
Xiuhuan tak menyangka sosok dibalik wanita dengan Hanfu berwarna putih, yang mengenakan penutup wajah itu ternyata adalah Pelayan restoran Kaefci yang melayani Xiuhuan tadi.
Qianran tersenyum tipis, ia sebenarnya malu dan juga lega. Karena pelanggan pertamanya adalah Xiuhuan.
“Kau kenal dia tampan?” tanya Mucikari tua.
“Tentu saja aku kenal. Dia adalah Qianran, Pelayan di restoran Kaefci,” jawab Xiuhuan.
“Oh, ternyata benar. Apa kau sedang ada masalah pelik, sehingga berhenti bekerja di sana?” tanya Mucikari tua penasaran.
Qianran hanya diam saja, dengan wajah menunduk. Dia tak ingin menceritakan masalah yang ia hadapi sebenarnya, berhubungan dengan Xiuhuan.
“Kalau tak mau ya, sudah tak apa. Toh, rumah bordil Xiangshou ini tak pernah memaksa siapapun untuk bekerja di sini. Begitu juga kalau ingin berhenti, yang penting kalian dikontrak per-pelanggan dan menerima royalti. Beres,” kata Mucikari tua.
Xiuhuan merasa canggung jadinya, karena mengenali Qianran. Apalagi Xiuhuan sudah mendengar sedikit masalah yang ia hadapi. Membuat Xiuhuan tak berhasrat untuk mantap-mantap lagi.
“Jika kubayar sekarang. Apakah kami boleh pulang tanpa harus ke kamar lebih dahulu?” tanya Xiuhuan.
Qianran yang mendengarnya meneteskan air mata. Ia tak menyangka Xiuhuan akan melepaskannya dari neraka yang terpaksa ia masuki ini.
“Eh, kenapa kau menangis Ran‘er?” Dengan sigap Xiuhuan memegang pundak Qianran.
Qianran lansung memeluk Xiuhuan dan menangis sesenggukan. “A-aku telah menjadi perempuan kotor,” katanya terbata-bata.
“Tenanglah Ran‘er, ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi. Sebelum itu aku bayar dulu biaya servis-mu. Nanti kita ke tempat tenang saja dan kau ceritakan semuanya padaku. Aku bisa meminta tetua Dong Shuliang membantu masalahmu nanti.” Bujuk Xiuhuan.
Qianran mengusap air matanya, walaupun ia masih sesenggukan.
“Aku transfer 1200 tua bangka, sekalian tipsnya itu,” kata Xiuhuan mengeluarkan Plakat khusus Paviliun Shilin.
“Hei kata-katamu menusuk hatiku! Apakah aku harus menangis dulu juga, baru kau mau membelaiku,” goda mucikari tua yang membuat Xiuhuan enek mendengarnya.
__ADS_1
Setelah membayar biaya jasa servis Qianran. Keduanya turun ke lantai bawah, untuk meninggalkan rumah bordil Xiangshou itu.
Saat sedang di lantai bawah, Qianran menampakkan wajah tegang saat melihat seorang pria botak dengan bekas luka di pipi kirinya. Tubuhnya besar dan berotot, ia dikawal oleh dua Pendekar Pedang tahap 100 juga, yang merupakan hal lumrah di daratan utama ini.
Qianran memegang tangan Xiuhuan dan menundukkan mukanya, membuat Xiuhuan keheranan. Apa yang membuatnya begitu.
“Hahahaha ternyata kau malah menerima pelanggan tampan duluan. Padahal aku berharap bisa membelimu tadi. Apakah kau mau ronde kedua? Bukankah janji kita tadi saat di restoran. Kau akan melayaniku dan aku menganggap semua hutangmu lunas dan kau bisa bekerja kembali di restoranku." Shanyang mengejek Qianran.
“Oh, mana bisa itu tuan. Bukankah di sini, dibiarkan wanita penghibur yang memilih pelanggannya dan Ran‘er sudah melayaniku tadi. Secara langsung, ia harus beristirahat sebulan ini, baru bisa melayani pelanggan lagi,” sela Xiuhuan.
Ia bersikap sopan pada pria botak itu, karena Xiuhuan belum tahu apa sebenarnya yang terjadi. Kenapa Qianran begitu takut menatap pria ini. Satu lagi yang menjadi tanda tanya Xiuhuan adalah tentang hutang Qianran dan pria botak ini adalah pemilik restoran Kaefci.
“Minggir kau bocah! Tak ada larangan juga untuk melayani beberapa tamu asalkan dibayar,” katanya menarik tangan Qianran.
Xiuhuan dengan sigap membuat dinding air melalui Roh Pedangnya.
Para pengunjung rumah bordil Xiangshou itu lansung menjauhi mereka. Takut nanti terjadi perkelahian dan berdampak pada mereka juga.
Tak berselang lama, pihak keamanan rumah bordil Xiangshou lansung melerai mereka. Meminta mereka menyelesaikan masalah di luar rumah bordil Xiangshou.
