
“Saudari Yi, kita ada di mana. Padahal kami tadi melihat kalian mematung di dekat peti mati Immortal Lou Yun. Saat kami mendekati peti itu, tiba-tiba matanya mengeluarkan cahaya dan kami berada di sini,” kata Xu Que menghampiri murid-murid Sekte Tianshi.
Xu Que berpikir lebih baik melawan Prajurit patung besi secara bersama-sama dari pada melawan terpisah-pisah. Justru itu akan merepotkan mereka, karena Prajurit patung besi itu tidak habis-habis. Setiap kali di bunuh akan muncul kembali penggantinya.
Wei Fang Yin menatap Xu Que, “Kamu bilang bahwa kami mematung di depan peti mati Immortal Lou Yun?” tanya Wei Fang Yin yang mengira mereka dipindahkan dengan jurus Teleportasi.
“Ya, benar. Menurutku tubuh kami juga mematung di depan peti mati Immortal Lou Yun. Sepertinya kita telah dihipnotis atau kesadaran kita dipindahkan ke alam yang telah ia buat ini,” sahut Xu Que yang panik tidak mengetahui cara kembali.
“Gawat! Kami merasa sudah sebulan lamanya di sini dan menghabiskan banyak qi. Ternyata di luar sana, masih di hari yang sama.” Wei Fang Yin mulai panik. “Kalau begini terus kita bisa mati di sini,” keluhnya lagi.
“Aku juga bingung. Jurus mata dewa tidak bisa menembus tempat ini.” Mo Yue telah berkali-kali berusaha melihat jauh ke depan. Namun hanya pemandangan prajurit patung besi saja sejauh mata memandang. “Sebenarnya kita berada di mana? Padahal kami terus berjuang, agar guru kami datang mencari. Ternyata, baru sehari di luar sana,” keluhnya juga.
***
Xiuhuan telah melacak berbagai tempat di makam Immortal Lou Yun itu. Namun tidak menemukan harta apapun, sehingga ia melepas kesadarannya pada Kloning Manusia Air dan membiarkan mereka secara otomatis mengambil setiap benda berkilauan.
“Mei-Mei!” seru Xiuhuan melihat telah keluar darah dari sela-sela bibirnya. “Apakah dia sedang naik level ke Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit? atau Rongqinya meluas,” gumam Xiuhuan duduk bersila di belakangnya. Xiuhuan menempelkan tangannya pada punggung Mei-Mei dan mengalirkan tenaga dalam untuk membantunya berkultivasi.
Rongqi milik Mei-Mei akhirnya meluas sebesar tiga kali laut Kunming, yang berarti setara dengan Rongqi milik Pendekar Pedang tahap 70 yang berkultivasi secara alami.
Berkat bantuan Xiuhuan, Mei-Mei yang awalnya hampir gagal berkultivasi kini badai petir dalam Rongqinya makin bergejolak. Namun, tetap bisa dikendalikan oleh Mei-Mei.
Rongqinya terus meluas dan makin meluas, hingga berakhir dengan seluas Samudera kecil atau setara dengan Pendekar Pedang tahap 100 yang berkultivasi secara alami.
Mei-Mei membuka matanya, ia merasa jauh lebih kuat dari sebelumnya. Namun bukan itu yang terpikirkan olehnya. Ia justru bertanya pada Xiuhuan apakah ia makin cantik.
__ADS_1
Xiuhuan menjawabnya bahwa ia secantik Wei Fang Yin.
Mei-Mei lansung tertawa kegirangan memeluk Xiuhuan. Namun ia tersadar, kalau ia secantik Wei Fang Yin. Kenapa tubuhnya tetap gemuk dan akhirnya ia memegang kedua pipinya. Ternyata masih menggemaskan untuk dipegang.
Ia sangat marah pada Xiuhuan, tetapi Xiuhuan mengatakan dia hanya bercanda saja. Namun Mei-Mei tak terima dengan alasan itu dan meminta Xiuhuan menikahinya, walaupun Xiuhuan mengatakan bahwa ia sudah memiliki banyak istri. Namun, Mei-Mei bersedia menjadi istri muda Xiuhuan dan menemaninya berpetualang, serta memutuskan keluar dari Sektenya.
“Apa kamu tidak menyesal menikah denganku?” Xiuhuan meyakinkannya. “Jujur saja, aku bukan berasal dari daratan utama, tetapi berasal dari Pulau tersegel. Kamu pasti tahu pulau yang ada di dekat kota Kunming. Serta waktuku di sini cuma beberapa bulan lagi. Kalau kamu ikut denganku, berarti kamu akan berpisah dengan keluargamu,” katanya lagi.
