Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Pengakuan Xiao Lian


__ADS_3

Merujuk pada didiskualifikasinya Dou Yi dari kompetisi Sekte Teratai Biru ini, membuat Liu Ya juga teringat, kalau dirinya juga masih buronan Sekte Pedang Naga Surgawi dari kota Yan Luo, akibat kematian tetua gila yang begitu misterius. Hingga sekarang pelakunya belum diketahui oleh Sekte Pedang Naga Surgawi, bahkan kunci untuk mengungkapkan kematiannya, yaitu Liu Ya tak mereka ketahui keberadaannya.


“Aku kembali ke aula timur dulu, mengambil penutup muka!” seru Liu Ya pada rekan-rekannya.


“Eh, kenapa kau harus memakai penutup wajah?” tanya Shuyan penasaran.


“Kan, aku masih buronan Sekte Pedang Naga Surgawi, takut nanti mereka punya mata dan telinga di sini!” sahut Liu Ya.


“Betul juga, ya,” sahut Shuyan mengangguk setuju.


Liu Ya kemudian bergegas ke aula timur, lagi pula gilirannya masih cukup jauh. Karena ia Pendekar Pedang tahap 16, sedangkan saat ini baru level Pendekar Pedang tahap 12 yang bertanding.


Beberapa pertandingan pun berlalu, hingga kini giliran Liu Ya, murid terakhir Xiuhuan yang berlaga dalam kompetisi ini.


“Hahaha murid hebatku yang terakhir akan berlaga!” seru Xiuhuan menyombongkan diri. “Dia ini jenius langka, baru berusia 16 tahun sudah level Pendekar Pedang tahap 16,” kata Xiuhuan lagi.


“Tapi dia terlalu muda tetua keenam,” sahut tetua ketiga. Kemudian berkata lagi, “Dia belum berpengalaman, apalagi ini kompetisi pertamanya. Lawannya itu Xiao Lian yang pernah menjuarai kompetisi level Pendekar Pedang tahap 15 dan 13. Belum lagi Wei Chen yang pernah juga menjuarai kompetisi level Pendekar Pedang tahap 14.”


“Kau terlalu menyepelekan muridku! Lihat saja Liu Ya akan membuat gempar sebagai kuda hitam dalam kompetisi ini,” kata Xiuhuan yang ngotot Liu Ya akan memenangkan kompetisi ini.


Di arena pertandingan, wasit segera memanggil para peserta untuk naik ke arena pertandingan. Tetua kelima juga memasang tembok angin sebagai pembatas agar nanti saat pertarungan tak berdampak pada para penonton.


Tetua Kelima menancapkan pedangnya dipinggir arena, kemudian tembok transparan muncul mengelilingi arena.


“Siap ... mulai!” seru wasit pertandingan.


“Penggabungan!” seru Liu Ya, kemudian sepasang sayap berwarna Putih muncul di punggungnya. Itu karena Liu Ya memiliki unsur angin dan Roh Pedang Elang Putih.


Liu Ya lansung melayang di udara dengan sebuah pedang Roh ditangannya.


Wei Chen murid tetua pertama yang memiliki Roh Pedang Phoenix juga lansung mengepakkan sayapnya, ia melayang di udara. Wei Chen sendiri berunsur api, ia sangat penasaran dengan Liu Ya murid baru yang langsung mencuri perhatian karena kecepatannya dalam meningkatkan level Pendekar Pedangnya itu.


Wei Chen lansung mendekati Liu Ya, murid lain yang berada dekat mereka lansung menjauh, mereka tahu Wei Chen adalah salah satu kandidat juara tahun ini. Apalagi ia juga murid tetua pertama yang telah menghasilkan murid-murid terbaik di kota Hua.

__ADS_1


“Yo, adik Ya‘er ... apakah kau mau meladeni tantangan seniormu ini!” seru Wei Chen mendekatinya.


“Mohon bimbingannya senior Chen!” sahut Liu Ya pada Pendekar Pedang berusia 23 tahun itu.


“Ara ... ara! Bibi yang cantik jelita ini tak diajak ikut, ya!”


Xiao Lian ikut nangkring dalam duel mereka. Ia sendiri berunsur Tanah dan Roh Pedang Landak. Xiao Lian memunculkan tembok tanah sehingga sejajar dengan mereka yang melayang di udara.


Ketiga murid paling berpotensi di level Pendekar Pedang tahap 16 itu kini membentuk segitiga. Bersiap saling berhadapan, menjadikan mereka tontonan paling menarik, betapa tidak? Diantara mereka kemungkinan akan terhempas lebih dulu sebelum memasuki sistem gugur.


***


“Ketua Yin, siapakah gerangan murid wanita bercadar itu?” tanya ketua Clan Xiao yang heran, karena melihat Xiao Lian dan Wei Chen begitu ingin sekali melawannya.


“Oo, itu adalah murid tetua keenam lainnya. Dia jenius baru yang kita miliki. Bayangkan saja, usianya baru 16 tahun, namun kemarin ia berhasil menembus level Pendekar Pedang tahap 16. Hebat, kan!” Tang Yin menjelaskannya pada para ketua Clan yang menonton kompetisi itu.


