
Xiuhuan memutuskan menggunakan Hukum Ruang, tetapi bukan untuk kabur dari Istana Melayang, karena itu takkan bisa dilakukan—sebab Hukum yang mengikat Istana melayang ini penyebabnya dan hanya bisa dibatalkan oleh pemiliknya saja atau sang Administrator. Xiuhuan menggunakan Hukum ruang untuk membuka gerbang menuju Pagoda Tujuh Musim dalam Rongqinya dan ia berencana membuka lantai teratas.
“Hehehe ... apa yang akan kamu lakukan lagi Siluman busuk?” ejek Xiuhuan dan tiba-tiba lubang hitam raksasa muncul di dalam ruangan berlantai putih itu, begitu juga dengan sekelilingnya.
Pagoda Musim Meteor terhubung dengan lubang hitam yang dibuat oleh Xiuhuan dan hujan Meteor langsung menghantam Istana Melayang milik Kraken tersebut.
“Sialan, kenapa banyak sekali kemampuan yang dimiliki manusia laknat ini!” umpat Kraken segera mem-veto Hukum Ruang Xiuhuan, sehingga ia tidak bisa lagi membuat gerbang baru.
Istana Melayang kembali lagi berganti bentuk seperti putaran Puzzle, karena Kraken melakukan Veto untuk keempat kalinya dan hanya tinggal satu Veto lagi yang tersisa, sehingga ia mulai panik—karena takut Xiuhuan masih memiliki kemampuan lain.
Xiuhuan merasa kepalanya Berdenyut- denyut setelah terjadi lagi pergantian bentuk pada Istana Melayang milik Kraken. Kini ia berada di hamparan salju—sehingga ia langsung menggigil kedinginan.
Xiuhuan menjentikkan jarinya dan mengenakan pakaian yang sangat tebal serta memakai sarung tangan juga. “Ah, aku tidak seperti Kultivator lagi hehehe ....” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh.
“Langkah apa yang akan kamu lakukan Manusia sialan?” Suara Kraken kembali menggema ditelinga Xiuhuan, tetapi Xiuhuan memilih duduk bersila dan mengeluarkan teh hangat yang di buat oleh Yu Fen yang tinggal di Pagoda Musim Semi—dalam Pagoda Tujuh Musim.
“Ah, nikmatnya ... hanya kurang tembakau dan kertas minyak, nih ... kemudian digulung dan ngebul sehingga membuat salju di sini mencair,” canda Xiuhuan sehingga Kraken mengerutkan keningnya melihat tingkah Xiuhuan itu.
“Hahaha ... apakah kamu sudah putus asa manusia sialan!” Suara gelak tawa Kraken menggema ditelinga Xiuhuan.
“Hah?” Xiuhuan memicingkan matanya dan berkata, “Buat apa aku putus asa, aku hanya sedang menikmati pemandangan yang indah ini, karena di Benua Resifel itu sangat panas hehehe ....” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh mengejek Kraken.
“Hmm, pasti ia sengaja untuk memancingku agar segera menampakkan diri. Jangan harap aku termakan umpanmu,” gumam Kraken, karena ia tidak ingin menyia-nyiakan satu Veto yang tersisa, bisa saja Xiuhuan masih memiliki kartu As—karena ia cukup licik dan pintar membual.
Xiuhuan bernyanyi sembari mengeluarkan Guqin dari cincin dimensinya dan Guqin tersebut merupakan milik Xiao Yue—salah satu anggota aliran hitam yang menyusup menjadi murid Clan besar aliran putih. Namun, ia bernasib sial—karena harus berhadapan dengan Xiuhuan saat berada di Paviliun makam.
Walaupun Xiuhuan sangat tampan, memiliki banyak istri dan kekuatan yang membuat para Kultivator iri padanya. Namun, ia tetaplah manusia fana dan memiliki kekurangan juga—yaitu, suaranya sangat nyaring sekali dan membuat Kraken ingin mematahkan Guqin miliknya itu, karena mencemari pendengarannya.
“Aku harus bersabar melawan makhluk aneh seperti Xiuhuan, karena ini adalah strategi siapa yang bertahan paling lama yang memenangkan pertarungan,” gumam Kraken menarik nafas dalam-dalam.
Sekitar lima batang dupa, teh hijau milik Xiuhuan akhirnya habis juga dan ia telah mendendangkan tiga buah lagu tentang cinta.
