Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Murid Ketiga


__ADS_3

"Yi'er ... mulai sekarang panggil aku tetua keenam saja ya, karena mulai sekarang kau akan menjadi murid ketigaku. Nanti, di penginapan kau akan bertemu tetua kedua. Jika ia merayumu untuk bergabung dengannya, jangan mau!" seru Xiuhuan. Ia yakin nanti Xiao Liu pasti berusaha untuk merebut Dou Yi juga.


Beberapa saat kemudian mereka memasuki penginapan, Pemilik penginapan senyum hangat menyambut Xiuhuan, karena tadi ia mendapat satu keping perunggu dari Xiuhuan yang merusak sedikit lantai penginapannya.


"Yi'er kau lapar tidak?" tanya Xiuhuan, karena mereka akan naik ke lantai atas.


"Tidak tetua," jawab Dou Yi yang memegang telapak tangan Xiuhuan dari tadi, ia masih takut orang-orang suruhan Jendral Qian Shing datang mengejarnya, setelah berpisah dari hakim Jia Li.


Xiuhuan membuka pintu kamar, Xiao Liu yang sedang tidur terbangun dan kaget melihat Xiuhuan membawa gadis belia bersamanya.


"Ka-ka-u mau ngapain membawa gadis kecil itu kemari!" seru Xiao Liu dengan gugup, ia curiga Xiuhuan akan melakukan hal senonoh pada gadis, yang tampak pasrah saja itu.


"Kau jangan berpikiran aneh-aneh Liu'er!" sahut Xiuhuan. "Dia itu murid ketigaku," ucapnya lagi dan ia menyuruh Dou Yi tidur di ranjang Xiao Liu, karena tak mungkin juga tidur diranjangnya.


Dengan malu-malu, Dou Yi duduk dipinggir ranjang yang ditempati oleh Xiao Liu. Ia melirik Xiao Liu yang menatap tajam pada Xiuhuan, yang malah senyum-senyum saja dimarahin oleh Xiao Liu.


"Kau dapat murid lagi? apa dia jenius juga?" Xiao Liu penasaran dengan Roh Pedang dari Dou Yi.


"Hmm, belum kutanyakan ... aku cuma kasihan padanya, karena ia yatim-piatu saja," sahut Xiuhuan yang merebahkan tubuhnya di kasur, ia merasa kelelahan malam ini dan butuh istirahat. Karena besok mereka akan kembali ke kota Hua.


"Siapa namamu Dik?" tanya Xiao Liu dengan ramah, ia merasa gadis kecil di depannya itu sedang ketakutan dan memiliki masa lalu yang suram, yang terpancar dari tatapan kosong darinya.


"Dou Yi tetua," jawabnya pelan.


"Coba tunjukkan Roh pedangmu?" ucap Xiao Liu lagi.

__ADS_1


Dou Yi memanggil Roh Pedangnya dan sebuah cahaya biru terang muncul, namun ukurannya sangat kecil.


"Ini ... Roh Pedang tingkat tinggi, namun kok ukurannya kecil?" Xiao Liu kebingungan dibuatnya, saat diukur dengan Plakat khusus milik Xiao Liu. Dou Yi ternyata telah berada pada Pendekar Pedang tahap 10, itu berarti Roh Pedangnya sudah bisa berbentuk Siluman, namun milik Dou Yi tidak demikian.


Dou Yi melihat Xiao Liu bingung, "tetua menurut orang yang pernah melihat punyaku ini, aku memiliki Roh Pedang unik, yaitu Roh Pedang Amoeba dan aku hanya bisa satu jurus saja, yaitu jurus pembelah dimensi.


"Apaaaaaaaa!"


Xiuhuan yang sudah melamun kemana-mana supaya cepat tidur, dibuat kaget mendengar Roh Pedang milik Dou Yi dan juga Jurus Pembelah dimensi yang diucapkan oleh Dou Yi.


"Pantaslah mereka ingin sekali mengambil Dou Yi, berarti ini akan berurusan dengan Paviliun Shadow juga, aku harus menyembunyikan keberadaan Dou Yi," guman Xiuhuan, akhirnya ia mengetahui alasan Dou Yi diperbudak.


"Ah, kau bikin kaget saja tetua keenam!" seru Xiao Liu yang hampir melompat dari tempat tidurnya.


"Kita harus merahasiakan ini, aku yakin pihak Paviliun Shadow akan mengincarnya. Kau tahu mereka ingin merusak perisai agar terhubung dengan daratan utama. Jika mereka memiliki Dou Yi, mereka tak perlu lagi merusak itu, cukup memaksa Dou Yi saja menggunakan kekuatannya."


