Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Menjelajah Makam XIV; Hukum Ketiadaan


__ADS_3

Jurus yang digunakan oleh Shuilong tak jauh berbeda dengan yang digunakan oleh Xiuhuan. Malah Xue Hu yang terlihat lebih hebat, kalau soal jurus. Namun, Shuilong bisa memadatkan qi menjadi semacam perisai atau penghalang, sehingga serangan lawan tak akan mengenainya.


“Sepertinya gara-gara Perisai itulah, mengapa Xue Hu mengatakan suaminya lebih kuat darinya. Walaupun sekuat apapun aku melawan, tetapi tak berefek juga,” gumam Xiuhuan meliuk-liuk di dalam tsunami air mereka.


Kalau masalah jurus, Xiuhuan tak perlu ditanya. Sudah puluhan jurus yang ia miliki. Mulai dari tingkatan biasa saja hingga yang terkuat.


“Dengan kekuatan begini, sepertinya hanya membuat dia gatal saja. Sepertinya aku harus mengerahkan qi sebesar Samudera kecil untuk mempercepat kehabisan qi naga air ini.”


Xiuhuan menggunakan jurus seribu bayangan, sehingga seribu Kloning Siluet Sidat Listrik muncul di dalam tsunami air itu. Membuat Shuilong terkejut, ia tak tahu yang mana Xiuhuan yang asli lagi.


“Mari kita lihat berapa lama kau bisa bertahan!” ejek Xiuhuan langsung mengepung Shuilong, ia tak bisa bergerak; Kloning Siluet Sidat Listrik melakukan tabrakan bunuh diri, di mana terjadi ledakan energi di beberapa jengkal dari tubuh Shuilong yang dilapisi perisai. Namun, ledakan energi itu membuatnya harus mengeluarkan banyak qi untuk mempertahankan perisai itu.


“Mereka terlalu banyak! Sulit sekali untuk melakukan serangan balik, Apakah manusia ini memiliki Mana yang besar, sehingga melakukan pemborosan begini,” gerutu Shuilong menyerang asal-asalan saja, karena kembaran Xiuhuan itu datang dari segala penjuru.


“Orang-orang tua selalu merasa dirinya hebat. Walaupun jutaan tahun yang lalu dia memang hebat. Namun, semakin berlalunya waktu, seharusnya ia sadar diri sudah digantikan generasi muda,” ejek Xiuhuan menyeringai, karena ia tak perlu khawatir kehabisan qi—Rongqi miliknya sekarang seluas dua Samudera besar dan satu samudera kecil.


Senyuman Xiuhuan sirna, saat Paviliun milik Shuilong itu bergetar hebat. Akhirnya Shuilong mengerahkan sisa qi miliknya.


Shuilong membuat hukum ketiadaan, tiba-tiba tsunami air menghilang, begitu Kloning Siluet Sidat Listrik, bahkan Xiuhuan kembali ke bentuk manusia normal, tanpa ada sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya.


“Hei, apa yang terjadi?” Xiuhuan tak bisa menggunakan qi miliknya, “Ah, sakit sekali—aku tak bisa menggunakan qi untuk melakukan pemulihan,” keluh Xiuhuan.


Dia menerima luka tombak air sebelumnya dari Shuilong, saat ia terkena jurus Segel Naga Bintang.


“Hahaha ... aku memang akan menghilang nanti, karena tak ada lagi kesadaranku yang tersisa. Namun, Aku bisa membawamu ke alam kematian dan tak bisa berinkarnasi lagi. Kau akan terjebak antara ada dan tiada, Roh-mu akan seperti Sidat Listrik itu, terjebak selamanya di alam kematian.” Shuilong memberikan penjelasan dan menertawai Xiuhuan.


“Apakah kau juga memiliki dua Elemen?—Elemen Air dan Kegelapan?” Xiuhuan bertanya, karena ia penasaran dengan jurus yang digunakan oleh Shuilong ini.


“Tepat sekali. Ini adalah Elemen Kegelapan yang telah mencapai tingkat melawan kehendak langit,” sahut Shuilong tertawa terkekeh-kekeh.

