
“Berhenti monyet!” seru Xiuhuan pada Lou Zheng, ia terkejut melihat anak-anak di hadapan mereka sedang berkelahi dan malah orang tua mereka hanya menontonnya saja, tanpa berusaha melerainya.
“Itu sudah biasa tuan muda!” bisik Lou Zheng. “Benua Resifel ini memiliki sistem bar-bar, yang kuat menindas yang lemah dan itu diajarkan sejak usia dini.”
Xiuhuan terkejut mendengarnya, ini sungguh berbeda dengan Benua Resifel atau di Pulau Niao juga, pantas saja anak-anak anggota aliran hitam begitu kuat—hingga yang menyusup ke aliran putih saja; bisa menjadi murid jenius seperti Wu Tianji dan Wu He.
“Gadis kecil ini mirip dengan anak tiriku,” gumam Xiuhuan memperhatikan anak kecil yang mirip dengan Su Lian sedang menghajar lima anak lelaki yang seusia dengannya.
Xiuhuan bertepuk tangan.
“Adik kecil, kau sungguh kuat! Kalau boleh tahu siapa namamu?” tanya Xiuhuan mendekatinya—ia ingin memberi hadiah untuk gadis kecil itu, karena terkesan melihat kehebatannya.
Gadis kecil itu menatap Xiuhuan, ia berkacak pinggang, sedangkan kaki kanannya menempel di kepala seorang anak lelaki yang menangis memohon ampunan darinya.
“Gadis ini, mungkin calon Kultivator hebat di masa depan. Namun, dengan sikapnya ini bisa saja ia akan mati muda lebih dulu, karena terlalu percaya diri dengan kekuatannya,” gumam Xiuhuan tersenyum masam, karena tak ditanggapi oleh gadis kecil itu.
“Huo Xiniu! Sudah kukatakan jangan bertengkar dengan anak-anak lain. Apa kamu ingin kupukul lagi!” seru wanita muda dengan bekas luka sabetan di wajahnya dan satu tangannya juga buntung, mungkin akibat ditebas lawan saat bertarung.
Wanita yang tampak seperti berusia dua puluhan tahun itu sedang membawa pohon kayu besar, ia tampak cemas saat menatap Xiuhuan.
“Aku hanya ingin memberi mereka sedikit pelajaran saja, Kak. Mereka tadi membully Li Ning, hahahaha ... inilah kalau macam-macam denganku,” sahut Huo Xiniu.
“Oo, mereka satu Clan dengan Jiang Meng,” gumam Xiuhuan menyeringai.
__ADS_1
“Hei, kau!” Tiba-tiba gadis kecil itu sudah muncul di hadapan Xiuhuan. Xiuhuan terkejut dan menoleh ke bawah dan Huo Xiniu tersenyum lebar, “rasakan ini, karena berani menatap kakakku dengan senyum menjijikkan itu!” Huo Xiniu menendang belut tampan Xiuhuan, hingga ia tersungkur ke tanah.
“Bocah laknat! Tangkap dia Zheng!” Xiuhuan kesal dengan ulah Huo Xiniu—padahal cuma anak kecil, namun tendangannya sungguh menyakitkan. Xiuhuan langsung menelan Pill penyembuhan untuk meredam rasa nyeri pada belut tampannya.
Lou Zheng mengejar Huo Xiniu yang berlari ke arah kakaknya.
“Dapat kau bocil kampret!” Lou Zheng menjambak rambutnya.“Jangan melawan cil, nanti tuan muda menyiksaku lagi. Kumohon patuhlah," ia menyeret Huo Xiniu.
Xiuhuan berdiri kembali, setelah merasa sudah tak sakit lagi di area belut tampan. Namun, tiba-tiba tubuh Lou Zheng melayang kearahnya, sehingga ia ikut terseret menabrak pohon.
“Hei, dasar budak tak berguna. Melawan bocil saja kau tak bisa!” keluh Xiuhuan menendang Lou Zheng, hingga Lou Zheng terhempas kembali. “Sungguh sial hari ini, setelah bertemu bocah laknat ini.” Xiuhuan berjalan dengan melepaskan aura pembunuh lemah, sehingga tak menyiksa anak-anak yang ada di sana, ia melakukannya hanya untuk mengancam mereka saja.
“Dia Immortal Awal puncak, aku harus menghentikannya. Kenapa adik bodoh ini malah mencari masalah dengan mereka,” gerutu Huo Yu, kakak Huo Xiniu itu.
Xiuhuan menatap Huo Yu, yang ternyata Kultivator tingkat Immortal Awal juga.
“Tuan muda! Tolong maafkan adik nakalku ini," kata Huo Yu bertekuk lutut dihadapan Xiuhuan. “Tolong lanjutkan saja perjalanan Anda, kami tak akan menyusahakanmu—”
“Kakak kenapa kamu merendahkan diri di hadapan dia. Bukankah kakak itu sangat kuat, mari kita lawan bersama,” sela Huo Xiniu tak terima Huo Yu mengemis ampunan pada laki-laki sombong dihadapan mereka itu.
