Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Meninggalkan Kota Kunming


__ADS_3

Gu Ruyan menunjukkan kamarnya pada Xiuhuan. Lantas keduanya langsung memasuki kamar itu. Tubuh Gu Ruyan lansung Xiuhuan letakkan di atas kasur.


Xiuhuan tersenyum menyeringai, ia naik ke atas tubuh Gu Ruyan yang tampak pasrah. Nafas Gu Ruyan tersengal-sengal, detak jantungnya berdegup kencang. Ini adalah pengalaman pertamanya melakukan itu.


Xiuhuan mendekatkan wajahnya ke sisi wajah Gu Ruyan yang berubah seperti tomat. “Sepertinya kamu sedang kelelahan ; tidurlah, itu kita tunda dulu,” bisik Xiuhuan ditelinganya.


Xiuhuan tersenyum, kemudian duduk di sisi ranjang sebelahnya. Xiuhuan mengeluarkan Pil Neraka level sepuluh untuk diserap. Setelah keluar dari penjara bawah tanah, Gu Yao memberinya 50 Pil Neraka sebagai tanda tangan kontrak kerjasama keduanya.


Gu Ruyan mengelus dadanya, ia bernafas lega ternyata Xiuhuan cuma mengerjainya saja. Tapi itu untuk hari ini saja, karena akan banyak waktu yang akan ia jalani dengan Pendekar Pedang tampan nan mesum ini.


Gu Ruyan kemudian tidur miring membelakangi Xiuhuan. Air matanya mengalir membasahi pipinya, ia merasa hari ini seperti mimpi saja. Kemudian untuk menenangkan hatinya ia memejamkan matanya.


“Dasar gadis-gadis jaman sekarang, demi cinta mereka rela berkorban demi pasangan yang belum tentu nanti mau menerimanya apa adanya,” gumam Xiuhuan memulai kultivasinya.


***


Sebulan kemudian, Xiuhuan telah selesai berkultivasi. Untuk sebulan ini, Gu Ruyan bisa bernafas lega. Karena Xiuhuan tak pernah lagi menjahilinya, dia hanya bertindak menjemput makanan dan minuman ke restoran Penginapan.


Hari ini mereka akan berangkat ke kota Yannan, Kerajaan Yuan, tempat Clan Gu berada. Rongqi Xiuhuan juga telah penuh dan belum ada tanda-tanda perluasan lebih lanjut. Langit sudah tak memberkahi Xiuhuan ratusan tahun ini, sudah ditolak ke sana dan Rongqinya juga tak mau meluas lagi.



Gu Ruyan kini menjadi gadis pendiam, karena Gu Yao dan yang lainnya segan berbicara padanya. Mengingat ia kini adalah budak wanita Xiuhuan. Ia diperlakukan seperti orang luar saja.


Gu Yao menyewa sebuah kapal, karena jalur laut lebih cepat menuju kota Yannan, mereka tinggal berlabuh di kota Anming saja yang cukup dekat dengan kota Yannan.


Di dalam kapal sudah berkumpul anggota Clan Gu lainnya yang menyebar di Kekaisaran Wei. Gu He dan Gu Xu sebulan ini mengumpulkan mereka kembali, untuk memulai pergerakan baru merebut Clan Gu dari Gu Lin, Paman Gu Yao sendiri, yang telah membunuh ayah dan kakeknya. Belum lagi sang ibu dijadikan Selir juga olehnya.


Hal pertama yang membuat anggota Clan Gu tercengang adalah Gu Ruyan dan Pendekar Pedang misterius yang dibawa pimpinan mereka, sedang berpelukan di ujung kapal, seperti Jack dan Rose, dalam film Titanic (tapi kapal ini tak akan karam, ya. Nanti mati pula Jack imitasi ini dan tak ada pahlawan kesiangan kita lagi).

__ADS_1


Mereka menjadi bahan pembicaraan, karena setahu mereka selama ini Gu Ruyan sangat mencintai Gu Yao. Namun kini tiba-tiba telah berpaling ke lain hati, mereka tak tahu kalau Gu Ruyan telah menjadi alat tawar dalam negosiasi dengan Xiuhuan.


***


Malam harinya, di ruang makan dalam Kapal semua anggota Clan Gu pesta arak, karena besok mereka akan memulai revolusi. Jadi, hanya malam ini mereka bisa bersenang-senang untuk terakhir kalinya.


“Yan‘er bergabunglah dengan teman-temanmu, Aku tak suka minum arak. Aku melihat kalian malah seperti orang asing saja sekarang.”


Xiuhuan menyuruh Gu Ruyan bergabung dengan Gu Yao dan yang lainnya yang tengah asyik minum arak. Sejak menjadi budak Xiuhuan, ia selalu mengikuti Xiuhuan ke manapun Xiuhuan pergi, walaupun saat ini Xiuhuan tak pernah menyentuh kesuciannya. Palingan ia cuma bercanda dengan memeluknya dan tak lebih dari itu.