__ADS_1


“Sial!” gerutu Xiuhuan membayangkan ramuan penghilang rasa sakit yang ia beli dari Tabib tak jelas saat berada di Paviliun Qingyun.


Tabib biasanya akan menawarkan hasil racikan terbaiknya. Sedangkan tabib yang mencegat Xiuhuan malah menjual ramuan penghilang rasa sakit. Untung saja tabib itu sangat cantik, sehingga Xiuhuan terpaksa membelinya, walaupun ia telah memiliki puluhan Pill penyembuhan tingkat tinggi.


“Keluar!”


Xiuhuan malah terkejut, botol kecil ramuan penghilang rasa sakit sudah berada di tangannya. Dia lansung meminumnya dan rasa sakit ditubuhnya lansung menghilang.


Xiuhuan menggoyang-goyang tangannya, “Baiklah, tak bisa menggunakan kekuatan batin. Gelut juga boleh,” ancam Xiuhuan.


Dia cukup percaya diri, karena waktu masih kecil. Xiuhuan adalah ketua geng kapak di kediaman Clan Wei. Sebagai kakak besar, panggilannya waktu itu, ia beberapa kali mengalahkan anak-anak Clan lain yang usianya lebih tua dan tentunya lebih banyak babak belurnya juga.


Shuilong mendekati Xiuhuan yang telah memasang kuda-kuda seni beladiri Wing Chun, sedangkan Shuilong sepertinya hanya mengandalkan kekuatan fisik semata, karena sisik naga tetap menutupi tubuhnya.


“Pantaslah Xue Hu mengatakan kau sangat kuat. Ternyata, kau membunuh lawan yang kuat dengan cara sederhana begini. Mungkin mereka yang kuat itu akan terbawa mimpi buruk kalah dengan cara sederhana—Padahal mereka berharap kalah dari Kultivator hebat,” kata Xiuhuan mencoba mengulur waktu.


“Setiap jurus ada kelemahannya dan setiap yang lemah ada juga kekuatannya. Walaupun jurus ini terlihat hebat, tentunya ada juga kelemahannya. Namun, kau belum menyadarinya saja,” sahut Shuilong menyeringai menatap Xiuhuan. Dia yakin Xiuhuan tak akan sempat menyadari kelemahan hukum ketiadaan itu.


“Kena kau!” seru Xiuhuan ternyata menunggunya menyerang lebih dulu.


Tiba-tiba tongkat bambu telah muncul di tangan Xiuhuan dan ia lansung memukul wajah Shuilong dengan sekuat tenaga, walaupun tenaganya tak kuat-kuat amat, sih. Namun, lumayanlah untuk membuat wajah Shuilong bengkak sebelah.


“Hehehe ... bagaimana Siluman Naga?—Apakah enak rasanya pukulanku itu?” ejek Xiuhuan. “Guru Pat Kui pernah berkata, ‘Bila kau terpojok, berusahalah untuk curang. Niscaya akan ada saja jalan melarikan diri’. Itu adalah kata-kata yang selalu kukenang sepanjang hidupku, sehingga saat aku diusir dari Clan, aku tetap bertahan melewati kerasnya jalan Kultivator.” Dengan bangga Xiuhuan menceritakan tentang guru pertamanya itu, yang merupakan tukang kebun di kediaman Clan Wei.


“Cukup basa-basimu itu, aku akan membunuhmu sekarang juga,” sahut Shuilong lansung menerjang Xiuhuan, karena kelemahan hukum ketiadaan adalah waktunya hanya beberapa saat saja—sehingga Shuilong harus membunuh musuhnya dengan cepat.


Awalnya ia mengira akan berjalan mulus, karena Xiuhuan telah terluka sebelumnya dengan tombak air. Namun, ini diluar perkiraannya, karena manusia dihadapannya itu selicin belut, susah dijinakkan.


Xiuhuan terus memukul ke arah wajah Shuilong, karena cuma itu bagian yang tidak ditutupi oleh sisik naganya yang tebal. Namun, kali ini Shuilong menangkisnya dengan menyilangkan kedua tangannya.

