
“Kita tidak bisa bertahan hanya dengan kekuatan fisik saja!” Monster Ular Lima Warna berkata pada Monster Singa yang berusaha menahan hujan meteor yang muncul dari lingkaran-lingkaran hitam yang ada di mana-mana dibuat oleh Xiuhuan.
Monster Singa berpikir sejenak, sebagai Pemimpin para Monster Singa yang ditunjuk oleh Siluman Naga Lou Feng—ia harus membuat keputusan yang tepat dan terukur agar tidak membawa Pasukannya jatuh ke lembah kematian.
“Jangan! Dia pasti memanfaatkan serangan kita untuk melukai kita juga!” Monster Singa membuat keputusan yang membuat rekan-rekannya makin prustasi, apalagi para Kultivator Manusia mulai merangsek ke atas Gunung Lou Feng.
“Bukankah ini sama saja membiarkan mereka membunuh kita?” Monster Centaurus menyela ucapan Monster Singa.
“Mau bagaimana lagi, Apakah kalian memiliki solusi?” Monster Singa memarahi mereka.
Kedua Monster itu menggeleng kepala, karena dipikiran mereka hanya terbersit untuk menggunakan Sihir mereka, tetapi itu akan dibalikkan dengan Hukum Ruang milik Xiuhuan.
“Kita mundur perlahan-lahan!” Monster Singa akhirnya membuat keputusan sulit dan berharap Naga Lou Feng segera muncul menolong mereka.
Satu Batang Dupa pun berlalu, Kelompok Monster Singa telah mundur Sepuluh Mil menuju Puncak Gunung Lou Feng, sedangkan aliansi Kultivator Manusia telah menyusul Xiuhuan.
“Apakah Siluman Naga Lou Feng belum muncul?” Sesepuh dari Clan Huo bertanya pada Xiuhuan.
“Belum senior Huo!” sahut Xiuhuan. “Tolong minta pada Aliansi untuk melakukan serangan terkuat mereka dari sini dan aku akan memindahkan serangan itu ke arah para Monster yang melarikan diri itu!” Xiuhuan menunjuk ke arah kelompok Monster Singa.
Sesepuh Clan Huo menganggukkan kepala dan segera memberitahu Sesepuh lainnya serta para Kepala Clan untuk meminta anggota Clan mereka melakukan serangan skala besar ke arah lingkaran-lingkaran hitam.
__ADS_1
Para Monster langsung berkeringat dingin saat melihat para Kultivator manusia melakukan serangan mengerikan pada mereka, sehingga sebagian dari mereka berhenti melarikan diri dan memilih pasrah saja menerima kematiannya.
Namun, tiba-tiba semua serangan yang dilakukan oleh Kultivator Manusia menghilang begitu saja, sehingga semuanya langsung terkejut.
“Apa yang terjadi?”
“Apakah mereka bisa mematahkan Hukum Ruang tuan Xiuhuan!”
“Tidak mungkin, aku melihat serangan kita keluar dari lubang hitam yang dibuat oleh tuan Xiuhuan!”
Para Kultivator Manusia berspekulasi, apa yang menyebabkan serangan mereka malah lenyap begitu saja.
Xiuhuan juga mengerutkan keningnya dan langsung menggunakan mata Dewa mencari tahu, siapa yang bisa mematahkan serangan gabungan para Kultivator Manusia itu dan ia curiga itu ulah Naga Lou Feng lagi.
“Gawat! Semua mundur!” teriak Xiuhuan sembari membuat lubang hitam besar untuk memindahkan para Kultivator Manusia. Namun, cahaya dari puncak Gunung Lou Feng itu sangat cepat, lebih cepat dari gerakan para Kultivator manusia yang memasuki lubang hitam yang terhubung ke Sekte Qingyun, sehingga banyak yang langsung tewas—karena Artefak Perisai yang mereka gunakan tetap ditembus oleh cahaya Putih itu.
Xiuhuan sendiri terpaksa menggunakan hukum ruang untuk berpindah-pindah menghindari serangan laser cahaya itu dan berhasil menghindar karena memiliki intuisi tinggi—sebab ia telah melewati ribuan pertarungan sepanjang hidupnya, sehingga pengalaman hidupnya itu sangat berguna di saat-saat seperti ini.
Para Monster yang tersisa sangat senang melihat tiba-tiba dari arah Aliansi Kultivator Manusia terdengar jeritan-jeritan kesakitan dan puluhan ribu manusia telah tergeletak di sana, bahkan Jiwa-jiwa yang telah mati yang dibangkitkan oleh Xiuhuan juga ikut hancur oleh laser cahaya tersebut.
Beberapa saat kemudian, seekor Naga raksasa terbang arah Xiuhuan dan nafasnya saja sudah membuat tubuh Xiuhuan merinding.