“Apaaaa!” Mereka begitu terkejut mendengarnya. “Itu sudah seperti murid paling jenius di Sekte Pedang Surgawi saja!” kata Ketua Clan Wei lagi.


“Hahaha ....” Tang Yin tertawa sambil mengelus-elus jenggotnnya. “Itulah kelebihan tetua keenam, masalahnya dia malas saja bergerak. Sekali bergerak, dia lansung membawa jenius hebat ke Sekte kita,” kata Tang Yin lagi yang sengaja memuji Xiuhuan, karena ia tahu mereka sangat tak suka pada tetua yang terkenal berbuat aneh-aneh di kota Hua itu.


***


“Hahaha ... apa kubilang tetua keenam. Terlalu mencolok itu juga tak baik!” seru Tetua ketiga yang melihat murid tetua pertama dan tetua kedua mendatangi Liu Ya.


“Kampretlah mereka itu! Kenapa tak dibabak sistem gugur saja mereka duel!” gerutu Xiuhuan, namun Xiao Liu lansung menatap tajam padanya.


“Kau bilang apa muridku!” seru Xiao Liu.


“Bukan Lian‘er yang kumaksud, tapi Wei Chen itu!” Xiuhuan mengelak dengan mengkambinghitamkan murid tetua pertama.


Untung saja tetua pertama sifatnya kalem, ia tak menanggapi perkataan ngelantur Xiuhuan. Dia hanya fokus melihat pertandingan saja.


***

__ADS_1


Di Arena pertandingan, Wei Chen sangat tak suka dengan kehadiran Xiao Lian ke duel mereka.


“Hei, Lian‘er apa maksudmu mengatakan kau Bibinya?” sela Wei Chen, karena Xiao Lian sendiri baru berusia 22 tahun, setahun lebih muda darinya.


“Ara ... ara! Pengen tahu atau ingin bingittt!” ejeknya membuat dongkol hati Wei Chen, sayapnya kemudian mengeluarkan aura panas yang membuat beberapa murid yang bertarung dibawah kepanasan.


Sedangkan untuk Liu Ya, ia lansung melakukan jurus Putaran Badai Angin, sehingga hawa panas itu tak menyentuh kulitnya.


Lain lagi dengan Xiao Lian yang menggunakan jurus Seribu Jarum Landak sebagai kipas yang membuat hawa panas itu juga tak mengenainya.


“Ara ... ara! Dia marah,” ejek Xiao Lian sambil menutup mulutnya dengan tangannya. Kemudian berkata kembali, “Tentu saja Aku adalah bibinya Liu Ya secara tak langsung, karena Lian‘er sendiri telah menyerahkan sesuatu yang sangat berharga bagiku pada Xiuhuan Gege!”


Xiao Lian lansung menunjuk Xiuhuan yang duduk dikursi para tetua Sekte Teratai Biru.


“Tahun lalu kami menikmati senja di telaga dan ah ... tak usahlah diceritakan lagi. Banyak anak dibawah umur di sini!” kata Xiao Lian dengan malu-malu.


“Apaaaaaaaa!” Wei Chen dan Liu Ya kaget mendengarnya.


Bukan hanya mereka saja yang kaget, para tamu undangan juga, membuat Tang Yin selaku Kepala Sekte Teratai Biru, tak tahu menaruh muka dimana lagi, saking malunya.


“Tetua keenam!” seru Xiao Liu sangat marah, ia tak memanggil Xiuhuan dengan kata suami lagi. Karena ia tak menyangka murid andalannya malah diembat oleh Xiuhuan juga.


“Tu-tunggu dulu!” sahut Xiuhuan terbata-bata. Kemudian berkata lagi, “Itu semua karena Lian‘er menjebakku!”


“Mana mungkin dia menjebak seorang tetua, bodohhhhhh!” seru Xiao Liu bertambah marah dengan alasan Xiuhuan itu.


“Iya ... ah, yang benar saja kau tetua keenam!” seru tetua ketiga ikut mengompori.


“Kalau tak percaya tanyakan saja padanya. Di mengajakku makan makanan enak di restoran. Kemudian membelikan aku beberapa helai jubah baru. Namun, ia kemudian meminta aku mengabulkan satu permintaan yang harus aku terima. Karena aku tak curiga ia akan meminta hal-hal aneh. Aku iyakan saja, namun ternyata ia malah meminta itu. Ya, dengan terpaksa aku—"


“Dasar kau Lian‘er!” gerutu Xiao Liu padanya. Namun, Xiao Lian hanya senyum-senyum saja.


“Bagiamana lagi, tetua keenam ganteng bingitttt!” sahutnya, tak ada rasa bersalah sama sekali.

__ADS_1


“Pertandingan selesai!” seru wasit, karena jumlah peserta dibawah tinggal tujuh orang lagi. Sedangkan mereka bertiga belum jua bertarung, gara-gara Xiao Lian melakukan pengakuan yang membuat label sebagai tetua bejat pada Xiuhuan tak terhapus lagi.


Bersambung ...


__ADS_2