__ADS_1


Xiuhuan mundur perlahan-lahan, saat Shuilong makin maju mendekatinya. Yang ada dalam pikiran Xiuhuan, adalah mengulur waktu. Dia yakin pasti akan menemukan celah dari Hukum ketiadaan itu, seperti saat ia menemukan kelemahan Xue Hu saat berada di lantai tiga.


Pukulan bertubi-tubi terus menerus dilayangkan Xiuhuan, kini ia juga menggunakan gerakan beladiri Wing Chun saat memukul Shuilong yang tampak panik.


“Hehehe ... dia panik!—Apakah hukum ruang ini, memiliki waktu tenggat?” Xiuhuan bertanya-tanya dalam hati. Dia sudah mundur puluhan langkah, didesak oleh Shuilong. Namun, ia juga hebat dalam menjaga jarak aman dari jangkauan tinju sang Naga itu


Shuilong berhenti mengejar Xiuhuan, wajahnya sudah seperti bakpao. Darah mengalir dari hidung dan mulutnya. Kalau Xue Hu melihat suaminya itu, mungkin ia akan terkejut setengah mati. Siluman Naga tampan itu tampak begitu menyedihkan.


“Kenapa Naga. Kau lemah sekali, untung Naga Lou Feng tak melihatmu begini. Dia bisa marah kalau tahu sejenisnya malah ... ah, malas aku mengejekmu lagi,” kata Xiuhuan sembari mengeluarkan Pill penyembuhan tingkat tinggi dan lansung menelannya, karena ia yakin sebentar lagi khasiat ramuan penghilang rasa sakit akan hilang.


Shuilong terkejut mendengar ucapan Xiuhuan.


“Kau kenal dengan Lou Feng, Dia adalah salah satu pendiri Clan kami, tetapi menghilang setelah ia berhasil mengalahkan Manusia. Setelah kepergiannya, jutaan tahun kemudian manusia kembali melakukan perlawanan pada bangsa siluman,” sahut Shuilong.


“Aku sudah curiga dia sebangsa denganmu. Namun, dia hanya berdiam diri di puncak gunung Lou Feng dan tidak pernah mengusik manusia," sahut Xiuhuan.


“Hahaha ... ternyata aku terdampar di tempat peternakan leluhur Lou Feng.” Shuilong tertawa getir dan menatap iba pada Xiuhuan. “Asal kau tahu, selama ini dia menyerap energi Yin dan Yang kalian secara perlahan, walaupun tak terasa. Sesudah ia mencapai Ranah Dewa, dia akan melangkah ke alam abadi di mana ia tak bisa dibunuh oleh dewa sekalipun. Namun, saat kultivasi terakhirnya itu, ia akan memakan ribuan Kultivator sepertimu.”


Xiuhuan terkejut mendengarnya, itu sungguh mengerikan.


Kultivator Benua Kun Lun telah pernah melawannya, tetapi hanya dengan sekali serang saja semua Ranah Absolute God tersapu habis, betapa mengerikannya kekuatannya itu.


“Hei-hei, jangan bersedih begitu hahaha ....” Shuilong tertawa terkekeh-kekeh sembari batuk-batuk berdarah. “Aku akan memberikan inti kehidupan milikku, tetapi jangan kau telan. Hancurkan lah inti kehidupan milikku ini saat berhadapan dengannya. Namun, kau harus berlatih fisik lebih dulu. Karena ia lebih besar dariku—tentunya kekuatannya jauh lebih kuat.”


Xiuhuan bingung, “Kenapa kamu malah menolong manusia? Bukankah kau membenci kami,” sahut Xiuhuan menerima inti kehidupan darinya.


“Aku tak sempat lagi menceritakan tentang leluhur Lou Feng, kenapa ia bisa menghilang dahulu. Intinya, dia sangat berbahaya; waspadalah!”


Shuilong lansung tumbang dan Paviliun itu bergetar hebat, atap Paviliun mulai berjatuhan, sehingga Xiuhuan tak sempat berpikir untuk mencari harta karun lagi. Dia segera melesat dengan jurus Langkah Kilat menuju lantai enam dan membawa Lou Rong serta Jiang Meng keluar dari Paviliun.

__ADS_1


...~Bersambung~...


__ADS_2