Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Sekte Daun Keladi & Kolam Telaga Tiga Warna


__ADS_3

“Jadi, ke mana Nona Huo Xue akan pergi?” He Qian bertanya sembari melempar sepotong daging bakar yang langsung ditangkap oleh Huo Xue.


Huo Xue menghela nafas dalam-dalam dan tidak tahu ke mana harus pergi, sementara untuk kembali ke Dunia Atas itu takkan mungkin, karena ia telah berjanji pada rekan-rekan seperjuangannya yang telah mengorbankan diri agar dirinya bisa ke Dunia Biru. Namun, ia malah gagal menerobos ke Ranah Absolute God, sehingga ia sangat kecewa pada dirinya sendiri kenapa sangat lemah sekali.


“Bagaimana kalau bergabung dengan Sekte Daun Keladi saja!” kata Bing Yun juga. “Setidaknya kamu akan aman saat di sana, daripada berkeliaran tak tentu arah dan Clan Huo pasti akan menemukanmu cepat atau lambat!” Bing Yun mencoba meyakinkan Huo Xue.


“Ya, jangan khawatir masalah diterima atau tidak, karena bibiku adalah tetua Pelataran Luar, maka saudari Huo Xue pasti akan diterima di sana,” sela Xiao Shi ikut meyakinkan Huo Xue.


“Apa perlu babang tampan ini meyakinkan nona Huo?” He Qian menggoda Huo Xue yang tersenyum masam, karena kata-kata itu mirip dengan yang diucapkan oleh Xiuhuan. Namun, ia segera menghilangkan wajah Xiuhuan dari benaknya.


Huo Xue berpikir bergabung dengan Sekte Daun Keladi adalah pilihan terbaik untuk saat ini, lagi pula sejak kecil ia sudah diajarkan menjadi mata-mata yang handal, sehingga tidak ada yang menyadari kalau ia berasal dari Clan Huo dan telah banyak membunuh murid-murid aliran Putih baik di Clan Lou maupun di Sekte Qingyun. Kadang ia berpikir apa yang terjadi pada keluarganya adalah Karma atas kejahatan yang telah ia lakukan selama ini.


“Baiklah, aku akan bergabung dengan kalian!” sahut Huo Xue berencana mengubah kepribadiannya menjadi wanita yang tidak pendiam lagi dan bergaul dengan sekitarnya saat di Sekte Daun Keladi nanti, agar Iblis hatinya menghilang dan ia bisa menerobos ke Ranah Absolute God.


He Qian, Xiao Shi dan Bing Yun sangat senang mendengarnya. Ketiga murid dalam yang memiliki basis Kultivasi Ranah Chaos Ancient God tersebut segera menghampiri Huo Xue dan bersalaman dengannya.


“Baiklah, kita akan meluncur ke Sekte segera!” seru Xiao Shi mengeluarkan artefak Kapal Terbang.

__ADS_1


Huo Xue tersenyum melihat teman barunya itu sangat baik sekali, mereka seperti Tetua Kedua Clan Huo saja—yang merupakan satu-satunya wanita yang sangat baik padanya di Clan Huo, walaupun ia sangat keras dalam mendidiknya. Namun, ia selalu membela Huo Xue saat diganggu oleh Huo Ming.


...***...


Puluhan Ribu Mil jauhnya di bagian barat Dunia Biru, Xiuhuan langsung disambut baik oleh para Petinggi Sekte Pedang Awan, karena melihat basis Kultivasi-nya adalah Ranah Absolute God dan itu adalah bantuan yang sangat penting dalam menghadapi serbuan Sekte Iblis Merah.


Sebagai Sekte Kecil hanya ada Tujuh Kultivator Ranah Absolute God saja di Sekte Pedang Awan dan enam diantaranya adalah tetua Sekte serta yang ketujuh adalah Ketua Sekte sendiri, sedangkan untuk murid inti Sekte Pedang Awan hanya ada Dua Puluh Murid dengan basis Kultivasi Ranah Chaos Ancient God, makanya Sekte lain enggan membantu mereka dalam menghadapi Sekte Iblis Merah yang memiliki kekuatan yang jauh lebih besar.


Xiuhuan tidak menanyakan bagaimana kekuatan musuh yang akan mereka hadapi, sehingga Ketua Sekte Pedang Awan merasa Xiuhuan sangat tulus membantu mereka, padahal aslinya ia hanya tertarik menunggu kedatangan utusan Clan Huo tersebut, agar ia segera bertemu dengan istrinya, Lou Xue.


