Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Babak Final


__ADS_3

Xiuhuan menyeret Dong Xiao keluar arena, karena ia pingsan dengan wajah hitam lebam dan rambut menjadi kerinting.


“Pasti Ketua Sekte marah nih, kalau ia tahu muridnya kubuat bonyok.” Xiuhuan tersenyum lebar, kemudian menyiram wajah Dong Xiao saat diluar arena.


Dong Xiao bangun dengan kondisi linglung, ia planga-plongo menatap sekelilingnya.


“Hei, pulang sana tidur!” Xiuhuan menendang bokongnya.


“Eh, senior Xiuhuan. Kenapa kau menyerangku dengan kejam?” protes Dong Xiao.


“Kan sudah kukatakan, kalau yang terakhir akan menyakitkan. Kau saja yang bandel di bilangin,” sahut Xiuhuan berjalan meninggalkannya.


Xiuhuan pergi meninggalkan arena kompetisi antar Sekte. Dia ingin melihat kondisi Gu Ruyan yang sedang berkultivasi. Takutnya ia mengalami kegagalan dan merusak Rongqinya.


“Senior tunggu!” Dong Xiao mengejar Xiuhuan. “Anda mau ke mana?” tanyanya lagi.


“Tentu saja menemui istriku lah. Kan, aku ini pengantin baru.” Xiuhuan menyeringai menatap Dong Xiao.


Xiuhuan lansung melesat ke arah penginapan meninggalkan Dong Xiao yang tersenyum masam memandanginya.


***


Gu Ruyan masih berkultivasi saat Xiuhuan masuk ke kamar mereka. Xiuhuan duduk bersila di sebelahnya dan menyerap Pil Neraka level sepuluh untuk mengisi qi yang telah ia hambur-hamburkan tadi.


Tiga hari berselang, Gu Ruyan telah telah selesai berkultivasi. Kini ia memiliki Rongqi seluas Samudera kecil, sama seperti Mei-Mei dulu.


Xiuhuan juga melenggang dengan mudah. Kini ia telah memasuki babak 32 besar, Dia akan melawan Xu Que dari Sekte Bambu Kuning, kerajaan Yuan.


“Babang tampan! Ayo tendang kepala murid Sekte Bambu Kuning itu.” Gu Ruyan berseru pada Xiuhuan, ia masih dendam dengan Sekte Bambu Kuning, karena salah satu tetua mereka yang membuat Clan Gu terpecah belah.


“Ahsiap Yan‘er sayang,” sahut Xiuhuan yang telah melewati malam aduhai bersama Gu Ruyan.

__ADS_1


Tanpa menunggu panggilan wasit Xiuhuan telah berdiri di tengah-tengah aren menunggu Xu Que. Xiuhuan sudah tak sabar menendang keluar arena.


“Inilah pertandingan yang kita tunggu-tunggu, kuda hitam dari Sekte Pedang Taiyang. Sungguh pencapaian yang luar biasa, apalagi ia bertekad akan menantang peringkat satu yang selalu abadi. Siapa lagi kalau bukan Nona Lou Yi!”


Penonton lansung bergemuruh dan bertepuk tangan. Eits, mereka bukan bertepuk tangan untuk Xiuhuan, tetapi untuk Lou Yi, pemilik Paviliun Shilin dan Sekte Tianshi.


“Xu Que, menyerah saja. Dia itu bukan tandinganmu, lebih baik sayangi nyawamu daripada dibunuh olehnya. Kamu tahu guru sangat dibenci oleh Clan Gu yang sekarang. Karena mendukung ketua Clan Gu yang lama.”


Tetua Sekte Bambu Kuning memperingati Xu Que yang akan naik ke arena. Nyalinya lansung ciut, ia tak melangkah ke arena. Dan justru mengibarkan bendera putih pada wasit pertandingan.


“Tak disangka-sangka, Xu Que peringkat 26 Kompetisi antar Sekte sebelumnya, memilih mengaku kalah. Kenapa dia bisa takut dengan kuda hitam dari Sekte Pedang Taiyang. Apakah mereka pernah bertarung? Sungguh mengecewakan, kita tak bisa menonton tontonan menarik,” kata pembawa acara Kompetisi antar Sekte.


Mata Xiuhuan tertuju pada tetua yang pernah ia jumpai di kota Yannan itu. Jadi, ia menyimpulkan Xu Que memutuskan menyerah atas perintahnya.


Gu Ruyan sangat kecewa, ia tak jadi melihat suami babang tampannya itu menendang Xu Que keluar arena.


Setelah babak 32 besar berlangsung, kini Xiuhuan memasuki babak 16 besar. Lagi-lagi tak ada yang mau melawan Xiuhuan. Kabar ia merupakan Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit sudah tersebar luas. Sehingga para tetua Sekte lebih memilih menyuruh murid mereka menyerah dari pada harus bertarung.


***


“Baiklah semua! Kita akan memasuki babak final paling spektakuler dalam sejarah. Di mana untuk pertama kalinya, ada murid selain murid Sekte Tianshi yang memasuki sepuluh besar dan bahkan akan bertarung dengan Nona Lou Yi.”


