
“Saudari Liu Ya ... semangat! Hajar kakak genit itu!” teriak Shuyan sambil menunjuk Xiao Lian yang naik ke panggung arena.
Xiao Lian hanya tersenyum tipis melihat tingkah Shuyan yang meledeknya.
“Iya, hajar dia!” seru Xinran yang tak suka dengan Xiao Lian, setelah mengetahui Xiao Lian tidur dengan guru mereka.
“Iya saudari, aku akan menghajar wanita genit itu dan mencabik-cabik mukanya, agar tak bisa lagi merayu guru!” balas Shuyan sambil mengepal tangannya.
“Aish, ngapain mereka itu!” guman Xiuhuan malu dengan perkataan para muridnya.
***
Liu Ya dan Xiao Lian telah berada diatas Arena.
Liu Ya lansung melakukan tehnik Penggabungan dengan Roh Pedang Elang Putih dan sepasang sayap muncul di punggungnya. Liu Ya lansung mengepakkan sayapnya itu dan melayang di udara.
“Ara ... ara! Kamu tak sopan Ya‘er pada bibi gurumu ini. Seharusnya kau cium tanganku dulu sebelum memulai pertandingan. Nanti kamu kualat lho!” ejek Xiao Lian bak nenek lampir yang tertawa, untung saja ia good looking jadi termaklumi.
“Cih, banyak bacot!” sahut Liu Ya. Pedang Roh telah berada dalam genggaman tangan kanannya.
“Mulaiiiiiiii!” seru wasit pertandingan.
“Tebasan bulan sabit!” seru Liu Ya lansung menyerang Xiao Lian. Angin berbentuk bulan sabit dalam jumlah banyak lansung menerjang Xiao Lian yang ada di bawah.
“Ara ... ara! Kau agresif sekali! Hehehe ....” Xiao Lian tertawa terkekeh-kekeh, kemudian merapalkan jurus saat Tebasan bulan sabit Liu Ya akan mengenainya, “Tusukan Seratus Jarum Landak!”
“Apaaaaa!” guman Liu Ya yang melihat jurus bulan sabit dihancurkan oleh banyak jarum yang melayang di udara.
“Hahaha ....” Xiao Lian tertawa cekikikan sambil mengontrol jarum-jarum itu dengan Pedang Rohnya. Setiap Xiao Lian mengarahkan Pedang Roh itu ke kanan, maka jarum-jarum itu akan menuju ke sana.
“Langkah Angin!” Liu melesat kearah bawah, kemudian berkata lagi, “Tusukan Tornado!” yang memunculkan angin tornado berbentuk Bor raksasa yang siap menusuk Xiao Lian.
__ADS_1
“Ara ... ara! Kau sangat agresif Ya‘er ... kau seharusnya berhati lembut seperti Xiuhuan gege,” katanya tetap tertawa yang membuat musuhnya bertambah emosi saja.
Xiuhuan menutup mukanya, saat Xiao Lian mengucapkan itu, karena semua mata lansung tertuju padanya.
“Xiao Lian itu cukup hebat Ketua Ping, namun kalau bisa sikapnya juga dididik!” Canda ketua Clan Wei saat memperhatikan laga Xiao Lian lawan Liu Ya tersebut.
“Namanya juga baru beranjak dewasa, sehingga ia tertarik dengan yang begitu-begituan.” Xiao Ping, yang merupakan ketua Clan Xiao itu terpaksa membuat-buat alasan atas perilaku tak senonoh anggota Clannya itu. “Seiring berjalannya waktu, ia akan berubah juga nantinya,” katanya lagi.
“Oo, betulkah?” sahutnya lagi dengan senyum lebar. Kemudian berkata kembali, “Seandainya dia datang padaku, bukan pada tetua keenam hehehe ...” Ketua Clan Wei tersebut bercanda.
“Siapa yang mau sama kakek peyot sepertimu!” kata Xiao Ping sinis.
“Oo, harusnya aku berwajah tampan seperti menantimu, ya?” ejeknya lagi.
“Kau—” Xiao Ping sangat geram, namun tak bisa berkata apa-apa lagi. Ini memang murni kegenitan anggota Clannya itu.
***
Xiao Lian menancapkan pedangnya, seraya merapalkan jurus, “Benteng landak!” sehingga rihuan jarum keluar dari Roh Pedangnya itu, kemudian Xiao Liu berkata lagi, “Bor Jarum!” yang membuat ribuan jarum itu menyatu membentuk sebuah bor raksasa bersiap-siap beradu dengan tusukan pedang Liu Ya.
“Boommm!”
Jurus yang digunakan oleh Liu Ya hancur, saat berbenturan dengan Bor Jarum dari Xiao Lian.
“Apaaaaa!” guman Liu Ya yang seakan tak percaya, jurus terkuatnya terpatahkan oleh Xiao Lian.
Liu Ya yang masih bingung, tiba-tiba saja Xiao Lian muncul dihadapannya dengan memunculkan tower tanah yang menjulang tinggi.
“Halo Ya‘er ... Bibi datang padamu heheheh ....” Xiao Lian mengejeknya lagi.
“Langkah Angin!”
__ADS_1
Liu Ya ingin mundur, namun tiba-tiba ribuan jarum muncul dibelakangnya.
“Ara ... ara! Tak sopan lansung pergi, saat bibi ingin berbicara denganmu,” kata Xiao Lian yang mengontrol ribuan jarum itu dengan Pedang Rohnya.
“Cih, dasar Lian‘er bodoh ini, ngapain ia pamer begitu. Padahal jurus ini butuh banyak qi,” gerutu Xiao Liu kesal dengan tindakan muridnya itu.
“Yah, Liu Ya masih butuh waktu untuk meningkatkan ketangkasannya,” guman Xiuhuan saat menyaksikan Liu Ya dibuat terpojok oleh Xiao Lian.
“A-aku menyerah!” seru Liu Ya mengangkat tangannya.
“Hihihi ... gadis pintar!” seru Xiao Lian dengan tawa cekikikannya.
“Pemenang pertandingan ini adalah Xiao Liannnnnnnn!” pekik wasit pertandingan.
Dengan lesu Liu Ya mendarat di hadapan teman-temannya.
“Semangat kakak Liu Ya! Tahun depan kita harus cakar mukanya!” seru Shuyan memeluk Liu Ya.
“Iya, kau sudah hebat saudari Liu Ya,” kata Huanran, “Padahal guru cuma memberi target 10 besar saja. Tapi kau melaju ke babak 6 besar,” katanya lagi.
***
Kompetisi Sekte Teratai Biru level Pendekar Pedang tahap 16 ini akhirnya di juarai oleh Xiao Lian juga. Tak ada yang sanggup mengimbangi kehebatannya.
“Melihat pertandingan tadi, seandainya kita bisa mempunyai tiga Roh Pedang. Maka aku akan memilih, Roh Pedang seperti Xiao Lian yang dapat mengontrol ribuan jarum, kemudian seperti Lei Shen yang dapat membuat kloning dirinya. Itu hebat sekali,” kata Xiuhuan memuji Roh Pedang keduanya.
“Yang ketiga apa?” tanya Tetua ketiga yang penasaran, karena Xiuhuan hanya mengatakan dua saja.
“Tentu saj yang sudah kita miliki sejak awal hahaha ....” Xiuhuan tertawa, ia tak menyebut jika Roh Pedangnya juga sangat spesial.
Bersambung ...
__ADS_1