
“Ternyata kamu memang kuat sekali. Pantaslah kamu tidak pernah kalah di arena tarung bebas Paviliun Weifeng, hingga akhirnya kamu dikalahkan oleh Pendekar Pedang belut tampan.” Ketua Clan Yin memuji Duan Mu.
“Tebasan Kegelapan!” seru Duan Mu tiba-tiba menghilang dan asap hitam mengelilingi sekitar Ketua Clan Yin yang lansung waspada.
Dia mengaung keras, untuk mengirim sensor pendeteksi musuh.
“Di belakang!” seru Ketua Clan Yin itu menangkis tebasan pedang Duan Mu. Namun, dari belakangnya muncul Siluet Serigala menerkam Ketua Clan Yin, untung saja ia sudah memunculkan Siluet Harimau berjaga-jaga sebelumnya, sehingga kedua Siluet saling menerkam dan mengakibatkan ledakan besar.
Punggung Ketua Clan Yin sendiri terbakar, karena terlalu dekat dengan posisi ledakan. Duan Mu tidak memberinya waktu untuk melakukan regenerasi luka.
“Tebasan Serigala!” seru Duan Mu menebas Ketua Clan Yin. Tebasannya itu mengeluarkan Siluet Serigala hitam, memaksa Ketua Clan Yin itu bertahan dengan memunculkan tembok tanah.
Duan Mu melompat ke tembok tanah itu dan menebas sekali lagi pada Ketua Clan Yin yang belum siap menerima tebasan mendadak itu.
“Aaaaaa!” pekik Ketua Clan Yin, karena tangan kirinya ditebas oleh Duan Mu. “Tebasan Harimau!” Dia membalas tebasan Duan Mu, tetapi dapat ditangkis oleh Duan Mu.
Julukannya Pendekar Pedang terkuat di Level 90 bukan hanya label saja. Dia membuktikan itu dengan mudahnya mendesak Ketua Clan Yin. Bahkan saat Xiuhuan bertarung dengannya, yang saat itu Xiuhuan menyamar menjadi Pendekar Pedang Belut tampan di arena tarung bebas Paviliun Weifeng, Duan Mu hampir mengalahkan Xiuhuan, tetapi Xiuhuan malah berbuat curang dengan menaikkan satu level Pendekar Pedangnya sehingga mengalahkan Dua Mu.
“Ini untuk membalas kematian Wang Pan. Pergilah ke neraka!” Duan Mu akhirnya bersuara, tetapi kata-katanya malah membuat bulu kuduk Ketua Clan Yin berdiri, ia memohon ampunan. Namun, Duan Mu menebas lehernya hingga putus.
“Ayah!” teriak Yin Song dari kejauhan. Dia langsung marah dan bergegas melawan Duan Mu yang jauh lebih kuat darinya. Untung saja salah satu tetua Clan Yin melerainya.
Duan Mu menyeringai menatap Yin Song, sehingga Pendekar Pedang dari Clan Yin berbondong-bondong menyerangnya. Namun, seperti sebelumnya—mereka hanyalah pion yang tak akan sanggup melawan Pendekar Pedang tahap 90 terkuat dilevelnya.
__ADS_1
Duan Mu segera melawan tetua dari tetua Clan Yin. Dia tak melawan Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi, karena sadar diri tak akan menang, mengingat perbedaan Level mereka terlalu jauh. Dia lebih memilih untuk membunuh sebanyak mungkin musuh dan seperti kata Zhong Xian, serahkan pada keberuntungan untuk selanjutnya.
“Hei kau jangan bermain-main lagi. Apa kamu tak lihat, ketua Clan Yin telah terbunuh,” kata tetua Sekte Pedang Naga Surgawi yang berhadapan dengan Xiao Ping, ketua Clan Xiao.
“Ketua Clan Yin terbunuh?” Dia langsung terkejut dan melakukan tehnik Penggabungan dengan Roh Pedangnya. Padahal niatnya mempermainkan musuh-musuhnya sebelum membunuh mereka. “Maaf Xiao Ping, seperti terjadi perubahan rencana!” katanya lagi.
Xiao waspada, dia lansung melepas Siluet Phoenix raksasa menyerang kedua tetua Sekte Pedang Naga Surgawi itu. Tindakannya juga diikuti oleh Ketua Clan lainnya.
Namun mereka harus kecewa, dinding es muncul di hadapan mereka. Sehingga menimbulkan asap tebal, karena serangan unsur api bercampur dengan es yang mencair. Belum lagi ada Ketua Clan yang memiliki unsur angin dan tanah juga.
“Aaaaa!” Suara teriakan Ketua Clan Wei.