__ADS_1
“Yosh, orraaaaaaaa!” Xiuhuan meregangkan otot-ototnya. “Keluarlah Jagoanku!” seru Xiuhuan sembari menjentikkan jarinya dan Boneka Humanoid muncul dihadapan Xiuhuan.
Kraken mengerutkan keningnya, karena tidak menyangka masih ada lagi senjata rahasia yang dimiliki oleh Xiuhuan dan apakah yang akan dilakukan oleh Boneka kayu itu.
“Gunakan semua qi api yang telah kamu simpan, begitu juga dengan qi Petir yang kamu dapatkan saat di Dimensi Heidong—mari kita guncangkan tempat ini hehehe ....” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh mengejek Kraken yang belum menunjukkan batang hidungnya.
Boneka Humanoid yang juga ia dapatkan di Paviliun makam tersebut melepaskan tebasan yang mengeluarkan kobaran api secara acak, karena ia juga bisa menggunakan Hukum Ruang dan kadang-kadang tebasan itu diselingi dengan tebasan yang mengeluarkan sambaran petir yang menggelegar.
“Ah, sialan! Manusia ini terlampau banyak memiliki artefak tingkat tinggi, dan aku hanya memiliki satu Veto terakhir saja. Apakah aku harus menggunakannya? Kalau tidak digunakan—takutnya Boneka Kayu itu akan merusak Istana Melayang-ku,” gumam Kraken mengepal tangannya. “Ah, sialan! Aku Administrator Istana ini mem-veto Boneka Kayu itu!”
Tiba-tiba Istana Melayang melakukan pergantian bentuk lagi dan Xiuhuan hanya pasrah, karena setiap terjadi pergantian bentuk—maka kepalanya akan terasa pusing.
Kini mereka muncul di ruangan berbentuk arena, seperti Arena Gladiator di Clan Feng—Benua Dayan, sehingga Xiuhuan tersenyum karena ia mengingat Iblis Feng Jiao, Feng Huang serta Sin San, karena saat itu ia hampir mati kalau tidak dibawa kabur oleh Fang Jiao—takdir memang tidak bisa diprediksi dan Xiuhuan tetap hidup dan berhasil berkultivasi di Menara Iblis, kemudian menaikkan tingkat Kultivasinya ke Ranah Absolute God.
Xiuhuan mengerutkan keningnya, karena Kraken tidak bersembunyi lagi. “Apakah kamu tidak bisa memindahkan aku lagi ke tempat berbeda hehehe .... ” Xiuhuan sengaja mengejeknya.
“Buat apa aku memindahkan dirimu, kalau semua kekuatan terhebatmu telah disegel semua,” sahut Kraken segera menebas Xiuhuan.
Boommm!
Pedang milik Kraken yang dipenuhi kobaran api beradu dengan Tombak Long Kiang yang dipenuhi dengan sengatan listrik.
“Panas-panas ... sialan kau ‘jing!” umpat Xiuhuan sembari memadamkan api yang membakar pakaiannya, sedangkan Kraken tak bergerak beberapa tarikan nafas—karena tubuhnya disengat oleh listrik tegangan tinggi.
Setelah memadamkan api yang membakar pakaiannya, Xiuhuan menatap Kraken sembari menghunus Tombak Long Kiang kearahnya. “Ah, repot juga tidak bisa menggunakan unsur air lagi—ini gara-gara Siluman sialan ini yang bisa menyegel kekuatanku,” gumam Xiuhuan memikirkan cara mengalahkan Kraken tanpa harus terbakar lagi.
Xiuhuan teringat masih belum menggunakan elemen emasnya dan memadatkan qi emas menjadi armor yang menutupi seluruh tubuhnya. Xiuhuan kini seperti Ksatria Templar saja yang sedang melakukan tugas suci membasmi para musuh.
“Hei, kau siluman terkutuk! Menyerahlah dan penggal kepalamu sendiri—karena aku tidak ingin mengotori Tombak Long Kiang-ku dengan darah kotormu itu!” ejek Xiuhuan dengan seringai tipis dibalik armor emasnya itu.
__ADS_1
Kraken mengerutkan keningnya, “Apalagi ini? Kenapa ia begitu memiliki banyak trik untuk mempermainkan diriku,” gumam Kraken mulai kesal menatap tajam pada Xiuhuan yang lebih mirip meniru kostumnya.
