
Peta Benua Kun Lun,
Xiuhuan menggunakan artefak Teleportasi menuju kota Shenlong, walaupun ia merasa agak kantuk, karena harus menggilir Xiao Liu, Xiao Xia, Xiao Lian, Su Bimbing, Zhang Xue, Wei Yin, Feng Yunji, Jia Li, Lin Xia, Lin Jingmi, Qian Yu, San Yuncang, Qianran, Qingyi, Liu Ruyan, Gu Ruyan dan Mei-Mei tadi malam untuk memberikan nafkah batin untuk mereka.
Tak hanya itu Xiuhuan juga telah menikahi tiga muridnya yang kini telah berusia 17 Tahun, mereka adalah Liu Ya, Dou Yi dan Xinran. Sedangkan Shuyan dan Huanran belum cukup umur, walaupun mereka ingin menikahi Xiuhuan juga agar tetap bersama keluarga besarnya itu.
Sekte Teratai Biru sendiri membangun Aula khusus untuk Xiuhuan dan keluarganya, dan Gu Ruyan diangkat menjadi Ketua Sekte, karena ia yang paling kuat diantara mereka, sedangkan lainnya diangkat menjadi tetua.
“Nona Yi, bagaimana kondisi Benua Kun Lun itu? Aku merasa di sana pasti kumpulan Kultivator hebat.” Xiuhuan penasaran dengan tempat yang akan mereka tuju.
“Pada dasarnya Kultivator di sana, jauh lebih kuat dari daratan utama ini. Namun, kalian lebih istimewa, karena bisa menjalin kontrak dengan Roh Pedang. Sedangkan di Benua Kun Lun, kami harus menggunakan Senjata Pusaka dan berkultivasi dengan menyerap Pill yang diramu dari tumbuhan sumberdaya atau dari kristal hewan siluman.”
“Kamu sendiri kalau diukur dengan batu bintang adalah tingkat Immortal awal—”
“Hmm ... ada batu yang bisa begitu, ya? Bukan seperti di daratan utama yang bisa langsung diterka berapa level Pendekar Pedang mereka,” sela Xiuhuan.
“Sama saja, tetapi kadang tebakan kita tidak akurat. Lebih akurat dengan menggunakan batu bintang,” sahut Lou Yi mengeluarkan sebuah batu berbentuk persegi berwarna putih. “Aku akan mengukur tingkat kultivasimu dengan batu bintang ini.” Lou meminta Xiuhuan memegangnya dan mengalirkan tenaga dalam pada batu bintang itu.
Batu bintang yang berwarna putih berubah menjadi warna kuning pekat.
“Kamu telah berada di tingkat Immortal awal puncak, sebentar lagi memasuki Immortal menengah.”
Xiuhuan terkejut ternyata masih ada tingkatan diatas Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit.
Lou Yi tahu Xiuhuan kebingungan, ia kemudian menjelaskan sebenarnya Kultivator di daratan utama lebih kuat dari benua lain di mana pun. Kekuatan mereka dapat mengguncang langit, sehingga sebelum itu terjadi. Pendekar Pedang yang telah mencapai level Pendekar Pedang tahap 100 lansung diangkat ke alam Dewa, tetapi akhir-akhir ini ada yang berhasil mencapai level Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit, tetapi itu hanya sementara. Menurut naskah kuno yang Lou Yi pelajari Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit hanya bisa menunda kenaikan mereka saja selama 20.000 tahun.
__ADS_1
“Kenapa bisa begitu? Berarti aku hanya berumur 20.000 tahun lagi,” sela Xiuhuan.
“Bisa saja—tetapi belum ada Pendekar Pedang yang meninggalkan daratan utama. Mungkin saja kutukan itu tidak berlaku bila kamu berada di benua lain. Apalagi dalam naskah kuno belum ada Kultivator dari daratan utama yang melewati level Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit.”
Lou Yi tersenyum, kemudian berkata lagi, “Bayangkan baru Level Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit saja kalian sudah memiliki Rongqi seluas Samudera, apalagi naik tingkat lagi. Namun, aku tak tahu istilahnya, kita pakai tingkatan di Benua Kun Lun saja—kalau kamu mencapai tingkat Immortal menengah mungkin kekuatanmu sangat mengerikan. Kelebihan kalian adalah bisa menampung qi berlimpah, sedangkan kami tidak, tetapi kami memiliki kekuatan besar dengan perlengkapan senjata pusaka yang dapat menghancurkan kota.”
Lou Yi diam sejenak, menatap Xiuhuan yang tampak serius mendengarkan penjelasannya.