“Kau kubiarkan pergi Yan‘er, tapi sampai mana kau sanggup berlindung di bawah ketek bocah murid tetua ke-77 itu. Ingat kau punya hutang yang akan berbunga berkali-kali lipat. Mungkin hari ini kau kujual sebagai pelacur VVIP. Besok-besok jika kau tak sanggup melunasi sisa hutangmu, maka kau akan kujual jadi pelacur di lantai bawah ini saja. Agar kau bisa melayani ratusan pengunjung setiap hari hahahaha ....” Shanyang tertawa terkekeh-kekeh meninggalkan mereka.
Shanyang lansung menuju meja judi bersama kedua pengawalnya. Ia bermain dindong untuk melepas penat, karena gagal mengencani Qianran.
Padahal ia sengaja mengirim Qianran ke rumah bordil Xiangshou. Karena jika ia meminta Qianran melayaninya di tempat lain, ia takut istrinya mengetahui niat bejatnya itu. Sedangkan di sini sangat aman, jarang sekali ada pelanggan wanita memasuki tempat ini.
Xiuhuan dan Qianran berjalan di luar rumah bordil Xiangshou.
“Apa sebenarnya yang terjadi Ran‘er? Bukannya barusan kau masih di restoran Kaefci, eh kini malah di tempat itu,” tanya Xiuhuan.
Qianran ragu-ragu menceritakan apa yang dialaminya itu. Namun Xiuhuan tampak menunggu ia mengungkapkan semuanya.
__ADS_1
“Aku sebenarnya mempunyai hutang yang sebenarnya dibuat-buat oleh mereka. Seperti Piring pecah, masa didenda 100 Poin. Puncaknya tadi itu Xie Xi mengadukan tuan muda Su Mao yang tak jadi makan, karena diusir olehku katanya. Tuan Shanyang menuduhku melakukan korupsi, karena tuan Xiuhuan hanya membayar Poin pas, belum lagi tuan Xiuhuan menghabiskan sumberdaya yang ada di meja. Dia meminta Aku segera membayar 1000 Poin atau aku akan dipecatnya—”
“Kenapa tak kau cari saja aku tadi?” sela Xiuhuan.
“Dia berbisik padaku, jika aku melayaninya di rumah bordil Xiangshou, maka ia akan berhenti menggangguku dan menjamin keselamatan kedua anakku,” kata Qianran lagi.
“Hmm, berarti dia mengancammu, ya.” Xiuhuan mengepal tangannya. Rasanya ia ingin menonjok wajah Shanyang saat ini juga. Namun, jika ia bertindak ceroboh. Maka itu dapat membahayakan keselamatan Qianran dan anaknya.
Qianran tertunduk lemas, ia bingung sekarang mau bagaimana lagi. Karena tak mungkin ia kembali lagi ke restoran Kaefci. Sebab hutangnya pada Shanyang masih banyak.
“Suamimu dimana dia Ran‘er. Kenapa ia tak membantumu mengatasi masalah pelik ini?” Xiuhuan penasaran dengan suaminya, karena sejak tadi Qianran tak pernah mengungkitnya.
“Suamiku ....” Qianran seperti tak ingin mengingat pria itu. “Dia telah mati!” seru Qianran seperti tak peduli.
Xiuhuan tak menanyakan lagi, ia hanya menduga-duga bahwa pria itu termasuk pria brengsek juga. Sehingga Qianran tak ingin lagi mendengar namanya.
Pertanyaan Xiuhuan itu membuat Qianran teringat dengan kejadian lima tahun lalu. Saat ia dan suaminya datang ke kota Guangxi ini.
Awalnya kehidupan mereka normal-normal saja, namun sejak suaminya itu kecanduan main judi di rumah bordil Xiangshou. Ia mulai main tangan pada Qianran dan sering mengambil semua gaji Qianran. Untung saja ia sering mendapat tips dari pelanggan restoran Kaefci untuk membiayai kebutuhan dirinya dan kedua anaknya.
Penderitaan itu terus berlanjut hingga dua tahun lamanya, sehingga sang suami tewas dalam duel di arena tarung bebas di rumah bordil Xiangshou.
Qianran bahkan tak melihat mayat suaminya. Dia membiarkan pihak rumah bordil Xiangshou yang mengurusnya.
“Kita mau kemana Yan‘er?” Xiuhuan membuyarkan lamunan Qianran.
“Aku pulang saja. Bolehkah aku mendapatkan tips yang tuan Xiuhuan janjikan saat di restoran. Aku ingin membeli kebutuhan dapur. Aku rasa itu cukup untuk biaya hidup kami selama sebulan. Sebelum aku mendapatkan pekerjaan baru,” kata Qianran.
Xiuhuan tertegun mendengar ucapannya. Ia menjadi teringat akan murid-muridnya di Sekte Teratai Biru. Mereka juga memiliki kehidupan yang sulit seperti yang dialami oleh Qianran ini.
...⚔️Bersambung⚔️...
__ADS_1