Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Penyerbuan Gu Yao ke Kota Yannan


__ADS_3

“Dugaanku benar, bocah ingusan itu telah kembali,” gumam tetua pertama yang telah memperketat penjagaan di kediamannya. Berbeda dengan tetua lain yang menyepelekan prediksi yang ia katakan.


Penjagaan di tempat mereka saat ini tak terlalu ketat atau seperti biasanya saja.


Seratus Pendekar Pedang terbaik tetua pertama lansung menerjang ke dua ratus Pendekar Pedang yang datang bersama Gu Qian.


Awalnya mereka terkejut karena lansung disambut begitu, namun keterkejutan itu mereka tepiskan dari benak mereka.


Mau tak mau, hidup atau mati, mereka telah bersumpah akan menuntaskan perjuangan yang telah lama mereka perjuangkan itu hari ini. Tak ada kata kabur, dua ratus Pendekar Pedang yang datang bersama Gu Qian itu langsung melawan Pendekar Pedang dihadapannya.


Atap kediaman tetua pertama lansung hancur. Muncul sosok bersayap keemasan yang menyilaukan pandangan, akibat pantulan cahaya pagi. Untuk beberapa saat para Pendekar Pedang sesama Clan Gu yang berlainan kubu itu menoleh kearahnya.


“Hahaha ... Aku kira yang datang adalah bocah ingusan itu. Ternyata yang datang adalah tetua Qian yang mengorbankan istrinya agar ia dan anaknya kabur beberapa tahun yang lalu.”


Tawa keras tetua pertama yang menggema di udara, ia tak memperdulikan anggotanya yang mulai terdesak, karena kalah jumlah. Belum lagi ada beberapa diantara mereka yang ternyata serigala berbulu domba, menikam rekannya sendiri dari belakang.


Gu Qian mengepal tangannya, kejadian kelam beberapa tahun yang lalu muncul dibenaknya. Bayangan istrinya yang menatap kosong padanya saat ia kabur, dimana saat itu tetua pertama memotong tubuh istrinya menjadi potongan-potongan kecil dan berteriak padanya, bahwa potongan tubuh itu akan ia gunakan sebagai makanan babi.


Sorot matanya memancarkan kemarahan, sepasang sayap Phoenix muncul di punggungnya. Hawa panas dari kepakan sayapnya membuat para Pendekar Pedang yang berada di dekatnya terpaksa menjauh, sebagian membuat perisai memblokir hawa panas itu.


Secara perlahan ia melayang ke udara. Jarak antara ia dan tetua pertama hanya puluhan langkah saja.


Keduanya diam sejenak, walaupun senyum mengejek terpancar dari wajah tetua pertama.


“Aku memuji keberanian bocah yang kau layani itu. Aku bahkan ingin berterimakasih padanya, karena sudah bosan makan tidur dan menikmati gadis-gadis cantik setiap hari.”


“Pria sepuh seperti aku ini sudah tak bergairah lagi melakukan itu, namun melihatmu sekarang. Entah kenapa, semangat jiwa mudaku bergelora kembali. Ingin sekali memotong-motong tubuhmu dan memberikannya pada babi putihku yang telah lama tak memakan daging Pendekar hahaha ....”

__ADS_1


Tetua pertama kembali tertawa mengejek Gu Qian yang tak menanggapi ejekannya.


Gu Qian memegang erat Pedang Rohnya, siluet Phoenix raksasa muncul melayang di atas kepalanya.


Gu Qian langsung melesat menebas tetua pertama yang menangkis tebasan pedang itu. Siluet Elang emas dan Phoenix langsung berbenturan, yang menimbulkan ledakan cukup besar, menghancurkan bangunan kediaman tetua pertama yang ada dibawahnya.


Keduanya sama-sama terpental beberapa langkah, Gu Qian menyeka darah yang keluar dari sela-sela bibirnya.


Ia mengalirkan 50% qi dari kapasitas Rongqinya dan memunculkan ratusan siluet Phoenix raksasa yang menyelimuti langit kediaman tetua pertama.


Gu Lin yang sedang tertidur dipangkuan ibu Gu Yao yang ia paksa menjadi selirnya itu terbangun. Ia merasakan energi besar muncul dari arah kediaman tetua pertama.


Gu Lin langsung beranjak dari ranjang sembari mengenakan pakaiannya dan juga jubah Ketua Clan Gu. Ia membuka jendela kamar dan melihat pemandangan di langit kota Yannan.


“Siluet itu?” gumam Gu Lin terkejut. “Tetua Gu Qian telah kembali. Hahaha ... bocah nakal itu benar-benar kembali,” ucap Gu Lin tertawa pelan menutup kembali jendela kamar.


Namun, jauh dalam lubuk hati Chen Xia, ia masih memendam dendam atas kelakuan Gu Lin yang membunuh suaminya dan memburu anaknya.