“Pantas saja Sekte ini dinamakan Sekte Pedang Awan!” gumam Xiuhuan duduk di jendela memandang ke hamparan awan yang menutupi puncak bukit, tempat tinggal yang disediakan oleh Sekte Pedang Awan untuknya.


“Tempat yang bagus, dengan udara yang sangat bersih! Aku suka sekali!” sahut Xiuhuan memuji keindahan alam Sekte Pedang Awan.


Zhang San sangat senang mendengarnya, ia kemudian berkata, “Kami memiliki Kolam Telaga Tiga Warna yang memiliki Qi yang sangat berlimpah. Bagaimana kalau senior berkultivasi di sana lebih dulu, sembari menunggu serangan dari Sekte Iblis Merah.”


Sebelum berangkat ke sini, Ketua Sekte Pedang Awan memintanya untuk membawa Xiuhuan ke Kolam Telaga Tiga Warna itu dan Zhang San langsung menyetujuinya, karena untuk memasuki tempat bagus untuk berkultivasi itu biasanya harus menyetor Poin Prestasi yang sangat banyak, sehingga kesempatannya hanya ada satu kali dalam setahun saja dan itupun cuma sehari.

__ADS_1


Sekte Pedang Awan sengaja membuatnya begitu, karena jumlah murid mencapai ribuan—sementara Kolam Telaga Tiga Warna tidak luas, sehingga harus dibuat batasan agar tidak terjadi rebutan berkultivasi di sana.


Xiuhuan sangat mendengar ada tempat yang menghasilkan Qi seperti itu, karena Qi di dalam tubuhnya sangat sedikit, karena terkuras habis saat perang melawan Siluman Naga Lou Feng.


“Bawa Aku ke sana!” sahut Xiuhuan dengan senyum lebar.


Zhang San langsung membawa Xiuhuan ke Kolam Telaga Tiga Warna yang berada di lembah salah satu dari puluhan bukit-bukit di Sekte Pedang Awan tersebut.


“Ada tiga warna di dalam Kolam Telaga Tiga Warna ini. Warna Hijau adalah tempat murid-murid laki-laki, sedangkan Kolam Merah untuk murid-murid perempuan, sedangkan warna Hitam untuk Tetua dan Ketua Sekte!” Zhang San memberikan penjelasan. “Untuk menghindari saling mengintip sesama murid, ketiga tempat itu dipisahkan oleh Perisai!“ katanya lagi.


Xiuhuan mengangguk pelan dan langsung membaca penunjuk arah ke Kolam berwarna Hitam dan langsung memasukinya.


“Aduhhh! Aku lupa mengatakan, kalau ada pakaian wanita tergantung di pintu masuk Kolam Hitam, maka itu ada tetua Wanita yang sedang berkultivasi dan tetua laki-laki harus mengalah dulu,” kata Zhang San berharap tidak ada tetua wanita yang sedang berkultivasi di sana.


Xiuhuan masuk pelan-pelan ke dalam Kolam berwarna Hitam tersebut dan ia merasakan Qi yang sangat melimpah ruah di sana, sesuatu yang tidak ada di Dunia Atas maupun Pulau Niao.


Xiuhuan langsung mimisan saat melihat wanita cantik sedang duduk berendam di dalam Kolam berwarna Hitam tersebut. Untung saja tubuhnya tenggelam di dalam air dan hanya leher ke atas saja yang kelihatan.

__ADS_1


“Ternyata para tetua di Sekte Pedang Awan ini tidak bermoral juga,” gumam Xiuhuan, sehingga para tetua laki-laki yang sedang bermusyawarah dengan Kepala Sekte langsung bersin, sehingga mereka berpikir mungkin ada yang sedang menjelek-jelekkan reputasi mereka.


Pedang Roh Sidat Listrik tidak lagi terhubung dengan Xiuhuan dan saat ini ia tinggal di dalam Pagoda Tujuh Warna, sehingga Xiuhuan tidak bisa lagi menggunakan unsur Listrik saat bertarung, hanya unsur Air, elemen Emas dan Elemen Kegelapan saja yang bisa ia gunakan dan sebenarnya itu sudah cukup kuat menghadapi lawan tangguh.


__ADS_2