“Kemana pun Xiuhuan gege pergi. Mei‘er akan selalu menemanimu. Bad boy and good looking adalah idaman wanita cantik seperti diriku ini,” sahut Mei-Mei yang tengah berbunga-bunga itu.
Xiuhuan menghela nafas dalam-dalam, ia merasa Mei-Mei sudah yakin ingin hidup bersama dengannya. Lagian Xiuhuan juga akan terbantu bila Mei-Mei ikut ke Pulau Niao.
Sekarang Mei-Mei adalah Pendekar Pedang kuat. Kalau hanya melawan sesama Pendekar Pedang tahap 100, Xiuhuan yakin ia mampu mengatasinya. Mengingat qi dalam Rongqinya sebesar samudera kecil.
“Apaaaa. Nambah lagi?” Mei-Mei terkejut mendengarnya.
“Bukan nambah. Justru mereka yang lebih dulu kenal denganku dari pada kamu, tetapi aku menunda pernikahan kami setelah kekacauan di Pulau Niao teratasi,” sahut Xiuhuan.
“Terus kenapa Xiuhuan gege mengantongi semua cairan berwarna merah itu. Bukannya perjanjian kita bagi hasil 40:60,” protes Mei-Mei karena Xiuhuan menyimpan semuanya.
“Kan, aku kepala rumah tangga. Jadi barang milikmu juga milikku. Berarti kamu tidak mau jadi istriku,” cibir Xiuhuan agar ia mengalah. “Ya, sudah kita bercerai sajalah. Padahal baru juga beberapa tarikan nafas yang lalu kita mengikat janji suci,” keluh Xiuhuan.
“Xi-Xiuhuan gege. Jangan begitu dong, Mei‘er cuma bercanda. Kapan kita malam pertamanya? Mei-Mei merayu Xiuhuan agar ia tak marah.
“Kita cari penginapan dululah. Masa kita olahraga di sini,” sahut Xiuhuan mencubit pipi tembemnya. “Sudah kamu jaga Aku baik-baik, suami tampanmu ini akan menjadi Immortal seperti si Lou Yun itu. Immortal yang pura-pura kaya, padahal ia bisa membuat dunianya sendiri di makam ini, tetapi tidak punya duit,” cibir Xiuhuan.
__ADS_1
Xiuhuan membuka tutup botol cairan berwarna merah. Xiuhuan menghirup aroma wangi yang keluar dari botol itu. Ia kemudian duduk bersila dan menelan cairan itu.
Xiuhuan merasakan energi besar dalam tubuhnya. Ia kemudian memejamkan mata dan mulai menyerap energi dari cairan itu.
Terjadi gejolak badai petir dalam Rongqi Xiuhuan. Gejolak badai itu sangat hebat, hingga menimbulkan Tsunami qi dalam Rongqinya, ini belum pernah terjadi sebelum. Hingga Xiuhuan berpikir bila ia berhasil memperluas Rongqinya, mungkin saja ia akan menerima Petir Malapetaka lagi dan menuju alam Dewa. Karena beberapa ratus tahun ini, ia tidak pernah menerima Petir Malapetaka lagi, semenjak Kultivasi mandek atau Rongqinya tidak pernah meluas lagi.
***
Salah satu Kloning Manusia Air Xiuhuan memasuki ruangan Peti mati Immortal Lou Yun. Kloning Manusia Air itu melewati tubuh murid-murid Sekte Tianshi yang mematung, begitu juga dengan Xu Que dan satu rekannya ikut mematung setelah melihat mata Immortal Lou Yun.
Kloning Manusia Air itu mengambil Pedang berwarna emas itu dan membuka Armor baju jirah emas yang dikenakan mayat Immortal Lou Yun. Saat Kloning Manusia Air mendekat, mata Immortal Lou sempat mengeluarkan cahaya kuning. Namun, tidak berpengaruh apa-apa pada Kloning Manusia Air itu, karena ia tidak memiliki kesadaran. Sehingga tidak mempan dengan jurus tersebut.
Pedang emas, armor baju jirah emas sudah ada di tangan Kloning Manusia Air. Saat ia akan pergi, tiba-tiba matanya tertuju pada cincin dimensi milik Immortal Lou Yun. Kloning manusia air itu juga mengambilnya dan kembali menuju ruangan Xiuhuan berada.
Makam Immortal Lou Yun bergetar hebat beberapa tarikan nafas, membuat murid-murid yang tengah mencari harta Karun atau yang bertarung melawan Patung besi dibuat kaget dengan penomena itu. Mereka mengira makam akan runtuh.
...⚔️Bersambung⚔️...
*
*
*
(Jangan lupa di Laik Bosque 😁)
__ADS_1