“Pertanyaannya adalah kenapa Dewa membatasi kekuatan kalian, sementara kami yang jauh lebih kuat dari kalian tidak?”
Xiuhuan geleng-geleng kepala, karena tak tahu jawabannya.
“Pertama, karena kalian memiliki Rongqi, kedua kalian bisa menjalin kontrak dengan Roh Pedang. Makanya potensi kalian dibatasi,” kata Lou Yi lagi.
“Berarti, karena itu Nona Yi mengajakku ke Benua Kun Lun, untuk melihat apakah yang dikatakan oleh naskah kuno itu benar,” tebak Xiuhuan.
Lou Yi tersenyum lebar dan mengangguk. Lagi pula buat apa ia mengajak laki-laki lain, sedangkan ia sudah memiliki kekasih di Sekte Qingyun.
Ribuan Kultivator tewas dalam perang itu, termasuk Kakek Lou Yi yang akhirnya kabur ke daratan utama.
Penyebab awal perang itu adalah ambisi aliran hitam mengumpulkan semua senjata pusaka tingkat tinggi dan menguasai seluruh Benua. Namun, aliran putih melakukan perlawanan sengit, hingga akhirnya aliran putih didesak mundur ke Gunung Lou Feng, tempat Raja siluman binatang buas bersarang.
Lou Feng, Raja binatang buas sangat terusik dengan perang itu, karena manusia berani memasuki puncak Gunung Lou Feng, padahal nenek moyang manusia telah berjanji tidak akan memasuki puncak Gunung Lou Feng itu.
Lou Feng yang memiliki wujud Naga sebesar Pulau Niao itu menyemburkan api besar hingga memusnahkan hampir seluruh anggota aliran putih dan aliran hitam. Sehingga kedua aliran itu memutuskan melakukan perdamaian dengan aliran putih mendiami Benua Kun Lun dan Aliran Hitam mendiami Benua Resifel.
Sejak saat itu tidak ada yang berani pergi ke puncak Gunung Lou Feng, palingan manusia hanya pergi di lereng Gunung Lou Feng saja.
__ADS_1
Lou Feng sendiri tak ada yang tahu dari mana ia berasal, ada yang menyebut ia adalah wujud Dewa yang diusir dari langit, ada juga yang mengatakan ia berasal dari Ras Naga yang berada jauh di alam semesta lain. Namun, tak ada yang akurat, kecuali dari Puncak Gunung Lou Feng itu selalu muncul siluman binatang buas yang tak ada habisnya, yang kristal-nya bisa dimanfaatkan oleh manusia untuk meningkatkan kultivasi.
***
Benua Kun Lun dibagi menjadi dua bagian berdasarkan tingkat kultivasi. Yaitu, Benua Kun Lun Utara dihuni oleh Kultivator dibawah tingkat Immortal, sedangkan Benua Kun Lun selatan yang juga tempat Sekte Qingyun berada di huni oleh Kultivator tingkat Immortal hingga Ranah Absolute God.
Adapun tingkatan kultivasi di Benua Kun Lun selatan adalah
• Immortal Awal
• Immortal Menengah
• Immortal Akhir
• Ranah Chaos Ancient God
• Ranah Absolute God
Lou Yi mengambil nafas dalam-dalam, ia sudah menjelaskan panjang lebar tentang Benua Kun Lun pada Xiuhuan.
“Ayo kita berangkat, kita terlalu lama di sini, masalah daratan utama telah aku serahkan pada murid-muridku. Palingan aku akan menjenguk mereka sesekali.”
Lou Yi menjentikkan jarinya dan lubang hitam muncul di hadapan mereka. Jantungnya berdebar-debar, karena sudah 10.000 tahun ia tak kembali ke kota Zhongshan. Bukannya ia tak mau berkunjung, tetapi ia takut orangtuanya melarangnya melakukan pencarian makam kakeknya yang tak tahu di mana rimbanya itu.
“Cepat sekali Nona Yi, kita ke sana. Padahal aku mau bersantai-santai dulu di kota Shenlong ini,” sahut Xiuhuan, tetapi Lou Yi lansung menarik pergelangan tangannya dan mereka memasuki lubang hitam itu.
“Aaaaaaaaaa!” pekik Xiuhuan, “kenapa harus begini setiap berpindah tempat!” Maki-maki Xiuhuan.
__ADS_1
Lou Yi tersenyum, ia memang sengaja melakukan itu. Padahal mereka bisa saja lansung berpindah di dalam kediaman orangtuanya. Namun, ia lebih memilih muncul di luar kota Zhongshan.
...~Bersambung~...