Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Kembali ke Pulau Niao


__ADS_3

Seluruh penonton di tribun arena kompetisi antar Sekte itu tercengang mendengar Lou Yi mengatakan Xiuhuan baru menggunakan lima persen qi dari kapasitas Rongqinya saja. Padahal mereka mengira Xiuhuan telah mengerahkan semua tenaga dalam yang ia punya.


“Yah, tidak seru. Padahal aku sangat menantikan pertarungan yang mematikan dan berdarah-darah.” Lou Yi menyesalkan keputusan yang diambil oleh Xiuhuan.


“Berdarah-darah matamu! Aku saja yang babak-belur, sedangkan kau tidak. Tidak perlu berbohong, aku tahu kamu memindahkan seluruh seranganku ke tempat lain.” Xiuhuan kesal mendengar ucapan Lou Yi.


“Hahaha ... ternyata kamu jeli juga. Padahal kukira kamu bertarung seperti banteng saja, main seruduk.” Lou Yi menyeringai, “Baiklah pembawa acara! Umumkan pemenang kompetisi antar Sekte ini,” perintah Lou Yi.


Xiuhuan keluar dari arena dan ia merasa cukup puas dengan pencapaiannya itu. Karena bisa melakukan sedikit perlawanan pada Immortal Lou Yi. Xiuhuan juga menganggap sudah mampu melawan Lima Pendekar Pedang tahap 100 yang berada di Pulau Niao. Ternyata beberapa bulan di daratan utama cukup untuk menempa kemampuan bertarungnya.


“Xiuhuan datanglah ke Paviliun Shilin, aku ada tawaran menarik untukmu!” Suara batin dari Lou Yi masuk kepikiran Xiuhuan.


“Cih, curang sekali kemampuan Immortal kampret ini. Banyak sekali kemampuan yang dimiliki olehnya, bikin iri saja,” gumam Xiuhuan menghampiri istri mudanya, Gu Ruyan.


Gu Ruyan lansung berlari dan memeluk Xiuhuan, ia sangat tegang sekali tadi saat menonton pertarungan Xiuhuan melawan pemilik Paviliun Shilin itu. Apalagi berkali-kali Xiuhuan terpental dan terluka oleh serangan Lou Yi.


“Kenapa kau menangis Yan‘er! Bukannya suami tampanmu ini baik-baik saja.” Xiuhuan mengelus-elus kepala Gu Ruyan.


“Aku takut babang tampan mati dan Ruyan menjadi janda muda,” sahut Gu Ruyan terbata-bata yang kini sudah sepenuh hati mencintai Xiuhuan yang ahlinya-ahli memberi layanan ekstra di ranjang, tentunya itu membuat Gu Ruyan takluk. Padahal awalnya ia menikahi Xiuhuan sebagai pelarian saja dari Gu Yao, tetapi kini sudah berbeda.


“Ayo kita ambil hadiah juara dua kompetisi antar Sekte ke Paviliun Shilin, sekalian ada yang perlu didiskusikan dengan Immortal cantik itu.” Xiuhuan mengajak Gu Ruyan.


“Jangan bilang babang tampan akan menikahinya juga?” Gu Ruyan curiga dengan tujuan Xiuhuan ke menemui Lou Yi. “Eh, ini batu akik babang tampan. Aku takut memegangnya, takutnya aku menjadi incaran Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit.” Gu Ruyan melepas cincin dimensi dari jari manisnya.

__ADS_1


Xiuhuan mengenakan cincin dimensi itu, kemudian menjawab, “mana mungkin orang yang lebih kuat mau dengan yang lebih lemah. Lagi pula katanya dia sudah memiliki kekasih, mungkin di benua asalnya ia telah menikah.”


Gu Ruyan senang mendengarnya, karena tak ada wanita lain yang akan menggangu bulan madunya dengan Xiuhuan.


Mereka memasuki Paviliun Shilin dan mengambil hadiah juara dua kompetisi antar Sekte. Setelah itu mereka diantar oleh salah satu murid Sekte Tianshi menuju ruang pribadi Lou Yi.


“Nona Yi, tuan Xiuhuan telah datang.”


“Biarkan dia masuk!”


Suara lembut Lou Yi menyahut dari kamarnya, membuat otak Gu Ruyan traveling. Kenapa harus bertemu di kamar pribadi Lou Yi.


“Ternyata tuan Xiuhuan datang bersama dengan istri mudanya. Bagaimana dengan istri janda-janda yang kau tinggalkan di berbagai tempa?” tanya Lou Yi penasaran.


“Tentu saja aku jemput dan membawa mereka ke Pulau Niao,” sahut Xiuhuan.


“Lansung saja, aku ingin mengajakmu menuju Benua Kun Lun. Di sana adalah tempatnya para Immortal berkumpul. Kamu akan mendapatkan pengalaman yang belum pernah kamu temui sebelumnya. Bahkan aku hanyalah Pendekar biasa di sana, dan kita bisa masuk ke Sekte terkuat di sana. Kekasihku menjadi murid sepuluh terkuat di sana, kau bisa belajar dengannya.”