"Hmmm, aku pasti mengira begini ujungnya," sahut Xiuhuan. "Tak bisalah ... kau itu banyak musuh, biar aku saja. Karena aku cuma memiliki tiga murid bermasalah saja."


"Cih, kau rakus sekali ... semua murid jenius kau ambil. Ya, sudahlah ... ayo kita tidur Yi'er."


Xiao Liu mengajak Dou Yi tidur, mendengarnya Dou Yi lansung tersenyum tipis. Ia tak mengira dua orang yang baru ditemuinya itu sangat baik padanya. Bahkan mereka berebut ingin menjadi guru untuk dirinya.


Dou Yi kemudian merebahkan tubuhnya disebelah Xiao Liu dan ia melirik kearah Xiuhuan yang sudah terlelap tidur akibat kelelahan tadi di rumah Jia Li.


"Ayah ... Ibu, aku kini telah diselamatkan. Aku harap kalian masih hidup dan bisa menghindari pasukan jendral Qian Shing," guman Dou Yi sambil menatap langit-langit kamar. Ia kemudian terlelap tidur dan suasana di kamar itu kembali hening.

__ADS_1


***


Pagi harinya, Xiuhuan lansung mengangkat karung beras miliknya ke dalam bilik kereta kuda mereka. Karena hari ini mereka akan berangkat menuju Kota Hua.


Dou Yi didandani seperti anak kecil biasa, karena tubuhnya yang kurus mendukungnya. Rambutnya di kuncir dua dan Xiuhuan juga bertindak sebagai ayahnya, sedangkan Xiao Liu sebagai ibunya. Mereka menyamar sebagi pedagang kecil yang berangkat menuju desa, Xiuhuan dan Xiao Liu tak memakai jubah Sekte lagi.


"Hati-hati dijalan babang tampan! Ah, sayang sekali kau tak bisa menghadiri acara pernikahanku."


Zhang Yan mengiringi keberangkatan mereka hingga gerbang keluar kota Tianwu.


"Iya ... aku jadi kasihan pada calon suamimu!" sahut Xiuhuan sambil melempar sebuah kantong kecil buat Zhang Yan.


Zhang Yan secara refleks menangkap kantong itu. "Buat apa ini tuan Xiuhuan?" Kali ini Zhang Yan bersikap normal, karena ia tak ingin pasukan Kerajaan yang menjaga pintu gerbang mengetahui sisi lain dirinya dan mengadukannya kepada calon suaminya yang juga seorang pasukan Kerajaan.


"Itu untuk kompensasi atas hal berharga milikmu yang telah kuambil," sahut Xiuhuan dengan senyum tipis, namun membuat jantung Zhang Yan berdebar-debar. Ia kemudian melirik isi kantong kecil itu, yang ternyata berisi puluhan keping emas.


"Ini!" Zhang Yan kaget, air matanya membasahi pipinya. Ia sangat senang melihatnya, ia juga tak menyangka kalau Xiuhuan itu orang baik juga. Impiannya membuat penginapan sederhana akhirnya terwujud. "Semoga kita berjumpa lagi Xiuhuan ...."


Xiuhuan telah menjauh dari kota Tianwu, ia menjadi kusir kereta kuda itu, sedangkan Xiao Liu dan Dou Yi duduk didalam, karena kini keretanya tak membawa barang lagi. Kecuali, beberapa sumberdaya dan sekarung beras milik Xiuhuan.


***


Di Paviliun utama, Sekte Teratai Biru, wajah Tang Yin kaget membaca pesan yang dikirim oleh Xiuhuan. Karena kini, Xiuhuan memberitahu kalau ia telah membentuk aliansi rahasia dengan Hakim Jia Li dan salah satu tetua Sekte Pedang Surgawi, Feng Yunji. Yang paling membuatnya kaget adalah Sekte Teratai Biru akan menjadi markas dari aliansi yang diberi nama Kelompok Judgment itu.


"Tak kusangka dia mau terlibat sejauh ini," guman Tang Yin sambil memandangi kota Hua dari jendela Paviliun utama itu. Karena cepat atau lambat, Paviliun Shadow atau Sekte Pedang Naga Surgawi dari kota Yan Luo akan menyerang kota kecil yang terletak di ujung selatan Pulau Niao itu.

__ADS_1


Bersambung 🗡️⚔️🗡️


__ADS_2