Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Menuju Perbatasan Wilayah Clan Huo


__ADS_3

Kultivator Clan Ling yang berpatroli di perbatasan antara Clan Huo dan Hong dengan tergesa-gesa menghampiri Xiuhuan yang tengah makan pagi bersama dengan semua tetua Clan Ling, Nie Ranran yang merupakan ibu mertua sekaligus Ketua Clan Nie dan Ling Wentian, tak lupa istrinya Nie Rou juga.


“Lapor tuan muda Wentian!” seru Kultivator Ranah Immortal Awal tersebut sembari menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat.


Ling Wentian menatap padanya dan berkata, “Ada apa?”


“Ribuan Kultivator Clan Huo bersama sekutunya telah tiba di perbatasan, dan kemungkinan besar mereka akan menuju kemari,” sahutnya.


Ling Wentian terkejut mendengarnya, ia tak menyangka Clan Huo memilih melakukan serangan balik, “Apa mungkin mereka tidak mengetahui kalau adik ipar telah mengalahkan Siluman yang diutus oleh para Sesepuh Aliran Hitam untuk mengalahkannya,” gumam Ling Wentian sembari menatap Xiuhuan yang dengan santai masih menikmati makanannya.


“Katakan pada semuanya untuk berkumpul dan beberapa Ranah Immortal akan berjaga di sini—agar para penduduk tidak panik dan untuk memberantas Kultivator nakal yang memanfaatkan kekacauan ini merampok atau melakukan kejahatan lainnya pada penduduk,” kata Ling Wentian memberikan perintah—sebagai Ketua yang ditunjuk oleh Ling Fei memimpin penyerangan terhadap Clan Huo.


“Xiuhuan gege, kenapa kamu masih santai-santai saja?” bisik Nie Rou yang duduk di sebelahnya.


Xiuhuan tersenyum lebar dan menatap Ling Wentian sembari berkata, “Jangan khawatir, ada kakak ipar yang memiliki ribuan Kultivator anggota Clan Ling bersamanya yang akan menjaga kita.”


Ling Wentian tersenyum masam mendengar ucapan Xiuhuan, tetapi ia tidak memarahinya, karena sama saja itu meminta untuk di reinkarnasi. Para tetua Clan Ling juga hanya senyum-senyum saja, karena mereka juga ketakutan menatap Xiuhuan—walaupun ia tampak ramah.


Xiuhuan merasa kenyang dan menatap Ling Wentian sembari berkata, “Kenapa kita masih santai-santai, bukankah musuh sudah menyerang kita duluan? Apakah kita akan bunuh diri, nih?” Xiuhuan tersenyum lebar bercanda pada Ling Wentian.


“Apalagi, kenapa para tetua malah bersantai-santai saja, sedangkan yang lain sudah bersiap menunggu arahan dari kalian,” bentak Ling Wentian pada para tetua Clan Ling—ia melampiaskan kekesalannya pada mereka, karena tidak berani memarahi Xiuhuan.

__ADS_1


Para tetua dengan tergesa-gesa meninggalkan meja makan dan dalam hati mengutuk tindakan Ling Wentian pada mereka. Mentang-mentang dia yang dijadikan sebagai pemimpin oleh Ling Fei maupun Xiuhuan.


Nie Rou, Nie Ranran dan Ling Wentian berjalan disebelah Xiuhuan menuju halaman Kediaman Clan Hong. Ribuan Kultivator Clan Ling maupun Clan Nie segera menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada pemimpin mereka itu, terutama Xiuhuan yang menjadi momok yang sangat menakutkan bagi mereka.


“Tak ada kata motivasi atau strategi, langsung hancurkan saja musuh yang muncul di hadapanmu, kalau tingkat kultivasi mereka lebih tinggi darimu—segera mundur. Sudah itu saja!” kata Ling Wentian masih dengan suasana hati tak karuan, karena dijadikan bahan candaan terus oleh Xiuhuan.


“Strategi macam itu? Bukankah nyawa kita yang akan dipertaruhkan nanti,” gumam salah satu Kultivator Clan Ling.


“Tutup mulutmu bodoh! Apa kamu ingin dibunuh oleh tuan muda Wentian,” sahut rekan di sebelahnya.


Xiuhuan tersenyum lebar mendengar ucapan Ling Wentian dan meminta Nie Ranran serta Nie Rou untuk berada di barisan belakang saja nanti bersama para Kultivator Ranah Immortal Awal yang jumlahnya mencapai Lima Puluh Ribu lebih, karena bala bantuan yang dikumpulkan para tetua Clan Ling sudah datang tadi malam.


Xiuhuan menggunakan Artefak Kapal terbangnya, padahal di Benua Resifel ini dilarang menggunakan Artefak tersebut, tetapi ia ingin menunjukkan pada Aliansi Aliran Hitam—bahwa ia berani menantang mereka secara terbuka, karena ia yakin kekuatannya sudah jauh lebih besar sekarang—setelah ia mengalahkan dua Siluman dan memaksa Ketua Clan Iblis menyerah saat sparring melawannya di Benua Dayan dulu.