__ADS_1
“Dia jauh lebih kuat dari Siluman Naga Petir dari Dimensi Heidong, mungkin kekuatannya setara Ratu Siluman Kerajaan Artick dari Dimensi Siluman!” gumam Xiuhuan merasa tekanan yang dipancarkan oleh Naga Lou Feng setara dengan ibu mertuanya tersebut yang hampir membunuhnya karena melarikan Putri Mahkota Kerajaan Artick.
“Jadi, kamu Pahlawan dari Dunia Atas!” Naga Lou Feng berkata pelan, tetapi suaranya mengandung energi spritual—sehingga Xiuhuan merasa gendang telinganya pecah dan mengeluarkan darah.
“Ya, Naga lemah! Hahaha ....” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh sembari mengacungkan jari tengah pada Naga Lou Feng yang langsung mengerutkan keningnya, karena tidak menyangka manusia ini malah mengolok-olok dirinya, padahal selama ini para manusia akan bersujud di hadapannya—bahkan saat mereka mencoba mengusiknya Ratusan ribu tahun yang lalu. Kultivator terkuat dari para manusia justru memohon-mohon agar Manusia tidak dimusnahkan olehnya dan bersedia energi kehidupan mereka ia serap untuk meningkatkan kekuatannya.
“Kau manusia yang unik dan memiliki kekuatan yang paling kuat diantara para Manusia yang pernah datang menantangku. Namun, ketahuilah batasanmu, sekuat apapun manusia—kalian tetaplah menjadi kasta terlemah di alam semesta ini!” Naga Lou Feng mencibir Xiuhuan.
“Bodoh!” gumam Xiuhuan. “Apa dia pikir aku datang tanpa melakukan persiapan. Kalau aku lemah, buat apa aku menantangnya,” pikirnya lagi dengan seringai tipis di sudut bibirnya, sehingga Naga Lou Feng keheranan melihatnya.
“Apakah kamu masih ingin menantangku? atau kamu akan kujadikan bonekaku dan menjadi wakilku memimpin para Manusia.” Naga Lou Feng memberikan penawaran, karena ia tertarik dengan Xiuhuan—apalagi ia bisa menggunakan Hukum Ruang yang merupakan tehnik paling dibenci oleh lawan, belum lagi ia seperti tidak kehabisan qi dan terus-menerus menggunakan kekuatan yang sangat besar selama pertarungan tadi.
“Anda cerewet sekali Naga Tua! Ayo gelut sini!” ejek Xiuhuan mengayunkan Tongkat Bambu Emas miliknya yang langsung memanjang dan sangat besar seperti Gunung Batu yang akan menghantam kepala Naga Lou Feng.
“Kamu terlalu sombong!” Naga Lou Feng meniup Tongkat Bambu Emas yang langsung retak dan hancur berkeping-keping menjadi butiran debu.
“Ara-ara! Tongkat saktiku!” gerutu Xiuhuan hampir menangis melihat tongkat kesayangannya itu lenyap begitu saja. Dia kemudian menatap Naga Lou Feng dan mengalirkan Qi yang tersisa pada Pedang Roh Sidat Listrik, sehingga Naga Lou Feng langsung mengenali fluktuasi energi spritual yang ada pada Pedang ditangan Xiuhuan tersebut.
“Ternyata kamu sudah menjadi Roh Pedang!” seru Naga Lou Feng menatap tajam pada Pedang Roh Sidat Listrik yang langsung bergetar hebat, sehingga terlepas dari tangan Xiuhuan.
“Apa yang kau lakukan?” Xiuhuan langsung panik, karena Roh Pedang Listrik tampak terguncang dan itu rasa sakit itu terhubung pada Xiuhuan, sehingga ia langsung memuntahkan darah.
__ADS_1
“Bukan urusanmu!” Naga Lou Feng menarik Pedang Roh Sidat Listrik ke arahnya hanya dengan tatapan matanya saja dan kemudian ia meneteskan air matanya pada Pedang Roh Sidat Listrik, sehingga tiba-tiba muncul gadis berusia Sepuluh tahun—sama seperti bentuk rupa Roh Pedang Listrik saat bertransformasi menjadi Manusia. Namun, yang dilakukan oleh Naga Lou Feng adalah langsung memutus kontrak jiwa dengan Xiuhuan, sehingga mereka tidak terhubung lagi.
“Sial! Apa yang telah ia lakukan?” gerutu Xiuhuan merasa dadanya seperti akan meledak saja dan ia langsung menggunakan Hukum Ruang untuk mendekati Naga Lou Feng, sehingga ia bisa menggunakan senjata rahasia pemberian Naga Shuilong untuk mengalahkannya.