”Ini akan menjadi pertandingan paling mendebarkan. Kuda hitam dari Sekte Pedang Taiyang akan berhadapan dengan Immortal Lou Yi.”


“Immortal?” Xiuhuan terkejut, “bukannya ia cuma reinkarnasi Immortal. Apa jangan-jangan informasi yang beredar itu palsu,” gumam Xiuhuan naik ke arena kompetisi antar Sekte.


Tak ada wasit pertandingan untuk babak final ini. Peraturannya gampang, menyerah atau salah satu peserta mati.


Xiuhuan tak main-main dalam menghadapi Luo Yi, ia langsung mengalirkan qi seluas laut Kunming. Sedangkan Lou Yi memasuki arena dengan cara melayang di udara. Tak ada sayap atau benda apapun.


“Kenapa dia bisa melayang begitu? Sungguh hebat, aku bahkan tidak merasakan kekuatan Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit darinya. Seperti Pendekar Pedang tahap nol saja,” gumam Xiuhuan memperhatikan Lou Yi yang tersenyum menatap Xiuhuan.

__ADS_1


“Halo tuan Xiuhuan. Ternyata kamu yang mendapatkan cincin dimensi milik kakekku, Immortal Lou Yun,” sapa Lou Yi.


Xiuhuan tersenyum masam, ternyata Lou Yi mengetahui ia memiliki cincin dimensi. Padahal saat ini cincin itu ada pada Gu Ruyan.


“Siapa cepat, ia dapat. Bukannya kalian yang memperbolehkan siapa saja memasuki makam itu.” Xiuhuan berusaha membuat pembenaran atas kepemilikan cincin dimensi itu.


“Memang benar, itu adalah hak-mu. Namun, aku menginginkan sebuah barang dari cincin dimensi itu. Bagaimana kalau aku menang, kamu harus mengabulkan satu permintaanku,” kata Lou Yi.


“Kalau aku menang?” Xiuhuan membalikkan pertanyaan.


“Tentu saja aku akan mengabulkan satu permintaanmu. Termasuk tubuh polosku ini,” sahut Lou Yi.


Para penonton lansung berbisik-bisik, mereka mengatakan Xiuhuan sungguh beruntung bila ia memenangkan pertandingan itu. Karena Lou Yi dengan sukarela mau tidur dengan Xiuhuan.


Para tetua dan Ketua Sekte justru lebih tertarik dengan cincin dimensi yang dimaksud oleh Lou Yi. Sehingga mereka menatap Xiuhuan seperti menatap Kelinci yang sedang diincar gerombolan serigala.


Xiuhuan berpikir ini akan sulit, apalagi ia juga menyadari tatapan para tetua dan Ketua Sekte dari tribun penonton VVIP itu. Kalau ia sendiri mungkin masih bisa menghindari mereka. Namun, sekarang ia harus melindungi istri-istri dan anak tirinya juga.


“Apa yang Anda inginkan Nona Yi. Aku akan memberikannya sekarang, tetapi Anda harus menjamin keselamatan diriku dan keluargaku dari gangguan Serigala yang sedang menyeringai menatap kita,” kata Xiuhuan.


Para tetua dan Ketua Sekte di tribun VVIP itu mengumpati Xiuhuan. Mereka tak menyangka Xiuhuan licik juga, dengan mencari perlindungan pada Paviliun Shilin.


“Pedang Penghancur Semesta!” sahut Lou Yi.


“Hah?” Xiuhuan kebingungan, ia kemudian menggosok cincin dimensi miliknya dan memanggil Pedang Penghancur Semesta yang dimaksud oleh Lou Yi itu.


Sebuah Pedang berlapis emas muncul di tangan Xiuhuan. Sehingga ia terkejut, ternyata Pedang yang dimaksud oleh Lou Yi itu adalah Pedang hias saja, sehingga Xiuhuan tersenyum lebar.


“Kenapa tidak dari awal saja Nona Yi meminta Pedang hias ini,” kata Xiuhuan melempar Pedang itu dengan enteng pada Lou Yi. “Jangan lupa beri kami perlindungan, Kalau aku bisa mengalahkanmu. Berarti kamu mendingan menjadi istriku saja, toh cuma aku yang terkuat di seluruh daratan utama ini,” kata Xiuhuan menyombongkan diri.


“Dasar bodoh. Ini adalah Pedang Penghancur Semesta.” Lou Yi menyimpan Pedang itu ke dalam cincin dimensi miliknya. “Sesuai dengan namanya. Pedang itu dapat membelah daratan utama menjadi dua bagaian,” katanya lagi.

__ADS_1


Xiuhuan lansung tercengang, kalau tahu begitu dari awal mungkin ia tak perlu ikut kompetisi antar Sekte lagi. Lansung saja ia ke Pulau Niao dan membelah perisai yang mengurung pulau itu. Nasi sudah menjadi bubur, tak mungkin minta susu kaleng pada Lou Yi. Ya, terima perlindungan sajalah.


__ADS_2