Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Mendepak Cao Chung


__ADS_3

Xiuhuan menyeringai menatap Cao Chung dan mengecilkan kembali Tombak Bambunya. Dia menggunakan Langkah Kilat dan muncul di hadapan Cao Chung yang tampak terkejut dan menjadikan Kipasnya sebagai tameng.


Boommm!


Ternyata Kipas Bambu milik Cao Chung itu adalah senjata pusaka tingkat menengah, sehingga tak mampu dihancurkan oleh pukulan keras dari Tombak Bambu Xiuhuan.


Cao Chung melipat Kipas bambu raksasa itu dan memukul balik Xiuhuan yang terpaksa menghindar dengan mundur beberapa langkah. Namun, Cao Chung tak membiarkan Xiuhuan kabur begitu saja, dengan gerakan meringankan tubuh—ia terus memukul Xiuhuan dengan Kipas Bambunya.


“Sial! Aku dipaksa bertahan!” keluh Xiuhuan terus bergerak mundur sambil saling adu pukulan dengan Cao Chung. “Membesar!” pekik Xiuhuan dan Tongkat Bambu ditangannya langsung berubah menjadi besar dan memanjang, tetapi Cao Chung sangat lincah, ia malah melompat keatas Tongkat Bambu itu.


Melihat Cao Chung berada diatas Tongkat Bambunya, Xiuhuan langsung berputar-putar dan para peserta disekitar mereka harus menghindari Tongkat Bambu raksasa itu. Beberapa meniru Cao Chung—melompat keatas Tongkat Bambu dan mereka bertarung melawan Cao Chung.


Melihat Cao Chung tidak berfokus padanya, Xiuhuan mengecilkan kembali Tongkat Bambu dan bergerak menjauh dari Cao Chung.


“Sebaiknya kita bertarung terakhir saja. Buang-buanglah lebih banyak qi, agar aku tinggal menjentik keningmu saja nanti!” ejek Xiuhuan—karena Cao Chung saat ini harus menghadapi dua peserta sekaligus.


Cao Chung sangat jengkel saat melihat seringai di wajah Xiuhuan yang terlihat meremehkannya itu, sehingga ia langsung menggunakan jurus terhebatnya untuk melumpuhkan kedua peserta yang mengeroyoknya.


Xiuhuan berbalik badan dan tercengang, ternyata peserta yang merupakan fans fanatik Lou Xue dan Wu Xiong membentuk aliansi untuk mengalahkannya. Jumlah mereka berkisar 25 peserta, sehingga Xiuhuan harus menghela nafas panjang. Padahal ia baru saja terlepas dari anak harimau, malah ketemu kucing oren.


Xiuhuan berkacak pinggang dan melotot menatap gerombolan fans fanatik Lou Xue dan Wu Xiong itu. “Kalian telah melanggar aturan, karena tidak menjunjung tinggi sportifitas—sejak kapan anggota Aliran Putih bermoral rendah begini. Ah, anak jaman sekarang!” Xiuhuan menghela nafas panjang.


Para penonton langsung memberikan sumpah serapah pada Xiuhuan, karena dialah yang pertama kali memulai permusuhan pada Wu Xiong dan juga melakukan diskriminasi terhadap fans fanatik Lou Xue dengan membuat wajah mereka babak belur seperti bakpao—sekarang ia malah bertingkah seolah-olah menjadi korban perundungan.


Para peserta yang mengepung Xiuhuan itu menatap Diaken yang melayang di udara, apakah tindakan mereka melanggar aturan.


Sang Diaken yang tahu maksud mereka langsung mengatakan tidak ada aturan yang dilanggar dan bebas untuk memilih lawan mana yang perlu lebih dulu disingkirkan—karena inti pertarungan adalah satu peserta yang akan lolos ke babak selanjutnya.

__ADS_1


Mereka kemudian menyeringai menatap Xiuhuan.


“Sialan! Kalau begini rasakan murka dariku!” seru Xiuhuan langsung melesat dengan jurus Langkah Kilat dan muncul dibelakang peserta yang menurut dugaannya sebagai provokator yang telah membuat aliansi untuk mengalahkannya. “Membesar!” Tongkat Bambunya seketika membesar tetapi tidak memanjang seperti sebelumnya. “Pukulan Membelah Gunung Huaguo!”


Punggung si provokator itu langsung terhantam Tongkat Bambu yang beratnya mencapai 100 ton itu, sehingga terdengar bunyi “krek!” dan tulang punggungnya langsung remuk—kemudian terlempar ke luar panggung.


Provokator itu menjerit keras dan menatap Xiuhuan dengan tatapan penuh dengan niat membunuh. Diaken yang menjadi tim medis menghampirinya dan mengatakan ini hanyalah kompetisi—sudah sewajarnya ada yang terluka dan menasehatinya agar tidak menjadikan peristiwa ini menjadi dendam.


Peserta itu mengangguk, tetapi benaknya masih menyimpan seringai jelek dari Xiuhuan saat ia terlempar dari panggung. Tentu sangat sulit melupakan kejadian itu.


“Dia sangat kejam!”


“Ayo serang bersama-sama, walaupun ia adalah suami idola kita. Namun, ia tak layak, aku akan membunuhnya—agat Lou Xue kami bisa menghirup kebebasan dan tak masalah aku akan ditangkap Aula Hukum,” kata fans fanatik Lou Xue.


