pesanan Xiuhuan, ia jadi curiga. Karena para Pendekar Pedang rata-rata menyukai arak, ini malah minum teh.
"Saudara Xiuhuan, kenapa kau cuma minum teh?" tanya Lin Xiao sembari waspada jika Xiuhuan adalah mata-mata, mengingat situasi kota Yangtze sebentar lagi akan terjadi pertumpahan darah.
"Aku tak mau nafasku bau nanti, tahulah kudengar nona Ratu malam ini sangat sensitif memilih pelanggan!" sahut Xiuhuan.
"Oh, benar juga!" seru Lin Xiao berhenti menaruh curiga dengan Xiuhuan.
Setelah menghabis tiga gelas teh menunggu kedatangan rekan Lin Xiao yang sedang meloby Ratu malam. Akhirnya ia turun dari lantai atas dan mengajak mereka ke lantai tiga.
Xiuhuan tercengang melihat wanita penghibur di Gerbang Surga lebih seksi dari rumah bordil di kota Hua yang dikelola oleh Clan Wei.
"Gege kemarilah!"
"Diskon 20%!"
"Aku cuma satu keping emas saja!"
Xiuhuan melewati para wanita malam yang sedang menjajakan dirinya.
Perhatikan Xiuhuan tertuju pada seorang gadis belia, berusia kira-kira 15 tahun. Xiuhuan heran, karena gadis di bawah tujuh belas tahun tak boleh memasuki rumah bordil, apalagi menjajakan dirinya.
"Kau berapa hargamu?" tanya Xiuhuan, ia penasaran kenapa gadis belia sepertinya ada di sini.
__ADS_1
"Hei, saudara Xiuhuan. Bukannya kau ingin Ratu malam. Dia telah setuju untuk bertemu denganmu!" seru rekan Lin Xiao.
"Tak apa, kan bisa main bertiga!" seru mucikari yang akan menjual gadis belia itu.
"Hehehe ... betul itu, mumpung di sini. Kalau diluaran sana akan susah mencari barang sebagus ini!" sahut Xiuhuan.
Gadis beliau itu hanya menundukkan kepalanya, sepertinya ia di paksa melakukan pekerjaan ini.
"Siapa namamu gadis cantik!" Xiuhuan memegang pipi gadis itu. Namun gadis belia itu hanya diam saja dan memalingkan wajahnya ke arah lain
"Hei gadis bodoh! Layani tuan ini!"
Mucikari itu menampar wajah gadis belia itu, namun Xiuhuan menangkap tangan mucikari itu.
"Hehehe ... sabar nyonya. Kau nanti merusak barang sebagus ini, katakan saja berapa semalam atau kalau kau menjualnya aku akan membelinya!"
"Apaaaaaaaa! Dia pasti orang kaya? Apa sebaiknya kujual saja. Toh, sangat berisiko juga menjajakan anak dibawah umur di sini. Kalau ketahuan oleh pihak Kerajaan, bisa dihukum pancung nanti diriku," guman Mucikari itu.
"Apakah ini barang baru? Kemarin aku tak melihatnya?" Lin Xiao juga ikut dibuat penasaran.
"Dia dijual oleh ayahnya, karena kalah di meja judi. Jadi, anak ini masih suci ... Hehehe bagaimana kalau 50 keping emas!"
"Apaaaaaaaa! Mahal sekali!" seru Lin Xiao kaget mendengarnya.
"Aku beli," jawab Xiuhuan sembari mengeluarkan 50 keping emas begitu saja. "Ayo ikuti aku kedalam!"
Xiuhuan meninggalkan mucikari itu yang tak menyangka Xiuhuan tak menawar sedikitpun. Padahal aslinya ia membeli gadis belia itu hanya 10 keping emas saja. Tentu saja mucikari itu senyu lebar menerima kepingan emas itu.
__ADS_1
Lin Xiao kemudian membawa Xiuhuan memasuki kamar khusus untuk Ratu malam. Begitu pintu kamar di buka, Xiuhuan lansung melotot melihat pemandangan di depannya.
Bersambung 😁🙀🙀