“Hahahaha ... aku apresiasi nyalimu bocah. Namun, kau harus melihat langit dengan teliti; bukan hanya bulan saja yang besar, tetapi ada ribuan bintang dibaliknya. Apa kau tahu siapa aku?” Huo Xiniu geleng-geleng kepala mendengar pertanyaan Xiuhuan. “Aku adalah tuan muda Clan Huo! Sekali lagi Clan Huo hehehe ....”
Xiuhuan mengetahui Clan Huo adalah Clan besar aliran hitam dari Jiang Meng, sehingga walaupun wanita yang dihadapannya itu adalah anggota Clan Huo juga, ia yakin mereka tak akan mengenal semua tuan muda Clan Huo itu, karena wanita dihadapannya itu tampak seperti dari kalangan bawah di Clan Huo saja.
__ADS_1
“Tuan muda Clan Huo!” Huo Yu terkejut, ia mundur beberapa langkah sembari ikut menarik Huo Xiniu. “Kenapa kami ketahuan di sini,” gumamnya panik, kekasihnya belum datang lagi. Melawan Xiuhuan sendirian pasti akan sulit, karena kekuatan Xiuhuan lebih kuat darinya. Namun, demi melindungi Huo Xiniu ia harus melawan Xiuhuan apapun caranya.
“Kakak!” seru Huo Xiniu berubah pucat juga, ia langsung teringat dengan orangtuanya yang dibunuh oleh Clan Huo sendiri, karena kakak pertamanya yang mengikuti program penyusupan ke aliran putih telah berkhianat. Ketua Clan Huo memutuskan mengeksekusi seluruh keluarganya—untungnya ia dan Huo Yu berhasil melarikan diri berkat bantuan kekasih Huo Yu, walaupun Huo Yu menderita cedera parah dan kehilangan salah satu lengannya.
“Larilah sejauh mungkin, kakak akan menghalanginya. Carilah Cheng gege ke telaga dan kaburlah dengannya, jangan kembali ke sini, dia ini sangat kuat.” Huo Yu mendorong tubuh Huo Xiniu yang menangis memegang hanfunya, ia tak mau meninggalkan kakaknya itu.
Xiuhuan kebingungan, kenapa mereka malah takut padanya. Padahal sesama anggota Clan Huo, seharusnya mereka senang, mungkin saja telah terjadi perpecahan di dalam internal Clan Huo, atau mereka melakukan penghianatan.
“Nona, sepertinya terjadi kesalahpahaman di sini—” tiba-tiba sebuah belati melesat kerahnya dan Xiuhuan menangkapnya dengan dua jari. “Ada pengganggu lain, sepertinya laki-laki. Ini baru mantap, karena aku tak mau melukai wanita. Akan kulepaskan amarahku ini padanya.” Xiuhuan menyeringai dan langsung menghilang dari pandangan mereka.
“Ah, tidak! Itu pasti Cheng gege. Aku harus menyelamatkannya.” Huo Yu panik dan langsung mengejar Xiuhuan.
“Kakak!” teriak Xiniu takut ditinggal sendirian. Dia juga menyusul Huo Yu, walaupun gerakan meringankan tubuhnya masih lambat.
Huo Cheng terkejut, Xiuhuan sudah di hadapannya dengan senyum menyebalkan. Dia menebas Xiuhuan, tetapi langsung ditangkis dengan Trisula Mahadewa.
“Trisula itu! Anda dari keluarga tetua Huo Dong?”
Senjata pusaka seperti itu hanya dimiliki oleh keturunan tetua Huo Dong yang ikut mengusulkan pemusnahan keluarga Huo Meng atau Jiang Meng yang telah melakukan penghianatan, saat 15 murid jenius Clan Huo yang menyamar sebagai murid aliran putih ditugaskan merebut Pedang Penghancur Semesta dari Xiuhuan. Huo Meng bersama Xiuhuan membunuh rekan-rekannya sendiri, untung saja Putri Ketua Clan Huo yang ikut saat itu tidak dikenali oleh Jiang Meng, sehingga ia selamat dan mengirim laporan kejadian itu.
“Ya, aku adalah cucu tetua Dong yang akan mencabut nyawamu hahahaha ....” sahut Xiuhuan langsung mengiyakan pertanyaannya, padahal ia tak tahu siapa itu tetua Huo Dong, yang penting pria ini adalah anggota aliran hitam dan sudah sewajarnya ia membunuhnya—walaupun sebenarnya ada larangan tak tertulis yang melarang anggota aliran putih memasuki Benua Resifel untuk mencegah perang terbuka kedua aliran terjadi lagi.
...~Bersambung~...
__ADS_1