“Betul! Serang bersama-sama!”


24 peserta aliansi yang tersisa menyerang Xiuhuan dengan kekuatan terhebat mereka. Sehingga serangan kuat dengan berbagai jenis jurus dan senjata pusaka mengarah pada Xiuhuan. Namun, dengan licik ia berlari kebelakang Cao Chung yang sedang bertarung melawan peserta yang ternyata sangat membencinya, karena Cao Chung pernah menangkapnya saat sedang berjudi dan dia dihukum cambuk seribu kali.


“Xiuhuan sialan!” gerutu Cao Chung, tetapi ia sangat senang saat melihat lawannya tadi terkapar—karena tak sempat menghindari serangan dari aliansi fans fanatik Lou Xue dan Wu Xiong.


“Kamu terlalu cepat untuk senang! Seharusnya jangan lengah, karena itu bisa membuatmu terlempar keluar panggung. Ini contohnya!” ejek Xiuhuan sembari memukul leher Cao Chung dan terlempar keluar panggung. “Hehehe ... musuh terkuat telah disingkirkan, sekarang tinggal murid-murid gagal ini saja lagi!” Xiuhuan menyeringai menatap 24 peserta yang mengincarnya.


Cao Chung tak menduga akan berakhir seperti ini dan ia merasa tulang lehernya telah hancur. Butuh tabib Raja Obat untuk menyembuhkan kembali tulang lehernya itu.


“Ah, sialan kau Xiuhuan!” umpat Cao Chung dalam benaknya, karena ia tak bisa berbicara lagi. Jangankan berbicara, mendongak saja tak bisa—saat Cao Chang‘e menghampirinya dan memberikannya Pill penyembuhan tingkat tinggi agar ia tak tewas.


Tim medis segera membawa Cao Chung ke tabib Raja Obat, sedangkan Cao Chang‘e tampak marah pada Xiuhuan, karena anggota Clan dan juga sahabat masa kecilnya dibuat begitu.

__ADS_1


Merasakan niat membunuh yang ditujukan padanya, Xiuhuan menoleh kearah sumber aura itu dan terkejut.


“Kenapa Cao Chang‘e ingin membunuhku?” Xiuhuan terkejut. “Jangan-jangan Cao Chung adalah kekasihnya dan dia tak terima aku mempermalukan Cao Chung. Padahal kan, mau seberat apapun luka yang diterima peserta—pasti bisa disembuhkan oleh Tabib Raja Obat, kecuali mati baru lain ceritanya," gumam Xiuhuan—tak menoleh lagi ke arah Cao Chang‘e yang menatap tajam padanya.


Tak sulit bagi Xiuhuan mengalahkan sisa peserta lainnya. Karena Cao Chung tak ada lagi, cuma dia peserta yang mampu mengimbangi kekuatan Xiuhuan.


Beberapa peserta memilih kabur dari panggung dan yang lainnya memilih menyerah—setelah melihat peserta lain yang terluka parah saat berhadapan dengan Xiuhuan. Ada yang kakinya hancur, karena ditimpa Tongkat Bambu raksasa dengan berat seratus ton, ada yang kepalanya retak—tetapi tidak sampai mati, ada juga yang belut tampannya hancur. Semua yang berhadapan dengan Xiuhuan berakhir mengenaskan. Sehingga ia mendapatkan julukan “Psikopat tampan”—entah siapa yang membuat rumor itu.


Diaken pertandingan kemudian mengumumkan Xiuhuan sebagai pemenang pertandingan dan ia berjalan dengan santai turun dari panggung, walaupun tak ada yang bertepuk tangan untuknya.


“Senior Xiuhuan! Kamu hebat sekali!” Tiba-tiba murid wanita dengan penampilan biasa saja dan rambutnya dikuncir kuda—memuji penampilannya.


Xiuhuan sangat senang. “Terimakasih saudari ....”


“Xi Rou Senior!” sahutnya.


“Oh, saudari Rou ... terimakasih pujiannya dan jangan panggil aku senior. Panggil saja Xiuhuan, karena tingkat Kultivasiku lebih rendah dari Saudari Rou,” kata Xiuhuan dengan senyum hangat yang membuat detak jantung Xi Rou berdegup kencang karena pesona ketampanannya.


Xiuhuan merasa ada yang aneh pada Xi Rou, walaupun ia tersenyum—tetapi auranya seperti menyimpan kesedihan yang mendalam dan tubuhnya begitu kurus. Padahal di Sekte Qingyun ini para murid diberikan subsidi yang sangat besar, walaupun murid tersebut tidak mengambil misi sepanjang hidupnya, ia tetap akan hidup damai di Sekte Qingyun.


“Rou! Kenapa kamu mendekatinya!" bentak wanita cantik yang datang dikawal oleh sepuluh murid Pria berbadan besar.


Xi Rou tampak ketakutan dan tubuhnya bergetar hebat, seperti melihat monster Level Tian saja, sehingga Xiuhuan mengerutkan keningnya dan menghela nafas panjang.


...***...


Yuk, diramaikan juga, karya author lainnya😁

__ADS_1




__ADS_2