
Xiuhuan terus menyusuri lubang yang mengarah pada bagian terdalam gua yang dikatakan oleh Ular Cobra emas itu, tetapi ia merasa sudah masuk sangat dalam dan belum menemukan mayat Iblis yang dimaksud olehnya itu.
“Apa jangan-jangan aku ditipu oleh ular betina kampret itu?” Xiuhuan mulai menyadari tak ada apa-apa di bagian terdalam gua yang makin menyempit itu—untung saja ia menemukan beberapa sumberdaya langka di sepanjang jalur sempit yang ia lalui.
Xiuhuan benar-benar murka saat sampai diujung jalur sempit itu. Dia malah menemukan sungai bawah tanah saja dan tak ada mayat Iblis yang dimaksud oleh induk Ular Cobra emas.
“Cih, kalau begini, aku akan memakannya saja!” keluh Xiuhuan sembari berbalik badan kembali ke sarang Ular Cobra emas untuk membuat perhitungan padanya.
Perjalanan turun tidaklah susah, tetapi saat ia akan kembali ke atas, tiba-tiba bebatuan mulai berjatuhan dari atas—yang mungkin itu adalah ulah dari induk Ular Cobra emas.
Xiuhuan memadatkan qi menjadi elemen emas runcing berbentuk bor yang melubangi bebatuan yang menghalangi jalannya. Butuh waktu cukup lama bagi Xiuhuan untuk mencapai sarang Ular Cobra emas. Namun, saat ia sampai ke sana, sang induk Ular Cobra emas itu sudah tak ada lagi.
“Ah, sialan! Ke mana kau ular sawah!” umpat Xiuhuan—kesal keberadaan Ular Cobra emas sudah tak ada lagi di sarangnya. Kemudian ia memperhatikan lubang lain dan mengikutinya, karena yakin induk Ular Cobra emas itu kabur melalui lubang itu.
Ada jejak yang ditinggalkan oleh Ular Cobra emas yang sepertinya, ia kabur dengan tergesa-gesa—takut ditangkap oleh Xiuhuan lagi.
Setelah mengikuti jejak Ular Cobra emas itu cukup jauh, ia akhirnya mencapai mulut gua dan ternyata Ular Cobra emas itu kabur ke hutan belantara yang sangat luas dihadapannya itu, sehingga mustahil mengejarnya lagi.
“Hahaha ... ternyata aku dikibulin oleh monster, cih! bagaimana bisa Kultivator terpintar sejagat raya ini bisa salah rumus, sehingga tidak memperhitungkan akan berakhir begini,” gerutu Xiuhuan sangat kesal sekali. Dia kemudian kembali lagi ke rombongan nona muda Clan Kong yang sedang memanen rumput musim dingin.
Tak lama berselang, ia kembali ke tempat Yu Qingyi yang sedang duduk-duduk santai bersama yang lainnya, karena mereka sudah selesai mengambil rumput musim dingin.
“Xiuhuan gege,” kata Yu Qingyi begitu melihatnya. “Kenapa lama sekali? Apakah Xiuhuan gege sedang bertarung di sana? Karena sering terjadi gempa bumi tadi.”
__ADS_1
Xiuhuan tersenyum masam, ia tak mungkin menceritakan kalau ia telah ditipu oleh Monster. “Aku cuma mengejar Xiao Huli yang sedang ingin mau petak umpet,” sahut Xiuhuan. “Jadi, kita mau ke mana lagi?” tanya Xiuhuan pada Kong Jie.
“Tentu saja kita akan mengikuti lorong gua ini,” sahut Kong Jie sembari menunjuk lubang besar ke arah lain.
Yu Fen mendekati Xiuhuan, ia yakin sebenarnya Iblis tampan ini pasti telah mendapatkan sumberdaya langka di lubang kecil itu, karena ia cukup lama di sana dan setelah kembali dari sana gempa bumi itupun menghilang.
“Hei, Aku tahu yang bibi Fen pikirkan, tetapi aku tak akan memberikan bagian untuk bibi—karena aku cuma mendapatkan sedikit sumberdaya saja,” bisik Xiuhuan pada Yu Fen yang senyum-senyum terus menatapnya.
“Ah, Jangan begitu, dong! Apakah aku kurang menarik?” Yu Fen mengedipkan matanya menggoda Xiuhuan.
Xiuhuan menatap Yu Fen sangat lama, sehingga bibi Yu Qingyi itu merasa risih ditatap oleh Xiuhuan dari ujung kaki hingga ujung kepala.