“Tawaranmu menarik sekali—tetapi aku sudah beristri, tak mungkin aku meninggalkan mereka,” sahut Xiuhuan memikirkan mereka. “Jujur saja aku jauh berkembang setelah keluar dari Pulau Niao, ternyata di sana cuma memperluas Rongqiku saja, tetapi kemampuan bertarungku tidak terasah, karena tak ada lawan yang sepadan di sana,” katanya lagi.


“Itu sih gampang. Aku akan memberikanmu artefak sihir Teleportasi. Namun, artefak ini hanya bisa digunakan sekali lima hari. Jadi, harap bijak menggunakannya.” Lou Yi memberikan tawaran lagi. “Tetapi tak ada makan siang yang gratis. Sebagai imbalannya, aku ingin kau bertindak sebagai pengawalku, supaya kekasihku cemburu melihatmu hehehe ... aku ingin melihat ekspresinya setelah berpisah 10.000 tahun lebih.”


Xiuhuan terkejut mendengarnya, ternyata ia telah berpisah dengan kekasihnya selama 10.000 tahun lebih. Sebagai lelaki normal, Xiuhuan berpikir kekasihnya itu pasti sudah beristri banyak. Namun, Lou Yi adalah tipe wanita yang tak mau kekasihnya berpoligami, sehingga Xiuhuan berpikir kekasihnya itu pasti Pendekar yang sabar menahan hasrat duniawinya.

__ADS_1


“Baiklah aku setuju dengan tawaranmu. Bagaimana kalau aku minta sekarang artefak itu. Aku ingin segera ke Pulau Niao menghancurkan Paviliun Shilin, supaya aku bisa meninggalkan istri-istriku dengan tenang di sana.”


“Ouh, menerima tawaranku tanpa berpikir panjang hehehe ....” Lou Yi tertawa sembari menutup mulutnya dengan tangan dan sebuah artefak berbentuk Pintu seperti pintu Doraemon muncul di hadapan mereka. “Karena aku sudah tak sabar kembali ke benua Kun Lun, maka aku akan membantumu mengumpulkan semua istrimu di daratan utama ini dan kalian akan aku kirim ke Kota Hua, Sekte Teratai Biru. Cepat kau bereskan kekacauan di sana dan aku akan menunggumu di sini.”


“Terimakasih Nona Yi, kemurahan hati Anda sangat membantuku. Aku akan segera kembali setelah menyelesaikan masalah di Pulau Niao dan ikut bersama anda ke Benua Kun Lun.” Xiuhuan tersenyum lebar.


Lou Yi geleng-geleng kepala, ia tahu maksud Xiuhuan. Pasti ia ingin mencari wanita cantik juga di Benua Kun Lun untuk menjadi bagian Kerajaan Harem miliknya.


Hanya dengan melambaikan tangan, mereka muncul di dalam rumah Lianhua, bibi Mei-Mei istrinya. Tanpa berkata-kata apa-apa, keduanya ikut berpindah lagi ke perbatasan Kerajaan Yuan dan Kekaisaran Wei. Kali ini janda beranak Lima yang ikut dibawa oleh Lou Yi beserta kelima anaknya itu dan berpindah ke Kota Guangxi.


Qianran janda beranak dua bersama Liu Ruyan dan Qingyi yang merupakan murid Sekte Pedang Taiyang sedang melayani tamu restoran. Mereka sangat kaget saat melihat Xiuhuan muncul tiba-tiba bersama gadis-gadis cantik.


“Xiuhuan gege!” Qianran lansung memeluk Xiuhuan, ia sangat rindu sekali dengannya. Terutama kehangatan yang diberikan oleh Xiuhuan yang tidak ia dapatkan dari mantan suaminya.


“Tak ada waktu, kita harus segera ke Pulau Niao. Serahkan saja restoran ini pada Liu Ruyan dan Qingyi,” kata Xiuhuan.


“Baiklah, aku akan memanggil anak-anak dilantai dua,” sahut Qianran.


“Kami juga ikut Xiuhuan gege. Kami bersedia menjadi istrimu juga,” sela Qingyi dengan wajah sumringah, ia langsung mendekati Xiuhuan. Sedangkan Liu Ruyan malu-malu bersembunyi di belakang Qingyi.


Xiuhuan ingin mengatakan sesuatu, Lou Yi malah menjentikkan jarinya lagi dan mereka berpindah ke desa tempat tinggal Zhang Xue.


Chu Yi dan Chu Er anak kembar Zhang Xue ingin memeluk Xiuhuan saat mereka tiba-tiba muncul di sana, tetapi tiba-tiba mereka menghilang lagi. Kali ini muncul di Sekte Teratai Biru, Pulau Niao.

__ADS_1


Xiuhuan lansung terkejut saat melihat keadaan kota Hua. Apakah ia terlambat atau keberadaan Dou Yi telah terendus oleh pihak Paviliun Shadow?


...⚔️Bersambung⚔️...


__ADS_2