Chen Xia tetap bertahan hidup, karena ia ingin melihat dengan matanya sendiri, kematian Gu Lin ditangan anaknya. Karena ia yakin Gu Yao bisa melakukan itu dan membuat kematian Gu Lin sama dengan kematian suaminya dulu.


Rombongan Pendekar Pedang yang datang bersama Gu Yao langsung menghancurkan gerbang masuk Kediaman Ketua Clan Gu.


Pendekar Pedang yang tak siap menghadapi kedatangan mereka, segera meluncurkan kembang api ke langit.


Cahaya merah dan hijau membentuk gambar segitiga di udara. Pertanda Clan Gu mendapat ancaman tingkat tinggi, yang berarti semua Pendekar Pedang Clan Gu yang berada dalam radius 100 mil diharuskan kembali ke kota Yannan untuk membantu mengatasi ancaman itu.


Gu Xu menuju kediaman Gu Xing ingin balas dendam padanya. Namun saat ia memasuki kediaman Gu Xing, hanya puluhan anak buahnya saja di situ yang sedang ketiduran.

__ADS_1


Dua ratus Pendekar Pedang yang datang bersamanya lansung menghabisi mereka. Tak ada perlawanan berarti, hanya beberapa tarikan nafas saja semua telah dibabat habis.


Selanjutnya Gu Xu bergerak ke arah barat kota Yannan, menemui Kelompok lain yang lebih dulu ke sana. Karena hasil rapat mereka kemarin, kalau sudah membereskan target masing-masing, segera bergabung ke tim yang melawan tetua terdekat.


Lawan berat mereka adalah para tetua ini, selain kuat. Ada ratusan Pendekar Pedang yang berjaga di kediaman mereka.


Gu Yao menekankan agar para tetua itu tak berkumpul bersama, kalau mereka bersama, pihaknya pasti kesulitan menghadapi mereka. Karena kalah jumlah dari Pendekar Pedang yang mendukung Gu Lin.


***


“Mereka telah memulai pestanya!” seru Xiuhuan menghilangkan perisai air. Sepuluh Kloning Manusia Air segera menyerang Pendekar Pedang yang tengah mengepung restoran Kao Ji.


Gu Ruyan lansung tersenyum lebar, saat Xiuhuan menghilangkan perisai air. Ia ingin segera membalaskan dendam atas kematian ayah angkatnya yang juga ayah kandung Gu Yao.


Sepasang sayap muncul di punggungnya, tanpa meminta izin pada Xiuhuan ia langsung melawan Pendekar Pedang yang kebingungan tiba-tiba mendapat serangan.


“Ah, dia bersemangat sekali,” gumam Xiuhuan tersenyum tipis. Ia kemudian menoleh ke arah Gu Yue. “Sekarang apa pilihanmu?” tanya Xiuhuan.


Ia menyadari dalam pertempuran seperti ini, diperlukan rekan yang banyak. Karena percuma juga kuat, kalau sendiri menghadapi ribuan Pendekar Pedang, pasti akan kesulitan juga nantinya.


“Sudah kukatakan tadi tuan. Aku cuma anggota Clan cabang saja, yang berarti akan mendukung pihak yang lebih memperhatikan Clan kami.” Gu Yue menjawab pertanyaan Xiuhuan dengan sorotan mata tajam, ia tampak bersungguh-sungguh dengan ucapannya itu. “Aku yakin tuan muda Yao adalah calon Ketua yang adil, karena kakek dan ayah beliau adalah pemimpin yang baik. Selama kepemimpinan mereka dulu, kami selalu diperhatikan dengan baik, berbeda dengan Gu Lin yang mencekik kami dengan upeti yang tak masuk akal,” katanya lagi.


“Ya, sudah! Bantu mereka. Ingat aku akan mengawasimu!” Xiuhuan menatap tajam padanya, membuat Gu Yue ketakutan. Ia merasa menatap sosok pencabut nyawa. “Kalau kamu berkhianat, aku akan memperkosamu hingga mati,” kata Xiuhuan lagi dengan senyum menyeringai.


Gu Yue mendengus kesal mendengar ucapan terakhirnya itu. Namun ia tak membalas ucapannya dan lebih memilih lansung bergabung dengan Gu Ruyan melawan para Pendekar Pedang yang ada diluar restoran Kao Ji.


Xiuhuan sendiri memilih berdiam diri di restoran Kao Ji, sembari menjaga tubuh Gu Xing yang masih pingsan. Ia hanya memberikan bantuan kecil berupa Kloning Manusia Air, karena tak ada dalam kesepakatan dengan Gu Yao, kalau ia terlibat dalam pertarungan sesama Clan Gu itu.

__ADS_1


__ADS_2