Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Pesona Lou Xue


__ADS_3

Tetua Wu Ming melayang di udara, ia kemudian mengundi peserta yang akan bertanding dan ada satu peserta yang akan lolo secara otomatis.


Para peserta yang tersisa berharap merekalah peserta yang ke-25 itu, karena itu sangat menguntungkan dan tak perlu buang-buang tenaga.


Peserta pertama adalah Wu Xiong melawan murid dari Clan Wu juga, tetapi lawannya itu memilih menyerah karena tidak yakin akan memenangkan pertandingan itu.


Pertandingan kedua adalah Lou Xue melawan murid wanita dari Clan Wu juga. Wanita itu bernama Wu Xue, nama mereka sama dan elemen mereka juga mirip, karena Wu Xue juga memiliki elemen Es—hanya Clan mereka saja yang berbeda.


Para penonton langsung bergemuruh dan bersorak-sorai menyemangati Lou Xue. Di sudut lain, para murid Clan Wu yang merupakan murid terbanyak diantara para Clan lainnya langsung bersorak mendukung Wu Xue, mereka tak mau kalah dari fans fanatik Lou Xue yang jumlahnya makin membludak, terutama dari kalangan murid laki-laki.


Fans Lou Xue lah yang terbanyak dalam kompetisi Tujuh Superstar ini, mengalahkan fans Wu Xiong yang kebanyakan dari kalangan murid-murid wanita dan Clan Wu saja, sedangkan fans Lou Xue merata dari seluruh Clan tetapi dalam tanda kutip khusus murid laki-laki. Namun, Lou Xue tak peduli akan hal itu, karena ia lebih suka dengan kesendiriannya dan fokus pada tujuannya saja.


Lou Xue melangkah dengan anggun, apalagi ia mengenakan Hanfu putih longgar. Dia kini sudah terbiasa mengenakan pakaian longgar, padahal sudah tidak hamil lagi.


Wu Xue juga terbang dengan anggun, ia mengenakan Hanfu merah yang cukup ketat, sehingga lekukan tubuhnya yang bak gitar spanyol bisa membuat para murid seperti Xiuhuan mimisan. Namun, untungnya ia sekarang seperti si buta dari gua hantu, salah satu legenda dari Nusantara—yang terletak di Dimensi Bumi.


“Nona cantik ini akan bermurah hati padamu. Segeralah mengakui kekalahan, maka aku tak perlu repot-repot mencakar wajah jelekmu itu!” ejek Wu Xue dengan seringai tipis diwajahnya.


Para fans Lou Xue langsung mengumpati Wu Xue. Bahkan beberapa mengatakan ia adalah wanita murahan, sehingga murid-murid dari Clan Wu bersitegang dengan mereka, karena tak terima anggota Clan mereka dikatakan sebagai wanita murahan.


Lou Xue diam saja menatap dingin pada Wu Xue yang merasa risih kenapa wanita dihadapannya ini lebih cantik darinya, padahal dulu ia memiliki fans laki-laki yang sangat banyak, tetapi setelah kedatangan Lou Xue—semua fans fanatiknya beralih mendukung Lou Xue.


Diaken wanita yang menjadi wasit pertandingan segera mengatakan kalau pertandingan dimulai.


Wu Xue langsung mengambil inisiatif menyerang lebih dulu. Tiba-tiba dari lantai panggung pertandingan, muncul duri-duri es yang sangat tajam. Namun, Lou Xue juga melakukan hal yang sama.


Boommm!

__ADS_1


Dua elemen Es beradu, sehingga membuat suhu disekitar menjadi dingin. Para penonton merasa seperti berada di utara saja, karena di Benua Kun Lun Selatan ini adalah kawasan yang sangat panas.


Selain memiliki elemen Es, Wu Xue juga memiliki elemen Api seperti kebanyakan murid-murid Clan Wu lainnya yang memiliki elemen berlawanan.


Wu Xue menembak bola-bola api berukuran besar kearah Lou Xue yang langsung membuat dinding Air, karena ia memiliki elemen Es, Angin, Air, Kayu dan elemen tambahan; Gravitasi dan Hukum Ruang—yang ia dapatkan dari Inti Kehidupan Xue Hu saat di Paviliun makam desa Changan.


“Wau, pertandingan yang sangat luar biasa!”