Mau tak mau mereka terpaksa menaiki Artefak kapal terbang tersebut, dan mereka langsung menjadi gugup—karena akan langsung berhadapan lebih dulu melawan ribuan musuh yang kekuatannya setara dengan Clan Ling mereka.


Hanya beberapa tarikan nafas saja mereka sudah berada di perbatasan Clan Hong dengan Clan Huo dan berjumpa dengan Huo Guan yang telah pulih dari cideranya saat berhadapan dengan Xiuhuan sebelumnya.


“Hei, pucat! Kau sudah sembuh hehehe ....” Xiuhuan menyeringai menatapnya.


Huo Guan mengerutkan keningnya dan entah kenapa tubuhnya langsung gemetaran, mungkin efek dikalahkan dengan mudah oleh Xiuhuan sebelumnya.

__ADS_1


“Jangan takut, kami akan melindungimu,” sela Tetua Pertama Clan Huo sembari menatap tajam pada Xiuhuan. “Berarti kamu, ya? Kultivator yang memperbudak Clan Ling agar memberontak terhadap Aliansi Aliran Hitam!” Huo Lu meludah ke depan untuk menunjukkan rasa jijik pada Ling Wentian dan para tetua Clan Ling.


“Kurang ajar!” umpat Ling Wentian yang suasana hatinya sedang kacau, eh malah diprovokasi oleh Huo Lu lagi, sehingga emosinya langsung meledak.


Xiuhuan mengepal tangannya dan Huo Lu langsung merasa tubuhnya terasa sesak dan tiba-tiba cahaya emas keluar dari dalam tubuhnya—hingga tiba-tiba ia hancur berkeping-keping.


“Itulah akibatnya bila menyinggung kakak iparku,” kata Xiuhuan dengan seringai tipis di wajahnya.


Kultivator Clan Huo langsung ketakutan, karena Xiuhuan dengan mengepal tangan saja bisa membunuh Tetua Huo, apalagi mereka yang cuma Kultivator abal-abal saja.


Kultivator yang merupakan utusan Sesepuh aliran hitam mengangkat tangannya agar semua tidak panik. Dia mengedipkan matanya pada Huo Guan, sehingga Xiuhuan menduga mereka tengah merencanakan sesuatu yang cukup berbahaya, tetapi ia tidak mencegahnya—karena penasaran apakah yang mereka rencanakan itu.


Nie Ranran yang menyusul Xiuhuan ke perbatasan melihat cahaya hitam muncul di langit dan segera berkata, “Berhenti semua!”


Para Kultivator Clan Ling dan Clan Nie segera berhenti dan tidak ada yang membantah ucapannya, karena mereka tahu kalau Nie Ranran adalah Ibu mertua Xiuhuan—sehingga tidak mungkin bagi mereka berani menyinggungnya.


“Itu adalah susunan Array teleportasi milik Clan Huo, sepertinya menantuku dan para tetua Clan Ling akan di teleportasi ke Dimensi Monster,” kata Nie Ranran sengaja mengatakan Xiuhuan adalah menantunya, bukan tuan muda seperti sebelumnya—karena ia ingin menegaskan pada mereka agar patuh padanya, sebab Kultivasi-nya masih Ranah Chaos Ancient God, sementara di hadapannya ada 50 Ranah Absolute God dan 1000 Ranah Chaos Ancient God, belum lagi Ranah Immortal lainnya dan ia ingin tetap memimpin mereka menuju Kediaman Clan Huo, walaupun tidak ada Xiuhuan bersama mereka.


“Apa yang akan kita lakukan bila tuan muda Wentian dan tuan muda Xiuhuan di teleportasi ke Dimensi Monster,” sahut salah satu Kultivator Ranah Absolute God, karena saat ini mereka mengalami kekosongan pimpinan untuk mengkonsolidasi ribuan Kultivator Clan Ling tersebut.


“Ikuti perintahku, kita akan mengambil alih Kediaman Clan Huo, sedangkan masalah mereka; menantuku Xiuhuan pasti bisa mencari jalan keluarnya itu,” kata Nie Ranran dengan tegas, sehingga para Kultivator Clan Ling tersebut mengangguk setuju.

__ADS_1


Nie Ranran membawa mereka menuju perbatasan, dan tak ada lagi ribuan Kultivator Clan Huo maupun Xiuhuan di sana. Dia yakin mereka telah ke Dimensi Monster yang merupakan tempat berburu bagi Clan Huo, mirip dengan milik Clan Ling yang memiliki Altar khusus ke Dimensi Heidong yang hanya terbuka Sepuluh tahun sekali, sedangkan Dimensi Monster hanya bisa dibuka bila mendapat ijin dari Siluman yang menjadi pemilik tempat itu—dengan cara memberikan persembahan gadis cantik padanya.


__ADS_2