“Tu-tuan Xiuhuan bagaimana?” tanya Gu Ruyan ragu-ragu.


“Sudah ... gabung saja sana! Aku dengan tuan bangka tetua Qian saja minum teh,” sahut Xiuhuan sambil tersenyum melirik Gu Qian yang ada di sebelahnya.


Gu Qian tersenyum masam. “Iya, Yan‘er ... bergabunglah dengan teman-temanmu. Nikmatilah malam ini seperti saat kalian masih hidup damai di kota Yannan,” sahut Gu Qian.


Gu Ruyan tersenyum senang. Ia langsung bergegas ke meja tempat Gu Yao dan yang lainnya berpesta arak.


“Tak apa Kok, sekarang mari kita bersulang seperti dulu lagi,” sahut Gu Ruyan lansung mengisi gelasnya dengan arak.


“Untuk perjuangan kita mengangkat pewaris tahta yang sah di Clan Gu.” Gu Xu berdiri dari tempat duduknya dan mengangkat tinggi-tinggi gelasnya yang berisi arak. Kemudian berkata, “Hidup tuan muda Yao!”


“Hidup tuan muda Yao!”


“Hidup tuan muda Yao!”


Suasana di dalam kapal menjadi riuh, mereka berlomba-lomba menghabiskan lebih banyak arak, sehingga satu persatu anggota Clan Gu itu mulai tumbang. Ada yang tidur di atas meja, di bangku dan tergeletak di lantai.


Xiuhuan hanya senyum-senyum saja melihatnya. Kemudian ia menoleh ke Gu Qian.

__ADS_1


“Apakah tetua Qian sudah pernah melawan tetua Sekte Bambu Kuning yang ikut membantu Gu Lin menggulingkan orangtua Gu Yao itu?” tanya Xiuhuan penasaran, seperti apa lawannya nanti itu.


“Kami juga tidak tahu, tetua yang mana yang membantunya. Karena banyak tetua Clan Gu yang beralih mendukung Gu Lin, sehingga ia dengan mudah melawan pihak yang tak mau tunduk padanya,” sahut Gu Qian.


“Hmm ... membingungkan, masa Aku tidak tahu siapa yang akan kulawan nanti,” kata Xiuhuan sembari menyeduh teh miliknya.


“Tenang saja tuan Xiuhuan, kalau kami berhasil memojokkan Gu Lin nanti, kami yakin tetua itu pasti akan muncul.


Gu Qian meyakinkan Xiuhuan. Mereka sepertinya yakin dengan kekuatan yang mereka miliki saat ini untuk melawan Gu Lin Dan anakbuahnya.


“Baiklah pandai-pandai kalianlah, karena kontrak kerja sama kita, aku cuma melawan tetua itu saja. Masalah Gu Lin aku tak bertanggung jawab,” kata Xiuhuan lagi.


Gu Qian mengangguk setuju, ia kemudian menyeduh tehnya dan izin pamit pada Xiuhuan untuk istirahat lebih dulu.


Para anggota Clan Gu juga sudah bertumbangan, termasuk dengan Gu Ruyan yang tertidur di meja.


Xiuhuan mendekatinya, ia kemudian mengangkat tubuh Gu Ruyan dan membawanya ke kamarnya.


Gu He yang pura-pura tidur mengepal tangannya, pikirannya lansung melayang ke mana-mana membayangkan yang akan Xiuhuan lakukan padanya.


Ternyata bukan Gu He saja yang kecewa, Xiuhuan membawa Gu Ruyan. Gu Yao dari awal sudah memandangi wajah Gu Ruyan yang tertidur pulas di atas meja dengan senyum tipis terpancar dari wajahnya yang sebulan ini hilang karena tekanan yang ia alami menjadi budak Xiuhuan.


Sesampainya di kamar, Xiuhuan melihat pakaian Gu Ruyan basah oleh arak. Belum lagi bau arak itu menempel di pakaiannya.


Xiuhuan yang bukan peminum lagi, tentu saja merasa terganggu dengan aroma itu. Ia kemudian melepas Hanfu Merah Gu Ruyan dan mencucinya dengan jurus Putaran Gelombang Air.


Hanfu itu kemudian ia gantung di dekat jendela kamar kapal itu, agar besok bisa Gu Ruyan pakai lagi.


“Pemandangan yang luar binasa! Bikin tegang saja,” gumam Xiuhuan tersenyum lebar melihat Gu Ruyan yang tak mengenakan apapun lagi. Ia kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuhnya itu dan tidur sebelahnya.

__ADS_1


...⚔️Bersambung⚔️...


__ADS_2