Kraken tak mau membuang-buang waktu mendengarkan bualan Xiuhuan dan langsung mengayunkan Pedangnya yang dipenuhi oleh kobaran api, tetapi Xiuhuan tidak menghindar dan langsung menghadang tebasan Pedang Kraken dengan Tombak Long Kiang yang membuat Kraken ter-stun beberapa tarikan nafas—sehingga Xiuhuan bebas memberikan tusukan ke tubuhnya.
{Stun adalah istilah dalam game yang berarti berhenti beberapa detik akibat terkena damage spesial dari musuh.}
Kraken terpental saat Tombak Long Kiang Xiuhuan menusuk perutnya, tetapi tubuhnya yang sangat keras—hanya meninggalkan luka ringan saja, sedangkan kobaran api tidak bisa menghancurkan armor emas Xiuhuan. Namun, ia tetap merasakan kepanasan dalam armornya—untung saja di cincin dimensinya tersimpan puluhan tong air minum, sehingga ia langsung mengguyur tubuhnya agar tidak kepanasan.
“Ternyata kau memiliki cangkang yang keras!” Xiuhuan merasa telah menemukan momentum untuk memenangkan pertarungan ini, karena Kraken telah menderita luka ringan—ia hanya perlu mengincar tempat yang terluka itu saja hingga menganga cukup besar—sehingga Kraken harus menggunakan energi spritualnya untuk melakukan regenerasi lukanya, saat kekuatannya telah melemah—Xiuhuan tinggal mengepal tangannya saja dan “wush!” selesai.
Kraken memegang perutnya dan luka-lukanya langsung sembuh dan Xiuhuan berkata, “Hei, tunggu! Ah, kampret, aku berencana untuk mengincar bagian itu dan sudah membayangkan kemenangan didepan mata!” Xiuhuan menggerutu.
Kraken langsung mengayunkan pedangnya, tetapi kini ia menjaga jarak dengan Xiuhuan—agar tidak terkena sengatan listrik lagi.
Xiuhuan memunculkan tameng yang terbuat dari qi emasnya, sehingga kobaran api itu tidak mengenai tubuhnya dan ia juga membentuk Shuriken dari qi emasnya untuk melakukan serangan jarak jauh pada Kraken yang kini menjaga jarak dengannya.
Ada puluhan Shuriken yang tiba-tiba melayang di atas kepala Xiuhuan dan ia segera mengejar Kraken dengan memegang tameng emasnya untuk menangkis kobaran-kobaran api itu.
“Sialan, kenapa banyak sekali kemampuannya, kalau tahu begini aku tak akan menerima tawaran dari para tua bangka yang mengatakan kalau dia hanya memiliki elemen Air saja,” gumam Kraken mengutuk para Sesepuh aliran hitam yang memohon bantuan padanya dan Akjal untuk mengalahkan Xiuhuan.
Kraken dipaksa menangkis Shuriken itu, tetapi gerakannya terlalu lambat untuk menangkis puluhan Shuriken tersebut, sehingga tubuhnya mulai terkena luka sabetan dari Shuriken—sedangkan Xiuhuan mulai mendekatinya.
“Ah, sialan!” umpat Kraken merasa sudah kalah. “Aku—Kraken atas nama Administrator Istana Melayang memutuskan dimulainya; Penghancuran!” teriak Kraken, sehingga Xiuhuan terkejut mendengarnya.
Xiuhuan mencoba menggunakan Hukum Ruang, tetapi masih belum bisa digunakan dan ia berpikir keras cara bertahan dari ledakan Istana Melayang tersebut. “Ah, sialan! Kenapa ia begitu gila dengan melakukan bunuh diri,” gumam Xiuhuan—Panik. “Saudaraku ... bisakah kita damai saja dan aku akan memberimu hadiah yang banyak sebagai gantinya atau membantumu melawan musuhmu, tetapi bawa aku meninggalkan tempat ini,” rayu Xiuhuan berusaha menyogoknya.
“Hahaha... kata sandinya sudah dikatakan dan tidak ada cara untuk kembali, bahkan untukku juga sebagai pemilik tempat ini—karena tempat ini adalah jantungku dan aku akan mati—bila tempat ini hancur,” sahut Kraken tertawa terbahak-bahak, karena senang melihat Xiuhuan panik.
__ADS_1