“Ketua!” seru tetua Clan Wei, tetapi tak ada sahutan lagi.
“Ayah ... kita harus menghilangkan asap ini. Mereka sepertinya membunuh secara acak,” usul Xiao Lang, anak tertua Xiao Ping yang juga merupakan tetua pertama di Sekte Teratai Biru.
Xiao Ping setuju dengan usulannya dan meminta Ketua Clan Zhao untuk menghilangkan asap itu dengan kibasan sayapnya. Karena dia memiliki Roh Pedang unsur angin.
Xiao Ping terkejut, Pendekar Pedang dari Clan Wei dan Clan Tang telah dihabisi seluruhnya, tanpa ada suara. Ternyata salah satu tetua Sekte Pedang Naga Surgawi itu memiliki Roh Pedang Ular Cobra, ia muncul dari bawah tanah dan menusuk mereka dengan Pedang Roh beracun miliknya. Sementara bongkahan es dari tetua satunya lagi hanyalah kamuflase agar Xiao Ping dan kawan-kawan terfokus ke sana.
***
Jiu Yuan memunculkan sebuah bongkahan es yang ujungnya runcing. Dia kemudian melempar bongkahan es itu kearah Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi yang melayang di udara.
__ADS_1
“Cih, kau pikir aku ingin minum es batu!” ejek Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi sembari menebas bongkahan es itu. Dia kemudian melepaskan tebasan Naga Angin, sehingga angin berbentuk bulan sabit melesat ke arah Jiu Yuan.
Dia tahu itu adalah serangan mematikan seperti yang diterima oleh Wang Pan. Jiu Yuan mundur sejauh mungkin, dan memunculkan bongkahan es sebagai tameng.
Tidak seperti Wang Pan yang lansung menembus pertahanan api miliknya—bongkahan es yang dibuat Jiu Yuan dapat memperlambat angin berbentuk bulan sabit itu, walaupun tetap memotong puluhan bongkahan es yang dibuat Jiu Yuan; yang paling penting adalah dia tetap bisa bernafas lega.
“Bagaimana caraku untuk mengalahkannya,” gumam Jiu Yuan yang melihat tak ada celah untuk mengalahkan Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi itu, hingga pandangannya tertuju pada Duan Mu yang membantai para tetua dari Clan Yin dan beberapa tetua Sekte Pedang Naga Surgawi. Jiu Yuan tersenyum, “Sepertinya aku harus bermain-main dengan Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi ini, agar Wakil Ketua Mu bisa menghabisi sebanyak mungkin musuh,” gumam Jiu Yuan lagi tersenyum lebar.
“Kematian yang bagus. Kau tersenyum disaat-saat terakhir,” ejek Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi menebas leher Jiu Yuan yang tidak menyadari kehadirannya.
“Ah, ternyata aku tidak membawa dampak apapun di Kelompok Judgment,” keluh Jiu Yuan melihat sekitarnya berputar-putar hingga kepalanya membentur tanah. Air mata Jiu Yuan membasahi pipinya, karena tidak bisa mengemban amanat yang ditinggal oleh Xiuhuan untuk menjaga Kota Hua.
Zhong Xian di sisi lain dipenuhi oleh luka tebasan oleh salah satu tetua Sekte Pedang Naga Surgawi. Ternyata mereka memiliki kebiasaan menyiksa musuh mereka, karena jelas-jelas ia lebih unggul dari si tameng babi, tetapi ia tidak membunuhnya.
“Sudah main-mainnya, sepertinya Duan Mu perlu kami jinakkan bersama,” ucap tetua Sekte Pedang Naga Surgawi itu tiba-tiba menghilang dari pandangan Zhong Xian.
“Saudara babi tampan!” seru Chen Er, anggota baru Kelompok Judgment yang memiliki Roh Pedang Elang Hitam, sehingga Pendekar Pedang tahap 88 itu bisa berpindah tempat dengan cepat dan menyelamatkan Zhong Xian dari kematian.
Tetua Sekte Pedang Naga Surgawi itu terpental berguling-guling puluhan tombak, ia terhempas oleh pusaran angin yang dibuat oleh Chen Er.
“Kau mengejekku, ya? Anak baru. Kau jangan songong pada seniormu, ingat itu! Ukhuk ... ukhuk!” Zhong Xian batuk-batuk mengeluarkan darah. Walaupun babak belur, ia masih saja sombong, membuat Chen Er geleng-geleng kepala. Untung saja ia sudah terbiasa dengan sifat Zhong Xian setelah bergabung dua bulan lalu.
...~Bersambung~...
__ADS_1