“Semua mantap, apakah bibi ingin kita berduaan saja?” sahut Xiuhuan dengan seringai tipis diwajahnya.
“Hei, kamu berpikiran terlalu aneh-aneh! Aku bukan wanita murahan!” seru Yu Fen dengan wajah memerah. “Sudah lupakan saja, tadi itu cuma bercanda!” Dia kemudian berlari kedepan, takut Xiuhuan akan benar-benar menariknya ke tempat sepi.
“Apakah ini kerangka monster Naga?” tanya Kong Youyou penasaran.
“Bukan, Naga tidak seperti ini—karena aku sudah pernah melihat mereka. Namun, ini seperti monster purba saja,” sahut Xiuhuan—sehingga mereka terkejut mendengar ucapannya. Karena ia mengatakan pernah melihat Naga.
“Dari mana kamu berasal sebenarnya? Kenapa kamu bisa melihat ras Siluman?” tanya Kong Jie penasaran.
“Siluman?” Yu Qingyi dan Yu Fen terkejut, mereka mengira Naga termasuk ras monster—yang ternyata adalah ras Siluman.
__ADS_1
Xiuhuan tersenyum tipis sembari meraba-raba tangannya pada debu tebal dibawah kepala kerangka monster raksasa itu dan berkata, “Aku pernah memasuki Dimensi yang berisi salah satu dari mereka. Saat itu sangat mengerikan, untung saja aku berhasil kabur—kekuatan mereka tidak bisa kubayangkan, entah sekuat apa mereka sebenarnya.” Tiba-tiba ia menemukan sesuatu yang keras dalam debu tebal itu dan berkata, “Akhirnya kita panen juga. Ini adalah Kristal Merah milik monster ini!”
“Wah, berarti ini mayat dari monster Level Tian!” sela Yu Qingyi memperhatikan Kristal Merah ditangan Xiuhuan.
Yi Fen melihat ada benda aneh berkilau di sudut gua itu dan ia segera melesat ke sana, karena tidak ingin yang lainnya mengambil duluan.
“Aku akhirnya mendapatkan untung besar!” gumam Yu Fen dengan senyum lebar.
Xiuhuan menoleh kearahnya dan terkejut—karena benda berkilau yang akan diambil oleh Yu Fen itu adalah mata dari monster yang sedang memperhatikan mereka.
“Jangan sentuh itu bibi Fen!” teriak Xiuhuan, tetapi sudah terlambat—tangan Yu Fen sudah menyentuh benda berkilau itu dan ia langsung tersenyum lebar. Namun, tiba-tiba ia merasa tangannya mati rasa dan memperhatikan lengannya yang ternyata sudah tak ada lagi.
“Tidakkkkkkkkk!” teriak Yu Fen—merasa sangat kesakitan dan tubuhnya gemetaran tak bisa bergerak walaupun teman-temannya memintanya untuk segera kembali.
“Ah, gawat!” seru Xiuhuan segera melesat dengan kecepatan tinggi. Namun, sudah terlambat mulut monster itu menganga dan Yu Fen tertelan ke dalam perutnya.
Xiuhuan pun berhenti melangkah saat berada dihadapannya, tetapi Xiao Huli segera menggigit leher Xiuhuan, sehingga ia tersadar—ternyata menatap mata berkilau itu akan membuatnya terhipnotis.
Mulut monster itu menganga dan akan melahap Xiuhuan, sedangkan para Iblis wanita lainnya berteriak padanya untuk segera mundur.
Xiuhuan menggunakan jurus Langkah Kilat, menjauh dari monster itu dan iapun terhindar dari kematian seperti Yu Fen tadi.
“Hati-hati! Jangan terlalu dekat dengannya, karena mata monster itu bisa menghipnotismu agar tidak bergerak,” kata Xiuhuan—mengingatkan yang lain. Namun, Yu Qingyi terduduk lemas, karena bibinya sudah tertelan oleh monster itu, iapun segera menangis histeris—sehingga muncul mata berkilau sangat banyak.
__ADS_1
“Apa-apaan ini?” gerutu Kong Xia—merinding melihat mata-mata yang sangat banyak itu, sehingga ia merasa kepalanya berputar-putar.
Xiuhuan menyadari, monster itu akan menghipnotis mereka, sehingga ia segera menggunakan mata dewa dari elemen Emasnya untuk mencegah agar ia tidak ikut terhipnotis.