“Aku menyangka Lou Xue memiliki elemen air juga, karena ia hanya menunjukkan elemen Es dipertandingan sebelumnya.”


“Kasihan Wu Xue, dia pasti kalah, karena elemen api lemah terhadap elemen air!”


“Tidak mungkin, Lou Xue pasti akan kalah!”


“Apaaaa? Ayo taruhan!”


“Oke, aku pegang Lou Xue!”


Xiuhuan terkejut dan ia ingin sekali ikut taruhan. Namun, ia harus tetap berbuat baik agar bisa pergi ke Menara Iblis, sehingga memutuskan diam saja.


“Cih, ternyata ia memiliki elemen air!” keluh Wu Xue dan dia membuat ribuan Pedang Es yang langsung melesat ke arah Lou Xue.


“Gravitasi!” seru Lou Xue, sehingga pedang es yang menyerangnya langsung jatuh, bahkan Wu Xue dipaksa bertekuk lutut.


“Apa terjadi?” Wu Xue terkejut, begitu juga dengan para penonton, bahkan peserta lainnya menjadi berdoa agar tidak bertemu Lou Xue dibabak berikutnya.


Wu Xiong yang merasa akan menjadi juara dalam kompetisi Tujuh Superstar ini langsung mengepal tangannya, ia sudah tak sabar bertemu dengan Lou Xue. Karena awalnya ia mengira tak ada murid yang layak untuk menjadi lawannya. Namun, setelah melihat Gravitasi itu, darahnya langsung mendidih.

__ADS_1


Wu Xue berusaha untuk berdiri, tetapi tak bisa.


“Cih, badai api neraka!” teriak Wu Xue masih tak mau menyerah begitu saja.


Kobaran api raksasa berputar-putar mengelilingi tubuh Wu Xue dan kobaran api itu makin besar, karena ia menggunakan qi yang sangat besar.


Lou Xue menghentikan tehnik Gravitasi. “Tsunami!" seru Lou Xue—Gelombang air setinggi puluhan tombak menyapu kobaran api yang dibuat oleh Wu Xue.


“Membeku!” balas Wu Xue, tetapi tiba-tiba ia merasakan sensasi dingin di lehernya, ternyata Lou Xue sudah berada dibelakangnya. “Sejak kapan?" Dia terkejut, begitu juga para penonton—tak ada yang mengetahui kapan ia berpindah tempat ke belakang Wu Xue.


“Apakah kamu masih melawan?” Lou Xue berkata pelan, tetapi Pedang Es yang dibuatnya dari qi itu sudah menggores sedikit kulit leher Wu Xue, sehingga mengeluarkan sedikit darah.


Wu Xue menarik nafas dalam-dalam dan berkata, “Aku menyerah!"


Para penonton bersorak gembira, tetapi murid-murid Clan Wu menundukkan wajah mereka, karena kalah taruhan yang sangat banyak.


Wu Xue langsung melesat dari panggung dengan berurai air mata, ia sangat malu sekali dikalahkan oleh anak kemarin sore, padahal Diaken yang menjadi wasit pertandingan belum mengumumkan pemenang pertandingan.


“Pemenang pertandingan Wu Xue melawan Lou Xue—dimenangkan oleh ... Lou Xue!”


Lou Xue tidak menunjukkan ekspresi apapun, ia langsung turun dari panggung, tetapi para fansnya bersorak-sorai gembira.


Tak ada yang spesial di pertandingan berikutnya dan Xiuhuan ternyata mendapatkan nomor 25, sehingga ia lolos secara otomatis.


“Hmm, menjadi baik ternyata sangat disayangi surga, sehingga aku tidak perlu bertanding dibabak ini," gumam Xiuhuan tersenyum dan masih dengan mode cool-nya.


Kini tersisa 13 peserta dan Tetua Wu Xiong kembali mengundi peserta yang akan bertanding selanjutnya. Dan akan ada satu peserta yang lolos secara beruntung, bila mendapatkan nomor 13—tentu semua peserta berharap merekalah yang mendapatkan nomor keberuntungan itu.

__ADS_1


“Hmm, aku tebak! Pasti aku yang akan mendapatkan nomor itu, karena tak ada manusia yang seberuntung aku.” Xiuhuan berkata dalam hati dengan seringai tipis diwajahnya.


__ADS_2